
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, Akhirnya Arthur telah sampai di negara C. Ia dan Malvin terlihat keluar dari bandara, dan Arthur terlihat langsung mengotak atik ponselnya untuk mengirimi istrinya pesan.
' Aku baru pergi, dan sudah sangat merindukannya. Dulu aku tidak begitu peduli dengan waktu, dan sekarang aku sangat ingin agar waktu cepat berlalu agar kembali bertemu dengan Sierraku.' Batin Arthur.
" Tuan, silahkan." Ucap Malvin.
" Terimakasih." Sahut Arthur.
Mereka menaiki mobil yang disediakan oleh anak perusahaan Arthur yang berada di negara C. Arthur dan Malvin pun pergi dari bandara menuju hotel yang akan Arthur tinggali sementara.
Tak lama Arthur sampai di hotel, dan telah di sambut oleh Manager anak perusahaan nya. Terlihat Arthur mengernyit melihat seorang wanita dengan pakaian yang super ketat, dan belahan dada sangat rendah.
" Halo, tuan.. Saya adalah Mei mei, manager baru di anak perusahaan tuan." Ujar perempuan bernama Mei mei itu.
Arthur sama sekali tidak menjabat uluran tangan Mei mei dan hanya menatap sekilas lalu ia langsung berkata dengan datar.
" Perusahaanku bukan untuk menjual diri, perbaiki cara berpakaianmu." Ucap Arthur datar.
Mei mei sampai kikuk sendiri, dia pikir bosnya seperti bos bos kebanyakan, yang terpikat dengan kemolekan tubuhnya. Dia tidak tahu bahwa Arthur ini lain dari yang lain.
" M- maaf tuan." Ucap Mei mei.
' Apa ini.. kenapa big bos malah tidak menyukai penampilanku, aku selalu berhasil menarik perhatian pria selama ini. Oh.. Apakah bos ku ini tipe tegas di luar dan ganas saat di ranjang?' Batin Mei mei tersenyum licik.
Arthur dan Malvin langsung melangkah pergi meninggalkan Mei mei yang masih diam di tempat sambil menunduk.
" Sejak kapan anak perusahaan menerima perempuan jenis itu?" Ucap Arthur pada Malvin.
" Maaf tuan, akan saya tanyakan dengan kepala divisi nanti." Ucap Malvin.
Hingga akhirnya sampailah mereka di depan pintu kamar yang akan Arthur tempati. Karena hari sudah malam, jadi ia juga ingin beristirahat. Malvin tinggal di kamar yang berada tepat di sebelah Arthur, tiba tiba Mei mei terlihat keluar dari lift dan menghampiri Malvin, sementara Arthur sudah masuk kedalam kamar.
" Asisten Malvin, apakah anda membutuhkan sesuatu? " Tanya Mei mei.
" Tidak, silahkan kau pulang saja." Ucap Malvin.
" Baik." Ucap Mei mei. Malvin pun masuk kedalam kamarnya.
' Ck, kita lihat saja.. Aku pasti akan menaklukan tuan Arthur. Aku tidak percaya dengan keindahan tubuhku aku tidak bisa menarik perhatian nya. Akan aku pastikan dia akan berakhir diatas tubuhku nanti. ' Batin Mei mei.
Ke esokan harinya..
Arthur tidak tidur semalaman, ia begadang agar bisa menyelesaikan semua tugas di sana dengan cepat. Tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ia pikir itu Malvin, jadi ia membuka pintu tanpa mengintip terlebih dahulu.
" Selamat pagi tuan." Ucap Mei mei.
Rupanya yang mengetuk pintu adalah Mei mei, ia membawakan segelas kopi dari cafe ternama untuk Arthur.
" Siapa yang menyuruhmu kemari?" Ucap Arthur datar.
" Ah, itu.. Saya pikir karena anda begitu sibuk, jadi saya berinisiatif membelikan anda kopi." Ujar Mei mei, sambil tersenyum manis.
" Saya sudah memiliki asisten saya sendiri, tidak perlu kau yang tidak ada kepentingannya intuk mengurusku." Ucap Arthur dengan wajah dingin nya.
Tiba tiba Mei mei maju selangkah mendekat kearah Arthur, dan mencoba menyentuh dada Arthur yang kini masih mengenakan kaos biasa. Dengan gerakan cepat, Arthur mendorong Mei mei hingga ia tersungkur di lantai.
" Akh!!" Mei mei kesakitan karena ia terkena kopi panas yang ia bawa tadi.
" Beraninya kau berbuat kurang ajar padaku, menjijikan." Ucap Arthur.
Dan disaat itu Malvin muncul dari lift, Malvin terkejut karena melihat ada Mei mei pagi pagi buta di depan kamar Arthur.
" Tuan, apa yang terjadi?" Tanya Malvin.
" Apa yang anda lakukan disini manager Mei mei?" Ucap Malvin.
" Saya hanya mengantarkan kopi untuk tuan Arthur dan tuan langsung mendorongku. " Ucap Mei mei.
" Tuan tidak mungkin mendorong perempuan, jika perempuan itu tidak melakukan hal yang salah. Saya heran pada anda, mengapa anda terus berada disini? " Ucap Malvin, dengan tatapan menyelidik.
" Saya hanya menyambut kedatangan Ceo dari perusahaan kita saja, sebagai manager dari anak perusahaan , tentu saya ingin melakukan yang terbaik untuk menyambut tuan." Ujar Mei mei.
" Dengan mengekspos bagian bagian tubuhmu? Biar saya beri tahu anda manager Mei mei, Tuan bukan pria seperti itu. Jika sampai anda masih melakukan hal yang sama, maka saya akan membuat anda di keluarkan dari perusahaan." Ujar Malvin.
' Sial! tidak bos, tidak asistennya.. keduanya sama sama dingin. Jangan jangan mereka belok. ' Batin Mei mei, kesal.
Mei mei bangun dari sana dan langsung pergi dengan keadaan basah dan kotor. Setelah itu, Malvin masuk kedalam kamar Arthur untuk membanru Arthur menyiapkan berkas.
Sementara itu, Di kamar Arthur.. Arthur sedang melakukan panggilan video dengan Sierra. Wajah keduanya terlihat saling merindukan, terlihat Sierra yang sedang duduk dan Hwan berada di belakang Sierra.
" Sayang, apakah kamu sudah makan? Kenapa pagi pagi kamu diluar bersama Hwan?" Ujar Arthur.
" Aku tidak bisa tidur semalam, biasanya kamu akan memelukku dan mengusap pumpkin's.. Aku tidak terbiasa tidur sendirian. " Ujar Sierra.
" Apakah pumpkin's nakal di dalam perut mommy?" Ucap Arthur.
" Pumpkin's tidak nakal, daddy.." Ucap Sierra.
Lalu terlihat Andra memberikan potongan buah untuk Sierra, dan segelas susu hamil.
" Baguslah, anak anak daddy sangat penurut. Hwan.. Jaga ibu, ya? Jangan biarkan siapapun menyakiti ibumu." Ucap Arthur.
Dan seakan mendengar, Hwan langsung mendengus sambil mengaum pelan. Arthur dan Sierra pun terkekeh mendengarnya.
" Kalau begitu sudah dulu ya, sayang? Aku harus menghadiri pertemuan, agar tugas disinj cepat selesai." Ucap Arthur.
" Ya, jangan lupa sarapan daddy." Ucap Sierra.
" Ya, sayang.. Jaga diri baik baik ya, aku matikan panggilannya." Ucap Arthur.
" Ya, bye daddy.." Ucap Sierra.
Arthur melambai, dan mematikan panggilannya. Setelah panggilan itu selesai, ia pun masuk kedala. Kamar mandi untuk bersiap diri, sementara Malvin menyiapkan semua berkas yang harus mereka bawa nanti.
Di kediaman Sierra..
Setelah panggilan berakhir, Sierra pun memakan buah yang Andra bawakan. Sambil sesekali memberikannya kepada Hwan, Hwan ruoanya menyukai melon yang Sierra makan. Mungkin karena rasanya yang manis.
" Nyonya, hari ini adalah jadwal anda memeriksakan kandungan. Apakah nyonya akan memeriksakannya sekarang atau menunggu tuan pulang?" Tanya Andra.
" Mm.. Tunggu suamiku pulang saja. Andra apakah kamu tahu di negara C itu seperti apa?" Tanya Sierra.
" Negara C? Sejujurnya saya belum pernah ditugaskan kesana nyonya. Tapi yang saya tahu, disana ada anak perusahaan tuan." Ucap Andra.
" Oh.. Andra, apa tugasmu di TITANES?" Ucap Sierra.
" Mmm.. itu.. Apakah nyonya bisa berjanji untuk tidak terkejut?" Ucap Andra.
" Saya sudah tahu Arthur ketua TITANES. Mafia itu berjalan di hal hal yang ilegal , jadi saya kurang lebih sudah tahu apa yang berkaitan dengan Mafia. " Ucap Sierra tenang.
"Sebenarnya saya bagian mengeksekusi, nyonya " Ucap Andra.
Sierra sedikit terkejut, mengeksekusi berarti membunuh. Tetapi Andra sama sekali tidak terlihat seperti seorang pembunuh, bahlan lebih seperti gadis normal pada umumnya.
TO BE CONTINUED. .