
Sebelum baca jangan lupa dukung author dengan like, rate, vote dan coment ya🥰
salam manis,
Tirfa_ledina.
...Happy reading 😘...
Demon, Lord dan vampir murni merupakan makhluk terkuat yang ada di bumi dulunya. Demo dan vampir murni awalnya lahir dari rahim seorang manusia biasa. Sedangkan Lord lahir karena sebuah pohon suci seorang penyihir. Tak ada yang tau fakta tentang itu, hanya leluhur penyihir saja yang tau tentang hal itu.
Seorang anak bermata biru terlihat berlarian di padang rumput yang cukup luas, sesekali ia akan tersenyum saat melihat beberapa hewan ternak. Sang kakak yang hanya beda beberapa bulan itu menghampiri sang adik yang berbaring di atas rumput liar.
"Iruz!" Panggil sang kakak pada adiknya.
Merasa di panggil, anak bermata biru itu segera menghampiri kakaknya. Dengan kaki mungil ia mencoba berlari menuju anak dengan mata berwana merah. Karena terlalu bersemangat, anak bernama Iruz itu tersandung hingga lututnya terluka.
"Kau baik-baik saja Iruz?" Tanya sang kakak.
"Hiks.. Hiks.. Kakak, Hikss.. sakit."
Luka yang tadinya masih mengeluarkan darah tiba-tiba sembuh dengan sendirinya. Bahkan bekas saja tidak ada sama sekali, meskipun lukanya telah sembuh total Iruz masih menangis tersedu-sedu. Amon yang merupakan kakak dari Iruz mulai menghapus air mata sang adik dengan lembut.
"Udah, lukanya kan sudah sembuh. Iruz nggak boleh cengeng nanti orang-orang desa akan mengejekmu cengeng," Ujar Amon.
Iruz akhirnya berhenti menangis, ia melihat lukanya yang ternyata telah sembuh. Puluhan ekor kupu-kupu berwana biru kemudian muncul secara tiba-tiba dan tentunya mengagetkan Amon ketika kupu-kupu itu menyelimuti adiknya. Karena khawatir ia lalu mengusir semua kupu-kupu itu, namun setiap bersentuhan Amon malah tersengat.
"Iruz!!" Teriak Amon.
Amon berniat membakar semua kupu-kupu itu tapi takut jika adiknya akan ikut terbakar, ia mulai panik dan kebingungan bagaimana harus menolong adiknya. Kupu-kupu itu akhirnya menghilang perlahan, Iruz sedikit terkejut saat Amon memeluknya erat.
"Kakak tidak akan membiarkan kamu dalam bahaya, kakak akan terus melindungi Iruz selamanya. Kakak janji," Ujar Amon dan semakin mengeratkan pelukannya pada sang adik.
Amon tidak tau jika Iruz telah terikat kontrak dengan butterfly System sejak ia lahir. Ia hanya tau jika Iruz dan dirinya merupakan anak yang spesial yang memiliki kekuatan luar biasa. Iruz merasa senang kemudian membalas pelukan kakak, Amon dan Iruz cukup dekat dan hidup harmonis bersama. Keduanya hidup bahagia bersama kedua orang tuanya di gubuk tua sebagai petani. Meskipun hidup mereka pas-pasan, mereka sudah merasa bahagia akan hal itu.
Kebahagiaan mereka tidak bertahan cukup lama, orang-orang desa akhirnya tau tentang kekuatan Iruz dan Amon. Warga desa tidak menyambut hal itu dengan baik dan menganggapnya sebagai sebuah kutukan. Mereka tak tinggal diam setelah mengetahui hal itu, para warga desa kemudian berbondong membakar rumah Iruz dan Amon.
"Ingat ucapan ibu, kalian harus lari sejauh mungkin. Jangan berbalik ke belakang oke," Ujar sang ibu.
Sang ayah masih berusaha menghadang para warga yang ingin menerobos masuk kedalam rumah. Setelah Iruz dan Amon keluar dari rumah penduduk desa akhirnya membakar rumah itu. Amon melihat kebakaran itu tapi tidak membiarkan Iruz melihatnya karena pesan sang ibu. Meskipun mata Amon telah berkaca-kaca ia tetap membawa sang adik masuk kedalam hutan.
Karena hal itu, Amon menyimpan dendam pada manusia. Di sebuah desa yang cukup jauh keduanya hidup sebagai pembunuh bayaran. Amon tumbuh menjadi pria kejam dan haus darah karena kebencian yang ada dalam hatinya sejak kecil. Sedangkan Iruz tumbuh karena rasa penyesalan akibat kematian kedua orangtuanya.
Dari desa itulah keduanya mulai tumbuh. Perlahan-lahan Amon mulai iri pada Iruz yang ternyata lebih kuat dari dirinya, semakin lama jalan yang di tempuh Amon dan Iruz jauh berbeda. Karena dendamnya pada bangsa manusia, Amon semakin jatuh dalam kekuatan gelap. Iruz akhirnya menemukan vampir murni lainnya, sifat mereka cukup angkuh tapi setelah menyadari jika Iruz lebih kuat, vampir murni itu akhirnya mengikuti Iruz.
Iruz dan Amon sudah tidak lagi berkomunikasi. Hubungan mereka menjadi renggang, Iruz jatuh cinta pada seorang gadis dari bangsa manusia. Iruz sudah hidup seratus tahun lebih tapi wajahnya tetap saja masih terlihat seperti umur dua puluh tahun. Karena kekuatan immortal itulah kenapa Iruz tetap muda dan tak bertambah tua. Iruz dan gadis manusia itu akhirnya menikah kemudian mendapat seorang anak laki-laki yang akan meneruskan tahta Iruz.
Amon murka dan marah pada Iruz yang mendukung bangsa manusia. Ia tidak terima melihat adiknya menikah dengan bangsa manusia. Amon lalu menculik gadis itu dan mengubahnya menjadi dewi iblis yang akhirnya membunuh anak seorang Lord. Penyihir suci murka dan bersumpah akan menjadi maut untuk Dewi iblis.
Lord yang dalam kesedihan karena kehilangan keturunannya akhirnya terhasut oleh bujukan Amon untuk segera menyerang Iruz karena telah membiarkan keberadaan iblis tetap ada. Vampir campuran yang dulunya di anggap remeh oleh vampir murni kemudian mengambil kesempatan dalam perang itu untuk berhianat. Mereka memberitahukan kelemahan vampir murni pada Lord dan Amon, Vampir murni akhirnya kalah.
Seorang penyihir berjubah merah itu maju dan menyerap seorang gadis dengan sayap hitam. Iruz terdiam sesaat melihat wujud istrinya, ia menggenggam erat pedangnya cukup kuat. Rasa penyesalan mulai ia rasakan melihat istrinya yang sangat ia cintai telah berubah menjadi iblis. Baru saja Iruz melangkah menuju istrinya sebuah pedang tiba-tiba tertancap pada perutnya, Iruz berbalik dan menemukan Amon.
"K-kakak?!" Ujar Iruz dengan mulut yang terus mengeluarkan darah.
Amon tak menjawab adiknya, ia lalu berjalan menuju Dewi iblis dan dalam satu kali tebasan tubuh gadis itu menjadi abu. Iruz berlutut saat kakinya tak mampu berdiri lagi, perlahan pipi Iruz mulai basah. Rasa sakit akibat kematian istrinya tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
"Ohhiya, kau juga punya anak dengan manusia menjijikkan ini kan? Tenang saja, kakak sudah membunuhnya untukmu," Ujar Amon.
Iruz mengatupkan rahangnya rapat, pedang di perutnya ia hancurkan menjadi debu. Luka fisik itu tidak sebanding dengan luka batinnya, ia benar-benar tidak percaya dengan hal ini. Iruz meremas pakaiannya untuk menahan sesak di dadanya. Iruz lalu melirik kearah Amon, matanya telah berubah menjadi berwana merah lengkap dengan rambutnya yang terlah berubah menjadi biru.
"Kenapa kakak melakukan hal ini? Kenapa!!!" Ujar Iruz dengan suara yang cukup keras.
Pertarungan antara Amon dan Iruz mulai terjadi, Iruz berhasil mengalahkan Amon dan mengurung jiwanya. Ia kemudian mendongak untuk melihat langit yang mendung hingga perlahan rintik-rintik hujan mulai turun. Para vampir campur bisa merasakan tekanan besar dari kekuatan Iruz, mereka menjadi gemetaran akan kekuatan itu.
"Maafkan aku, harusnya anakmu tidak meninggal karena perselisihan antara aku dan Amon. Aku tidak menyadari jika kakakku telah berubah menjadi Demon," Ujar Iruz dengan matanya yang telah berubah menjadi biru kembali.
"Sistem apa aku sekarang boleh tidur selamanya? Ayo bantu aku tidur untuk selamanya," Ujar Iruz.
Iruz menancap pedang arwahnya tetap di dadanya, penglihatannya mulai buram hingga akhirnya tubuhnya hancur dan menghilang dari tempat itu bersama dengan ribuan kupu-kupu berwana biru.
...🌱🌱🌱...
"Apa yang aku liat tadi?" Ujar Azura yang terkejut akan sesuatu.
Azura merasa dalam beberapa menit tadi ia melihat sebuah kejadian tentang Iruz sang vampir murni terkuat. Pria itu terdiam untuk memikirkan hal tadi bukan ilusi tapi sebuah ingatan seseorang yang di kirim pada dirinya. Layar monitor muncul secara tiba-tiba di hadapan Azura.
[Misi telah selesai!!]
[Memperbarui sistem...]
Darel keluar dari ruangan dengan tangan yang berlumuran darah. Darel tentu telah berhasil membunuh Alexander, Azura melihat kearah Deal. Azura tidak tau sejak kapan matanya berubah menjadi biru tapi hal itu mampu membuat Darel terkejut.
"Kenapa matamu tiba-tiba berwana biru?" Tanya Darel.