Crazy Cousin

Crazy Cousin
Ada Rahasia


Enam tahun lebih.


Selama waktu itu, Gavin selalu mengawasi Reyna dalam diam. Dia frustasi, Gavin sakit saat tahu kejadian yang menimpa Reyna. Ingin menyelamatkan dan membawa pergi jauh sejauh-jauhnya, namun dia sadar keluarga Reyna bukanlah orang sembarangan. Ditambah lagi dirinya pun bukan siapa-siapa sewaktu itu.


Namun sekarang, Gavin sudah terkenal. Dunia seakan ada digenggamannya, bukan lagi dipundaknya.


Selama enam tahun lebih ini, Gavin berusaha siang malam untuk membangkitkan perusahaan keluarganya yang diambang kehancuran. Ingat bukan alasannya meninggalkan Reyna dulu? Demi keluarga.


Kini Gavin bukan lagi orang sembarangan. Dia telah terkenal. Perusahaan yang hampir disita oleh bank itu kini malah bertambah besar dan luas kekuasaannya. Namun tetap masih kalah oleh perusahaan legendaris milik Keluarga Reyna dan Morgan.


Namun hal itu cukup untuknya menjamin akan masa depan Reyna, bukan? Kini dia pantas memiliki Reyna, bukan? Bahkan jika gadis itu setuju, Gavin ingin segera dinikahkan saja.


Membayangkan pernikahan dengan orang yang lama dia inginkan membuat sudut bibir Gavin terangkat. Dia menggigit pipi dalamnya dengan senyuman yang semakin merekah membuat dua lesung pipinya terlihat jelas.


" Dulu aku melepaskanmu, kini tidak lagi. Angel, " Gumam Gavin tersenyum tipis.


Gavin dengan kursi besarnya berputar menghadap hamparan laut di luar sana. Ya, perusahaan Gavin memang terletak dipinggir pantai.


" Freya, " Nama itu membuat darahnya mendidih. Gavin mengepalkan tangannya, dia menyeringai dengan sorot mata tajam.


" Dimanapun kau bersembunyi, aku pastikan mendapatkanmu. Karena kau, enam tahun hidup milikmu terbuang percuma. Freya, " Geram Gavin.


🍃 🍃 🍂 🍃 🍃


Reyna berjalan malas-malasan menuju ruang keluarga. Di sana terlihat semua keluarganya sudah berkumpul dengan Nayara yang juga ikut serta.


Karena hanya ada satu kursi yang tersisa, Reyna pun mendudukkan dirinya di samping Morgan.


" Langsung pada intinya saja. Angel, di mana kau akan bekerja? " Tanya Alex.


Semua mata tertuju pada Reyna dengan yang ditatap malah mengangkat kedua pundaknya.


" Aku tidak tahu, " Jawab Reyna acuh.


" Kami serius, Angel. Ini bukan saatnya untuk main-main. Kau sudah dewasa, sudah saatnya menentukan mau jadi apa kau nantinya. " Tekan Marchel.


Reyna berfikir sejenak, " Sebenarnya Angel tidak mau bekerja, " Ucapnya jujur.


" Kalau begitu nikah saja, " Ceplos David.


Reyna melotot, " Enak saja! " Sentaknya.


" Sepertinya apa yang Kakakmu katakan benar. Angel, mau Opa siapkan calonnya? Atau kau yang pilih sendiri? "


" Oh ayolah Opa! Umur Reyna masih terlalu kecil untuk menikah. Bukan begitu? " Morgan angkat suara.


" Ftt.. Bicara saja kau tidak rela, " Celetuk Mikhael yang dihadiahi delikan oleh Morgan.


" Marchel, Mikhael, bukankah perkataan Morgan terasa deja vu? " Tanya Alex.


" Kupikir iya. Eum.. Jika tidak salah Morgan juga menolak saat Angel akan dinikahkan sewaktu muda, " Ungkap Mikhael.


" Menggelikan, " Kata Marchel.


" Apanya yang menggelikan? Apa yang aku katakan benar kok, iyakan Mom? " Morgan mencari perlindungan Mikhayla yang malah terkikik sendiri.


" Ck, sama saja. " Decak Morgan membuat mereka semakin memandangnya mengejek.


" Hey, sudahlah! " Lerai Bella. " Itu masa lalu. Kenapa kalian suka sekali mengungkit masa lalu? Bukan itu pembahasan kita sekarang. Jangan merambat pada hal tidak perlu, okay? "


" Iya iya, " Marchel mengalah.


" Jadi Angel, langsung katakan tanpa bertele-tele. " Ucap Bella menatap putri sulungnya serius.


" Sepertinya Angel mau melamar di perusahaan luar kota, " Ungkap Reyna setelah lama berfikir.


" Tidak! " Bantah Alex, Marchel, Mikhael, David dan Morgan serentak.


" Loh, kok gitu sih? Tadi kalian maksa Angel buat nentuin pilihan Angel. Setelah Angel katakan apa yang Angel mau, kok gak dibolehin sih? Kalian ini kenapa? " Cerocos Reyna kesal.


" Pokoknya enggak. Kamu bekerja di perusahaan Saya saja, " Putus Morgan.


" Ogah, "


" Angel, jangan membantah. "


" Tapi Dad, Angel gak mau kerja di perusahaannya Morgan. Di sana tidak asik, semua tahu Angel sepupunya Morgan. Pokoknya Angel gak mau diperlakukan berbeda, " Ucap Reyna diakhiri rengekan.


" Baiklah. Kamu boleh bekerja di perusahaan orang lain, "


" Serius? Ii.. Sayang Opa.. "


" Tapi, "


Reyna menatap Kakeknya serius.


Reyna mendengus, " Memangnya di mana Angel akan bekerja jika tidak diizinkan ke luar kota, Opa? Bukannya Jakarta kuasa perusahaan kalian semua? "


" Ada. Ada perusahaan baru yang lumayan besar, " Ucap Alex.


" Di mana? "


" Nanti Opa ajukan lamaran khusus untukmu di sana. Jika mereka menghubungi, segera kamu berangkat untuk interview. " Ucap Alex.


" Ashiap! " Girang Reyna. " Kalo begitu, Angel ke kamar dulu ya? Lumayan malas-malasan sekalian bikin konten sebelum masuk ke neraka dunia, bye bye! " Reyna ngacir dari sana.


" Eh Naya, ayok ikut! " Teriak Reyna membalikkan tubuhnya.


" Aku? " Nayara menatap David seolah meminta izin. Melihat calon suaminya itu mengangguk, senyuman lebar Nayara tampakkan dengan tubuh yang langsung beranjak menuju Reyna.


" Ayok! " Reyna menggandeng lengan Nayara melangkah bersama. Di sepanjang jalannya Reyna berceloteh membahas konten-konten yang akan dia buat bersama Nayara di kamarnya nanti.


" Dasar anak itu, " Alex menggeleng.


" Bella, Key, temani Mommy Shopping! " Titah Lyandra tiba-tiba.


" Shopping?! "


Bella dan Mikhayla saling lirik, " Ayok! " Girang keduanya beranjak menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap.


Melihat keantusiasan kedua wanita pujaan hati para suaminya, Mikhael dan Marchel menatap Lyandra kesal.


" Mom, jangan ajak-ajak Bella! "


" Benar. Baru kemarin Mikhayla menguras habis tabungan Ael, "


" Jangan pelit jadi suami! Kalian kerja untuk siapa? Ya untuk istrilah! " Ucap Lyandra beranjak pergi menyusul anak dan menantunya.


Mikhael mendengus dengan Marchel yang hanya bisa menghela nafas melihat kepergian ibunya.


" Siapkan mental kalian, boy! Akan banyak hal yang mereka beli, " Kekeh Alex.


Mikhael mengusap wajahnya, " Sial, "


🍃 🍃 🍂 🍃 🍃


Karena ini weekend di tambah tidak adanya kegiatan, Morgan dan David memilih menyantaikan dirinya di gazebo pinggir kolam. Di sana mereka bertelanjang dada dengan bawahan yang hanya menggunakan boxer saja.


Niat mereka weekend ini ingin dihabisakan bersama pasangan, namun realita tidak semanis ekspetasi. Karena konten tidak jelas yang Reyna buat, David harus merelakan Nayara hilang dari sisinya.


Dan Morgan, siapa pasangannya? Tentu Reyna! Entah mengapa sepupu petakilannya itu selalu berhasil menarik perhatian Morgan disetiap tingkahnya. Kehadiran Reyna membuat sesuatu dalam tubuhnya berdesir hebat, seakan kehadiran Reynalah yang selama ini dicarinya atas jawaban kekosongan yang Morgan rasakan beberapa tahun terakhir.


Mengingatnya, Morgan melirik David yang tengah menyeruput jus di sampingnya.


" David, "


" Hem, "


" Siapa Reyna? "


Seruputan David pada jus jeruknua terhenti, dia menatap Morgan sekilas sebelum meneguk sisanya dalam satu kali tegukan.


" Siapa apanya? Tentu adikku, sepupumu. "


" Aku merasa ada yang beda. Rasanya dia bukan hanya sekedar sepupu. Aku merasa.. Ada hubungan lain di antara kami, "


Deg.


Tubuh David menegang. Takut Morgan menyadarinya, cepat-cepat David menyantaikan reaksi tubuhnya.


" Dasar gila, "


Morgan menatap David.


" Memangnya apa yang kau harapkan, Mor? Sejak dulu kau selalu menganggap Reyna adikmu, begitupun sebaliknya. Dan ini? Tidak waras. Pemikiranku membuatku ngeri, "


Morgan kembali menghadap depan dengan helaan nafas berat keluar dari mulutnya.


" Kau tidak jujur rupanya. Sepertinya aku harus menanyakan hal ini pada orang yang tepat, salah aku mengatakannya padamu. " Ucap Morgan bangkit dari duduknya dan berlalu setelah mengambil kimono untuk menutupi tubuhnya.


David menatap kepergian Morgan dengan ekspresi tidak terbaca.


" Maaf, "


_-_


TBC!