The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 99. Kembali.


Ke esokan harinya, Sierra dan Arthur telah selesai melakukan Misa di Gereja setempat. Karena kebanyakan disana di dominasi oleh umat Hindu, Gereja disana cukup jauh.


" Sayang, sore nanti kita kembali ke Jakarta ya?" Ucap Arthur.


" Oke.." Sahut Sierra.


" Kamu tidak maslahkan? Atau kita mau pindah dan menetap di Bali saja?" Ucap Arthur.


" Aku tidak apa apa. Kita bisa kembali kemari lagi kapan kapan, kan?" Ucap Sierra.


" Tentu. Nanti aku akan membangun Vila yang indah untuk tempat tinggal kita selama kita disini." Ucap Arthur.


" Itu bagus." Ucap Sierra.


Mereka berdua kembali ke hotel untuk membereskan barang mereka. Rupanya Sisi berada di depan hotel itu, ia tengah melakukan survei hotel itu.


" Halo tuan Arthur, selamat Natal." Ucap Sisi.


" Terimakasih " Ucap Arthur.


" Nona Sierra, Selamat Natal." Ucap Sisi.


" Nyonya, panggil dia nyonya Arthur. Dia bukan seorang nona lagi, dia Istriku. Harap anda memperbaiki cara panggilan anda nyonya Sisi." Ucap Arthur, lalu menggandeng tangan Sierra.


" Selamat Natal, Nyonya Sisi." Ucap Sierra.


Arthur dan Sierra oun pergi meninggalkan Sisi yang langsung berwajah masam.


' Aku tidak rela memanggilnya Nyonya Arthur, seharusnya aku yang lebih pantas menjadi nyonya Arthur Edward.' Batin Sisi, kesal.


Arthur dan Sierra tengah mengemasi barang barang mereka. Di tengah kegiatan mereka, Arthur menerima panggilan telepon dari Malvin yang mengataakan bahwa Daniel sepertinya mengetahui bahwa Sierra berada di Bali.


Dan menurut anak buah Arthur, Daniel langsung melakukan penerbangan kesana pagi buta, kemungkinan Daniel telah sampai di Bali.


" Sayang, Daniel menyusul kita kemari." Ucap Arthur, tak memberi embel embel apapun pada Daniel.


Sierra menghentikan aktifitasnya, dan menatap Arthur dengan tatapan khawatir.


" Jangan khawatir, ada aku yang memidungimu, dan anak buahku ada disini juga." Ucap Arthur.


" Ayo kita segera pergi." Ucap Sierra.


" Kemungkinan dia sudah sampai di Bali." Ucap Arthur. Arthur melihat Sierranya begitu gelisah, Arthur pun memluk Sierra.


" Kita sudah menikah, tidak mudah jika ia ingin mengambilmu dariku. Kamu tenang, oke. Ayo kita pergi, jika dia sampai disini dia pasti dari pintu depan hotel. Kita lewat pintu belakang." Ucap Arthur.


Sierra mengangguk, lalu mereka pun pergi begitu saja hanya tanpa membawa koper mereka. Arthur akan mengutus anak buahnya datang nanti.


Arthur dan Sierra masuk kedalam mobil, lalu mereka pun keluar dari hotel itu dari pintu belakang. Dan rupanya yang di kataman Arthur benar, Daniel sudah berada disana dan saat ini yengah menuju ke kamar yang di gunakan oleh Arthur dan Sierra menginap.


" Sierra." Ucap Daniel.


" Tuan, tolong pelankan suara anda. Anda akan mengganggu penghuni lain." Ucap Sisi. Rupanya Sisi yang mengabari Daniel, Sisi menyelidiki tentang Sierra. Dan Mengabari Daniel bahwa Sierra berada di hotelnya, di Bali.


" Maaf." Ucap Daniel.


Sisi membuak pintu yang ruoanya tidak di kunci, san saat mereka masuk mereka tidak menemukan siapapun disana. Sierra dan Arthur telah pergi.


" Dimana mereka?" Tanya Daniel.


" Aku yakin, mereka belum lama kembali dari luar. Seharusnya mereka berada disini." Ucap Sisi.


" Mereka pasti mengethaui kedatanganku." Gumam Daniel.


Sementara itu, Arthur menghubungi anak buahnya, untuk mengiringnya pergi ke bandara. Ia hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada Sierra.


RING.. RING..


Ponsel Arthur berdering.


" Halo, oke. Terimakasih." Ucap Arthur, dan panggilan di akhiri.


" Ada apa?" Tanya Sierra.


" Malvin sudah mengutus jet pribadi untuk menjemput kita." Ucap Arthur.


Sierra pun bernafas lega, dan Akhirnya setelah setelah beberapa jam menempuh perjalanan, mereka pun tiba di bandara. Disana, mereka sudah di tunggu oleh 8 orang berbadan kekar, itu adalah anak buah Arthur di TITANES.


" Silahkan tuan dan nyonya." Ucap anak buah Arthur.


Arthur hanya menganggu sambil menggandeng tangan Sierra, mereka memasuki bandara dengan pengawalan delapan orang itu. Setelah melakukan prosedur, mereka pun masuk dan langsung menuju landasan udara.


" Huft.. Itu begitu menegangkan." Ucap Sierra.


" Tidak ada yang perlu di takuti sayang, ada aku." Ucap Arthur.


" Aku tahu, hanya saja aku begitu khawatir." Ucap Sierra.


" Isirahatlah, akan aku bangunkan nanti saat kita tiba di sana." Ucap Arthur, dan Sierra pun mengangguk.


Saat ini mereka tengah berada di kamar private yang berada di dalam jet pribadi itu, sementara 8 orang tadi berada di kabin depan, dimana ada tempat duduk nyaman untuk bersantai.


Setelah Sierra tertidur, perlahan Arthur bangun dan menyelimuti Sierra. Arthur keluar menemui 8 orang orangnya.


" Tuan." Ucap orang orang itu.


" Perketat keamanan Nyonya. Juga saat kita sampai nanti jangan sampai ada anak buah Daniel yang mengetahui kita telah kembali." Ucap Arthur.


" Baik tuan." Ucap mereka.


Arthur kembali masuk kedalam kamar, lalu ia membuka laptopnya. Ia mendapatkan banyak laporan buruk akhir akhir ini karena ia jarang datang ke markas.


" Untuk apa aku menggaji kalian besar, jika kerja kalian tidak becus." Gumam Arthur.


Rupanya Sierra terbangun karena mendengar Arthur bergumam sendiri dengan laptopnya.


" Ada apa, sayang?" Ucap Sierra.


" Kamu terbangun? Maaf ya.. Tidur lagi saja, aku hanya sedang mengurusi sistem." Ucap Arthur.


" Apakah kamu di retas lagi?" Tanya Sierra langsung bangun.


" Ya, Tapi aku sedang berusaha memperbaikinya." Ucap Arthur.


" Boleh aku bantu? Coba berikan kepadaku." Ucap Sierra.


" Kamu istirahat saja sayang, aku bisa mengatasinya." Ucap Arrhur.


" Tuan Lucifer, biarkan Leo membantumu, hum." Ucap Sierra.


Perlahan Sierra mengambil alih laptop Arthur daei pangkuan Arthur dan mulai dengan sistem nya sendiri. Jari jari indah Sierra menari dengan indah diatas laptop Arthur.


Arthur menatap bangga istrinya itu. Bagi Arthur bertemu Sierra adalah hal paling ia sukuri di hidupnya. Setelah 40 menit lamanya Sierra begitu fokus dengan layar Laptop Arthur, ia pun menyudahi aksinya.


" Done.. ( Selesai ) " Ucap Sierra.


" Aku selalu penasaran dari mana kamu mempelajari hal seperti ini." Ucap Arthur.


" Aku iseng mempelajarinya, hanya saja dulu aku tidak berani menonjolkan diri." Ucap Sierra.


" Jangan di bahas, jika itu menyangkut masalalumu yang menyakitkan itu, jangan di lanjutkan. Amu tidak mau kamu mengingat masa kelam itu." Ucap Arthur memeluk Sierra.


" Jika tidak ada masalalu, maka tidak akan ada masa sekarang, sayang. Masalalu adalah bagian dari hidup kita, kita patut mengingatnya agar kita tidak lupa, dari mana kita berasal." Ucap Sierra bijak.


" Aku tau, aku hanya tidak ingin kamu terluka kembali." Ucap Arthur.


" Aku tidak terluka, aku bahagia bersamamu." Ucap Sierra.


Dan tak terasa mereka pun sampai di Jakarta. Sierra di gandeng oleh Arthur dan keluar menuju dimana mobil mereka telah menunggu. Dan rupanya, kedatangan mereka itu di sambut oleh wartawan, itu adalah ulah Malvin.


Malvin sengaja membuat kedatangan mereka di sambut keramaian agar orang orang Daniel tidak berani mendekat.


" Tuan Arthur, apakah benar anda dan nona Sierra telah menikah?" Ucap wartawan.


" Ya, kami telah menikah di Bali, dan kami baru saja pulang berbulan madu dari sana." Ucap Arthur.


" Kenapa anda menikah diam diam tuan?" Tanya Wartawan.


" Bukan diam diam, kami memang berencana menggelar dua kali acara. Pemberkatan kami lakukan di Bali, dan untuk resepsinya di sini. Kalian tunggulah undangan dari kami diacara resepsi pernikahanku dengan istriku." Ucap Arthur bijak.


" Nona Sierra, bagaimana perjalanan selama bulan madu di Bali?" Tanya wartawan.


" Maaf, istriku kelelahan.. Tolong minta kerja sama kalian." Ucap Arthur dengan senyuman, lalu menggandeng Sierra pergi.


Siapa yang tidak terkejut melihat Arthur tersenyum, pria dingin tak tersentuh itu kini bisa tersenyum juga.


Sementara itu di kediaman Muyera. pecahan beling berserakan dimana mana, dan ruangan juga benar benar berantakan. Bernard Muyera mengamuk mendengar bahwa Sierra telah menikah dengan Arthur Edward.


" Mengapa bisa begini.. Aku telah menyusun rencana untuk membinasakan sisa keluarga Leon, dan gadis itu kini justru dalam perlindungan Arthur. AARGHH!!!!" Teriak Bernard, emosi.


TO BE CONTINUED...