
Ke esokan harinya..
Seluruh stasiun tv tengah menyiarkan kabar yang di tunggu tunggu oleh semua orang, yaitu persidangan akhir Hailey. Bahkan banyak wartawan yang meliput persidangan itu, mengingat Hailey dikenal sebagai putri dari seorang Daniel Leon.
Berita tentang Sierra yang mengakui kabar yang beredar bahwa dirinya adalah putri kandung Daniel juga masih ramai di perbincangkan. Karena baik dari pihak Daniel ataupun Sierra, sangat sulit di temui atau sekedar untuk mengklarifikasi kabar itu.
Hailey sendiri didalam sel tahanan, tidak ada lagi yang mengunjunginya selama beberapa hari itu. Baik Daniel atau Julia, tidak ada satupun yang datang. Hailey tentu saja tidak tahu menahu keadaan atau berita di luaran sana. Yang ia tahu bahwa Carine sudah resmi di tahan selama 3 tahun penjara.
' Kenapa ibu dan ayah tidak datang? Apa mereka terlalu malu melihat aku di persidangan.?' Batin Hailey.
Saat ini Hailey tengah berada diruang sidang, Hailey mencari keberadaan Julia dan Daniel. Namun tak ada satupun dari mereka yang hadir disana.
Hailey tampak begitu kacau, wajah lesu, murung, dan terlihat semakin sangat kurus dari terakhir kali ia di jenguk oleh Julia.
Dan persidangan pun berjalan, karena tidak ada satupun yang bisa menjadi pengacara Hailey, Hailey tidak bisa membuat pembelaan apapun. Ia hanya diam menunggu keputusan hakim, dan setelah beberapa jam persidangan akhirnya hakim memutuskan bahwa Hailey di kenai hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati..
TOK! TOK! TOK!
Tiga kali ketukan palu dari ketua hakim membuat air mata Hailey menetes. Ia tak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah. Wajahnya menunjukan ketidak berdayaan nya, wajah yang selama ini selalu terangkat tinggi menyandang status putri Daniel Leon, kini pudar.
' Akhirnya kau menuai apa yang kau tanam Hailey. Di kehidupan lalu kau membuatku menjalani hukuman mati, di kehidupan ini.. Kau membayarnya. Lihatlah Hailey, bukankah Tuhan maha adil.? ' Batin Sierra bermonolog.
Sierra rupanya hadir disana, ia menggunakan dress putih selutut dengan masker diwajahnya. Sierra ingin melihat langsung bagaimana berjalannya sidang, lebih tepatnya ia ingin melihat secara langsung wajah frustasi Hailey saat Hailey dikenai hukuman mati.
Hailey pun di bawa pergi oleh pihak polisi, dan tiga hari mendatang, Hailey akan menjalani hukuman matinya.
Sierra bangun dari duduknya setelah sidang berakhir, ia keluar dari gedung itu lalu memasuki mobil dimana sudah ada Arthur didalamnya.
" Bagaimana.?" Ucap Arthur sambil membenarkan rambut Sierra yang sebelumnya berantakan karena tertiup angin.
Tidak menjawab pertanyaan Arthur, Sierra justru berhambur kepelukan Arthur.
" Ada apa hum?" Ucap Arthur sembari mengusap kepala Sierra dengan sayang.
" Akhirnya dia mendapat hukumannya." Ucap Sierra lirih.
Arthur tidak mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Sierra, Entah seberapa banyak penderitaan yang ia jalani selama ini, hingga Sierra sangat ingin Carine dan Hailey dihukum berat.
" Kamu sudah tenang sekarang.?" Ucap Arthur.
Sierra mengangguk, lalu menatap Arthur.
" Bisakah kamu mengantarku ke sel tahanan Carine.?" Tanya Sierra.
" Baik.. apapun maumu, katakan itu padaku. Aku senang kamu mengandalkan aku." Ucap Arthur.
Sierra memeluk erat Arthur, sebagai tanda bahwa ia sangat berterimakasih kepada Arthur.
" Ke kantor polisi pusat." Ucap Arthur kepada sopirnya. Kali ini ia tidak bersama Malvin, karena Malvin tengah menghandel pertemuan pertemuan yang seharusnya Arthur lakukan hari ini.
" Baik tuan muda." Ucap sopir itu.
Mobiloun berjalan, sepanjang perjalanan itu, Sierra tidak melepaskan pelukannya dari Arthur. Arthur pun tersenyum senang, karena sejak Sierra mengutarakan perasaannya semalam, Sierra jadi lebih berani mengekspresikan perasaannya kepada Arthur.
Seperti saat ini, Sierra hanya memeluk Arthur sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya ia sampai di kantor polisi pusat.
" Nona Sierra, kamu datang.?" Ucap Tobiaz.
" Baik, Bawa nona ini mengunjungi tahanan nomor 601." Ucap Tobiaz.
" Baik kapten." Ucap seorang polisi lainnya.
KLANG.! Bunyi pintu sel penjara, bunyinya mengingatkan Sierra dengan kehidupannya yang sebelumnya, dimana ia juga pernah duduk dan menunggu dengan harapan ayahnya akan datang menjenguk, namun nyatanya hingga ia mati pun Daniel tidak pernah datang.
" Mau apa kau kemari.?" Ucap Carine yang menyadarkan lamunan Sierra.
" Kau terlihat sangat.. kurus Carine. Bagaimana kabarmu?" Ucap Sierra.
" Kau mau sesumbar apa.? Nyatanya hidupmu pun tidak pernah bisa bahagia." Ucap Carine mengejek.
" Oh, iya kah?? Apakah kau sudah mendengar kabar terbaru tentang ayahku dan ibumu yang akan bercerai sebentar lagi.?" Ucap Sierra.
DEG.! Carine terkejut, memang baik Julia dan Daniel, tidak ada yang mengunjunginya selama semingguan ini.
" Kau mengakuinya sebagai ayahmu? Kau tidak malu kah? Kau bahkan tidak dianggap olehnya." Ucap Carine masih sombong.
" Dianggap atau tidak nyatanya dia ayahku, aku memang memutuskan hubungan ayah dan anak dengannya, tetapi tidak menghapus kenyataan bahwa aku ada didunia karena dirinya." Ucap Sierra.
" Untuk apa kau datang kemari.?" Ucap Carine saking kesalnya. Carine kesal lantaran sekarang Sierra selalu bisa melawan ucapannya.
" Memberitahumu bahwa saudarimu akan dihukum mati, tiga hari lagi." Ucap Sierra dengan wajah puas.
Carine terkejut, kali ini ia lebih sangat terkejut. Ia sudah meminta kepada ayah kandungnya untuk membantu Hailey, tetapi mengapa Hailey malah dijatuhi hukuman mati.
" Kau bohong." Ucap Carine.
" Untuka apa aku bohong padamu, semua yang aku katakan tidak pernah sekalipun ada kebohongan didalamnya. Bukankah kalian yang melatihku untuk selalu berucap terus terang sata aku masih menjadi Sierra yang bodoh.?" Ucap Sierra.
" Tidak mungkin.." Gumam Carine.
" Untuk apa kau bersedih, toh Hailey bukan saudari kandungmu." Ucap Sierra.
" Apa maksudmu.??" Ucap Carine tidak mengerti.
" Ibumu, Julia.. Hanya seorang wanita penggoda di club malam. Dan kau.. Adalah hasilnya. Ck.. ck.. Miris. Kau sesumbar dengan kesombongan mengatakan dirimu putri seoarang Daniel Leon keseluruh dunia, nyatanya kau hanya anak haram." Ucap Sierra.
" Aku bukan anak haram, kau.. kau pembunuh ibumu." Ucap Carine.
" Kau mau membuat aku kehilangan akal dengan kata pembunuh itu lagi? Maaf, itu sudah tidak berlaku." Ucap Sierra.
" Jalanilah hukumanmu baik baik Carine Areza, jangan sampai aku membuatmu mendekam lebih lama di penjara atas perbuatanmu dengan ibu dan saudarimu kepadaku selama 13 tahun ini." Ucap Sierra dengan wajah dingin penuh ancaman.
Carine sungguh merasa ngeri dengan tatapan tajam Sierra. Dulu Sierra akan menatapnya takut takut, dan selalu berbicara dengan hati hati takut menyinggung Carine. Tapi Sierra di hadapannya ini, lebih mirip seorang antagonis dengan wajah mengancam, tatapan tajam dan senyum smirk nya.
Sierra bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Carine yang masih diam membisu.
' Sierra, kenapa dia bisa begitu berubah. Seakan dia bukan Sierra, tetapi orang lain.' Batin Carine.
" Dia bilang Hailey akan dihukum mati, mengapa ayahku tidak membantu Hailey? Apakah yang Sierra katakan benar? Aku dan Hailey bukan saudari kandung.?" Gumam Carine.
TO BE CONTINUED..