
Semua orang pun bertepuk tangan dengan ramai melihat keromantisan itu. Hari ini.. ada dua acara penting dalam wakru yang bersamaan.
" Bukankah kamu putri kandung tuan Daniel Leon yang sedang ramai di perbincangkan? Seirra Leona.??" ucap Calista tiba tiba.
Semua orang pun menutup mulutnya dan terkejut saat menyadari bahwa Sierra adalah putri Daniel Leon.
" Ah, iya benar.. Wajahnya mirip dengan foto yang beredar." ucap salah satu gadis disana.
" Bagaimana bisa kita tidak menyadari nama belakang mereka mirip. Leon dan Leona.. Astaga.." ucap gadia lain.
Calista tersenyum smirk, niatnya saat ini adalah untuk menjatuhkan nama baik Sierra, agar pertunangan antara Arthur dan Sierra batal.
Arthur menatap kearah Calista dengan pandangan tidak bisa di artikan. Calista yang merasa ditatap oleh Arthur semakin terbang saja, ia berpikir bahwa Arthur mungkin akan berterimakasih kepadanya karena sudah memberi tahu kebenaran.
" Tuan Cornelius, apakah anda merestui mereka? Sierra ini adalah putri yang disembunyikan oleh tuan Daniel Leon selama bertahun tahun. Takutnya... " Ucap seorang rekan kerja kepada Cornelius.
" Benar, apalagi sejak dulu tuan Daniel tidak pernah menunjukan sedikitpun kepada dunia bahwa ia memiliki seorang anak gadis lagi. Tuan Daniel hanya selalu menonjolkan kedua putrinya yang kriminal itu." ucap yang lain.
" Hahahaha..." Tawa Cornelius pecah.
Cornelius sungguh merasa lucu dengan semua orang disana, satu asumsi bisa memancing ribuan asumsi lain. Semua tamu sampai terkejut melihat Cornelius tertawa, pikir mereka mungkin Cornelius menertawakan Sierra.
" Tuan Cornelius, lebih baik anda pikirkan baik baik, tidak sembarang gadis bisa menjadi menantu anda kan? Bahkan jika dilihat dari status sosial nya, Sierra ini.. Tidak memiliki apapun." ucap rekan kerja Cornelius lagi.
" Lalu menurut anda putri anda adalah yang paling cocok dengan putraku? Begitu.?" Ucap Cornelius.
" Banyak gadis lain tuan, tapi jika tuan menunjuk putriku maka saya juga tidak keberatan, lagi pula putriku memang menyukai tuan muda Arthur." Ucap rekan kerja Cornelius lagi.
" Menjijikan." ucap Arthur angkat bicara.
" Hanya karena kabar tentang Sierra mencuat kalian berbondong bondong ingin menjatuhkan Sierraku? Apakah kalian pikir kalian pantas.?? Juga putri anda.. bahkan putri anda tidak akan sepadan jika di bandingkan dengan sehelai rambut Sierraku." Ucap Arthur lagi.
Sierra tersenyum mendapat pembelaan dsei Arthur, ia lebih senang lagi karena Arthur berulang kali menyebutnya sebagai Sierranya Arthur.
Sementara Calista dan Carisa semakin menatap musuh kearah Sierra, mereka tidak menyangka ruoanya Arthur masih saja membela Sierra.
" Aku menjadikan dia kekasihku dan tunanganku tentu bukan tanpa alasan. Aku tahu semua tentangnya, latar belakangnya, semuanya. Dia adalah gadis terbaik dari yang terbaik yang hadir dalam hidupku, aku mencintainya." Ucap Arthur tegas, dengan tatapan penuh cinta kepada Sierra.
" Dia adalah takdirku, Sierra ku, Cinta sejatiku. Jika kalian mengira bahwa Sierra yang mengejarku, kalian salah. Sejak awal bertemu dengannya pertama kali, aku yang lebih dulu Jatuh cinta kepadanya, dan aku yang mengejarnya." Ucap Arthur lagi.
Semua orang terkejut mendengar ucapan Arthur.. Tidak menyangka bahwa Arthur yang terkenal Phobia terhadap wanita justru mengejar Sierra yang hanya seorang anak yang tidak di anggap oleh Daniel.
" Kerja bagus nak." Ucap Cornelius bangga pada Arthur.
" Kalian dengar..? Putraku yang mengejar Sierra. Itu membuktikan bahwa Sierra lebih dari pantas untuk menjadi menantuku." Ucap Cornelius lagi dengan senyuman bangganya.
" Ya, dan lagi pula kami semua menyayanginya, tidak peduli dia siapa, yang kami tahu dia adalah gadis termanis, dan terbaik yang hadir di tengah keluarga kami sebagai perekat dan penghangat." Ucap Sahara.
Sahara maju dan memeluk Sierra dihadapan semua orang.
" Jangan sedih sayang, kamu tidak sendirian." ucap Sahara menghibur Sierra.
Semua orang pun terperanga kaget, tatkala mendengar Sierra memanggil Sahara sebagai mami.
' What the... Dia memanggil nyonya Edward dengan sebutan mami? Aku yang bertahun tahun dekat dengannya pun hanya boleh memanggilnya sebagai nyonya, dan marah ketika aku memanggilnya bibi. Tapi Sierra... Memanggilnya mami.?' Batin Calista emosi.
" Tapi bukankah tuan Daniel sudah membuat konferensi pers dan mengamui bahwa Sierra ini adalah putrinya? bahkan tuan Daniel juga menyebutkan bahwa Sierra adalah satu satunya putrinya." Ucap salah seorang lagi.
" Benar, tadi tuan Daniel juga ada disini, dan dia mengakui bahwa Sierra adalah putrinya dengan senyuman." Ucap pria yang sebelumnya berbicara kepada Daniel.
Sierra tentu terkejut mendengarnya, Daniel ada disana? Tapi memang tidak heran jika Daniel ada disana, karena bagaimanapun pasti Daniel adalah rekan kerja Cornelius.
" Sierra adalah korban.." Ucap Sunny.
Sunny datang menggunakan kursi rodanya, dan Jacob mendorong kursi roda itu dari belakang.
" Sierra bukan anak yang tidak di inginkan seperti yang kalian asumsikan. Siapa yang tidak menginginkan putri secantik dan sebaik Sierra. Aku bahkan sangat iri Sierra tidak lahir dari rahimku." Ucap Sunny.
" Bertahun tahun ia hidup menderita sendirian karena sebuah tuduhan. Ayahnya yang seharusnya menjaga dan menyayanginya malah mengucilkannya. Sierra begitu menderita tetapi ia tegar dan kuat, ia sama sekali tidak berkoar koar kepada siapapun bahwa dirinyalah yang adalah putri kandung tuan Daniel. Dia diam.. Hingga kebenaran terbuka. Jadi jika kalian bilang Sierra ini adalah putri yang tidak di inginkan, maka kalian salah.. " Ucap Sunny lagi.
Sunny begitu emosi saat melihat siaran langsung acara ulang tahun Cornelius yang dimana Sierra tengah di jatuhkan. Ia langsung meminta Jacob untuk mengantarnya ke kediaman besar Edward.
" Siapa anda nyonya.?" tanya pria yang sebelumnya menjelekan Sierra.
" Siapa saya itu tidak penting, tetapi disini saya menegaskan bahwa.. Sierra adalah korban, dan kalian semua tidak berhak menjelekan Sierra. " Ucap Sunny tegas.
Sierra tersenyum, satu lagi.. Ia mendapat satu lagi orang yang menyayanginya hingga rela maju menjadi pelindungnya. Sierra maju dan memeluk Sunny.
" Terimakasih sudah membelaku bibi." Ucap Sierra.
" Anak malang.. Kamu begitu menderita , masih juga menjadi ejekan orang. Bibi sangat emosi melihatnya." ucap Sunny.
" Sierra bisa mengatasinya bibi.." Ucap Sierra.
Sierra maju ke podium sendirian, ia berjalan dengan langkah elegan dan yakin.
" Aku Sierra Leona.. Jika kalian masih memiliki asumsi asumsi tidak jelas mengenai statusku, maka hari ini biar aku perjelas. Dulu aku memang tidak dianggap oleh ayahku, dan ya.. Aku anak yang dikucilkan karena aku dianggap sebagai pembunuh ibuku sendiri. Aku diam agar.. Aku bisa mendapatkan kembali kasih sayang ayahku, tetapi kemudian aku sadar.. Aku tidak membutuhkannya lagi." Ucap Sierra tanpa sedikitpun air mata yang keluar.
" Aku yang selalu di tolak ini memutuskan untuk tidak mengharapkan kasih sayangnya kembali, aku sudah menyerah. Dan aku juga sudah memutuskan hubungan antara ayah dan anak dengannya.. Jadi jika kalian bilang aku putri Daniel Leon, kalian salah.. Aku bukan putrinya lagi. Aku adalah Sierra Leona, putri ibuku, Sophia Adeline." Ucap Sierra lantang.
" Dan jika kalian masih meragukan Sierraku, maka kalian berhadapan denganku." Ucap Arthur yang menyusul naik keatas podium.
" Dan kami.." Ucap Cornelius yang menggenggam tangan Sahara.
Sierra tersenyum penuh haru, banyak yang memasang badan untuknya di kehidupan ini. Ia sangat bersukur atas apa yang Tuhan beri, tidak sia sia dirinya terlahir kembali.
" Terimakasih.." Ucap Sierra.
TO BE CONTINUED..