Butterfly System

Butterfly System
Chapter 48 [Pemberkatan Devina!!]


Hai semuanya 👋 Sebelum baca yuk budayakan Like, Rate, Vote dan Coment ya😁


Salam manis,


Tirfa_ledina.


...Happy reading 😘...


"Hmm, Nana. Apa yang terjadi? Ini dinama?Kenapa aku tidak ingat apapun?" Ujar Azura.


"Pohon roh," Ujar Nana.


Azura mengedarkan pandangannya, rasanya ada sesuatu yang baru saja terjadi tapi ia sama sekali tidak mengingatnya. Nana tiba-tiba menarik Azura keluar dengan tidak sabaran, setelah mereka keluar secara misterius pohon besar itu langsung menghilang. Azura ingin bertanya pada Nana karena rasa penasarannya tapi Nana tidak menjawab dan hanya mengalihkan arah pembicaraan.


"Aku akan istirahat dulu, kau segeralah pergi ke kerajaan Lord." Nana langsung menghilang yang membuat Azura hanya bisa menghela nafas.


Azura akhirnya melesat pergi dari tempat itu, di perjalanan ia melihat ada beberapa roh hewan buas. Karena sifatnya yang agresif dan haus akan kekuatan mereka akan langsung menyerang siapa saja yang berani masuk kedalam kawasannya. Azura berhenti, tak ada satupun roh hewan yang ingin menyerangnya sama seperti saat ia melewati tempat ini sebelumnya.


"Ada apa dengan semua roh itu? Kenapa mereka terlihat ketakutan?" Ujar Azura.


Karena tidak ingin membuang waktu, Azura hanya mengangkat bahu dan berusaha tak peduli dengan roh hewan buas yang tampak ketakutan melihat keberadaannya. Azura menyelinap masuk kedalam kerajaan itu, sama seperti saat ia keluar tak ada yang menyadari hal itu. Satu kupu-kupu berwana biru keluar kemudian hinggap di pundak Azura, dalam beberapa detik pakaiannya berubah menjadi kemeja putih.


"Kau sudah kembali?" Ujar Devina yang melihat Azura di taman bunga kerajaan.


"Ya," Jawab Azura.


Tiba-tiba saja Devina mendekat pada Azura. Ia memutari Azura dan melihat dari atas hingga bawah. Devina merasa ada yang berbeda dari Azura, mulai dari aura dan kekuatan hingga energi dalam tubuhnya terasa aneh. Azura yang tiba-tiba mendapatkan perlakuan seperti itu tampak kaget, Devina kemudian berdiri di hadapan Azura seraya menatap dengan penuh tanda tanya pada pria itu.


"Ada apa?" Ujar Azura.


"Ada yang aneh, tapi aku tidak bisa menjelaskan hal itu." Devina terlihat masih bermain dengan pikirannya untuk menebak keanehan dalam tubuh Azura.


"Aneh?" Azura mulai memeriksa dirinya sendiri.


"Ah, sudahlah. Kiki ada di sana," Ujar Devina seraya menunjuk ke arah Kiki yang sedang berbaring di atas rumput untuk melihat langit kosong tanpa bintang atau bulan.


Azura mengangguk, baru saja Azura akan menanyakan sesuatu pada Devina. Gadis itu sudah menghilang dari tempat itu, Azura kemudian memilih untuk menghampiri Kiki yang memejamkan matanya. Baru saja Azura akan menyentuh kepala Kiki, anak itu sudah lebih dahulu memeluknya dengan sangat erat.


"Kenapa kau ada di sini?" Ujar Azura.


"Aku menunggu tuan, ada yang harus aku bicara pada tuan," Ujar Kiki dan membuat Azura cukup penasaran.


Kiki langsung berdiri, dengan energi yang stabil dan normal sebuah sayap naga muncul di belakang punggung Kiki lengkap dengan sisik naga di kedua tangannya. Azura tersenyum, kekuatan Kiki sudah meningkat pesat. Wujud setengah naga dewasanya telah muncul yang menandakan ia akan menjadi naga dewasa dalam beberapa bulan.


"Aku tiba-tiba naik level, rasanya aneh. Wujud setengah naga dewasa harusnya di dapatkan saat aku berumur dua ratus tahun. Tapi kekuatan ini muncul secara tiba-tiba," Ujar Kiki dengan penuh tanda tanya.


"Biar aku saja yang menjelaskannya," Ujar Nana yang muncul secara tiba-tiba.


"Nana? Bukannya kau ingin istirahat? Kenapa kau keluar lagi?" Ujar Azura.


"Kalian sangat ribut, sudahlah biarkan aku yang jelaskan," Ujar Nana.


"Baiklah," Ujar Azura.


"Wow, sejak kapan? Hadiah apa yang aku dapatkan kali ini?" Tanya Azura.


"Tubuh abadi," Ujar Nana.


Azura melihat kearah layar monitor yang sedang menampilkan berbagai hadiah yang Azura terima. Ia tidak begitu tertarik dengan hadiah lainnya, hanya ada satu benda yang mendapatkan perhatian penuh dari Azura. Pria itu tidak hanya terdiam walau ada banyak pertanyaan yang terlintas di benaknya.


"Ada berapa orang yang menggunakan sistem kupu-kupu?" Tanya Azura secara tiba-tiba.


"Kenapa kau menanyakan hal itu?" Ujar Nana yang terkejut dengan ucapan Azura.


"Aku hanya penasaran saja," Ujar Azura santai.


"Ada tiga orang, dua sistem lainnya telah di rampas. Orang itu adalah Kau, Kakek Raymond dan orang ketiga aku tidak diberikan data lengkapnya. Sistem milik kakek Raymond sudah lama di rampas," Ujar Nana.


"Bagaimana sistem milik orang ketiga?" Tanya Azura tapi Nana hanya menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan.


Nana dan Kiki akhirnya pergi, keduanya masuk kedalam sebuah ruangan lewat jendela. Ini adalah jalan tercepat yang Kiki temukan sendiri untuk mencapai bagian dinding kerajaan. Azura menghela nafas, sejak tadi ia sudah menyadari keberadaan seseorang yang menguping pembicaraannya.


"Keluarlah," Ujar Azura.


Seseorang muncul dari lubang sihir, Sherly menatap angkuh pada Azura. Tatapan tajam juga dengan tekanan yang kuat ia berikan pada Azura, pria itu tak merasakan apapun. Tekanan itu tidak terlalu kuat, rasanya aneh ketika aliran energi yang melawan balik tekanan itu.


'Kenapa anak ini tiba-tiba bisa sebanding dengan Erik?' Batin Sherly dengan kening yang mengerut.


"Kau tenyata anak ramalan itu," Ujar Sherly yang membuat Azura kebingungan.


"Apa maksudmu?" Ujar Azura tapi tiba-tiba Sherly memukul pelan dahi Azura.


"Panggil aku Tante, aku ini ibu Devina! Jangan terlalu formal padaku," Ujar Sherly tak membiarkan Azura untuk menjawab.


"Matahari sudah hampir muncul, sebaiknya kau cepat ganti pakaianmu secepatnya. Ada acara pemberkatan untuk Devina hari ini, ia mau kau juga ikut dalam acara itu!" Ujar Sherly dan mengirim Azura dengan sihirnya ke kamarnya.


...***...


Dengan pakaian kerjaan yang khas dengan percampuran warna biru dan putih Azura dan Devina berjalan di atas karpet yang terbentang dari pintu menuju hadapan singgasana Erik. Karena paksaan dari Sherly, Azura kini harus menjadi pendamping untuk pemberkatan Devina yang akan menjadi penyihir suci.


Azura mengandeng Devina yang terlihat anggun dan cantik dengan pakaian kerajaan itu. Keduanya memberi hormat pada Erik yang duduk di singgasananya, ada banyak petinggi dan keluarga-keluarga lainnya yang di undang untuk menyaksikan acara pemberkatan ini. Bahkan ada banyak penyihir kuat yang rela datang untuk melihat acara ini.


Erik berdiri di hadapan Azura dan Devina, ia mengucapkan sebuah mantra hingga sebuah mahkota bunga muncul di kepala Azura juga Devina. Para penyihir mulai menyatukan mantra mereka dan membuat sebuah pola muncul atas kepala Devina.


"Aku Sherly sang penyihir suci terdahulu akan memberikan tahtaku padamu Anindira Devina. Para leluhur akan menuntun kau menjadi penyihir suci yang membanggakan." Suara Sherly menggema di dalam ruangan.


"Aku akan membuka segel dalam dirimu," Ujar Erik.


Pola sihir yang sejak tadi ada di kepala Devina mulai bergerak, dapat Azura rasakan kekuatan Devina yang perlahan memenuhi ruangan. Sejak kecil Devina lahir dengan sihir kuat dalam dirinya, seringkali sihir itu akan menyakiti orang lain kerena hal itulah Erik dan Sherly memutuskan untuk menyegel sihir Devina hingga umurnya tujuh belas tahun.


"Aku akan umumkan sebuah hal penting dalam acara ini," Ujar Sherly dan menarik perhatian para tamu.


"Hari ini, aku akan umumkan bahwa anakku Devina akan menikah dengan Azura!" Ujar Sherly dan membuat Azura terbatuk-batuk karena terlalu kaget.