Crazy Cousin

Crazy Cousin
Kehancuran Atau Keselamatan?


Kehadiran Nayara tidak di sambut baik oleh sebagian keluarga Bram, termasuk Rey.


Seperti pagi ini, seluruh keluarga besar mereka tengah berkumpul untuk memperkenalkan Nayara sebagai putri tunggal Bramasta dan Elly.


Para bibi dan paman dari keluarga Bram ada sedikit rasa tidak percaya mengingat Nayara yang berasal dari panti dan hilangnya adik Rey yang sudah bertahun-tahun lamanya.


Namun mereka tidak bisa menunjukkan rasa tidak percaya itu saat melihat hasil tes DNA dan melihat kebahagiaan yang terpancar jelas di wajah Bram dan Elly selaku orangtua.


Berbeda dengan Rey. Pemuda yang jatuh cinta pada adiknya sendiri itu secara terus terang memperlihatkan ketidak sukaannya atas kedatangan Nayara.


Sepanjang acara makan-makan dan perkumpulan keluarga, Rey hanya diam membisu dengan mata sembabnya yang tidak lepas dari Nayara.


Rasa tidak percaya dan tidak rela kian hadir semakin besar dalam benaknya. Dirinya sepenuhnya menentang status Nayara yang adalah adiknya.


Sikap bungkam Rey Nayara sadari. Tidak hanya Nayara, bahkan sepupu Rey pun sadar akan hal itu.


" Kak Rey, kenapa? Tumben diem dari tadi. Ada yang aneh yah? Iya sih.. Gue juga ngerasa, " Ucap Raisya, adik sepupu Rey sambil menatap Nayara remeh.


" Kenapa aneh? Orang adiknya cakep gini. Kalo gue jadi bang Rey auto dosa cinta sama adik sendiri. He he.. Habis cantiknya ngalahin bias gue, " Semprot Rasya, kembaran Raisya si fanboynya K-Pop.


Nayara hanya menyunggingkan sedikit senyumannya. Tidak ada Elly dan Bram membuat Nayara sedikit kaku. Memang untuk sekarang para orangtua sedang membahas hal lain di ruang keluarga. Sementara mereka terduduk di permadani depan televisi.


" Kak Naya, hidup di panti pasti sulit yah? " Tanya si kecil Sofi, masih sepupu Rey namun beda orangtua dengan si kembar.


" Hem. Sangat, " Jawab Nayara mengangguk.


" Terus kenapa gak sejak dulu ke sini? " Bocah tujuh tahun bermata bulat itu menatap Nayara dengan kepala miring.


" Kan Kakak gak tahu, kalau Kakak keluarganya Kak Rey. " Jawab Nayara seadanya.


" Oh.. Untung deh sekarang Kakak di sini! Kakak gak bakalan kesulitan lagi.. " Nayara menganguk.


" Dan aku juga ada teman main tiap ke sini. Soalnya Kak Rey gak mau Sofi ajak main! " Adunya membuat Nayara sedikit tertawa.


" Ya Allah.. Cantik banget sih, " Puji Rasya dengan tatapan tidak lepas dari Nayara.


" Kenapa gue gak ke panti aja ya sejak lama? Mungkin Nayara udah jadi milik gue, " Lanjut pria berusia 18 tahun itu.


Pletak!.


" Cungur loe.. Dek! " Bentak Via, Kakak sepupu Rey sambil menjitak kepala Rasya.


" Sakit Kakak, ".


" Jangan gombal makannya! ".


" Ck, sirik aja. Kasian yang gak pernah di gombalin, ".


" Bicitannya itu loh, ".


Nayara sedikit terhibur dengan adanya Rasya, pemuda satu tahun lebih tua darinya dan Via, gadis berusia 20 tahun yang humoris dan menyambutnya hangat sejak awal. Berbeda dengan Raisya yang menampakkan ketidaksukaan pada dirinya sejak awal.


" Oh iya. Kakak denger dari Erza kalian pernah pacaran ya? Sebelumnya? ".


Pertanyaan Via membuat Nayara sedikit tidak nyaman. Dia bingung harus menjawab apa. Lirikan sekilas Nayara tujukan pada Rey.


" Sekarang juga masih kok, ".


Mata Via membola mendengar jawaban bernada datar dari Rey.


" Maksudnya? Rey? ".


" Eum.. Anu, Kak. Maksud Kak Rey gini, kita memang pernah pacaran dulu. Dulu, sebelum tahu kita saudara. " Jelas Nayara meluruskan.


" Oh.. Kakak kira, ".


" Lalu temen gue? Bukannya Vika pacarnya Kak Rey? Kok loe ngaku pacarnya juga? Yang bener yang mana? " Tanya Raisya sinis.


Nayara menggigit pipi dalamnya. Dia bungkam.


" Vika hanya pelarian. Dia pacar gue! ".


Lagi-lagi jawaban Rey membuat Nayara menahan nafas. Apakah pria ini tidak mengerti situasi?.


Via menatap Rey dan Nayara secara bergantian. Sebagai seorang wanita dewasa, dia mengerti keadaan yang dihadapi Rey dan Nayara. Namun jika dibiarkan berlanjut, akan menjadi dosa dan mendapat tentangan dari semua pihak.


" Naya punya pacar baru yah? " Tanya Via mengalihkan pembicaraan. " Kakak lihat barusan Nayara di antar pria ganteng, ".


Pipi Nayara sedikit bersemu.


" I-iya, Kak Via. Dia David, pacar aku. "


Mata Rey langsung terarah pada Nayara.


" Woah.. Hebat!! Kakak kira kamu gamon dari Rey. Secara, Rey kan ganteng. " Kekeh Via.


Nayara hanya tersenyun tipis menanggapinya.


Tiba- tiba Rey berdiri dan berlalu begitu saja. Nayara dan Via yang mengerti dan melihatnya hanya bisa bernafas dan membiarkan Rey bersikap semaunya.


" David siapa? Kakaknya Rain ya? Sepupunya anak Tante Mikhayla kan? " Via melanjutkan obrolannya.


Nayara mengangguk kecil, " Iya, ".


___-____


Berbeda dengan kehangatan yang di rasa keluarga besar Elly, di sisi lain ketegangan tengah keluarga Marchel rasakan karena bantahan Reyna atas keputusan sang Ayah.


" Daddy gila! Daddy tahu gak? Dengan Daddy nyuruh Angel tinggal di Apartement Morgan berdua, sama aja Daddy tumbalin angel ke dia! ".


" Daddy lakuin ini demi kebaikan kamu Angel! " Bentak Marchel tak kalah keras.


" Salah siapa kamu berulah? Jika saja sikapmu tidak di luar batas, tidak akan Daddy buat keputusan seperti ini. "


" Dad, Angel masih SMA. Dan Daddy nyuruh Angel tinggal sama Morgan? Morgan lelaki normal Dad! Gimana kalo— kalo— " Reyna tidak bisa melanjutkan perkataannya. Dia hanya memalingkan wajah dan memijit pelipisnya yang mendadak pening.


" Lebih baik Morgan yang ambil dari pada orang lain. Morgan sudah di pastikan akan tanggung jawab. Sedangkan mereka? ".


" Daddy! " Teriak Reyna marah.


Marchel menatap putrinya tajam. Tidak ingin dibantah.


" Arghkk!! Daddy gila! " Bentak Reyna mengacak rambutnya frustasi.


" Pokoknya Angel gak mau tinggal sama Morgan. Itu keputusan Angel. Mau Daddy terima atau enggak, terserah! Angel akan tetap tinggal di rumah Opa! " Putus Reyna.


Setelah mengatakan itu, Reyna melangkah pergi dari hadapan keluarganya.


Lyandra mendekati Marchel dan mengusap pundak putranya.


" Tidak perlu sekeras ini, Ecel. Keputusanmu tidaklah baik, ".


" Lalu Ecel harus bagaimana lagi, Mom? Jika dibiarkan akan semakin tidak baik, " Lirih Marchel.


" Nikahkan dia! ".


" Opa? Angel masih kecil, 16 tahun. Nikah? Gak. David gak setuju! " Tentang David.


" Lalu apalagi? Jika tidak di nikahkan, Opa takut terjadi yang tidak-tidak. Melihat pergaulan Angel yang semakin tidak waras, membuat Opa khawatir dengan masa depannya. " Ucap Alex.


" Ingat David. Sejak zaman nenek moyang kamu sampai sekarang, tidak ada keturunan Opa yang hamil di luar nikah. Meskipun Zaman telah berubah, tidak akan Opa biarkan keluarga kita tercoreng oleh yang namanya aib. "


" Tapi Opa.. Menikahkan Angel bukan satu-satunya cara, bukan? Kita bisa bicarakan ini baik-baik dengannya. Bahkan jika perlu, kita ancam saja dia! " David masih berusaha menyelamatkan Reyna dari yang namanya pernikahan muda.


" Alasan Daddy mengirim Angel ke mari demi kebaikannya. Daddy tahu sendiri, bagaimana kelakuan Angel selama di Amerika. Tapi rupanya.. Di mana pun dia berada tetap saja. Semakin dewasa semakin melunjak, " Ucap Marchel.


Bella menunduk mendengar penuntunan Marchel.


" Semua ini salahku. Jika saja dulu aku bukan gadis nakal, mungkin gen ku tidak akan turun pada Angel. Hiks.. " Lirihnya menitihkan air mata.


Marchel menahan nafas. Hormon ibu hamil dan sikap sensitif Bella harus dia alami kembali setelah bertahun-tahun lamanya.


" Sayang.. Ayolah! Aku membicarakan Angel, bukan kamu. Ini bukan karenamu, " Bujuk Marchel memeluk istri tercintanya.


" Tapi, hiks.. Aku— ".


" Stt.. Tidak seperti itu, " Potong Marchel semakin mendekap Bella. " Ini bukan salahmu, ".


David menatap Alex, " Opa... Tolonglah! ".


Alex menahan nafas dan menghembuskannya perlahan.


" Baiklah.. Sebagai Ayahmu aku membuat keputusan untuk cucuku, Ecel. Terima tidak terima harus kalian pilih salah satunya, " Ucap Alex.


Semua orang menatap serius pada apa yang akan Alex ucapkan selanjutnya.


" Opa memutuskan ini semata-mata demi kebaikan Angel. Tidak ada yang lain. Dan kamu David, harus terima ini! ".


" Mendengar ceritaan menantu tentang sikap Morgan kemarin membuat Opa sadar. Yang Angel takuti bukan lagi hanya Ayahnya, tapi sepupunya juga. Bahkan jika di lihat, Angel lebih takut pada Morgan ketimbang Ecel. Maka dari itu Opa putuskan.. Tinggal bersama Morgan atau menikah. Pilihan ada di tangannya! ".


Preng!.


Reyna yang berada di tangga menjatuhkan gelas yang dipegangnya. Matanya berkaca-kaca dengan kepala yang menggeleng mendengar penuntunan Alex.


" Opa? ".


Alex menatap Reyna sekilas. Kemudian berlalu tanpa berkata apa-apa.


" Dad? ".


Marchel menahan nafas dan ikut melangkah pergi dari sana.


" Mommy ini gak bener Mom! Angel janji akan berubah. Kalian gak perlu— " Bella melangkah mengikuti suaminya.


" Mom! " Teriak Reyna.


" Ambil keputusanmu besok, Angel. Pilihan ada di tanganmu, ".


" Tapi Oma? ".


Lyandra melipat bibirnya ke dalam dan ikut meninggalkan Reyna.


Sekarang harapan Reyna hanya David. Namun David langsung melangkah pergi setelah dia menatapnya.


" Inilah hasil dari keliaran loe, Angel. "


Reyna menggeleng mendengar perkataan David sebelum Kakaknya itu benar-benar pergi meninggalkannya sendiri.


Reyna ambruk di atas anak tangga. Dia menunduk sambil menangis dengan tangan mencengkram kuat rambut panjangnya.


" Frey.. Semua ini gara-gara ide gila loe! Arghkk!! " Teriak Reyna.


Reyna menangis, isakannya terdengar sangat memilukan. Namun hal itu tidak dipedulikan oleh keluarganya. Sepertinya mereka terlalu kecewa akan kelakuannya.


" Hiks.. Gue gak mau tinggal sama Morgan! Hiks.. Tapi gue juga gak mau nikah muda, " Isak Reyna. " Apalagi calonnya orang yang gak gue kenal, ".


" Gimana kalo yang dijodohin sama gue Om-om? Hiks.. Apalagi Kakek-kakek, ".


Reyna semakin menundukkan kepalanya, menaruh di kedua lutut yang dia lipat.


" Gue harus gimana? ".


___-___


Di rumahnya, Morgan sedikit tegang mendengar Ayahnya yang berkata Reyna akan dinikahkan jika tidak mau tinggal berdua dengannya.


Keputusan Alex memang gila! Dua-duanya sama-sama berisiko dan sama gilanya!.


Tinggal berdua bersamanya? Sama saja dengan menyerahkan Reyna untuknya! Hey ingat, Morgan itu lelaki normal. Mana bisa dia menolak ikan segar yang dipersembahkan untuknya.


Nikah muda? Membayangkan Reyna bersanding di pelaminan dengan pria lain, di tambah wajah sembab sang pengantin membuat Morgan tegang karena tak terima.


Yang benar saja. Jangan sampai kisah Ayah dan Ibunya yang dulu dinikahkan muda oleh Alex terulang pada Reyna.


Sungguh tidak masuk akal si Alex!.


" Lalu kita harus bagaimana untuk menolong Rain, Dad? Mommy gak terima yah, kalo Rain nikah muda. Bukan hanya kebebasan dia yang direnggut, tapi masa depannya juga menjadi taruhan jika calonnya gak bener! " Cerocos Mikhayla dengan Baby Kia di gendongannya.


" Gak apa-apa kali, Mom. Gak ingat apa? Dulu saja kita nikah muda. See? Kita langgeng-langgeng saja sampai sekarang. Semoga dalam pernikahan Angel nanti gak ada Marchel kedua, " Ucap Mikhael.


Marchel, orang yang sempat memisahkan Mikhayla dari Mikhael dulu. Masih ingat Mikhael. Bagaimana tidak berperasaannya Kakak ipar laknat itu.


( See in story: MY Obsession Model )


" Tapi.. Tapi Mommy gak mau Angel sampai nikah muda! Menikah bukanlah akhir Dad, tapi awal dimulainya sebuah masalah. Pokoknya Mommy— ".


" Jadi? Tinggal sama Morgan yang Mommy pilih? " Potong Mikhael. " Memang Morgan mau? ".


Mikhayla terdiam. Mengingat peperangan yang terjadi antara Morgan dan Reyna kemarin membuat Mikhayla sedikit tidak yakin mereka akan kembali akur.


Dengan ekor matanya, Mikhayla melirik sang putra yang sejak tadi hanya diam menyimak.


" Abang, kamu... Mau 'kan? " Tanya Mikhayla hati-hati.


Morgan pergi menuju kamarnya tanpa berminat menjawab pertanyaan Mikhayla. Hal itu membuat si Mommy melongo.


" Tuh, kan. " Kompor Mikhael.


Mikhayla hanya mendelik pada suaminya.


Sambil berjalan menaiki satu demi satu anak tangga, Morgan bergumam:


" Akan gue pastiin loe milih gue, Nana. "


_-_


TBC!