
Arthur dan Cornelius sudah sampai di kediaman Cornelius, rupanya Sierra sedang tidur di kamar Arthur karena kelelahan duduk.
Arthur pun masuk kedalam kamarnya, dan melihat istrinya itu tidur dengan posisi yang nyaman. Arthur mencium kepala Sierra dengan sayang, dan mengusap perut Sierra.
Arthur berdiri dan menatap lukisan punggung anak laki laki yang berada di kamarnya.
' Kak, aku sudah menangkap penjahat yang telah membunuhmu dan melakukan hal keji padamu. Aku bahkan telah memberinya hal yang lebih keji dari apa yang dia lakukan padamu. Kakak bisa beristirahat dengan damai sekarang.' Batin Arthur.
Arthur berbalik badan dan menatap wajah lelap Sierra dengan tersenyum.
' Kakak lihat? Aku menemukan seseorang yang bisa membuatku begitu cinta mati padanya. Aku yang phobia perempuan ini, bisa begitu nyaman bersamanya. Aku sudah bahagia kak, aku bahkan akan memiliki anak anak yang lucu nanti.'
' Bahagialah disana kak, dan doakan aku disini. Agar aku bisa menjalani hidup selalu bahagia bersama keluarga kecilku.' Batin Arthur.
Akhirnya Arthur merebahkan dirinya di belakang Sierra dan memeluk Sierra yang sedang tertidur, dari belakang. Ia pun ikut terpejam menyusul Sierra ke alam mimpi.
Malam harinya, Arthur dan Sierra memutuskan untuk pulang setelah makan malam. Dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
" Sayang, kamu diam saja sejak tadi.. ada apa?" Ucap Arthur pada Sierra .
" Aku tidak apa apa, hanya sedang berpikir.. Siapa Mei mei?" Ucap Sierra.
" Mei mei??" Tanya Arthur lagi.
" Hm.. Saat kamu pergi dengan papi, kamu meninggalkan ponselmu. Lalu ada panggilan masuk, dan nomor itu tidak memiliki nama disana. Aku angkat karena aku pikir mungkin itu penting, tapi ternyata itu adalah suara wanita, dan wanita itu menyebut dirinya sebagai Mei mei." Ujar Sierra.
Arthur terlihat berpikir, ia mengingat ingat, siapa Mei mei itu. Hingga akhirnya ia mengingat wanita menjijikan yang berada di negara C.
" Oh, aku ingat.. dia adalah manager baru anak perusahaanku di negara C. Apakah dia mengatakan sesuatu padamu, sayang?" Tanya Arthur.
" Ya, dia mengatakan bahwa dia merindukan CEO nya. Dengan nada sangat manja yang di buat buat. Halo.. CEO, apa kabar, saya Mei mei maaf karena tidak mengantar kepulangan anda. " Ujar Sierra menirukan gaya bicara Mei mei. Dan semakin di ingat Sierra semakin kesal.
Arthur terkekeh mendengar istrinya yang berceloteh menirukan gaya bicara Mei mei. Apalagi dengan wajahnya yang di tekuk dan bibir yang manyun. Sierra terlihat seperti anak kecil yang merajuk.
" Kamu tertawa? Jahat sekali. Kamu di negara C tidur di hotel atau di kantor?" Ucap Sierra.
" Hotel sayang, dan ada Malvin juga di sana. Kamar Malvin berada tepat di sebelah kamarku." Ucap Arthur masih terkekeh.
" Lalu, kenapa ada Mei mei ini?" Ujar Sierra semakin kesal.
" Aku juga tidak tahu, tiba tiba di pintu masuk hotel aku disambut olehnya." Ujar Arthur jujur.
" Kamu tidak macam macam kan?" Ucap Sierra sedikit berkaca kaca.
Arthur melihat istrinya yang hampir menangis itu akhirnya menepikan mobilnya di pinggir jalan. Arthur menyentuh kedua tangan Sierra dan menggenggamnya.
" Sayang, di dunia ini.. Orang yang paling aku cintai, adalah kamu. Kamu adalah hidupku. Aku tidak akan pernah menduakan kamu, dan bukankah kamu tahu aku ini phobia dengan perempuan selain kamu?" Ujar Arthur, dengan nada sangat lembut agar tidak semakin membuat Sierra menangis.
" Kamu tidak bohong kan?" Ucap Sierra, dan Arthur menggeleng.
" Tidak sayang, aku hanya milikmu seorang." Ucap Arthur, lalu membawa Sierra kedalam pelukannya.
" Jangan menangis, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu, sayang." Ucap Arthur.
" Aku takut kamu meninggalkan aku." Ucap Sierra.
" Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Bahkan jika Tuhan sudah menentukan kematian, aku akan meminta agar aku mati lebih dulu dari pada kamu. Karena aku tidak akan sanggup kehilanganmu, dan hidup tanpamu." Ucap Arthur, sambil mengusap usap punggung Sierra.
" Kiks.. Hiks.. Hiks.. Huuaa.."
Sierra justru semakin kencang menangis, ibu hamil memang sangat sensitif dengan hal hal kecil. Emosi mereka cenderung tidak stabil hingga sangat mudah berubah ubah.
" Sssstt.. Sayang, kok malah semakin kencang." Ucap Arthur panik.
" Kamu bilang kamu ingin mati lebih dulu, lalu bagaimana denganku? Aku dengan siapa jika kamu mati lebih dulu? Aku juga tidak mau hidup sendirian jika tidak ada kamu." Ujar Sierra terisak.
' Aduh, aku salah bicara..' Batin Arthur.
" Itu hanya perumpamaan sayang.. Kamu akan membesarkan anak anak kita nantinya." Ujar Arthur.
" Tidak boleh! Kamu dan aku akan hidup bersama sampai tua, dan membesarkan anak anak kita bersama sama. " Ujar Sierra.
" Ya, sayang.. Kita aksn hidup bersama, dan menua bersama." Ujar Arthur, akhirnya.
Mereka berpelukan cukup lama, dan Akhirnya setelah setengah jam, Sierra pun tenang.
" Kamu sudah baik baik saja?" Tanya Arrhur, sambil merapihkan rambut Sierra.
" Hmm.. Berikan aku ponselmu." Ujar Sierra.
Arthur menurut saja, ia memberikan ponselnya pada Sierra. Terlihat Sierra mengotak atik ponsel Arthur dan sepertinya ia melakukan panggilan.
" Halo, CEO akhirnya anda menghubungiku.." Ucap sebuah suara perempuan.
" Dengar bibi, jangan ganggu suamiku! Beraninya kau menggodanya, dia sudah menikah denganku, dan saat ini aku sedang mengandung anaknya. Bisa tidak jadi perempuan itu jangan gatal!? Sekali lagi kau menghubungi suamiku, aku pecat kau dari pekerjaanmu." Ucap Sierra marah marah.
Tubuh Arthur sampai bergetar hebat karena menahan tawanya. Bahkan hidungnya sampai kembang kempis melihat aksi istrinya melabrak Mei mei.
" Jadilah perempuan terhormat, kau dengar itu? Jika dengar maka telingamu berfungsi dengan baik." Ujar Sierra dan mematikan panggilannya.
Arthur langsung terbahak setelah panggilan itu diakhiri. Kemudian Arthur mengacungkan dua jempolnya pada Sierra.
" Bagus sayang.." Ucap Arthur.
" Fiuhh.. Ayo sayang, kita pulang. Aku sudah lapar." Ujar Sierra.
" Siap mommy.." Ucap Arthur sambil mengusap perut Sierra.
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Sepanjang jalan itu, Arthur masih saja terngiang ngiang oleh aksi Sierra tadi.
Sementara di belahan negara lain..
Mei mei mengamuk. Dia sudah menargetkan Arthur sebagai target selanjutnya. Dan ia berharap akan bisa memiliki Arthur, dan menikah dengannya. Tapi dia di hantam kenyataan, bahwa Arthur rupanya sudah menikah bahkan istrinya sudah hamil.
" Bagaimana bisa aku tidak tahu bahwa tuan Arthur sudah menikah! Aku ketingalan satu langkah rupanya tsk!! " Geram Mei mei.
Cklek!
pintu terbuka, dan terlihat pria tua buncit masuk kedalam ruangan Mei mei dan langsung mengunci pintu itu.
" Sayang, aku merindukanmu." Ucap Mei mei.
" Oh, ya? Kamu tidak pernah datang keruanganku, padahal aku juga merindukanmu." Ujar pria buncit itu, sambil tangan nya nakal.
" Pekerjaan ku banyak, sayang. Lagi pula kamu bisa datang kemari.. " Ucap Mei mei.
" Ayo, aku merindukanmu." Ucap pria buncit itu.
" Disini?" Ujar Mei mei.
" Ya, tidak akan ada yang masuk." Ucap pria itu.
Akhirnya mau tidak mau Mei mei menurutinya, ia melakukan tugas sampingannya itu seperti biasanya.
' Jika saja aku berhasil merayu CEO, maka aku tidak akan selalu begini. Hampir tiap hari melayani pria ini, aku sudah bosan dengan pria bau tanah. ' Batin mei mei.
Kembali ke tanah air..
Sierra dan Arthur sudah sampai dirumah, dan Arthur langsung membantu Sierra berganti pakaian. Setelah selesai, ia pun duduk di ranjang.
" Mommy mau camilan malam apa?" Tanya Arthur.
" Mmm.. buah saja." Ucap Sierra.
" Baik, tunggu disini. Aku akan ambilkan buah dan susu untuk pumpkin's. " Ujar Arthur.
Arthur pun turun, saat ia sedang membuat susu, ponselnya bergetar dan ada sebuah pesan video yang masuk. Video itu adalah Video Carol yang di siksa dan bermain dengan tiga pria besar secara bergantian.
" Bukankah kau penyuka sesama janis? Nikmatilah, aku harap kau merasakan sakit yang kakak ku alami." Gumamnya, lalu menghapus Video itu. Ia tidak mau Sierra melihatnya nanti.
TO BE CONTINUED..