
Satu minggu berlalu setelah Morgan mengungkapkan isi hatinya. Selama satu minggu itu pula Reyna menjauh dari Morgan. Dengan adanya Ayah serta Ibunya, membuat Reyna mudah tidak berinteraksi dengan Morgan tujuh hari ini.
Reyna rasa semua ini salah. Cinta Morgan kepadanya tidak sepatutnya ada. Karena meraka saudara, mereka sepupu. Harusnya Morgan menyayanginya sama seperti menyayangi Kia, adiknya. Tapi cinta? Reyna rasa itu sudah kelewatan.
Walau tidak bisa dipungkiri dirinya mulai nyaman bersama Morgan, tapi dengan ungkapan cinta dari pria itu membuat Reyna menjaga jarak.
Orang bilang cinta ada karena terbiasa. Maka dari itu Reyna menjauh. Semoga saja dengan minimnya interaksi antar mereka, membuat perasaan Morgan berubah kepadanya.
Sejak kedatangan kedua orangtuanya juga, Morgan kembali ke rumahnya. Sementara Reyna masih tetap berada di rumah Alex Opanya bersama Bella, Marchel, dan tentunya David.
Jauh dari Morgan, Reyna justru lebih dekat dengan Gavin. Jika di hitung, lebih dari sekali sehari dia jalan bersama pria tampan yang merupakan teman masa kecilnya itu.
Banyaknya waktu yang dihabiskan bersama membuat Reyna tidak canggung lagi pada Gavin. Tidak jarang juga dia mengunjungi rumah Gavin begitupun sebaliknya.
Respond Marchel positif pada Gavin. Selain tahu Gavin dari keluarga yang memadai, Marchel juga tahu skill Gavin dari segi membangun usaha. Juga selisih umurnya dengan sang putri yang terpalut cukup jauh membuat Marchel sadar jika Gavin adalah pria dewasa yang bisa menjaga putrinya dengan baik.
Jikapun memiliki niat lain, sebelum niatnya itu terwujud sudah dipastikan Gavin tertunduk di bawah kaki Marchel.
Tidak mudah mendekati seorang putri keturunan Alexander. Maka dari itu sebelumnya Marchel sudah mengorek sampai ke akar tentang kehidupan Gavin yang sebagian tidak Reyna ketahui.
Di weekend kali ini, Reyna izin pada sang Mommy untuk hang out bersama teman-temannya. Nayara dan Freya!.
" Mom! " Teriak Reyna dari arah tangga.
" Dapur! " Teriak balik Bella.
Reyna berjalan ke dapur dan memeluk ibunya dari belakang. Tidak lupa memberikan kecupan-kecupan ringan di pipi wanita tua yang masih terlihat cantik itu.
Kini Reyna sadar dari mana bibit kecantikan pari purnanya.
" Ngapain cium-cium? Pasti ada maunya kan? Ah.. Ketebak kamu mah! " Semprot Bella.
Reyna melepaskan pelukannya sambil terkekeh.
" Dasar bumil, bawaannya sensi mulu. Santai dong Mom! Ngegas amat. Darah tinggi baru tahu rasa! " Ucapnya sambil membuka kulkas dan membawa beberapa anggur hijau.
" Dasar anak durhaka! ".
Reyna terkekeh, " Mom Angel mau hang out bareng temen. Boleh yah? Gak kemaleman kok pulangnya, " Ucapnya meminta izin dengan tubuh yang menyandar di tembok dapur sambil menguyah anggur.
" Alah.. Omong doang kamu! Ini hampir pukul lima loh, Angel. Gak percaya Mommy, kamu bisa pulang sebelum isya', ".
" Ya gak jam tujuh juga kali.. Mom. Maksud Angel tuh jam sepuluhan, gitu. " Ralat Reyna.
" Gak ah! Batalin aja! ".
" Ah.. Mommy, " Rengek Reyna. " Boleh ya? Please.. Angel jarang loh, jalan sama temen. "
" Ya iyalah jarang! Orang waktu kamu aja dihabisin sama pacaran, ".
" Dih, pacaran apaan. Angel gak punya pacar kok, " Sewot Reyna.
" Masa? Terus Nak Vin-Vin siapa? ".
" Kak Gavin? Itu mah temen aku dong, Mom. Fttt, pacar katanya. Ngarepnya sih gitu, ".
" Acie... Suka yah sama Nak Vin-vin? ".
" Enggak Mommy.... Becanda kok, " Bantah Reyna. " Mom, boleh yah? Lagian apa sih yang ditakutin? Daddy kan pasang Gps di kalung Angel. Kalau ilang gampang deh carinya nanti, ".
" Kewalat kamu, nyumpahin diculik. " Kesal Bella. " Lagian juga.. Siapa yang mau nyulik kamu? Jelek ah! Mending culik Mommy, Mommy lebih cantik loh dari kamu. "
" Dih, dasar Ema-Ema narsis! ".
" Biarin, " Balas Bella tetap fokus pada pasakannya.
" Udah ah, buang waktu percuma aja aku debat sama Mommy. Angel pamit ya, Mom. "
Cup.
" Bye Mommy narsis yang cantiknya jauh di bawah Angel!! " Teriak Reyna menjauh setelah mengecup pipi kanan Bella.
" Jangan pulang kemaleman!! Awas kamu! ".
" Iya, Mommyku sayang. Bye bye!! ".
Bella menggeleng melihat tingkah anaknya.
" Bener kata orang, like mother like girl. Tuh si Angel, copyan emaknya yang hobby hangout. Astaga.. Kamu kalo perempuan jangan kayak Mommy sama Kakak ya sayang? Bahaya, " Gumam Bella mengelus perutnya yang masih datar.
_________-________
Sesampainya di panti asuhan, Reyna menjemput Nayara dan berlalu menemui Freya yang sudah stay di cafe tempat mereka temu janji.
" Lama nunggu? " Tanya Reyna mendaratkan bokonggnya di kursi depan Freya.
" Lumayan lah! Elo si, ngaret. "
" Ha ha.. Ya sorry, si Mommy susah di bujuknya. "
" Ke mana kita? Shopping yuk! Skincare gue habis nih, " Ujar Freya.
" Shopping? Gue baru kemarin sama Kak David. Tapi.. Ada tas keluaran terbaru... Kepengen gue. Jadi kuylah! " Balas Reyna excited.
" Loe gimana Nay? ".
" Aku ikut aja, tapi gak mau beli apa-apa. " Jawab Nayara.
" Kok gitu? Gak asik ah! Come on, loe gue traktir! ".
" Gak usah, Angel. Lagian sayang juga ngabisin banyak uang cuma untuk tas dan make up. Kan sayang, ".
" Ck, dasar kudet! Sesekali loe harus manjain diri lah Nay, " Ucap Freya.
" Eh, gimana kalo Shopping kita kali ini ubah Naya? " Tanya Reyna. " Ubah penampilan gitu maksud gue. Kita buat dia bisa make up dan berpakaian kelas atas. Temen kita loh ini. Biar si Rey nyesel nyia-nyiain Naya! " Jelasnya.
Benar-benar tidak suka Freya pada Rey. Bayangkan saja, dia yang selingkuh dia juga yang terus menganggu Nayara dan bertingkah seolah Nayara yang mendua.
Selama satu minggu ini Rey semakin gencar mendapatkan Nayara kembali. Namun jika ada Reyna, dirinya dan David, Rey tidak bisa apa-apa!.
" Dari pada darting sendiri mikirin Rey, cabut aja yuk! " Ajak Reyna mulai menggusur Nayara.
" Eh, tap— ".
" Udah.. Loe ikut aja! Bersyukur deh Nay, loe temenan sama banknya duit kayak si Angel. Sekali-kali manfaatin dia, ".
" Setan loe! " Bentak Reyna.
Dan akhirnya, Nayara pun hanya bisa pasrah mengikuti ke mana kedua sahabatnya membawanya.
Di Mall besar yang pastinya banyak pengunjung, Nayara dibuat pusing sendiri dengan Reyna dan Freya yang berulang kali menyuruhnya mencoba ini-itu.
Mulai dari kaos, celana jeans, ikat rambut, perhiasan, makeup, gaun, sepatu, heels, bahkan baju sekolah pun dia coba.
Dengan membawa tujuh paper bag di tangannya, tiga paper bag di tangan Freya, dan dua paper bag di tangan Reyna mereka pun keluar dari gedung megah itu dengan senyuman yang mengembang.
______-_____
" Adik loe nyuekin gue, Vid. "
David yang kendengarnya menghela nafas panjang.
" Elo sih gue bilangin jangan cintai dia juga, ah. Lagian benar kata Angel, Mor. Gak seharusnya loe cinta sama adik gue! You know lah, You, I, and She is Cousin Men! " Seru David.
Pria yang sedang rebahan bersantai di kursi panjang dengan tangan sibuk memainkan game online itu pun seketika mendudukkan dirinya dan menatap David malas.
" Cari deh di internet, Vid! Gimana hukum nikah sama sepupu menutut Agama kita. Kalo masih gak percaya juga, tanya Pak Ustadz yang suka ceramah di mesjid! ".
" Ya gue tahu itu sah Mor.. Tapi kan— ".
" Resek lu! " Potong Morgan. " Gak elu, gak Daddy, semuanya pada resek. Padahal gue mau dia jadi pacar gue dulu loh, belum tentu gue kawinin. "
" Jadi loe cuman mau mainin adik gue?! " Bentak David emosi.
" Lah? Bukan gitu maksud gue. Gue tuh maunya oe sama Daddy dukung lah, hubungan gue sama Reyna. Kalo memang jodoh, ya bakalan nikah. Kalo enggak? Ya pasti dianya sama orang lain, " Ujar Morgan.
" Gue hanya mau dia jadi milik gue dulu, Vid. Pacaran. Gak langsung gue tarik kawin kok. Tapi kalian ngelarang seolah gue kebelet kawin sama si Nana, " Dumelnya.
" Ya tapikan Morgan— ".
" Abang! ".
" Iya?! " Morgan berdiri dan menghampiri Mikhayla yang berteriak dari dapur.
" Anterin ini ke Aunty kamu gih! Ngidam kayaknya. Sampai-sampai mau nastar buatan Mommy, " Suruh Mikhayla.
" Oke, " Morgan membawa toples bersusun yang ibunya berikan.
" Mom, sekalian nginep boleh? ".
" Ya sudah. Tapi besok sekolah, seragam Abang gimana? ".
" Pinjem punya David, ".
" Oke deh. Sana buruan! Kasihan Bella nungguin, ".
" Iya iya. Vid, ayo balik! " Teriak Morgan melangkah menuju pintu.
" Makasih Tan kue nya. David pulang dulu, bye bye!! ".
" Iya, hati-hati! ".
" Siap Tan! ".
______-_____
Bertepatan dengan mobil Reyna yang berhenti, muncul Motor besar milik Morgan dengan David yang menumpang. Reyna, Nayara dan Freya turun dari Mobil begitupun dengan Morgan yang juga turun bersama David.
" Gel, dari mana loe? " Tanya David.
" Shopping, " Jawab Reyna.
" Sini gue bawain, ".
" Dasar Kakak gila! Bukannya bawain milik gue malah milik cewek lain. Wah.. Minta di gaplok loe, ".
David yang membawa belanjaan Nayara terkekeh iblis.
" Jujur aja ni Gel, gue lebih sayang Ara ketimbang elo. So? Goodbye! " Ucapnya ngacir masuk ke dalam rumah.
" Bangkee, David!! ".
Nayara tertawa pelan, " Maaf yah, Angel. "
" Slow aja kali! Becanda gue, ".
Secara tidak sengaja pandangan Reyna tertuju pada Morgan yang memang memandangnya dari tadi. Saat ketahuan Reyna memandanginya, buru-buru Morgan memasang wajah biasa dan berjalan melewati Reyna tanpa berkata apapun.
" Gel, kenapa tuh? ".
" Kepo lu! ".
" Nanya gubluk, " Kesal Freya.
" Gak tahu gue. Gak peduli juga. Ayo ah! " Nayara dan Freya mengangguk. Mereka pun melangkah memasuki kediaman besar milik orangtua ayahnya Reyna.
_-_
TBC!