The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 68. RAHASIA KELAM


Daniel mengulurkan tangannya, ia hendak menyentuh pintu ruang rawat VVIP Sierra. Tetapi ia ragu, ia takut jika Sierra sudah sadar dan melihatnya.


' Maafkan ayah nak.. ' Batin Daniel.


Daniel menarik kembali tangannya, lalu berbalik dan pergi dari depan pintu masuk kamar itu. Ia tak memiliki keberanian untuk melihat Sierra, ia terlalu malu.


Daniel pergi dari sana tanpa kembali menoleh lagi ke ruangan Sierra, yang rupanya ada Malvin yang baru saja datang dan berdiri disana.


' Kenapa dia tidak jadi mengunjungi nona Sierra.?' Batin Malvin.


Malvin tak begitu mempermasalahkan nya, dan ia pun masuk kedalam ruangan rawat Sierra dimana ada Arthur disana.


" Ar, aku membawakan pakaian ganti mu." ucap Malvin tidak formal.


" Apakah bukti bukti sudah di kumpulkan? Aku ingin putri dari Ruslan itu jatuh sejatuh jatuhnya." Ucap Arthur.


" Sedang di kumpulkan, semakin banyak serangannya maka akan semakin cepat dia jatuh karena malu. Kau tahu, rupanya dia itu satu komplotan dengan Carine dan Hailey, sama sama pemakai, juga sering berhubungan bebas dengan pria di luar." Ucap Malvin.


" Buruk begitu mau membandingkan dirinya dengan Sierraku, tidak tahu diri." Ucap Arthur.


" Aku sudah mendapat cukup banyak bukti sebenarnya, tapi aku sedang menunggu bukti tentang satu hal penting, Calista adalah simpanan seseorang yang terkenal. Dan pastinya ini menguntungkanmu, dia salah satu musuhmu. " Ucap Malvin misterius.


" Bisa tidak jangan sok misterius begitu?? Kau mau aku hajar.?" Ucap Arthur.


" Baik.. baik.. Aku sudah mendapatkan data diri ayah kandung Carine, dan ya.. Anak buah berani mati itu berasal darinya. Calista adalah simpanan ayah kandung Carine. Bukankah musuh Sierra adalah musuhmu.?"


" Oh... Rupanya benar dugaanku. Lalu apa maksudmu dia terkenal.??" Tanya Arthur.


" Karena dia seorang aktor lawas yang berjaya pada masanya sebelum memutuskan menjadi pengusaha." Ucap Malvin.


Arthur manggut manggut, Aktor lawas yang cukup terkenal berarti semua orang dulu mengenalnya, jika tiba tiba ada kabar tentang keburukannya yang mencuat di publik, bukankah dunia industry akan di gemparkan dan akan sangat heboh..


" Kerja bagus.." Ucap Arthur mengacungkan jempolnya.


" Cih.. sudah beberapa hari ini aku sangat sibuk di perusahaan, apa kau sama sekali tidak memberiku hadiah.?" Ucap Malvin.


" Masih saja seperti bocah, minta hadiah.??" Ucap Arthur.


" Hemm.." Ucap Malvin sembari menaik turunkan alisnya.


Mereka ini bersama sejak kecil, bisa dibilang Arthur adalah kakak Malvin. Mereka berubah menjadi atasan dan bawahan hanya ketika jam jam kerja, tetapi jika di luar jam kerja dan hanya mereka berdua, maka mereka akan menjadi seperti sekarang.


" Hadiah apa.??" Ucap Arthur.


" Oh.. Aku melihat brand mobil ternama vaforitku meluncurkan produk barunya, bisakah kau memberiku satu untuk koleksi..?" Ucap Malvin antusias.


" Haih.. Mobil lagi.. " Gumam Arthur.


" Tapi bukan mobil yang ingin aku beli, motor.. " Ucap Malvin.


" Kau.?? Mau beli motor.?" Tanya Arthur.


" Ya, entah mengapa sering membawa motor Sierra membuatku merasa tampan." Ucap Malvin dengan wajah tengilnya.


" Ck.." Ucap Arthur hanya mencibir.


" Hei, aku sudah banyak berjasa lo.." Ucap Malvin.


Memang benar, tanpa Malvin maka ia tidak akan bisa sesantai itu mengurusi Sierra. Malvin sudah benar benar mengalami banyak kerepotan akhir akhir ini.


" Begitu baru atasan yang baik." Ucap Malvin.


" Aku melihat Daniel Leon di depan tadi, tapi dia tidak jadi masuk. Sepertinya dia takut Sierra sudah sadar." Ucap Malvin.


" Biarkan saja dia, hanya seorang ayah yang sedang merutuki kebodohannya karena menyia nyiakan putri kandungnya sendiri." Ucap Arthur.


" Oh.. Seperti judul saja." Ucap Malvin.


" Aku akan berganti pakaian, kau tunggu disini." Ucap Arthur.


" Siap boss." Ucap Malvin.


Arthur berjalan kekamar mandi, dan tak lama ia keluar lagi dengan pakaian santainya. Malvin masih setia menunggu disana sembari memakan buah buahan yang ia bawa sendiri.


" Sudah larut, kau tidak pulang.? " Tanya Arthur.


" Ck, sok perhatian.. Aku tahu niatmu adalah untuk mengusirku." Ucap Malvin.


" Jika tahu diri maka bagus." Ucap Arthur.


" Heih.. Manusia es satu ini. Tapi aku senang kau sudah tidak tertutup seperti dulu lagi, apa kau sudah melupakan kejadian itu.?" tanya Malvin.


" Aku tidak akan pernah lupa dengan kejadian itu, sampai kapanpun aku akan mencari orang itu." Ucap Arthur.


" Hanya saja setelah kehadiran Sierra aku sekaan memiliki semangat hidup, dia membawa cahaya untuk aku yang selalu di kegelapan." ucap Arthur menatap Sierra.


" Ya, aku menyadari itu.. Aku hanya berharap agar kau tidak lagi kembali dalam gelap.. Aku senang kau sudah bangkit sekarang." Ucap Malvin..


Ada kejadian yang membuat Arthur menjadi begitu dingin tak tersentuh, dimana ia harus menyaksikan kakaknya terbunuh dengan tragis. Arthur melihat kakaknya tewas tergeletak dengan banyak luka dan yang lebih menyayat hatinya adalah kakaknya juga di perkosa, karena menurut hasil auotopsi di bagian organ intim kakaknya terdapat luka juga bekas jejak ******.


Saat itu Arthur berusia 12 tahun, dan sang kakak berusia 17 tahun dimana ia sudah berada di bangku SMA saat itu.


Ayah dan ibunya juga begitu terpukul saat mengetahui putri mereka tewas dengan tragis.


Namun demi agar Arthur tidak terlalu larut dalam dukanya, Sahara dan Cornelius lebih dulu bangkit dan menghibur Arthur kecil. Tetapi Arthur justru menganggap bahwa kedua orang tuanya itu tidak sedih atas kematian sang kakak, itulah sebabnya ia meninggalkan rumah dan tinggal sendiri.


Bertahun tahun Arthur mencari pelaku pembunuh dan pemerkosa kakaknya, sampai ia membentuk sebuah kelompok mafia, tetapi masih nihil. Pelakunya masih bebas berkeliaran di luar sana.


Lambat laun Arthur mengerti mengapa dulu orang tuanya tidak terlihat sedih, itu agar Arthur tidak terus terusan bersedih karena Arthur begitu dekat dan menyayangi sang kakak semasa hidupnya.


" Aku tidak akan kembali ke kegelapan, selama ada Sierra di sampingku." Ucap Arthur.


" Aku mengerti.. Beristirahatlah. Aku menempatkan banyak anak buah kita di sekitar sini, ada juga 5 di depan pintu. Aku pastikan besok kau akan tersenyum ketika melihat layar ponselmu." Ucap Malvin.


" Semoga aku benar benar tersenyum besok." Ucap Arthur.


" Aku pergi dulu.." Ucap Malvin, dan perhi dari rusngsn Sierra.


" Aku sangat menyesal meninggalkanmu sendirian sayang, jika aku tahu akan ada kejadian begini, aku tidak akan pergi selangkah pun darimu. Maafkan aku, dan tolong cepatlah sadar. Aku merindukan suaramu." Ucap Arthur sambil menciumi tangan Sierra.


Arthur merebahkan kepalanya di sisi ranjang dengan posisi dia duduk di kursi, sementara tangannya menggenggam tangan Sierra erat.


" Aku mencintaimu Sierra." ucap Arthur.


Setelah mengatskan itu, Arthur pun memejamkan matanya dan ikut pergi kealam mimpi..


TO BE CONTINUED.