Crazy Cousin

Crazy Cousin
Pertemuan Kembali


Mobil mewah berharga fantastik dengan warna dark purple melesat membelah jalanan yang kebetulan sepi pengendara.


Dengan kaca mata hitam yang di pakainya, mampu membuat hidung mancung kecil itu terliihat sangat menawan di wajah Reyna.


Reyna membuka atap mobil dan membiarkan angin menerpa rambut indahnya yang tergerai bebas. Melirik kanan kiri, dengan tangan kirinya Reyna mengotak atik ponsel yang dia letakkan di depan.


" Hello, babe. Angel is here! " Seru Reyna heboh.


" Stay healty, right? Gue lagi di jalan by the way, jangan komen dulu yah! Gak akan ke baca juga. And now, have fun by looking my pretty face. "


Reyna melakukan siaran langsung pada salah satu aplikasi yang sudah digunakan banyak orang. Dengan vidio yang masih menyala, Reyna menambah sedikit laju mobilnya sesekali berfose dan menebar pesona pada ribuah penontonnya.


Seorang selebritis? Itulah Reyna! Selebritis instagram atau yang lebih lumrahnya dengan sebutan selebgram. Banyak penggemar juga banyaknya tawaran endorse tidak membuat seorang Reyna Angelica tinggi hati. Karena Reyna tetaplah Reyna, si cantik yang bersikap sesuai orang menyikapinya dengan kehidupan yang tidak jauh dari yang namanya kemewahan.


Di rumah dan hanya di rumah membuat Reyna jenuh. Selama di Singapura, dia memilih menyibukkan diri dengan aktif di berbagai aplikasi dan menjadi terkenal karena paras cantik juga ide kreatifnya dalam membuat setiap vidio yang di uploadnya.


Popularitas seorang Reyna tidaklah main-main. Satu kali sebuah brand mengupload photonya, bayaran yang Reyna dapatkan bahkan lebih dari satu bulan dirinya bekerja di perusahaan.


Rugi? Tentu tidak! Pihak endorse maupun modelnya tidak ada yang dirugikan selama itu Reyna. Setiap tren yang dia tampilkan selalu menarik perhatian publik. Hingga barang yang di kenakannya untuk di pasarkan pun selalu ludes dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.


Se-fashionable itu Reyna di mata orang?


Sembari menyetir, Reyna sedikit berceloteh dan curhat pada para penontonnya.


" Guys gue tuh mau curhat, masa baru pulang selama enam tahun langsung di suruh kerja? Enam tahun loh ini. Bukannya di sayang-sayang, di manja-manja, eh.. Malah di suruh kerja. Kejam banget kan keluarga gue? Padahal kan gak kerja aja kita udah kaya, " Curhat Reyna.


" Hah? Apa? Anak tunggal? Bukan-bukan, gue bukan anak tunggal. Gue tuh anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakak dan adik gue cowok semua, gue cewek satu-satunya. Keren gak tuh? " Reyna menjawab seorang penggemarnya yang bertanya lewat tulisan atau di kolom komentar.


" Kakak gue? Heuh.. Kalo kalian lihat, langsung klepek-klepek deh pasti! Ganteng banget si abang tuh. Kalo bukan saudara, udah gue embat dia dari orok! "


" He he.. Bobrok banget gue. Yah.. Sifat gue emang gini, masih kayak anak SMA. Kalo bukan tuntutan umur, ogah gue keluar dari Tk. "


" Eh guys, gue udah sampai nih. Tunggu, gue turun dulu. " Reyna menghentikan mobilnya.


" Naya, buruan!! " Teriak Reyna, kemudian kembali menatap layar ponsel di depan.


" Gak jadi turunnya, orang dianya aja nungguin gue di depan bukannya dalem rumah. Xixixi, " Celetuknya cekikikan.


Nayara membuka pintu mobil Reyna dan masuk ke dalam.


" Angel, lama banget sih kamu. " Nayara terlaku fokus memasang sealbethnya sampai tidak sadar jika wajah cantiknya kini tengah dilihat seluruh penonton live straiming milik Reyna.


" Sorry Nay, gue jalan sambil nyapa yang rindu. Oh iya, guys.. Ini temen gue yang paling syantik!! "


Nayara terkejut saat Reyna merangkulnya dan mendekatkan pada kamera ponsel hingga layar itu penuh dengan wajahnya dan wajah Reyna.


" Gimana? Cantikkan temen gue? Oh pasti, tapi tetep cantikan gue. "


" Nay, say hello to my followers! Haii..Gitu, " Pinta Reyna pada Nayara yang masih mengerjapkan mata syok.


Reyna menyenggol lengannya, " Nay! "


" Eh? H-hai, " Dengan gerakan kaku Nayara melambaikan sebelah tangan.


Mata Reyna melotot menatap komenan di depan yang semakin membludak saja. Ada yang jelas-jelas menyatakan cintanya pada dirinya juga Nayara dan tidak banyak juga yang memuji-muji kecantikan dan kepilosan seorang Nayara.


" Nay, loe cute katanya. Ha ha.. " Tawa Reyna setelah membaca salah satu komentaran.


" Hem, ma-makasih. " Nayara tersenyum kaku.


Jujur saja, dia tahu aplikasi ini namun tidak pernah membuat vidio-vidio seperti Reyna. Nayara lebih fokus dengan mengiklankan dres-dres keluaran terbaru dari Elly butique ketimbang memamerkan wajahnya.


Nayara sedikit canggung, karena banyak orang yang sedang melihatnya saat ini. Berbeda dengan Reyna yang terlihat fokus membaca komentar dan sesekali membalasnya.


" A-angel, " Panggil Nayara pelan. Berusaha mengkode Reyna untuk menghentikan acra vidio-vidioannya.


Vid_Alexndr Matikan!


Satu komentar membuat Reyna tersedak ludahnya sendiri. Buru-buru dia berpamitan singkat dan mematilan siaran langsungnya.


" Bahaya guys, dangerous. Kuda jantan ngamuk. Bye.. See you again, mwah! "


" Huh.. Mati gue kalo gak nurutin Tuan Raja, " Desah Reyna mengelus dada.


" Kenapa? " Tanya Naraya.


" Kak David ngamuk, "


Ekspresi Nayara sedikit berubah, namun cepat-cepat dia menormalkannya kembali. Ingat, semua hanya masa lalu.


" Kayaknya ini gara-gara gue yang gak ke kantor deh, jadinya marah dia. Naya, kalo ke kantor Kakak gue dulu gak apa-apa kan? "


" Eh, mau apa? "


" Gue izin dulu sama dia, Kak David kan CEO nya. "


" Eum.. Iya. Tapi aku tunggu di lobby aja, "


" Siap. Cus.. Kita capcus!! " Seru Reyna kembali menjalankan mobilnya menuju perusahaan David.


____-_____


Mobil mewah yang Reyna kendarai menarik perhatian banyak pegawai kantor. Dengan gaya slow motions Reyna turun dari mobil, menkibas rambut panjang indahnya dan menaikkan kaca mata sampai kepala.


Reyna menatap gedung pencakar langit di depan tanpa peduli pada mereka yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.


" Wah.. Ngedukun di mana si Opa sampe bisa bikin perusahaan segede gini? " Decak Reyna terkagum-kagum.


" Musti ngajak si Saron ngepet nih biar bisa bikin bisnis sendiri, " Celetuk Reyna ngawur.


" Ngaco kamu! " Sentak Nayara yang baru turun. " Percuma mewah juga kalo hasil begituan. Kamu mau, di perut kamu barang haram semua? "


" Ck, capek bicara sama kamu. " Kesal Nayara mendelik.


" Idih, minta di colok tu matanya. Udah ya Naya cantik yang gak melebihi cantiknya gue, mending kita masuk aja samperin si Bang^ke, let's go!! " Seru Reyna merangkul Nayara dan mulai melangkah menuju perusahaan David.


Reyna dan Nayara masuk ke dalam ruangan pribadi David tanpa hambatan. Karena sebelumnya David telah memberitahu bagian resepsionis jika ada seorang wanita yang mengaku namanya Reyna langsung izinkan masuk saja.


" Abang!! " Teriakan cetar milik Reyna mengundang semua mata yang ada di ruangan itu.


Morgan menatap Reyna penuh minat, sedangkan tatapan David malah tertuju pada orang yang berada di belakang Reyna, Nayara.


" Tetap cantik dan polos. Sayangku memang harus seperti itu terus, Naya. " Batin David menyeringai di balik wajah datarnya.


" Eh, ada pembagian sembako. Sepupu, ngapain di sini? " Reyna berjalan tanpa beban dan terduduk di ujung kursi dekat David.


Sebenarnya Reyna heran dengan keberadaan Morgan dan seorang pria muda lain yang tidak dia ketahui. Namun menurut pemikirannya, sepertinya pria itu tangan kanan Morgan.


" Angel, lama tak jumpa. " Sapa pria itu.


" Wait, loe.. "


" Arzan, "


Mata Reyna melotot, dia berdiri kasar dan bertepuk tangan heboh.


" Loe Arzan? Arzan temennya Kakak gue yang waktu SMA itu kan? Anjjir.. Bener dugaan gue, loe jadi cool boy kalo udah gede. Apa kabar bro! " Reyna memeluk Arzan sambil menepuk-nepuk punggungnya ala-ala remaja.


" Baik. Sorry banget, Saya gak bisa jenguk kamu waktu itu. "


" Weshhh bahasanya Saya Anda loh... Kayak ke siapa aja sih loe Kak, " Tangan Reyna refleks menggeplak lengan Arzan saat berbicara.


Arzan tersenyum kaku dengan tingkah Reyna yang dia rasa sama seperti waktu SMA. Tidak banyak yang berubah rupanya.


Sementara di tempatnya, Morgan menatap nyalang pada setiap interaksi yang mereka lakukan.


" Apa ini? SMA? Jadi Arzan mengenal Nana? Jauh lebih dulu dariku?! " Batin Morgan berontak.


" Angel, jaga sikap! " Tegur David.


" Ck, apasih! "


" Angel, "


" Iya iya. Sorry yah, Kak Arzan. Gue emang gini, gak kayak si abang yang kaku kayak pelan lama di jemur. " Reyna kembali duduk di sisi David.


" Abang, Angel gak mau kerja dulu. Maunya main sama— "


" Tidak profesional. Hari ini adalah jadwalnya turun ke lapangan, kamu tidak akan masuk? " Potong Morgan.


Reyna berdecak, menatap Morgan tidak suka.


" Lah bodo, aku aja belum kerja di sini kok. Kan baru mau. Lagian, situ kan punya sekretaris sendiri. Ngapain gaet sekretaris orang? " Ucap Reyna sewot.


" Projek ini bukan hanya punya Saya, tapi Kakak kamu juga. "


" Alah.. Bodo lah bodo! Abang, pokoknya Angel— "


" Kamu pergi sama Morgan, " Potong David.


" Apa?! " Pekik Reyna.


" Cuman sebentar, Angel. Hanya mengecek dan mencatat beberapa kekurangan setelah itu kembali. Kamu bisa pergi, "


" Tapi, tapi kan dia juga punya sekretaris. Kenapa harus Angel? " Kata Reyna tidak terima.


" Saya banyak kerjaan, Angel. "


" Panggil dia Nona! " Tegur Morgan tidak suka.


" Baik. Saya banyak kerjaan, Nona. " Ulang Arzan.


" Nona Nona, loe kira gue Noni belanda?! " Semprot Reyna. " Jadi annjing penurut banget sih loe, "


" Angel, "


" Ck, iya iya. Iya deh iya. Ah, gak asik Abang mah. Bang, Angel baru aja pulang loh. Ih... Sebel! " Kesal Reyna berdiri dari duduknya dan menendang-nendangkan kaki ke udara.


" Heh, Morgan. Ayo ikut gue! " Dengan tidak sopannya Reyna melangkah meninggalkan ruangan dengan melewati Nayara begitu saja.


Morgan terkejut dengan suara lantang Reyna yang berani memerintahnya.


" David, adik kamu— "


David memotong ucapan Morgan dengan mengibas-ngibaskan tangannya mengusir.


Morgan yang paham pun lantas beranjak diikuti oleh Arzan.


Sekarang, tersisalah David dan Nayara yang berdiri tak nyaman di tempatnya. Dalam hati Nayara mengeluarkan sumpah serapah untuk Reyna yang malah meninggalkannya di kandang macan.


Melihat David yang seolah menghiraukan keberadaannya, setelah mengumpulkan keberanian Nayara pun berkata:


" Eum.. Lebih baik aku— "


" Apa kabar, Nayara? "


_-_


TBC!