The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 76. Khawatir.


Arthur terkejut karena Sierra tiba tiba memeluknya, meskipun ia senang karena Sierra berinisiatif memeluknya, tapi ia tidak pernah menyangka bahwa Sierra akan melalukannya dihadapan Sahara dan Julia.


" Sayang kamu kenapa?" Tanya Arthur.


" Arthur, kamu pergi tidak mengabari nya lagi sepanjang hari ini. Tenu saja Sierra sangat khawatir." Ucap Sahara.


" Kamu mengapa tidak mengabariku?" Tanya Sierra.


" Maaf sayang, aku hanya tidak ingin mengganggu konsentrasimu menemui designer. Apakah sudah selesai?" Tanya Arthur.


" Ya, sudah selesai. Ucap Sierra lalu melepas pelukannya.


" Karena kalian sudah kembali, kita langsung saja makan malam. Papi sudsh sangat kelaparan." Ucap Cornelius dengan kekehannya.


" Astaga! Kenapa papi tidak membeli makanan diluar terlebih dahulu? Ayo ayo kita makan malam." Ucap Sahara.


Mereka pun berjalan menuju meja makan. Arthur memperlakukan Sierra sangat manis, hingga Sahara yang melihatnya begitu gemas pada pasangan muda itu.


Sesi makan malam pun berakhir, Cornelius pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri sedangkan Sahara menemani Arthur dan Sierra di ruang tengah.


" Kenapa kalian tidak menginap saja? Ini sudsh sangat larut malam." Ucap Sahara.


" Tidsk bisa mi, Sierra harus beristirahat dengan baik." Ucap Arthur.


" Memangnya di rumah mami Sierra tidak bisa beristirahat dengan baik? Alasan!" Ucap Sahara.


" Sayang, kamu mau menginap disini?" Tanya Arthur. DanSierra mengangguk antusias.


" Aku mau, aku ingin merasakan tidur di rumah masakecilmu." Ucap Sierra.


" Baiklah, kalau begitu kita menginap." Ucap Arthur.


" Tidurlah dikamarmu Ar, kamu sudah sangat lama tidak tidur di kamarmu." Ucap Sahara.


" Ya, mi." Sahut Arthur singkat.


" Kalau begitu beristirahatlah, mami juga akan beristirahat." Ucap Sahara.


" Selamat malam mi." Ucap Sierra.


" Malam sayang, mami sudah siapkan pakaian ganti untukmu di lemari Arthur, kamu bisa memakainya." Ucap Sahara.


" Terimakasih mi." Ucap Sierra.


" Sama sama sayang, mami istirahat dulu." Ucap Sahara, dan Sierra mengangguk.


" Ayo.." Ucap Arthur.


" Kemana?" Tanya Sierra.


" Kekamar, sayang. Kamu harus beristirahat." Ucap Arthur.


" Oh, iya.. " Ucap Sierra.


Mereka pun menaiki lantai dua dan menuju ke kamar Arthur.


CKLEK.!


Pintu kamar terbuka. Hal pertama yang menyambut mereka adalah kesunyian. Kamar Arthur begitu sunyi walau semua barang disana tertata dengan rapi, tapi tak ada satupun hiasan di dinding kecuali sebuah lukisan punggung seorang anak laki laki.


" Kamarmu benar benar mencerminkan dirimu." Ucap Sierra.


" Ya, mau bagaimana lagi. Hidupku begitu gelap sebelumnya. Jika kamu mau kamu bisa mengubahnya menjadi apa yang kamu mau sayang." Ucap Arthur.


" Tidak perlu, begini juga bagus. Sangat rapi." Ucap Sierra.


" Kamu bersihkan dulu dirimu, nanti setelah kamu selesai baru aku." Ucap Arthur.


" Ya." Ucap Sierra.


Sezuai perkataan Sahara, saat Sierra membuka lemari Arthur sudah terjejer banyak pakaian wanita seukuran Sierra disana.


" Mami benar benar menyiapkan semuanya." Gumam Sierra.


Sierra mengambil satu set pakaian, lalu ia masuk kedalam kamar mandi.


Sementara itu, Arthur kini tengah sibuk dengan ponselnya. Saking sibuknya dia sampai tak menyadari bahwa Sierra telah selesai mandi. Saat mendengar suara mesin pengering rambut barulah Arthur menghentikan aktifitas dengan ponselnya.


" Kamu sudah selesai sayang?" Ucap Arthur yang berjalan menghampiri Sierra.


" Ya, kamu terlihat sangat sibuk sekali." Ucap Sierra .


Arthur mengambil mesin pengering rambut dari tangan Sierra, lalu dirinya yang mengeringkan rambut Sierra. Sierra menatap Arthur dari cermin, ia merasa dirinya sangat beruntung karena memiliki Arthur yang walau sesibuk apapun ia tetap bisa memprioritaskan dirinya.


" Kamu kenapa tersenyum senyum begitu? " Ucap Arthur.


" Hanya mengagumi calon suamiku." Ucap Sierra.


Arthur tersenyum mendengarnya, setelah beberapa saat ia akhirnya selesai mengeringkan rambut Sierra. Arthur mengecup pucuk kepala Sierra lalu beralih ke kening, hidung, dan berakhir di bibir.


Cukup lama mereka berciuman dengan posisi Sierra menengadah keatas, dan Arthur menunduk kebawah.


" Aku mandi dulu, jika kamu mengantuk kamu boleh tidur duluan." Ucap Arthur.


" Emh, ya." Ucap Sierra.


Arthur pun melangkah pergi meninggalkan Sierra ke kamar mandi.


Sierra yang belum mengantuk pun lebih memilih untuk melihat lihat televisi.


" Apakah aku ketinggalan Drama Vampire 2022 itu. Pasti sekaraang sidah banyak episode yang terlewat." Ucap Sierra.


Sierra menyalakan TV nya dan mulai menonton, Entah mengapa Sierra merasa pemeran pria yang bernama Estter itu sedikit mirip dengan Arthur, bahkan sikap dinginnya pun sama.


" Uh.. kaapan ingatan dia kembali, aku penasaran jadinya." Gumam Estelle.


Sierra menonton tv begitu seriusnya sampai tak menyadari kehadiran Arthur disana. Arthur duduk di sebelah Sierra dan menatap Sierra lamat lamat. Sierra yang sedang sangat fokus pada drama yang di tontonnya itu begitu lucu.


Tetapi Saat Arthur melihat drama apa yang di tonton Sierra, ia menjadi kesal sendiri. Sierra tengah menonton pria pria di drama dengan begitu serius.


" Ekhem!" Dehem Arthur.


" Sayang, kamu sudah selesai? " Tanya Sierra.


" Ya, ayo tidur." Ucap Arthur sambil merentangakan kedua tangannya.


" Sayang, kamu kan pernah berjanji untuk menonton drama ini bersama, Sekarang ayo kita menonton." Ajak Sierra.


" Sayang.. Ini sudsh malam, kamu juga harus beristirahat." Ucap Arthur.


" Sayang.." Rengek Sierra.


" Jika kamu sudah benar benar sembuh, kita bisa menontonnya." Ucap Arthur.


Padahal sebenarnya Arthur cemburu karena Sierra menatap pemeran pria drama itu dengan begitu fokus.


" Baiklah.." Ucap Sierra akhirnya menurut.


" Matikan tv nya, lalu kemari." Ucap Arthur.


Sierra menurut, ia akan mematikan tv nya tetapi tiba tiba sebuah iklan darurat muncul di layar tv.


" Selamat malam, saya kapten Tobiaz Wiliam ingin menyampaikan kabar buruk. Salah satu tahanan kami bernama Alden Michael telah melarikan diri sekitar jam 8 malam tadi. Apa bila anda melihatnya tolong segera hubungi kepolisian, karena dia kini menjadi buronan!. Ini adalah foto dari Alden Michael, ingat!! Jika anda melihatmya, tolong segera hubungi kepolisian. Terimaksih untuk waktunya, saya Tobiaz Wiliam, selamat malam."


DEG..


" Arthur.." Gumam Sierra.


" Tidak apa apa, kemari. Matikan tv nya dan tidur." Ucap Arthur tetap tenang.


" Tapi Alden melarikan diri, bagaimana bisa kamu tetap tenang?" Ucap Sierra.


Arthur bangun dari posisinya lalu mengampiri Sierra dan memeluknya.


" Jangan takut sayang, kamu lupa aku ini siapa? Aku adalah Arthur sekaligus Lucifer. Aku juga kekasihmu, tunanganmu, calon suamimu, kamu tidak sendirian. Di dunia ini tidak akan ada yang menyakitimu lagi, aku berjanji sayang. Sekarang kamu butuh tidur, butuh istirahat. Lukamu akan terbuka lagi jika kamu emotional, patuh ya.." Ucap Arthur.


Sierra mengangguk, ia mencoba mengendalikan dirinya agar tetap tenang. Arthur benar, dia tidak sendirian sekarang, juga lukanya tidak akan sembuh jika dia emosional.


" Sudah, ayo tidur." Ucap Arthur.


Arthur membawa Sierra kedalam pelukannya, ia mengusap punggung Sierra dan menciumi kening Sierra.


Setelah beberapa saat, terdengar nafas yang teratur dari Sierra, menandakan dia sudah pergi kealam mimpinya.


Perlahan, Arthur mengambil ponselnya lalu mengirimi Malvin sebuah pesan teks. Ia menyuruh Malvin agar anak buah mereka untuk ikut mencari keberadaan alden, juga menjaga kediaman Arthur, dan Cornelius. Ia juga mengatakan untuk menempatkan penjaga kemanapun Sierra pergi, secara diam diam.


' Tidak akan aku biarkan, mereka yang pernah menyakitimu hidup dengan damai! Kemanapun Alden pergi, aku akan menagkapnya kembali. Jika dia tidak bisa dihukum oleh hukum negara, maka biar hukumku yang mengadilinya.' Batin Arthur sambil mengecup kening Sierra.


TO BE CONTINUED..