
Morgan bergegas menuju apartement nomor 306 untuk membawa Reyna pulang. Berani-beraninya gadis itu kabur darinya dan singgah pada pria lain.
Beraninya Reyna.
Ting Nong..
Ting Nong...
Ceklek.
Morgan langsung menerobos saat Gavin membuka pintu. Wajah marahnya terlihat jelas, membuat Gavin hanya bisa mengerutkan alisnya dan ikut masuk menyusul Morgan.
Begitu sampai di ruang tengah, kehadiran keluarganya membuat Morgan menahan nafas.
" Abang? Sini! Kok baru datang? Kirain gak bakalan ikut hadir, " Ucap Mikhayla.
" Ayo, duduklah! Ada hal yang akan kami bahas, " Sambung Mikhael.
Tatapan Morgan teralih pada Reyna. Dengan cepat Reyna membuang pandang sambil berdehem dan membenahi duduknya.
Saat Gavin duduk tepat di samping Reyna, Morgan pun ikut melangkah hendak duduk di sisi yang lain. Namun perkataan Alex membuatnya terdiam di tempat.
" Jadi.. Kamu pilih menikah, Angel? ".
" Ya. Kak Gavin calonnya, " Jawab Reyna memegang lengan Gavin.
Jedar!.
Mata Morgan sedikit berair dan memerah. Kepalanya miring hendak menggeleng namun melihat anggukan Ayahnya membuat Morgan tak bisa berkutik.
" Benar, Mr. Alexander. Maaf jika malah Saya yang mengundang keluarga Anda. Seharusnya Saya yang datang sendiri ke sana. Namun karena pernikahan ini mendadak, tidak mungkin keluarga Saya yang sedang di luar Kota datang dalam satu jam. Jadi... Eum, ya begitulah. Sekali lagi Saya minta maaf. Sungguh tidak enak rasanya, " Kekeh Gavin.
" Tidak apa, Haydar Muda. Dan jangan panggil aku Mr, panggil saja Opa! Bukankah kau akan segera menjadi menantu keluarga kami? ".
Mendadak lutut Morgan lemas. Jika saja Mikhayla tidak menariknya duduk, mungkin Morgan akan terjatuh saat itu juga.
" Abang diem dulu, " Bisik Mikhayla menenangkan putranya.
" Apa yang kamu punya sampai berani memperistri Putri Saya? " Marchel angkat bicara.
Suasana di sana mendadak hening. Namun bukannya tegang, Gavin malah santai dengan senyuman menawannya.
" Harta Saya tidak sebanding dengan yang Anda miliki, Mr. Marchel. Namun Saya jamin, Angel tidak akan kekurangan apapun perihal materi. Dan kebahagiaan? " Gavin menatap Reyna.
" Sudah jelas Saya akan membahagiakannya, " Lanjutnya membuat Reyna tersenyum lembut.
" Bagi Saya, Angel adalah dunia Saya. Jika Saya menyakiti Angel, sama saja Saya menghancurkan dunia Saya sendiri. Jadi... Mohon restunya, Mr. Marchel. "
Marchel mengangguk-angguk.
" Kau tampan, kaya, dan menjanjikan. Jangan lupakan point pertama, putriku menyukaimu. Well, kenapa menolak? " Ungkap Marchel membuat semua bernafas lega, kecuali Morgan.
Semakin lama pasokan oksigen di tempat ini semakin habis saja. Rasanya Morgan tidak kuat lagi. Melihat senyum lebar Reyna yang ditujukan untuk orang lain membuatnya kebakaran jenggot.
Dengan nafas yang memburu, Morgan berdiri seraya berteriak:
" Tidak bisa! ".
Semua orang menatap Morgan terkejut, terutama Reyna.
" Kalian tidak bisa menikahkannya! Reyna masih kecil, masa depannya masih panjang. Kenapa kalian bodoh? Menikah bukanlah jalan akhir agar Reyna tidak liar. Dengan menikah muda justru malah semakin mempertaruhkan masa depannya! " Teriak Morgan.
" Bagaimana jika rasa bosan ada setelah menikah? Haruskah mereka bercerai? Karena rasa bosan itu? Jangan berfikiran sesempit ini! Kalian lebih tua dariku, dan kalian tidak memahami apa yang ada dalam pikiranku? Menikah bukan main-main! "
" Boy, kami hanya— ".
" Dasar gila! Bukannya menyelamatkan, malah menjerumuskannya ke dalam kehancuran. Tidakkah kalian berfikir? Resiko dari pernikahan muda? " Tanya Morgan menggebu.
" Dan Opa? Apa dengan bertambahnya usia membuatmu semakin gila dan bodoh? ".
" Morgan! " Bentak Mikhayla.
" Apa? Kalian hanya mementingkan kehormatan kalian tanpa peduli dengan kebahagiaan Reyna! "
" Morgan loe jangan sok tahu ya! Keputusan ini gue yang ambil sendiri. Dan gue juga bahagia kok, gak tertekan apalagi terpaksa. Loe gak seharusnya— ".
" Diem loe! " Bentak Morgan memelototi Reyna.
Reyna tersentak. Dia menunduk dengan wajah pucat pasi. Kemaran Morgan lebih bahaya dari Ayahnya.
Sedangkan Marchel, dia mengernyit dan menyeringai tipis. Kemaran Morgan melebihi David kemarin. Oh.. Dia mengerti ada apa ini.
" Gak usah ikut campur. Loe hanya sepupu, " Gavin angkat suara dengan tatapan meremeh.
" Dan loe? Hanya orang asing. Siapa yang lebih berhak? " Tanya balik Morgan membuat Gavin bungkam.
Alex melongo tidak percaya. Dia menatap Mikhael, namun yang di tatap hanya mengangkat bahunya acuh dengan Marchel yang masih diam tidak memberi respon.
" Sekarang loe mau apa? Gue udah nentuin pilihan yang Opa buat, Morgan. " Cicit Reyna tetap menunduk.
" Masih ada pilihan, bukan? ".
" Kalau tetap ingin menikah, kenapa gak sama gue aja? ".
______-_____
Reyna melempar semua bantal kursi yang ada di apartement Gavin, membuat tempat itu berantakan dengan banyaknya bantal yang berserakan.
" Morgan gila! Tinggal sama loe? Ogah! Mendingan gue kawin beneran daripada hidup sama orang gila! "
" Dia pikir dia siapa? Berani-beraninya gagalin rencana yang udah gue susun mateng-mateng! Arghk... Dasar baabii!! "
Gavin hanya bisa bernafas dan membiarkan Reyna melampiaskan kemarahannya.
Setelah pengakuan Morgan yang secara terang-terangan mengajak Reyna menikah, Alex memutuskan untuk memilih pilihan lain yaitu membiarkan Reyna tinggal satu atap bersama Morgan.
Perkataan pedas dan tidak sopan yang Morgan ucapkan membuat Alex marah sekaligus sakit hati. Bodoh katanya?.
Namun meskipun begitu Alex berfikir dan dapat memahami yang dimaksud oleh Morgan. Dia tahu bukan niat Morgan memakinya, hanya demi Reyna.
Maka dari itu, finallah keputusan Alex.
" Sabar, Angel. Lagian benar juga kok apa katanya. Kamu masih terlalu kecil untuk menikah. Aku juga belum siap kalau di ajak sekarang, ".
" Siapa yang ngajak?! " Bentak Reyna membuat Gavin terperanjak kaget.
" Gue bilang kita nikah hanya pura-pura! Supaya Opa diem aja! Tapi si Morgan? Ihhh... Gue robek hatinya!!! " Geram Reyna mengacak tangannya di udara seakan sedang mencakar.
Gavin terkekeh. Dia menarik Reyna supaya duduk.
" Tenang, cantik. Kalian tinggal, bukan menikah. Lagian kamu hanya bisa menikah denganku kok, ".
" B*cot! "
Gavin terkekeh. Kemudian memegang kedua pundak Reyna supaya menghadapnya.
" Hanya tinggal. Percaya, aku akan selalu ada saat kamu butuhkan. Tadinya aku memang berniat menikahimu, Angel. Sungguhan. Tapi mengingat aku yang harus meneruskan perusahan Ayah di Jogja, di tambah kamu yang masih kecil dan Sekolah, membuatku mengurungkan niat dan meneruskannya setelah kamu dewasa nanti. "
" Angel, aku mencintaimu. Dari awal kita bertemu sampai sekarang hanya kamu yang aku cintai. Percaya? ".
Tatapan teduh dan penuh kasih yang terpancar di kedua mata Gavin membuat Reyna gelagapan.
" Tapi Morgan— ".
" Aku tahu dia menaruh hati padamu. Dan aku juga tahu kamu selalu mati kuku dibawah perintahnya, " Potong Gavin.
" Angel, jauhi dosa berupa sepupumu dan pilihlah aku. "
Deg.
Reyna terdiam dengan bibir tertutup rapat.
___-_______
...Di kediaman Alexander...
Dengan langkah tersegan-segan Mikhael mendatangi sang mertua, Alex yang sedang termenung di kursi goyangnya yang terletak di samping kolam renang.
" Dad, ".
" Oh, Ael. Kemari, duduklah bersama Daddy! " Sambut Alex.
Mikhael mendudukkan dirinya di kursi panjang dekat Alex.
" Begini... Dad. Ael ingin minta maaf perihal sikap kurang ajar Morgan. Itu salah Ael yang gagal mendidiknya sehingga tidak memiliki etika, ".
Alex tersenyum, " Tidak apa! Daddy tahu dia marah karena keputusan yang... Daddy sendiri akui sedikit gila, ".
" Kita tidak terlalu mengenal Nak Gavin. Tapi dengan mudahnya menikahkan Angel tanpa memikirkan konsekuensinya, ".
" Tapi makian Morgan tadi tidaklah benar, Dad. Bukan seperti itu cara bicara pada orangtua, " Ucap Morgan.
" Sekali lagi Ael sebagai Ayahnya memohon maaf pada Daddy. Jangan di masukkan ke dalam hati perkataan Morgan tadi, "
" Tentu tidak. Ah.. Memang sih, awalnya Daddy kecewa dan marah. Maklum, semakin tua semakin perasa. Tapi jika di lihat dari sudut pandang Morgan, memang pantas orang seperti Daddy di maki, ".
" Tidak Dad, tentu tidak. "
" Tapi.. Apakah kamu melihat sesuatu, Ael? ".
Mikhael mengernyit, " Apa? ".
Alex yang semula tidak menatap Mikhael kini memalingkan wajah menatapnya.
" Morgan like you. Right? ".
_-_
TBC!