The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 89. Vian / Alden.


Sammy, Arthur dan Sierra telah berada di landasan helikopter. Sammy tidak menggunakan jubah dokternya lagi, itu adalah pemandangan baru bagi Sierra. Selama ini Sammy selalu muncul dengan jubah putih nya itu, tapi kali ini ia menggunakan pakaian serba hitam.


Sammy menggunakan celana hitam, dan kaos serta jaket hitam. Ia bahkan menggunakan kaca mata hitam. Benar benar serba hitam. Jika di lihat lihat lebih detail, Sammy ini mirip dengan aktor di drama romasa Korea.


" Sayang, apa kak Sammy akan menerbangkan Helikopter ini sendiri?" Tanya Sierra berbisik.


" Ya, dia akan melakukannya." Ucap Arthur.


" Kau meragukan kemampuan kakak iparmu, Sierra? " Ucap Sammy.


' Tajam sekali telinganya.' Batin Sierra.


" Hehe.. Karena aku pikir kakak hanya seorang Dokter. Aku bahkan baru pertama kali ini melihat kakak dengan pakaian lain, selain jubah dokter." Ucap Sierra dengan senyum tak enak nya.


" Bagaimana? apakah aku tampan?" Tanya Sammy.


" Kau mau terus membual samapi kapan?" Ucap Arthur kesal.


" Ish, hanya bercanda Ar, Astaga." Ucap Sammy.


" Sudah, ayo.. " Ucap Sammy mulai menaiki helikopternya.


Arthur membantu Sierra untuk naik keatas helikopter, lalu memasangkan semua alat pengaman pada Sierra. Lalu baru pada dirinya sendiri. Setelah semuanya Siap, Sammy pun menerbangkan helikopternya itu menuju ke Bali.


Sementara itu di kota K, tepatnya di rumah sakit. Daniel tengah memejamkan matanya sembari memijit keningnya. Sierra sudah di bawa kabur oleh Arthur, bahkan setelah susah payah ia menculik Sierra dari Arthur.


" Kita ke Jakarta, sekarang." Ucap Daniel.


" Baik tuan." Ucap Anak buah Daniel.


Daniel kembali ke kediamannya yang sudah di bersihkan oleh anak buah lainnya, Ia tidak menyangka hanya membawa pulang putrinya sendiri ia harus kehilangan banyak nyawa anak buahnya.


Anak buahnya yang tewas ia makamkan dengan layak di halaman belakang kediamnannya. Setelah itu Ia menyiapkan dirinya untuk kembali pindah ke Jakarta, ke kediamannya yang sebelumnya.


" Tuan, Helikopter yang membawa nona pergi berada di rumah sakit Jakarta." Ucap anak buah Daniel.


" Bagus, ayo kita terbang ke Jakarta." Ucap Daniel.


" Baik tuan." Ucap anak buah Daniel.


Di tempat lain, tepatnya kediaman Muyera.


PLAK!!


Suara tamparan begitu keras menggema.


"Bodoh!! Gara gara kau tidak ada disana, Arthur masuk ke kediaman Daniel. Dan mendapat informasi tentang keberadaan Sierra! Mengapa kau masih saja mempedulikan kekasihmu yang tidak berguna itu, huh!!" Teriak Bernard Muyera kepada Vian.


" Maaf." Ucap Vian.


" Maaf?? Kau pikir Maaf mu bisa membuat rencana berjalan sesuai alur, huh!! Bodoh!" Ucap Bernard.


" Tapi kenapa kau tidak membantu kekasihku juga? Aku sudah setuju untuk mengikuti rencanamu." Ucap Vian.


" Dengar!! Disini aku adalah atasanmu. Kau bukanlah putraku yang sesungguhnya, jadi jaga kata katamu. Kau tidak berada dalam posisi bisa tawar menawar denganku, Alden." Ucap Bernard emosi.


Alden, ya.. Pria yang menggunakan identitas Vian putra Bernard adalah Alden. Vian yang asli telah meninggal sekitar dua tahun yang lalu karena penyakitnya. Dan yang kini berada dihadapan Bernard adalah Alden.


" Jika sampai rencana balas dendamku tidak berhasil, jangan harap kau bisa melihat kekasihmu bebas!! Juga.. Jika sampai kau tidak berhasil membunuh Sierra, maka aku yang akan membunuh kasihmu, lalu dirimu." Ucap Bernard.


" Baik, aku mengerti." banya itu yang bisa Alden ucapkan. Dia sudah tak lagi memiliki apapun untuk melawan, jadi ia hanya bisa menurut.


" Sekarang pergilah, cari dimanapun Sierra berada. Jika kau sudah dapatkan dia, bawa saja dia menikah paksa denganmu, dengan begitu dia akan berada di bawah kendalimu, lalu bunuh dia. " Ucap Bernard.


' Ya, dengan Sierra berada di bawah kendaliku. Maka aku bisa menyiksa dia sepuas yang aku mau. Dia sudah membuat aku sebatang kara, bahkan dia menjebak Carine untuk mengakui siapa orang di belakang kami.' Batin Alden.


" Baik, Aku permisi." Ucap Alden.


Kebencian Alden semakin mendalam pada Sierra. Yang membantu Alden kabur dari penjara adalah Bernard, bukan Carol. Bernard mengunjungi Alden karena Bernard mengenal orang tua Alden, juga ia memiliki sebuah rencana yang membutuhkan bantuan Alden untuk menghancurkan Daniel Leon.


Bernard memiliki dendam terhadap Daniel dan keturunannya. Ia menemukan fakta baru bahwa yang membantai orang tuanya dulu rupanya adalah orang tua Daniel. Dan ia ingin agar tidak ada lagi darah anggota keluarga Leon di muka bumi.


Dia tidak mungkin membunuh Sierra jika Sierra masih dibawah perlindungan Arthur. Dia mengenal betul keluarga Edward, keluarga dengan kekuatan yang besar, bahkan ia tak bisa menyentuh bisnis kecil milik keluarga Edward, seakan ada yang melindunginya.


" Kalian membesarkan aku supaya aku menganggap bahwa kalian adalah pahlawanku. Aku bahkan sudah beranggapan begitu, tidak disangka.. Kalian adalah manusia berdarah dingin yang sebenarnya. Dendam ini.. Aku tidak akan melupakannya." Gumam Bernard, mengepalkan tangannya.


Disisi lain, Sierra, Arthur dan Sammy telah mendarat diatap sebuah bangunan Vila besar di tepi jurang. Vila itu benar benar berdiri kokoh sendirian. Tapi walau begitu, tempat itu sama sekali tidak menyeramkan. Bahkan pemandangan disana sangat indah.


" Ayo." Ucap Arthur.


Sierra turun di bantu oleh Arthur, dan melihat kesekelilingnya. Tempat yang begitu indah itu, dengan cahaya senja sore yang memanjakan mata. Sangat membuat hati menjadi bahagia melihatnya.


Mereka bertiga pun masuk kedalam Vila. Di dalam Vila itu kosong, tidak ada siapapun disana. Namun semua barangnya tampak tersusun rapi dan bersih. Sierra baru menyadari bahwa sejak di kediaman Sammy hingga di vila Sammy ini, ia tak melihat satupun pelayan.


' Apakah kak Sammy juga sama seperti Arthur? Tidak suka kediamannya banyak orang?' pikir Sierra.


" Kenapa kau membangun vila disini?" Tanya Arthur pada Sammy.


" Ekhem! Tidak apa apa, aku hanya ingin memiliki sebuah tempat nyaman untuk menenangkan diri saja. Bali adalah pilihan yang bagus, benar tidak Sierra?" Ucap Sammy.


" Ya, benar." Ucap Sierra.


" Apakah kau memiliki masalah?" Tanya Arthur.


" Aku ini dokter, masalah apa yang bisa terjadi padaku? Hanya saja beberapa kali aku sering merenung.. Apakah aku hanya akan terus bekerja, aku juga butuh seseorang yang bisa mencintaiku." Ucap Sammy terkekeh.


" Bukankah.."


" Aku tahu apa yang ingin kau ucapkan. Dulu aku terlalu mendedikasikan diriku untuk menjadi seorang dokter dan menentang keinginan keluarga, hingga melakukan hal itu. Tapi Ar.. bukankah setiap orang bebas memilih jalannya sendiri?" Ucap Sammy tersenyum.


" Daddy..." Ucap seorang anak laki laki berusia sekitar dua tahun yang di gendong oleh seorang wanita.


" Halo sayang nya daddy." Ucap Sammy kemudian menghampiri putranya dan mencium perempuan itu juga.


Arthur dan Sierra terkejut melihatnya, terlebih lagi Arthur. Yang Arthur tahu, Sammy telah melakukan steril atau vasektomi pada dirinya sendiri.laku dari mana datangnya anak kecil yang memanggilnya Daddy itu.


" Kenalkan sayang, dia temanku Arthur dan calon istrinya, Sierra." Ucap Sammy.


" Halo, saya Jane istri Sammy." Ucap Jane.


TO BE CONTINUED..