Crazy Cousin

Crazy Cousin
Nasihat Bella


Bella membuka pintu kamar Reyna. Hal pertama yang dapat dilihatnya adalah sang putri yang tengah memeluk boneka beruang besar dengan posisi membelakangi pintu.


Menghela nafas sejenak, Bella diikuti oleh Nayara yang memegang wadah kecil berisi kompresan es mulai melangkah memasuki kamar Reyna.


" Angel, "


Reyna diam. Rasanya malas berbicara dengan siapapun termasuk ibunya. Tamparan David sungguh membekas. Tidak hanya di pipi, tapi di hatinya juga.


" Angel sayang, sini duduk sama Mommy! " Pinta Bella lembut.


Akhirnya Reyna menurut. Dia melepas pelukannya pada boneka dan beralih mendudukkan diri di atas ranjang dengan Bella yang berada tepat di depannya.


" Sakit tahu, " Kata Reyna memanyunkan sedikit bibirnya.


Bella melipat bibir sejenak. Dia tersenyum dan merentangkan tangan membuat Reyna beringsut maju guna masuk ke dalam pelukannya.


" Hiks.. Angel di tampar Kak David Mom, " Adu Reyna menangis.


" Hiks.. Sakit.. Hiks... Hati Angel juga sakit, " Rengek Reyna masih menangis.


Nayara menunduk sedih. Karena dirinya Reyna ditampar David. Dan sepertinya hubungan teman dan suaminya ini akan merenggang, itu karena dirinya.


" Maaf, "


Reyna maupun Bella mengalihkan tatapannya pada Nayara.


Nayara mendongak menatap mereka.


" Karena aku kamu yang kena imbasnya. Maaf, Angel. "


Reyna melepaskan pelukannya dari Bella, dia masih menatap Nayara dengan anggukan kepala.


" Bukan salah loe juga sih, Naya. Kak David aja yang ringan tangan, " Balas Reyna.


" Semua salah aku, "


Reyna menghela nafas lelah. Melihat apa yang dibawa Nayara, cepat-cepat dia kembali bersuara:


" Itu buat gue ya? Sini-sini, cepet obati pipi gue! Sakit loh, "


Nayara tersentak. Dia meletakkan wadah kecil itu di atas meja dan beralih membawa kompresan es batu kepada Reyna.


" Pelan-pelan Nay, "


Nayara mengangguk. Dia mengambil posisi duduk di samping Reyna dan mulai menempel-nempel kompresan es itu di pipi Reyna.


" Melihat kalian mengingatkan Mommy pada masa muda dulu, "


Suara Bella membuat keduanya kompak menatap Bella tanpa Nayara menghentikan kegiatannya mengompres pipi Reyna.


" Sahabat jadi besan, "


" Kalian tahu? Dulu Mommy itu liar banget, malah lebih liar dari Angel. Mommy sewaktu SMA punya dua teman, ya kalo tante Della sih kembaran bukan teman. "


" Seperti yang kalian tahu, temen Mommy itu Mikhayla dan Elly, bunda kamu sayang. " Ucapnya pada Nayara.


" Karena kami teman, kami bertiga sering pulang pergi ke rumah Mikhayla, rumah ini. "


" Kami berempat punya kisah cinta masing-masing, yang tidak kalah gila dengan apa yang Nayara rasakan. Hah, hanya Elly yang beruntung. "


" Key dengan pernikahan dininya bersama Mikhael, Della dengan pernikahan mendadaknya karena jebakan Rendy, dan Mommy yang menikah paksa karena cinta berlebihannya Marchel. "


Bella tersenyum mengingat masa-masa itu.


" Sepintas itu terlihat seperti obsesi. Obsesi dan cinta beda tipis, namun obsesi tidak sekuat cinta. Obsesi hanya keinginan untuk memiliki dan tidak membagi dengan siapapun. Mereka yang merasakan obsesi akan menggila jika miliknya disentuh bahkan dilihat orang. Obsesi itu bahaya, "


" Obsesi juga.. Bisa dengan sekejap berubah saat orang itu menyadarinya. Menyadari jika yang dirasakannya bukan cinta, melainkan obsesi. Setelah menyadari itu.. Mereka akan menjauh dan mencari cintanya yang sesungguhnya, " Kata Bella.


" Sedangkan cinta? Kalian tentu tahu apa itu cinta. Cinta memang sakit, tapi sakit bagaimana dulu yang berada dalam cinta. Jika sakit itu karena diduakan, itu bukan cinta namanya. "


Bella menghembuskan nafasnya pelan sebelum lanjut bercerita.


" Pernikahan muda yang dijalani Mikhayla tidaklah mudah. Key bahkan merasakan apa yang tidak Mommy rasakan, yaitu sakit akibat di duakan. "


" Kalian tahu? Key dan Mikhael itu pasangan gila. Dulu mereka sama-sama pemain pria dan wanita. Namun takdir Tuhan memang hebat. Dalam ikatan suci mereka dipersatukan dan sama-sama insyap dari jalan yang tidak benar. Mikhael si king Playboy mendadak tunduk dan bucin akut pada pemilik hatinya, Mikhayla. "


" Dan Della? Kehidupan Della juga tidak termasuk mudah. Dirinya terpuruk dalam trauma karena jebakan Rendy yang membuatnya mengasingkan diri jauh dari keluarga. Namun lagi-lagi takdir Tuhan berkuasa. Sejauh apapun Della menghindar dari Rendy, jika memang Rendy-lah jodohnya dia tidak bisa menghindar lagi. "


" Mereka menikah setelah Rendy ambil langkah cepat menghadap keluarga. Saat itu Mommy marah sekaligus terharu. Akhir cerita mereka menikah, dan saat Della mengandung anak pertama, keluarga Mommy mendesak Mommy agar menikah juga. Karena saat itu Mommy memiliki pria yang Mommy cintai namun dia belum siap jika melangkah menuju jenjang yang lebih serius, "


" Kalo Mommy punya seseorang yang dicintai, kenapa bisa menikah dengan Daddy? " Tanya Reyna penasaran.


" Karena Daddy kamu memaksa, "


" Apa?! " Pekik Reyna dan Nayara bersamaan.


Bella terkekeh kecil melihat reaksi dari kedua putrinya.


" Iya, Marchel memaksa Mommy. Maka jangan aneh jika sifat itu turun pada David. Mommy benar-benar minta maaf sama Naya, "


Nayara menggeleng cepat, " Nayara gak keberatan kok, Mommy. Dulu mungkin sedikit terpaksa, tapi sekarang tidak. Nayara sudah menerima, " Ucap Nayara tersenyum tipis.


Bella menatap Nayara dengan perasaan lega.


" Terus Mom, kenapa Mommy bisa putus dengan pria itu dan jadi sama Daddy? Ayo cerita lagi! " Pinta Reyna bersemangat.


" Pacar Mommy bertunangan dengan wanita lain, "


" What?! " Pekik Reyna.


" Kenapa bisa? " Lanjut Nayara.


" Dia bertunangan menggantikan sepupunya yang kabur. Saat itu hati Mommy sakit, sakit sekali. Melihat pria yang berkali-kali Mommy ajak menikah selalu bilang belum siap namun malah bertunangan dengan wanita lain tepat di depan mata Mommy. Hah, jadi terbawa perasaan. " Kekeh Bella mengusap ujung matanya yang sedikit mengeluarkan air mata.


" Gila banget tuh cowok. Ketemu gue bejek! " Geram Reyna.


" Tega sekali dia, " Lirih Nayara.


" Yang lebih tega ayah mertua kamu, Nayara! Dialah dalang dibalik semuanya, " Ucap Bella membuat keduanya kembali dibuat terkejut.


" Rupanya Marchel sengaja menyusun pertunangan itu dan membuat Mommy ada di sana, menyaksikan dengan mata kepala sendiri. "


Bella mendongak menatap langit-langit.


" Marchel mengaku dia mencintai Mommy sejak Mommy sering ke rumah Key, yang tentu rumahnya juga. Mommy fikir hanya omong kosong, namun segala kelakuannya membuat Mommy percaya. Namun yang membuat bimbang adalah, caranya mengungkapkan cinta yang tidak biasa. Itu terlihat seperti.. Obsesi, "


" Tapi.. Mommy bahagia, sama Daddy? " Tanya Reyna hati-hati.


" Kamu tidak lihat Mommy sekarang, Angel? Mommy sangat bahagia, sangat-sangat bahagia. Bahkan Mommy dibuat jatuh cinta hanya dalam dua minggu pernikahan, "


" Seperti aku, " Gumam Nayara.


" Lalu apa kabar dengan mantan Mommy itu? " Tanya Reyna masih penasaran.


" Entahlah! Setelah kami memutuskan berpisah baik-baik, Mommy sempat mendengar dia meninggalkan negara ini untuk studynya. Setelah itu tidak ada kabar. Mungkin dia menetap dan menemukan belahan jiwanya di sana, " Jawab Bella.


" Rumit ya, Mommy? Cerita Mommy lebih rumit ketimbang punya Naya, " Ucap Nayara.


Reyna mengangguk setuju, " Untung loe gak cinta sama siapa-siapa saat Kak David paksa. Curiga gue kalo sebenernya loe juga gagal move on dari Kakak gue, "


" Angel enggak ih! "


Bella terkekeh melihatnya.


" Lalu Mommy Elly? Bagaimana kisah cintanya Mom? " Tanya Nayara.


" Simple. Di antara kami berempat, hanya Elly yang memiliki kisah cinta normal. " Bella terkekeh dengan ucapannya sendiri.


" Elly dan Bram bertemu dan saling jatuh cinta karena Bram adalah salah satu teman Mikhael, Kakak kandung Elly. Mereka berpacaran dan memutuskan menikah pada akhirnya. Seperti itu, " Ucap Bella.


" Namun cobaan yang mereka hadapi lebih besar dari kami. Yaitu kehilangan anak perempuan satu-satunya, kamu Nayara. Apalagi saat itu Elly di vonis tidak lagi bisa mengandung. Salut Mommy pada Bram yang tulus mencintai Elly. Dia sama sekali tidak menuntut bahkan berfikiran mencari wanita lain. Mereka setia sabar dan ikhlas hingga pada akhirnya kamu dapat ditemukan, "


Nayara menunduk, " Aku tidak tahu Mommy dan Daddy sangat terpukul karena hilangnya aku. Aku kira mereka tidak menyayangiku hingga membuangku. Waktu pertama tahu juga aku sempat membenci mereka, " Ucap Nayara lirih.


" Ayolah sister, itu masa lalu. Sekarang loe kan pasti sayang sama mereka. Ya gak? " Ucap Reyna merangkul Nayara.


Nayara mengangguk pasti, " Aku sayang Mommy, Daddy, dan Kak Rey. "


Lagi dan lagi Bella dibuat tersenyum haru menyaksikan kedekatan mereka. Ini benar-benar mengingatkannya pada Mikhayla, adik dari suaminya dan Elly, adik dari suami Mikhayla. Mereka benar saling berhubungan.


" Mommy, kenapa tante Della tidak tinggal di sini saja? Berapa anak yang dia punya? " Tanya Reyna.


" Tiga. Pertama perempuan, kedua laki-laki dan yang ketiga perempuan lagi. Dan untuk alasannya sendiri Mommy kurang tahu, mungkin karena pusat perusahaan Rendy ada di sana. "


Reyna mengangguk mengerti.


" Angel, ada yang ingin Mommy katakan padamu. Mommy harap kamu mendengarnya dengan baik dan jangan mengira jika Mommy membeda-bedakan antara kamu dan David. "


Reyna diam sesaat. Dia memberanikan diri untuk bertanya:


" Apa? Katakan saja, "


" Tidak seharusnya kamu ikut campur pada rumah tangga orang, " Kata Bella langsung tanpa berbasa-basi.


Reyna diam menunduk.


" Maaf. Tapi memang ini yang harus kamu mengerti. Dengar Angel, mungkin untukmu membantu masalah teman dan Kakakmu itu baik. Namun ada kalanya orang lain bahkan keluarga tidak dulu ikut campur. Keikut sertaan mereka terkadang justru membuat masalah semakin runyam. Kamu faham kan maksud Mommy? " Tanya Bella lembut.


Reyna mengangguk dengan kepala masih menunduk.


" Iya, Mom. Maaf, "


" David memang salah, dia main tangan sama kamu. Tapi di sini kamu juga salah. Besok, minta maaf pada Kakakmu. Mengerti? "


Reyna kembali mengangguk.


" Sini Mommy peluk, "


Reyna kembali berhambur ke dalam pelukan ibunya. Melirik Nayara yang diam melihat mereka dengan segera Bella menariknya dan membawa Nayara ke dalam pelukan mereka.


Kertiganya berpelukan dengan senyuman mengembang.


Bella mencium ubun-ubun keduanya.


" Mommy sayang kalian, "


" Angel juga, "


" Naya juga sayang Mommy, "


Ketiganya asik berpelukan tanpa menyadari keberadaan Marchel di ambang pintu.


Marchel menatap mereka dengan sedikit senyuman tipis di bibirnya.


" Tidak salah aku memaksamu dulu, My Belle. "


_-_


TBC!