Butterfly System

Butterfly System
Chapter 10 [Misi baru!!]


Setelah mandi kini Azura duduk di kasurnya sambil tersenyum. Kiki dan Nana yang melihatnya hanya bisa menggeleng-geleng, pusing dengan kelakuan sang majikan. Azura lalu naik ke atas kasur dan mulai menyanyi dengan celana pendek gambar beruang imutnya.


"Hai, dunia. Aku adalah Azka Azura, pria mudah yang sekarang menjadi miliarder," Ujar Azura dengan bangga.


"Apa dia mabuk?" Ujar Kiki.


"Mana mungkin, dia hanya meminum susu cokelat. Mana ada orang yang pernah mabuk hanya karena minum susu cokelat," Ujar Nana.


"Tenang semuanya, Azura akan membantu kalian. Aku adalah supermen yang tampan," Ujar Azura lalu mulai melompat-lompat di atas kasur.


"Apa orang gila itu tuan kita?" Ujar Nana dan Kiki hanya mengakat bahu.


Ting


Ting


Ting



"Hah? Misi? Aku belum memilih misi hari ini," Ujar Azura sambil melihat layar monitor.


"Ehemm, misi akan datang saat sudah waktunya. Pusat misi sekarang di tutup. Hanya sistem yang akan memberikan kau misi sekarang," Ujar Nana gugup.


"Yak! Nana, kenapa kau sering melupakan hal-hal penting seperti ini?" Ujar azura kesal.


"Jangan berteriak padaku. Duduklah, aku akan menjelaskan kau tentang pembaruan sistem. Dengar baik-baik!" Ujar Nana dan Azura segera duduk berhadapan dengan Nana dan Kiki.


"Jadi, sekarang akses memilih misi telah di hapus bersama dengan pusat misi. Kini misi akan muncul saat waktu tertentu saja, aku dan Kiki bisa berubah wujud menjadi manusia itu berkat pembaruan sistem. Skill dan fitur-fitur dalam sistem akan terbuka seiring dengan level yang terus bertambah," Ujar Nana.


"Jadi aku tidak memerlukan poin lagi?" Ujar Azura.


"Kau tetap memerlukan poin hanya saja poin itu telah berubah menjadi EXP, yang berarti jika kau sudah tidak memiliki poin maka kau akan di eliminasi dari sistem dan menghilang selamanya. Kini ada daftar hitam yang tidak boleh kau langgar sama sekali!" Ujar Nana.


Layar monitor muncul di depan mereka dan mulai menampilkan beberapa daftar peraturan di sana. Azura membaca saksama setiap kalimat di sana dengan serius, ada satu peraturan yang menarik perhatian Azura.


"Mengubah takdir orang lain," Ujar Azura sambil membaca kalimat itu di layar monitor.


"Ini adalah misi yang di berikan sistem saat sekarang," Ujar Nana.


...Apa anda ingin menerima misi ini?...


...Iya Tidak >...


"Oh iya, tuan aku menemukan sesuatu yang aneh di hotel tadi. Ada banyak aura hitam di sana, tapi aku tidak bisa menembus masuk akibat sebuah gelombang aneh yang memgahalang aku masuk ke sana. Sepertinya itu ulah vampir," Ujar Kiki.


"Benarkah? Bagus kalau begitu, sudah ada informasi mana mungkin menolak misi?" Ujar Azura dan menekankan tombol di layar monitor.


"Hmmm, Nana level berapa aku bisa mendapatkan obat ajaib?" Ujar Azura.


"Entahlah, aku tidak di berikan akses tersebut oleh sistem." Ujar Nana.


...☄☄☄...


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam tapi seorang pria masih saja belum masuk ke alam mimpinya. Pria itu terus memperbaiki posisi tidurnya, tenggorokannya terasa kering dan membutuhkan sesuatu untuk membuatnya lega. Seorang pelayan tiba-tiba membuka pintu hotel dan segera berjalan masuk membawa beberapa alkohol.


"Minuman anda telah datang tuan," Ujar Sang pelayan.


Pria tadi segera merampas botol alkohol dan meneguknya dalam sekali minum. Merasa belum puas pria itu lalu gelagapan mengambil botol lain dan membuat satu botol pecah. Cairan berwana merah memenuhi karpet bulu yang terlihat cukup mahal itu.


"Minum secara perlahan tuan, darah itu terbuang sia-sia saja. Kami baru mengambilnya dari beberapa pengujung di hotel ini, darah ini sangat segar dan lezat." Pelayan itu menarik dagu pria itu.


"Bagus, minum dengan pelan darah vampirku ini maka kau akan menjadi hewan peliharaan yang sangat bagus nanti," Ujar pelayan itu sambil menampilkan senyuman yang memperlihatkan gigi tajamnya.


...☄☄☄...


Sambil memainkan pensil di tangannya Azura tampak berfikir panjang melihat beberapa dena hotel yang menjadi tujuannya saat ini. Sesekali ia akan menandai sesuatu di sana dengan pensilnya. Seseorang yang melihat Azura duduk di bawah pohon segera menghampiri pria itu dengan sesekali bersenandung.


"Apa yang kau gambar?" Ujar Elin sambil mengintip kertas Azura.


"Astaga, Kenapa kau muncul tiba-tiba? Apa semua gadis sangat suka mengagetkan aku?" Ujar Azura.


"Kau saja yang tidak ingin dunia saat melakukan sesuatu, kau seperti punya dunia sendiri saat melakukan sesuatu." Ujar Elin.


"Terserah," Ujar Azura sambil segera melipat kertas agar Elin tak melihatnya lagi.


"Kenapa kau kesini? Bukannya kau sangat sibuk wahai ketua kedisiplinan," Ujar Azura sambil membungkuk dan menangkap tinjunya di depan Elin.


"Iya aku memang sibuk mengatur para anggota yang sedang bolos dari tadi, kita akan rapat nanti. Sekolah sedang kedatangan orang penting, kita di minta kepala sekolah untuk menjaga agar tidak ada hal buruk saat mereka datang," Ujar Elin.


"Baiklah aku akan pergi setelah menyelesaikan ini," Ujar Azura.


"Bagus, aku akan pergi memanggil yang lain." Elin segera pergi meninggalkan Azura yang kembali fokus pada kertas.


Lima menit kemudian Azura segera melipat kertasnya tadi dan berniat pergi ke tempat rapat yang Elin ucapkan. Di perjalanan tiba-tiba Azura mencium bau darah yang busuk. Sama seperti bau di hotel kemarin, hidung Azura sangat sensitif hingga ia ingin muntah mencium bau itu.


Azura tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang menindihnya. Hingga pria itu hampir kehabisan nafas jika tidak mengeluarkan tenaga dalam untuk melawannya. Di sisi lain seseorang berjubah hitam tersenyum simpul melihat reaksi Azura yang melawan energinya.


"Seperti aku menemukan pelihara baru," Ujarnya lalu tiba-tiba menghilang dari sana.



Azura segera mengusap layar monitor hingga menampilkan sebuah peta dengan titik merah dari arah barat. Azura mengernyitkan dahinya saat melihat titik merah itu tiba-tiba menghilang. Pria itu kembali mengusap layar untuk mengirim pesan pada Nana dan Kiki, rasa sesak di dadanya sudah sejak tadi menghilang.


"Apa yang kau lakukan? Kau terlihat berbeda," Ujar Devina sambil berbisik di telinga Azura.


"Hufft, kau lagi. Apa tidak bosan membuat orang kaget?" Ujar Azura dan Devina hanya memasang wajah polos.


Sesuatu berdering sangat keras di kantong celana Azura. Kini Azura sudah memiliki ponsel yang baru ia beli kemarin, pria itu segera mengangkat panggil telpon dari Nana.


"Apa kau menemukannya?" Ujar Azura.


Ada yang aneh, di sekitar sekolahmu tiba-tiba muncul banyak serangga darah yang berada satu tingkat lebih tinggi dari levelmu sekarang. Mereka semua mengincarmu, Kiki akan datang membantumu. Lakukan sesuatu sampai Kiki ada di sana, kau harus bertahan hidup.


"Baiklah, lakukan rencana C" Ujar Azura.


Hah, kita tidak membuat rencana C?


"Ini rencana yang aku buat untuk diriku sendiri di masa sulit seperti ini. Dan rencana C itu adalah.... " Ujar Azura dan segera melakukan sebuah posisi.


"Lariiiiiiiiiiiii" Ujar Azura dan pergi berlari meninggalkan Devina yang memasang wajah bingung.


...TBC...


Jangan lupa like, rate dan comment nya. Favoritin juga biar nggak ketinggalan ceritanya.. 😊😚


Author butuh dukungan kalian buat lanjut cerita ini🙏


Salam manis,


Tirfa_ledina