The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 115. Gender Reveal.


Pagi hari di sebuah taman, seorang wanita sedang berolah raga lari lari kecil mengelilingi jalanan kota yang kebetulan sedang bebas dari kendaraan, orang orang menamainya car free day.


Wanita itu merasa gelisah karena sejak tadi dirinya seperti di ikuti oleh dua pria yang juga menggunakan pakaian olah raga. Wanita itu adalah Carisa, dia sudah sejak tadi mengelilingi jalanan dan dua orang itu terus di belakang nya.


' Apakah mereka sungguh mengikutiku? Tapi siapa mereka.' Batin Carisa.


Saat di tikungan, Carisa berbalik dan rupanya dua pria itu tidak ada di belakangnya. Carisa pun bernafas lega, Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Ia berjalan menuju ke sebuah gedung dimana mobiilnya terparkir.


" Hai nona.." Sapa seorang pria.


Pria itu adalah pria yang mengikuti Carisa sebelumnya, Carisa menjadi sangat was was sekarang. Kebetulan parkiran saat ini sangat sepi, tidak ada satu orang pun yang lewat.


" Nona, bisakah saya minta bantuanmu? Mobil saya mati, bisa kah nona mengemudikannya,dan saya akan mendorong menuju luar parkiran. Derek tidsk bisa masuk kemari." Ucap paria itu.


' Oh, rupanya hamya minta tolong. Berpikir apa sku ini.' Batin Carisa.


" Oh, baiklah." Sahut Carisa.


Carisa lun berjalan menuju mobil, dan si saat ia sudsh dekat dengan mobil, pria yang satunya membekapnya dengan kain yang sudsh di beri obat bius.


" Mmm!! Mmm!!" Berontak Carisa, tapi nihil. Obat bius itu terlalu kuat dan dia langsung pingsan begitu saja. Carisa pun di seret memasuki mobil, lalu pergi dari sana.


Di tempat lain..


Arthur sedang merasakan mual yang luar biasa. Ia tidak tahu mengapa dirinya seperti ingin muntah, tetapi tidak bisa muntah. Ia mengalami hal yang sama percis dengan Sierra, hingga tubuhnya lemas.


Sierra menjadi begitu khawatir, ia pun mngundang Sammy agar memeriksa keadaan Arthur.


" Sayang, kamu sudsh mendingan? Atau semakin parah?" Ucap Sierra.


" Aku lemas sayang." Ucap Arthur.


" Apakah kamu keracunan? Apa kamu memakan sesuatu yang salah?" Ucap Sierra panik.


" Tidak, sayang. Aku akan beristirahat saja. Kamu jangan kemana mana, oke? Temani aku disini. Aku ingin kamu membelai rambutku." Ucap Arthur.


Sierra sampai bingung sendiri, Arthur sepertinya sedang dalam mode manja yang luar biasa. Sejak pagi dia hanya ingin di sayang sayang Sierra seorang.


" Ya, sayang." Ujar Sierra.


Saat ini mereka tengah berada di sofa ruang keluarga, Sierra pun mengusap usap kepala Arthur yang saat ini berada di pangkuan nya. Tak lama Sammy datang, Sammy melihat keromantisan mereka, dan berdehem.


" Ekhem, Sierra mana orang yang sakit?" Tanya Sammy.


" Oh, kak Sammy sudah datang. Tolong periksa lah Arthur kak, dia sejak pagi muntah muntah, pusing dan lemas." Ucap Sierra.


" Gejalanya mirip keracunan." Ucap Sammy.


" Ar, bangun.. kita periksa dulu kondisimu." Ucap Sammy pada Arthur.


" Ish, bau sekali kau! Jangan dekat dekat denganku, ueek!" Arthur langsung bangun dan pergi ke kamar mandi terdekat.


Sammy sampai melongo mendengar apa yang Arthur katakan. Bau katanya? Seorang dokter tentu bau, bau obat obatan.


" Jangan dekat dekat istriku." Ucap Arthur setelah kembali dari toilet sambil menutup hidung.


" Astaga, kau membuatku tersinggung lo, bisa bisa nya mengatai ku bau. Kemari! Aku akan memeriksamu." Ucap Sammy.


" Tidak mau, kamu bau obat." Ucap Arthur.


" Sierra, kenapa dia jadi seperti anak kecil begitu?" Tanya Sammy.


" Entah, dia juga sejak tadi manja." Ucap Sierra, dan sammy mengangguk - angguk.


" Kemari Ar.. Aku akan memeriksamu." Ucap Sammy.


" Jangan dekat dekat, kamu bau rumah sakit. Kamu ganti dulu pakaianmu itu." Ucap Arthur.


" Astaga, iya.. iya.. Ucap Sammy." Sammy pergi ke mobilnya, dan mengganti jubah dokter nya menjadi jas formal miliknya lalu kembali memasuki rumah Arthur.


" Aku sudah ganti, cepat kemari." Ucap Sammy.


Arthur pun mendekat, tetapi ia duduk dan langsung memeluk Sierra seolah takut Sammy mengambil Sierra nya.


" Sekarang buka mulutmu, biar aku periksa apakah ada sisa racun atau tidak." Ucap Sammy.


" Aku tidak keracunan." Ucap Arthur.


" Gejala yang kamu alami, mirip seperti orang keracunan." Ucap Sammy.


" Tapi aku bisa pastikan aku tidak keracunan." Ujar Arthur, kukuh sambil mengeratkan pelukannya pada Sierra.


" Baiklah, katakan kepadaku.. apa yang kamu rasakan sedari pagi." Tanya Sammy sambil memiijit kepalanya.


" Mual dan ingin muntah, tetapi tidak keluar sesuatu apapun. Juga tubuhku terasa lemas." Ujar Arthur.


' Kenapa dia seperti orang yang mengalami ngidam, aku ingat betul saat aku mengalami ngidam karwna isteiku hamil, aku pun merasakan hal yang sama seperti Arthur. Apakah Sierra sedang hamil?' Batin Sammy.


" Sierra, apakah kamu sudah memeriksakan diri ke dokter?" Tanya Sammy.


" Hey, yang sakit itu aku, kenapa juga kamu meminta istriku memeriksakan diri ke dokter?" Ucap Arthur.


" Dengar dulu bocah besar, yang kamu alami ini sama seperti yang aku alami saat istriku hamil. Mungkin Sierra sedang mengandung, jadi aku bertanya begitu." Ujar Sammy kesal.


" Ya, aku memang sedang mengandung kak." Ucap Sierra.


" Oh.. pantas. Tidak perlu khawatir, biarkan saja suami mu itu menderita, kamu jangan takut. Paling paling dia akan semaput." Ucap Sammy.


" Hey! apa maksudmu mengatakan demi kian? Sudah bosan kau menjadi dokter?" Ucap Arthur.


" Hehe, Kau sedang mengalami apa yang ibu hamil alami, morning sickness. Jadi tidak perku khawatir, kau tidak akan mati. " Ucap Sammy.


" Apakah bisa begitu, kak? Aku yang hamil, dan Arthur yang mengalami mual mual?" Tanya Sierra.


" Bisa, aku pun mengalami hal yang sama saat istriku hamil. Kalau begitu, selamat ya kalian akhirnya akan menjadi orang tua juga. Tidak menyangka, akan ada hari dimana seorang Arthur menjadi ayah, hahaha.." Ucap Sammy sambil tertawa.


" Terimakasih, kak. " Ucap Sierra.


" Kamu boleh pergi, aku benci bau rumah sakit." Ucap Arthur dengan tatapan permusuhan.


" Ish, dasar pria kutub utara. Sudah baik aku bantu menerjemahkan keadaanmu." Ucap Sammy.


Sierra hanya tersenyum tidak enak pada Sammy, sementara Sammy hanya bisa memutar bola mata ya sambil menggelengkan kepalanya.


" Nak, siksa lah ayahmu lebih lama. Supaya dia mengalami apa yang ibumu rasakan, kalau bisa buat dia hidup segan mati tak mau, paman pulang dulu." Ucap Sammy sambil terkekeh.


Arthur membuka matanya dan langsung menatap Sierra, Sierra yang di tatap begitu serius oleh Arthur pun hanya bisa mengdip kan matanya bingung.


" Sayang, apakah ini yang kamu rasakan setiap pagi sejak ada pumpkin?" Ucap Arthur.


" Ya, kurang lebih begitu." Ucap Sierra jujur.


Arthur menjadi sendu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana menjadi Sierra yang setiap pagi pasti merasakan hal yang menyiksa itu.


" Apakah kamu tidak apa apa? Kamu kesakitan setiap pagi." Ucap Arthur.


" Itu adalah hal yang wajar di alami ibu hamil, sayang. Tidak perlu khawatir, ini hanya akan berjalan di trisemester awal saja, setelahnya aku akan normal kembali." Ucap Sierra.


Arhur merebahkan kepalanya di paha Sierra, lalu ia mengusap perut Sierra sambil sesekali mengecup perut Sierra sampai Sierra terkekeh sendiri.


" Pumpkin nya daddy, jangan siksa mommy lagi ya, mulai sekarang kamu buat saja daddy yang mengalami sakitnya, jangan mommy mu. Daddy sangat menyayangi mommy mu, juga menyayangimu. Jadi sakitnya mommy, berikan pada daddy saja, ya?" Ucap Arthur pada perut Sierra.


Sierra terharu mendengarnya, Arthur begitu menyayanginya hingga sakit nya mengalami ngidam pun Arthur ingin menanggungnya.


" Aku hanya terlalu terharu, karena memiliki suami yang benar benar seperti super hero dalam dunia nyata." Ucap Sierra.


" Pumpkin, kamu harus tahu satu hal, mommy sangat mencintai daddy mu. Sama seperti mommy mencintaimu, nak." Ucap Sierra.


Arthur bangun dari posisi rebahnya, lalu menyambar bibir Sierra. Mereka berciuan dengan penuh rasa haru. Hingga tiba tiba, Arthur kembali merasakan mual di perutnya, ia pun berlari ke kamar mandi.


Sierra terlekeh melihatnya, Arthur benar benar seperti orang yang mabuk perjalanan.Tak lama, Arthur pun keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat nya.


" Sayang, aku ingin makan rujak buah, sepertinya enak." Ucap Arthur.


" Nah, aku juga tadi berpikir hal yang sama. Biar aku suruh Andra beli." Ucap Sierra.


Herannya, Arthur tidak melarang Sierra. Biasanya ia akan sangat teliti dengan makanan yang ia makan karena takut ada racun di dalamnya, tapi kali ini sepertinya Pumpkin membuat ayahnya memiliki perasaan yang sama seperti ibunya.


" Andra, tolong belikan aku rujak buah. Tolong isinya hanya bengkoang, jambu air dan mangga saja." Ujar Sierra.


" Baik nyonya." Ucap Andra, lalu langsung pergi dari sana.


Sierra kembali duduk di samping Arthur, dan Arthur langsung kembali bermanja manja pada Sierra. Sierra membuka ponselnya lalu melihat kabar terkini tentang Sisi.


Rupanya Sisi sudah di hujat habis habisan oleh pengguna internet, dan kabarnya Sisi sampai tidak pernah sedikitpun keluar dari rumah.


" Sayang, jangan melihat ponsel terus. Kamu akan menyakiti matamu nanti." Ucap Arthur.


Sierra pun langsung meletakan ponselnya dan memberikan perhatian penuh untuk suaminya itu.


" Ya, sayang." Ucap Sierra.


Tak lama Andra datang membawakan rujak buah yang ia beli, Sierra dan Arthur pun langsung senang dan memakan rujak buah itu bersama.


6 bulan berlalu..


Enam bulan telah berlalu, kini usia kandungan Sierra sudah 7 bulan. Dan hari ini rencana nya Arthur dan Sierra akan membuat pesta untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka sekaligus ulang tahun sierra yang ke 21. Mereka menyembunyikan hasilnya, dan hanya Sammy yang tahu.


Pagi sudah menjelang siang, dan Sierra masih setia berada di bawah selimut, Arthur pun tidak henti hentinya menciumi Sierra.


" Sayang.. aku masih mengantuk." Ucap Sierra.


Arthur terkekeh, Sierra nya itu kini menjadi tukang tidur, dimana pun dia berada. Mungkin pengaruh bayi, jadi Sierra menjadi sangat mudah lelah dan mengantuk.


" Sayang, kamu tidak lupa kan.. kita mempunyai acara hari ini." Ucap Arthur.


Sierra langsung membuka matanya, dan tersenyum.


" Astaga, bagaimana aku bisa lupa. Sayang bantu aku bangun." Ucap Sierra.


Arthur pun membantu Sierra bangun. Selain menjadi tukang tidur, Sierra juga sudah kesulitan untuk bangun. Terlihat tubuh Sierra bahkan tampak lebih berisi, seluruh bagian tubuhnya mengalami perubahan terutama perutnya.


Perut Sierra sangat bulat dan besar, di usia kehamilan yang masih 7 bulan. Ia bahkan sedikit kesulitan saat berjalan, apalagi mengambil sesuatu yangberada di bawah, dia tidak mampu melakukannya.


" Sayang, apakah mami sudah kamu beri tahu?" Tanya Sierra.


" Sudah, mami akan datang nanti." Ucap Arthur.


" Baiklah, aku akan mandi terlebih dahulu." Ucap Sierra.


" Biar aku bantu." Ucap Arthur, dan Sierra pun mengangguk.


Sudah seperti rutinitas untuk Arthur membantu Sierra mandi, ia takut Sierra akan jatuh di kamar mandi, jadi ia yang akan memastikan Sierra nya baik baik saja.


" Pumpkin nya daddy, hari ini kita akan mengetahui jenis kelaminmu. Apakah kamu senang?" Ucap Arthur.


" Ya, daddy." sahut Sierra menirukan suara anak kecil.


Begitu setiap harinya, Sebelum Arthur pergi bekerja, ia akan memastikan Sierra nya jauh dari hal hal membahayakan. Juga ia akan mengajak anaknya yang masih berada di perut Sierra berbicara.


Setelah selesai, Sierra berjalan keluar dari kamarnya, sementara Arthur lanjut membersihkan dirinya. Sierra terkejut, kediamannya sedang di dekorasi, terlibat warna biru muda dan pink menghiasi setiap sudut rumah.


" Nyonya, mari saya bantu." Ucap Andra.


" Aku tidak apa apa Andra." Ucap Sierra.


Sierra berjalan menuju sofa dan duduk disana. Sambil mengelus perutnya, tapi kemudian dia tertidur disana. Saat Arthur keluar dari kamar, ia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri.


Padahal dia baru saja bangun, dan sudah tertidur lagi. Arthur berjalan menuju kedapur, ia mengeluarkan satu kotak susu hamil dan membuatkan nya untuk Sierra.


" Sayang, minum susu nya dulu." Ucap Arthur pelan membangunkan Sierra.


" Mmmh, Astaga.. Aku sangat mudah sekali tidur. " Ucap Sierra.


" Tidak masalah, minum susu nya dulu." Ucap Arthur.


Tiba tiba Sahara tiba disana, ia membawa begitu banyak makanan kesukaan Sierra, bahkan Sahara sampai membawa banyak kue tradisional karena selama hamil, Sierra sangat suka memakan kue tradisionalysng Sahara bawa.


" Sayang, mami membawa kue kue kesukaan kamu." Ucap Sahara.


" Wah, terimakasih mami." Ucap Sierra.


" Tidak masalah, bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya Sahara.


" Sangat baik mi, hanya saja semakin sering mengantuk." Ucap Sierra.


" Itu wajar sayang, namanya juga sedang hamil. Tapi kamu juga sering seringlah berjalan jalan di luar rumah, itu baik untuk kandungan juga." Ucap Sahara.


" Ya , mi." Ucap Sierra sambil tersenyum dan meminum susunya kembali.


Hingga akhirnya acara yang di tunggu tunggu pun tiba, sore itu di halaman belakang rumah Arthur yang luas, semua orang berkumpul.


Sierra, Arthur, Sammy, Malvin, Sahara, Cornelius, Sunny, Jacob, Tio, Tobias dan Andra, mereka semua sudah berada disana. Terlihat juga dekorasi yang sederhana untuk mengetahui jenis kelamin bayi Sierra.


" Nah.. Satu satu nya orang yang tahu kenis kelamin si pumpkin adalah aku, jadi semua orang dengarkan aku." Ucap Sammy.


" Cepat, jangan bertele tele." Ucap Sahara, dia yang paling tidak sabaran.


" Baik baik, demi kelahiran keponakan pertamaku, aku menggunakan helikopter sebagai sarana untuk mengetahui jenis kelamin si pumpkin. Siap?" Ucap Sammy.


Sammy memberi aba aba pada anak buah Arthur yang mengemudikan helikopter, lalu helikopter itu pun lewat dan meledakkan asap berwarna biru.


" It's boy.. " Ucap Sierra terharu.


Arthur langsung memeluk Sierra sambil meneteskan air matanya, ia bahagia karena akan memiliki seorang putra. Semua orang juga bersorak senang.


Tetapi tiba tiba, muncul satu helikopter lagi dan meledakkan satu lagi asap berwarna biru.


" Kenapa ada dua helikopter?" Tanya Arthur pada Sammy.


" Selamat, karena anak kalian kembar, dan dua dua nya jagoan." Ucap Sammy.


Rasa haru bahagia benar benar meliputi Arthur dan Sierra. Mereka memiliki anak kembar, Pantas saja perut Sierra terlihat begitu besar.


" Selamat sayang.. Astaga mami benar benar terharu sekali, mami akan memiliki cucu dua sekaligus." Ucap Sahara pada Sierra, dan Sierra pun memeluk Sahara.


" Selamat bung, kau akan menjadi ayah dari dua jagoan sekaligus." Ucap Tobias.


" Terimakasih, cepatlah menikah agar memiliki satu." Ucap Arthur.


Pesta sederhana itu pun berlanjut menjadi makan malam bersama di kediaman Arthur. Sammy, Arthur, mereka menjadi koki dadakan, Tobias dan Malvin menata semua perlengkapan yang di butuhkan. Mereka berpesta BBQ.


TO BE CONTINUED..