Butterfly System

Butterfly System
Chapter 55 [Berburu Roh Jahat!!]


Dalam kesunyian malam terdengar jelas sebuah langkah kaki yang tergesa-gesa, dari dalam lorong yang sunyi seorang wanita berlari dengan tubuh berkeringat dan pakaian yang terlihat robek. Wajahnya terlihat jelas menunjukkan sebuah ketakutan dengan wajah pucat itu.


"Hiks.. Siapa saja tolong aku," Ujarnya sambil terus berlari.


Wanita itu kemudian tersandung kakinya sendiri hingga lutut dan telapak tangannya tergores. Suara tawa mulai terdengar sangat keras hingga membuat tubuh gadis itu merinding. Kepulan asap merah mencekik gadis itu hingga perlahan-lahan asap itu kini berubah menjadi sosok pria tampan.


"Ada apa? Kenapa kau lari? Bukannya kita akan menghabiskan malam bersama?" Ujar pria berambut lurus nan panjang itu.


"Uhgghhhkk.. Le-lepaskan aku." Gadis itu berusaha memberontak akibat cekikikan itu.


Mata pria itu berubah hitam dengan sinar abu-abu yang masuk dan menerobos ke dalam tubuhnya. Gadis itu merasakan sensasi panas, jiwanya seolah-olah sedang di sedot keluar. Sebuah jarum mengenai pria itu hingga membuat ia terluka parah.


"Aishh.. kenapa kau duluan yang menyerangnya, sialan? Dasar bedebah!" Ujar Rendy pada Azura yang hanya mengangkat bahu acuh.


"Sial! Siapa kalian?" Ujar pria itu.


"Roh jahat yang berburu jiwa manusia bukannya harus di bereskan?" Ujar Azura lengkap dengan smirknya.


Roh jahat itu berusaha kabur namun sebuah rantai berduri melilit tubuhnya secara tiba-tiba. Rendy tersenyum seraya menguatkan rantai rohnya dengan kuat dan membiarkan sensasi terbakar pada roh jahat itu. Roh itu berteriak kesakitan dan mencoba memberontak namun hanya membuat tubuhnya semakin dililit.


"Mampus kau roh sialan!" Ujar Rendy hingga roh jahat itu akhirnya berubah menjadi sebuah kelereng hitam.


Rendy memungut kelereng itu dan menyimpannya dalam sebuah kantong kuno yang di luarnya ada beberapa simbol. Azura hanya bersedekap seraya matanya masih menatap lurus pada gadis tadi. Gadis itu terus tertunduk, bahkan saat mendengar juga sedikit melihat kejadian tadi ia sama sekali tak menunjukkan ekspresi terkejut. Azura akhirnya baru menyadari jika ada yang aneh dengan aura yang di pancarkan gadis itu.


"Hei, kau tidak apa-apa?" Ujar Rendy pada gadis tadi.


"Jangan menyentuhnya! Ada parasit di tubuhnya!" Ujar Azura dan secepat kilat pedang arwahnya sudah berhasil melindungi Rendy dari serangan gadis itu.


"Hahaha.. Kau ternyata cepat juga menyadarinya," Ujarnya seraya mengubah wujudnya menjadi wanita bertanduk dengan pakaian hitam yang cukup terbuka.


"Sayang sekali bawahan tampanku harus tersegel gara-gara kalian," Ujarnya seraya menopang dagu menggunakan telapak tangan.


"Cihh.. Hanya hantu parasit lemah, tidak perlu berlagak kuat!" Ujar Rendy


Rantai roh milik Rendy langsung melilit tubuh roh parasit itu, ia sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun malah disini Rendy yang terlihat kelelahan karena energi miliknya tersedot oleh roh parasit itu. Perlahan rantai itu menghilang karena Rendy yang sudah tak mampu untuk menggunakannya dengan energi yang terus terkuras.


"Ada apa? Kau kesulitan menyegel aku ya? Hahahaha.. Tapi setelah dilihat dalam dirimu ada yang sejenis denganku hanya saja sedikit unik," Ujar roh parasit itu seraya terkekeh.


"Jangan bergerak! Atau pedangku akan menebasmu!" Ujar Azura namun roh parasit itu malah tersenyum lebar.


"Ohhh.. Hampir saja aku melupakan pria tampan ini. Tenang saja, aku sangat suka mengkoleksi pria tampan. Aku tidak akan merusak wajahmu," Ujarnya seraya mengatakan tangannya untuk mengambil alih pedang milik Azura.


Pedang yang tadinya mengarah pada roh parasit itu kini terlah berpindah ke tangannya. Ia mengayunkan beberapa kali di udara seraya terkekeh, wajahnya tampak semangat dan senang mendapat pedang itu. Azura terlihat biasa-biasa saja saat pedangnya di ambil, tak ada raut khawatir yang terlihat di wajahnya.


"Hei bodoh! Kenapa kau diam saja? Pedangmj baru saja di ambil!" Ujar Rendy yang terlihat kesal melihat sikap tenang Azura.


"Apa kau buta? Liat roh parasit itu sedang memainkan pedangmu bodoh!" Ujar Rendy.


"Apa yang kalian bicarakan? Kenapa kalian mengabaikan gadis cantik sepertiku?" Ujarnya seraya mengayunkan pedangnya itu hingga energi berwana biru mengarah pada Azura dan Rendy.


Roh parasit itu tertawa melihat kepulan asap dari serangnya tadi, ia sangat yakin jika dua pria tadi sudah terkena serangnya. Perlahan kepulan asap itu akhirnya menghilang dan menampilkan Azura yang sedang bersedekap seraya bersikap biasa-biasa saja. Roh parasit itu terkejut melihat keadaan keduanya yang sama sekali tak mendapat luka apapun.


"Ba-bagaiman bisa kalian bisa bertahan dari kekuatan terbesar dari pedagang ini?" Ujarnya seraya jadinya yang menunjuk pada Azura.


"Aku tidak yakin kalian akan bisa terus menahan serangan pedang ini!" Lanjutnya sebagai emosi yang menggebu-gebu.


Serang demi serangan roh parasit itu layangkan mengunakan pedang arwah pada Azura. Ia kemudian mengatupkan rahangnya rapat saat setiap tebasan yang ingin di berikan pada Azura terus di tangkis oleh sesuatu. Seolah-olah ada yang melindungi Azura dari setiap serangan.


"Hosh.. Hosh.. Kalian manusia sampah! Mati saja kalian!" Ujarnya seraya mengumpulkan semua energi yang tersisa pada pedang arwah itu.


Sebuah ukiran muncul di pedang Azura dan melanjutkan simbol kuno yang dulu muncul saat Azura memasukkan kristal jiwa pada pedang Arwah. Ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah Azura hingga roh parasit itu tersenyum bangga.


"Ada apa? Kau juga merasakan kekuatan besar itu bukan? Apa kau takut? Tapi sayang sudah terlambat! Kalian akan mati sekarang juga!" Ujarnya seraya melesat menyerang kearah Azura.


Tangan Azura terangkat untuk menahan pedangnya sendiri, suara benturan yang cukup keras terdengar jelas. Rendy tak mengedipkan matanya melihat pedang itu berhenti satu inci dari tangan Azura. Roh parasit itu terkejut, mata Azura berganti menjadi berwana biru hingga membuat pedang arwah itu kembali ke tangannya. Satu tebasan dari Azura membuat roh parasit itu terlempar, tubuhnya membentur tembok hingga hancur.


"Ahkk.. Ka-kau, bagaimana bisa? Uhgghhhkk.. sial tubuhku rusak!" Ujar roh parasit itu.


Azura berjalan perlahan menuju roh parasit itu, tatapan yang bagai elang terlihat penuh intimidasi. Semakin Azura mendekat roh parasit itu semakin gemetar, ia lalu menengadah melihat Azura dengan tatapan dinginnya.


"Kau, uhgghhhkk.. Vampir murni!" Ujarnya namun tiba-tiba saja tubuhnya langsung berubah menjadi kelereng hitam.


"Hufftt.. Akhirnya selesai juga," Ujar Azura.


"Oi, jadi berapa banyak yang kau butuhkan?" Ujar Azura seraya menoleh melihat ke arah Rendy yang tertegun.


Kelereng hitam yang semulanya ada di tanah tiba-tiba melayang menuju Rendy. Nana muncul dalam wujud kucing, Azura melihat kearah Rendy yang sama sekali tak bisa merasakan atau melihat Nana. Selang beberapa detik setelah kemunculan Nana, Kiki juga ikut muncul dalam wujud naga hitamnya.


"Tiga, aku masih butuh tiga kelereng roh untuk bisa melepaskan jiwa kakakku dari tubuhku," Ujar Rendy.


Rendy menggenggam kuat kelereng itu hingga rasanya ia ingin menghancurkan apa yang ada selama ini dalam pikirannya. Kakaknya ada seorang roh jahat yang sejak kecil telah menjadi parasit di tubuh Rendy. Ia tau jika kakaknya sama sekali bukan roh jahat, Rendy sadar jika kakaknya sudah meninggal sejak umurnya masih sangat muda.


Rendy bisa melihat makhluk halus yang tidak bisa di lihat orang lain. Karena sebuah kejadian, arwah kakaknya harus tinggal di di dunia ini. Sang kakak sebenarnya tidak punya niat jahat, hanya saja melihat adiknya terus di tindas dan di pukuli ia jadi tidak terima.


"Hei, sebenarnya apa masalahmu dengan kakakku itu?" Tanya Azura.


"Cih, aku sangat membenci kakakku. Jadi aku harus melenyapkannya!" Ujar Rendy.


"Anak gila," Ujar Azura.