
Hari ini adalah beberapa minggu sebelum kelas 12 merayakan salah satu rangkaian acara dari lepasnya mereka di SMA ini.
Sebelum ulangan, pihak sekolah sepakat untuk melaksanakan study tour terlebih dahulu setelah penyerahan kedudukan Osis pada kelas 11 dan di lanjut dengan perpisahan atau graduation setelah melakukan ujian berbasis komputer maupun KP ( Kertas Pensil ).
Di saat semua orang mulai berkumpul memenuhi lapangan, sang Ketua Osis yang kehadirannya sangat di wajibkan justru masih belum terlihat. Tidak hanya dia, antek-anteknya saja belum ada batang hidungnya. Seperti Rey, Arzan dan Erza misalnya.
...Sementara di lain tempat......
Nayara keluar dari rumah bersamaan dengan Rey yang memang belum berangkat. Hari sudah siang, namun keduanya santai saja mengingat hari ini sekolah akan dibebaskan karena pemilihan kandidat Osis pengganti Morgan yang sebentar lagi sibuk pada Ujian dan Study tournya.
Mereka tidak berangkat bersama, karena Nayara berangkat bersama Ayahnya. Siapa lagi jika bukan Bram?!.
" Naya sayang! ".
Nayara yang hendak masuk ke dalam mobil Ayahnya pun lantas berbalik mendengar Elly memanggilnya.
" Iya, Bun? "
" Kamu ke sekolah kan? "
Naya mengangguk.
" Bareng Bang Rey gak apa-apa? "
Nayara terdiam. Dia bingung.
" Soalnya Mommy mau ke acara reuni sama temen semasa kuliah. Daddy kamu juga mau Mommy ajak. Gak apa-apa ya Naya? "
Karena tidak enak jika menolak, terpaksa Nayara pun mengangguk setuju.
" I-iya. Iya, Bun. Gak apa-apa kok, " Balas Nayara tersenyum.
Elly ikut tersenyum. Dia mengelus kepala Nayara dan masuk ke dalam mobil Bram.
" Kok? " Heran Bram.
" Quality time sama Abangnya. Udah ayo ah! "
" Dah sayang!! ".
Nayara ikut melambaikan tangan pada sang Bunda yang telah hilang bersama Ayahnya.
Tinggallah di sana dia dan Rey. Situasi sangat canggung. Bahkan Nayara berdoa somoga David datang dan menyelamatkannya dari kecanggungan ini.
" Masuk! " Titah Rey langsung memasuki mobilnya.
" Eh, eum.. Iya, "
" Huftt... Sekolah dekat kok Naya, " Gumamnya menenangkan diri.
Dirasa cukup tenang, Nayara pun ikut masuk ke dalam mobil.
" Di depan! Loe pikir gue sopir loe? "
Ucapan bernada dingin itu membuat Nayara sedikit tersentak. Dengan cepat dia keluar dari mobil dan mengikuti apa yang Kakak sekaligus mantan kekasihnya katakan.
" Pasang seatbeltnya! "
Lagi-lagi Nayara mengikuti apa yang Rey katakan. Setelah Nayara membenahi duduknya, Rey pun mulai menjalankan mobil meninggalkan halaman.
Situasi bertambah canggung sekarang. Tidak ada musik, bahkan tidak ada yang bersuara. Satu mobil bersama Rey seakan Nayara di bawa ke kutub utara. Dingin.
Ting.
...Vid Sayang...
...Mengetik......
P
Ay!
Kok belum sampe?
Di mana?
Sama siapa?
Ara...
Bales napa?
____-_____
Nayara terkekeh, " Kapan dia ganti namanya di kontak aku ya? "
Tidak ingin kekasihnya menunggu, segera Nayara membalas.
...Vid Sayang...
...Online...
^^^Aku di jalan, Kak^^^
Bukan Kakak loe!
^^^Ha ha.. Iya maaf^^^
Btw sama siapa? Uncle Bram Kan?
^^^...^^^
Lama balesnya. Curiga
^^^....^^^
Ay jangan bikin gue makin curiga yah🙄
^^^....^^^
Nayaraa😈
^^^Aku sama Kak Rey^^^
Nayaa!!! Turun sekarang!!
Turun! Ntar gue jemput
Di mana pun loe turunnya.
Turun gak?
^^^Gak mau!^^^
Apaaa?
^^^Kak gak enak ih!^^^
^^^Masa udah naik turun lagi^^^
^^^Di tengah jalan lagi^^^
^^^Ini juga bentar lagi sampai^^^
^^^Tunggu di gerbang aja kalo gak percaya!^^^
^^^Palingan cuma tiga menit lagi^^^
Di grepe-grepe gak lu?
^^^Astagfirullah Kakak!!^^^
Panggil dulu sayang!
Ntar gue gak marah
^^^Ogah^^^
Oh.
^^^Iya sayang❤️^^^
___-____
Tet.
Nayara mematikan data seluler dan teleponnya. Pipinya memanas, bahkan sampai ke telinga. Mungkin bagi orang lain panggilan ' Sayang ' itu sudah biasa. Tapi baginya yang tidak pernah di sayang sangatlah luar biasa memalukan.
Selama pacaran bersama Rey saja tidak pernah Nayara dipanggil atau diperbolehkan memanggil sayang. Tapi saat bersama David?.
" Ah.. Bagaimana caraku menghadapinya nanti? Memalukan, " Gumamnya.
Rey menatap Nayara sekilas, lalu kembali fokus pada jalan yang dia lewati.
" Loe beneran jadian sama dia, Naya? "
" Hah? "
Rey menatap Nayara, " Loe jadian sama David? " Ulangnya.
" I-iya, "
Rey kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Tangannya menggenggam kuat stir kemudi.
" Harusnya loe gak terima dia. Loe masih punya gue, " Ucapnya geram.
Nayara tersentak, " Kakak! " Bentak Nayara refleks.
" Kamu gak seharusnya bilang gitu, Kak Rey. Kita ini saudara, dan— "
" Dan sampai kapanpun gue gak nerima loe sebagai saudara! " Potong Rey tak kalah keras.
" Loe bukan saudara gue. Jadi gak usah ngingetin gue! Karena dari dulu gue udah inget, adik gue itu mati. Bukan loe, "
Nayara menunduk, " Tapi aku memang adik kamu, Kak. "Lirihnya.
" Loe pacar gue, "
" Bukan! Aku pacarnya Kak David! " Lagi-lagi Nayara berteriak. Dia tidak terima Rey mengklaim dirinya yang sudah jelas-jelas milik David.
" Kapan gue mutusin loe? Lagian loe juga masih sayang sama gue kan? "
Nayara kembali diam.
" Udah ketebak juga sih, " Ucap Rey menyimpulkan sambil tersenyum tipis.
" Mungkin iya. Aku masih sayang sama Kakak. Tapi... " Nayara mengangkat kepalanya, menatap Rey lekat.
" Sayang sebagai saudara, ".
" Hah, omong kosong! "
" Tolonglah, jangan mempersulit keadaan. Bunda sedih lihat Kakak yang kayak gini. Mari kita lupakan masa lalu dan kembali dekat sebagai adik kakak! "
Rey enggan menjawab. Dia malah memalingkan wajah dan semakin mempercepat laju mobilnya.
____-____
Di sisi lain, Morgan menyandarkan punggung di motor besar miliknya. Menunggu Reyna yang sedang memakai sepatu.
Iseng-iseng Morgan membuka grup chat berisikan Angggota Osis yang dalam hitungan Jam hilang kedudukan.
...Semongkoo🍉...
...31 Online, 25 Offline...
Errrrr ( Za )
Hallo, sayang. Lagi apa kamu teh meni lila?
Arzan— Jing
Elu yang di mana kamprett?!!
Vino Ips 4
Tau tuh. Cepetan gih! Tim inti di tungguin Kepsek.
Bryan Gans ( Gantengan gue )
Erza lu ganti lagi nama grup?
Errrrr ( Za )
Hooh. Keren gak tuh?
Rizky
Iya. Saking kerennya emot semangka pun loe sertakan
Dian ( Kembaran Diana )
Mampus loe ajigg!
Errrrr ( Za )
Ta-tapi kan semamgka itu kesukaan bias gue, hiks.
Bebengek David
Masia!!!
Arzan—Jing
Bukan temen gue
Vid, di mana?
Bebengek David
Nungguin doi di gerbang
Si Morgan juga belum datang kan?
Arzan—Jing
Palingan nungguin adik loe
Oh—No—Oh—No—Nono
Bang Vino, Nono nungguin di lapangan yah!
Soalnya anak-anak sama kandidat calonnya udah
pada datang.
Dina ( Kolong Langit )
Yuk sama gue!
Oh—No—Oh—No—Nono
Di mana kamu Din?
Dina ( Kolong Langit )
Deket kantin. Sini gih!
Oh—No—Oh—No—Nono
Iya, aku di jalan
Dina ( Kolong langit )
Cepet juga😅
Oh—No—Oh—No—Nono
Demi siapa dulu dong?😗
Errrrr ( Za )
Kok gue panas yah?
Arzan—Jing
Jomblo sih. Cari partner sana!
Errrrr ( Za )
Partner ranjang maksudnya?
^^^Astagfirullah Erza... Berdosa bangett^^^
Vino Ips 4
Nah, leadernya baru nongol
Diana
Morgan loe lama! Acaranya lewat lima menit
Gimaha sih loe?
Niat gak sih jadi Osis?
^^^Elah.. Bentar lagi gue bukan Osis^^^
Errrrr ( Za )
Aanjayy
Viko Viko Yes Papa
Mor lama loe banggsat!
Di mana?
Cepetan kalo mau selamat!
^^^Sabar elah. Tuan Puterinya lama^^^
Na— Dia Dia Dia
Reyna? Cewek kayak gitu loe tungguin?
Arzan—Jing
Doinya dong
Tin tin TiTin
Serius?!
Leelaaaa elahh elahh
Demi apa?!
Na— Dia Dia Dia
Jangan becanda yah loe Arzan
Sumpah gak terima gue
^^^Beneran kok dia. Si Nana Nano pacar gue^^^
Arzan—Jing
Di bilangin juga
Errrrr ( Za )
Jangan ingetin sama si Nano anjirr😑
Viko Viko Yes Papa
Kok gue gak rela yah?
^^^Bacot loe bocah!^^^
^^^Mati sana!^^^
____-____
" Lama yah? "
Morgan mematikan ponselnya saat Reyna datang.
" Enggak kok. Ayo! "
Reyna mengangguk dan naik ke atas motor Morgan dengan posisi duduk menyamping dikarenakan roknya yang kependekan.
" Nanti-nanti kalo mau naik motor pake celana! Atau enggak roknya jangan kependekan, "
" Iya, "
Morgan memasang helm full facenya dan langsung menancap gas menuju sekolah.
_-_
TBC!