The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 62. Ulang tahun pernikahan dan pertunangan.


Semua orang menatap kagum Sierra, kecantikannya benar benar paripurna tidak ada duanya. Riasan tipis pun sudah membuatnya begitu cantik karena memang Sierra sudah cantik natural.


" Wah.. calon menantu nyonya Edward begitu cantik, aku jadi iri melihatnya." Ucap seorang wanita paruh baya disana.


" Benar, ini adalah hari patah hati sedunia.. Siapa yang tidak mengenal tuan muda Arthur, dia pemuda yang cerdas, tampan, dan sukses." Ucap wanita lain.


Bahkan para gadis muda disana yang hadir dengan orang tua mereka pun menatap iri kepada Sierra. Sierra sudah cantik juga beruntung karena bisa dicintai oleh seorsng Arthur Edward, pria dengan sejuta pesonanya.


" Tapi aku seperti merasa tidak asing dengan kekasih tuan muda Arthur, dia terlihat seperti putri kandung tuan Daniel yang sedang ramai di perbincangkan, Sierra bukan.?" Ucap seorang gadis.


" Ah... iya benar, aku juga merasa tidak asing tapi, benar itu adalah Sierra.. rupanya dia sangat cantik, Astaga.. " Ucap Gadis lainnya.


" Kemari sayang.." Ucap Sahara.


"Mami, papi selamat ulang tahun pernikahan.. Semoga kalian  selalu langgeng dan bahagia." Ucap Sierra.


" Terimakasih sayang.. " Ucap Cornelius.


" Mi, pi, selamat ulang tahun pernikahan.." Ucap Arthur. Arthur lebih dulu memeluk Sahara, baru kemudian Cornelius.


" Akhirnya kamu mau bergabung kembali di saat saat seperti ini Son ( nak ), Papi selalu menunggu hari ini.. " Ucap Cornelius.


" Semua karena pawangnya pi, coba saja jika dia belum menemukan pawangnya, dia pasti masih selalu keras kepala dan tidak mau muncul di acara seperti ini." Ucap Sahara.


Benar, Arthur sama sekali tidak pernah bergabung lagi dengan acara ulang tahun kedua orang tuanya, tepatnya setelah kejadian saat usianya 12 tahun, ia menjadi anak yang begitu tertutup. Hanya ke tiga teman nya saja yang tahu keseharian Arthur, yakni Malvin, Tobiaz dan Sammy.


" Oiyah, mami mau mendengar Sierra memainkan sebuah lagu dengan piano. Sierra adalah bintangnya malam ini." Ucap Sahara.


" Mami, mana bisa begitu. Ini adalah acara ulang tahin pernikahan mami dan papi." Ucap Sierra.


" Mamimu benar nak, kamulah bintangnya malam ini." Ucap Cornelius.


Sierra sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Bagaimana bisa dia menjadi bintangnya sedangkan acara itu adalah acara ulang tahun pernikahan Sahara dan Cornelius.


Arthur menggandeng tangan Sierra dan berjalan menuju ke arah dimana ada sebuah piano disana.


" Duduklah, dan mainkan sebuah lagu yang romantis.. Aku akan menemanimu disini." Ucap Arthur dengan senyumnya.


Semua gadis disana sampai terpesona dengan senyum manis Arthur, tatapan matanya yang penuh cinta untuk Sierra, perlakuannya yang lembut juga hanya untuk Sierra seorang. Karena semua orang tahu betapa dinginnya seorang Arthur Edward, dengan phobianya terhadap wanita.


Banyak yang mencoba mendekati Arthur namun selalu berujung di permalukan. Jika tidak di tatap seolah menjijikan, Arthur akan mendorong  secara langsung wanita yang  mencoba mendekatinya.


" Astaga.. tatapan itu, benar benar tatapan cinta penuh ketulusan." Ucap seorang gadis disana.


Dan rupanya, selain di tatap kagum oleh semua orang, Sierra juga di tatap benci oleh beberapa gadis disana. Seperti Calista dan Carisa yang kini berdiri di tengah tengah ruangaan.


" Bagaimana bisa dia yang mendapatkan Arthur, aku sudah susah payah mencoba masuk ke restoran nyonya Edward untuk menarik perhatiannya tapi Sierra malah menerobos begitu saja." Ucap Calista dengan tatapan sinisnya.


"  CEO tidak menerima karyawan wanita selain aku, aku pikir dia menyukaiku tapi dia sangat sulit di dekati." Ucap Carisa juga dengan tatapan tajam.


" Dan lagi.. dimana ayah?? Sudah beberapa hari ayah tidak pulang, semua karyawan perusahaan benar benar kewalahan sekarang." Ucap Calista.


Kembali disisi Sierra dan Arthur, Sierra menekan tuts piano itu, dan jari jarinya mulai menari dengan lihai diatas tuts piano itu. Ia memainkan melodi yang begitu indah milik pianis terkenal dari negara Jepang , Yiruma.


Semua orang sampai terpukau dengan indahnya melodi yang Sierra mainkan saat ini, Sahara sampai meneteskan air matanya saking terharunya.


' Daniel, kau pasti menyesal telah menyia nyiakan berlian yang begitu berharga seperti putrimu ini. Dia tidak hanya cantik dia sangat baik dan bertalenta.' Batin Cornelius.


Dan benar saja.. Daniel yang saat ini hadir di tengah tengah acara itu tak kuasa menahan pedih hatinya, air matanya menetes begitu saja tanpa izin. Ia tidak lagi memiliki keberanian untuk mendekat pada Sierra.


" Tuan Daniel, gadis yang menjadi kekasih tuan muda Arthur itu.. apakah putrimu? Dia begitu mirip dengan wajah putrimu yang beredar di internet." Ucap Seorang tamu yang merupakan kolega kerja Cornelius dan Daniel juga.


Daniel langsung mengusap air matanya dan menatap Sierra sendu.. ' Ya, seharusnya kau bisa mengatakan dengan bangga dan lantang kepada dunia bahwa dia adalah putriku' Batin Daniel.


' Tapi sekarang.. apakah aku pantas mengakuinya menjadi putriku, apakah aku pantas menyandang status menjadi ayahnya.? Aku terlalu kejam padanya.' Batin Daniel lagi.


" Tuan Daniel.. apakah benar dia putrimu.?" Ucap orang itu lagi.


" Anda sangat beruntung tuan, bisa memiliki putri yang begitu cantik dan cerdas." Ucap pria itu lagi.


' Jika saja aku tidak begitu bodoh tenggelam dalam asumsiku sendiri, mungkin saat ini aku adalah ayah yang paling bahagia didunia.' Batin Daniel.


" Ya, saya permisi dulu tuan." Ucap Daniel lalu pergi dari sana.


Permainan piano Sierra telah usai, dan semua orang pun bertepuk tangan. Tiba tiba Arthur berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangannya kearah Sierra. Sierra pun menyambut tangan Arthur dan berdiri.


" Terimakasih sayang, mami sangat terharu. Awalnya mami ingin bermain denganmu, tapi mami merasa kalian begitu sempurna duduk bersama.. mami tidak ingin merusak keindahan." Ucap Sahara.


" Mami kenapa menangis.?" Tanya Sierra.


" Mami sangat terharu nak.." ucap Sahara lalu memeluk Sierra.


" Terimakasih mami." Ucap Sierra.


Acara ulang tahun pun berjalan dengan meriah, hingga sampailah di sesi pemotongan kue ulang tahun. Sahara memberikan kue pertamanya untuk Cornelius dan yang kedua untuk Sierra.


Sierra menatap bingung, mengapa kue kedua diberikan kepadanya.


Sierra menatap Arthur seakan bertanya, tetapi kemudian Arthur hanya mengangguk sambil tersenyum tanda memperbolehkan Sierra mengambil kue itu.


" Ambil sayang." Ucap Sahara.


" Terimakasih mami." Ucap Sierra.


" Makanlah.." Ucap Sahara antusias.


" Ah, iya.. " ucap Sierra.


Entah sengaja atau bagaimana Sahara hanya memberikan potongan kue sebesar satu suapan kepada Sierra. Sierra pun memasukkan kue itu kedalam mulutnya, namun saat ia hendak mengunyah, ia merasakan sesuatu benda keras befada didalam kue itu.


" Mm.. sepertinya ada sesuatu di kue ini." Ucap Sierra.


" Oiyah?? Coba keluarkan." Ucap Sahara sembari memberikan selembar tisue.


Sierra mengeluarkan hanya benda kerasnya saja dari mulutnya, dan terkejut saat melihat apa yang keluar.


" Cincin.??" Ucap Sierra bingung.


Sierra menatap Sahara, dan Sahara memberi kode Sierra untuk melihat kearah Arthur. Rupanya Arthur tengah berdiri dengsn gagahnya sambil membawa sebuket bunga mawar merah.


Sierra menutup mulutnya tidak percaya, bahkan tamu tamu disana pun ikut terkesima melihat adegan itu.


" Sierra Leona, aku Arthur Edward  meminangmu sebagai tunanganku, apakah kamu bersedia.?" Ucap Arthur.


Sahara menepuk kedua pindak Sierra dengan lembut lalu berkata..


" Kamu pantas bahagia nak, mulailah lembaran cerita baru dalam hidupmu bersama Arthur. Mami sangat berharap kalian bisa bersama sampai menikah nanti." Ucap Sahara.


Sierra menetskan air matanya, ia sangat terharu. Di kehidupannya yang sebelumnya ia sama sekali tidak mendapatkan sedikitpun cinta dan kasih sayang, tetapi dikehidupan ini.. ia menerima banyak cinta dan kasih sayang dari orang orang baik.


" Aku bersedia." Ucap Sierra.


Arthur tersenyum lalu memeluk Sierranya erat.


" Jangan menangis sayang.. aku sakit jika melihatmu menangis." Ucap Arthur.


" Aku menangis karena bahagia." Ucap Sierra sambil menangis tetapi tertawa.


" Mulai hari ini, kita resmi bertunangan.. kita akan cari hari dan tanggal yang bagus untuk menikah." Ucap Arthur, Sierra hanya mengangguk dan memeluk erat Arthur.


TO BE CONTINUED..