The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 37. Menemui orang dari masalalu


Sierra dan Arthur keluar dari gedung perusahaan itu, tujuan Arthur saat ini adalah membawa Sierra menemui seseorang.


" Kamu siap.??" Ucap Arthur.


" Siap.. Memangnya kita mau kemana.?" Tanya Sierra.


" Menemui orang dari masalalu." Ucap Arthur.


Sierra terbingung bingung dengan ucapan Arthur itu.


" Orang dari masalalu.?" Ucap Sierra.


" Teman baik ibumu yang sesungguhnya." Ucap Arthur.


Sierra terkejut, rupanya Arthur diam diam membantunya.


" Kamu menemukan saksi.?" Ucap Sierra.


" Bukan saksi, tapi salah satu orang yang mengetahui kejahatan Julia dulu." Ucap Arthur.


Sierra menatap Arthur dengan tatapan penuh arti. Sungguh Sierra tidak menyangka bahwa Arthur sungguh sungguh membantu dirinya bahkan dalam hal tentang ibunya.


" Jangan menatapku begitu sayang, aku tahu aku tampan." Ucap Arthur.


" Arthur aku benar benar berterimakasih, aku.."


" Sttt... Sudah aku bilang jangan ada terimakasih diantara kita. Aku melakukan ini karena aku mau membuatmu bahagia." Ucap Arthur.


Sierra justru meneteskan air matanya, ia begitu terharu dengan pria dihadapannya itu. Dulu jangankan ada yang mencintainya, bahkan tidak ada satupun yang melihatnya.


" Hei.. Kenapa kamu malah menangis.??" Ucap Arthur, sembari mengusap air mata Sierra.


Arthur akhirnya menepikan mobilnya di bahu jalan, dan kini ia menghadap Sierra.


" Sayang.. Hei.. Katakan sesuatu, Kenapa malah menangis.? Kamu membuatku khawatir." Ucap Arthur.


' Aku tidak bisa mengendalikan emosi ini.. ' Batin Sierra.


" Sierra, sayang dengar.. Lihat mataku, tolong jangan simpan kesedihanmu sendirian. Kamu punya aku untuk berbagi apapun itu denganmu, sedihmu, tawamu, semuanya.. Jadi bagilah bebanmu denganku.. " Ucap Arthur.


" Aku hanya terlalu terharu dengan mu, kamu datang membuat semua dukaku menjadi hilang. Maaf karena diawal pertemuan aku sempat berniat hanya memanfaatkanmu saja." Ucap Sierra jujur.


' Aku tidak mungkin jujur bahwa aku terharu karena di kehidupan ini aku bertemu seseorang yang begitu baiknya seperti dirimu. Di kehidupanku yang dulu, aku begitu bodoh hingga aku menjadi kambing hitam dan mati secara tidak adil dan tidak hormat.' Batin Sierra.


" Tidak masalah.. aku sudah jatuh cinta padamu sebelum kita bertemu secara langsung." Ucap Arthur.


"Tolong jangan pendam dukamu sendirian lagi oke.. Apapun itu, tolong berbagilah denganku." Ucap Arthur sambil mengusap air mata yang turun di mata Sierra.


Sierra menyentuh telapak tangan Arthur, telapak tangan yang besarnya dua kali lipat besar telapak tangan Sierra sendiri. Sierra tidak bisa menghitung, sudah berapa kali telapak tangan itu menghapus air matanya dan mengusap kepalanya dengan sayang.


" Kamu sudah baik baik saja.??" Tanya Arthur. Sierra pun mengangguk.


" Kalau begitu kita bisa lanjutlan perjalanan kita.?? " Ucap Arthur.


" Bisa.." Ucap Sierra.


Arthur mengecup kening Sierra, lalu kembali melajukan mobilnya dengan sebelah tangan yang masih tetap menggenggam tangan Sierra.


' Terimakasih Tuhan, kau menghadirkan dia di kehidupanku yang sekarang.' Batin Sierra.


Tak terasa mereka akhirnya sampai disebuah rumah yang tampak begitu megah. Rumah dengan gaya jepang modern, dengan taman hijau di sekeliking rumah itu.


" Ayo.." Ucap Arthur.


Sierra menganggukan kepalanya, dan berjalan menuju rumah itu.


" Halo tuan Arthur, selamat datang di rumah kami." Ucap pria paruh baya yang terlihat seumuran dengan ayah Arthur.


" Terimakasih tuan Jackob." Ucap Arthur.


" Mari mari masuk, nona ini.." Ucap Jacob menggantung.


" Dia Sierra, kekasihku." Ucap Arthur.


" Oh.. Halo nona Sierra." Ucap Jacob.


" Halo tuan." Sahut Sierra.


Mereka pun akhirnya masuk kedalam rumah mewah itu. Walau kediaman itu besar, tetapi masih lebih besar kediaman Arthur dan kediaman keluarga Leon.


" Ahz benarkah tuan Arthur.? Anda tidak melihat proposal nya terlebih dahulu.?" Ucap Jacob.


" Tidak perlu, saya tahu anda sedang kesulitan. Saya membantu anda, tetapi saya minta tolong kepada anda." Ucap Arthur.


" Sungguh.?? Hal apa yang anda minta tuan Arthur.?" Ucap Jacob dengan wajah berseri seri.


" Istrimu.. Pertemukan istrimu dengan Sierra." Ucap Arthur.


" Istri saya.?? tetapi kondisi istri saya sedang tidak baik baik saja." Ucap Jacob.


" Saya tahu itu, tetapi ada sebuah hal penting yang hanya istri yang tahu. Dan itu menyangkut kehidupan kekasihku." Ucap Arthur.


" Kalau begitu mari, saya pertemukan anda dan nona Sierra dengan istri saya." Ucap Jacob.


Arthur dan Sierra berdiri dari duduknya, dan berjalan mengikuti Jacob dari belakang. Hingga sampailah mereka di sebuah kamar.


" Sayang, ada tamu untukmu." Ucap Jacob kepada istrinya yang bernama Sunny.


" Siapa mereka sayang.?" Ucap Sunny.


" Perkenalkan, mereka adalah tuan Arthur Edward, dan ini adalah kekasih tuan Arthur, nona Sierra." Ucap Jacob.


" Ah.. Apakah tuan Arthur pengusaha muda yang sangat terkenal itu. Tidak disangka bisa bertemu dengan anda secara langsung." Ucap Sunny.


" Halo nyonya, saya kemari ingin meminta bantuan kepada nyonya." Ucap Arthur.


" Bantuan? Padaku.?" Tanya Sunny bingung.


" Betul, apakah anda masih mengingat mendiang Sophia Adeline.??" Ucap Arthur.


" Apakah Sophia Adeline istri dari Daniel Leon..? " Ucap Sunny.


" Benar." Sahut Arthur.


" Ya, dia sahabat saya dulu.. Nona ini.. Apakah kamu putri Sophia? Wajahmu begitu mirip dengannya." Ucap Sunny.


" Benar nyonya, saya adalah Sierra Leona, putri ibuku, Sophia." Ucap Sierra.


" Astaga.. " Ucap Sunny langsung menangis dan menutupi mulutnya.


" Sayang kenapa kamu menangis.??" Ucap Jacob khawatir.


" Kemari nak, kemari.. Panggil bibi Sunny saja, kamu adalah keponakan bibi." Ucap Sunny.


Sierra yang bingung pun menatap Arthur, dan saat Arthur mengangguk, Sierra pun menghampiri Sunny. Sunny langsung memeluk Sierra dan mengusap usap punggung Sierra.


" Kamu masih hidup.. Anak malang." Ucap Sunny dalam tangisnya.


" Bibi.." Gumam Sierra.


Sunny melepas pelukannya, dan menggenggam tangan Sierra erat erat.


" Bibi tahu.. Kamu pasti sangat menderita. Bibi bukan kakak atau adik dari ibumu, tetapi kami berteman baik." Ucap Sunny.


" Nyonya Sunny, Sierra di kucilkan oleh ayah kandungnya sendiri sejak mendiang nyonya Sophia meninggal. Tuan Daniel menyalahkan kematian nyonya Sophia kepada Sierra. Dan sampai saat ini tuan Daniel masih menganggapnya begitu." Ucap Arthur.


" Astaga.. Daniel benar benar pria bodoh. Sierra pasti sangat menderita." Ucap Sunny.


" Lebih dari menderita nyonya. Kedatangan kami kemari adalah untuk meminta bantuan anda agar menjadi kunci untuk membongkar kejahatan Julia." Ucap Arthur.


" Julia.. Wanita itu sejak dulu memang berhati iblis. Dia memanfaatkan kebaikan Sophia dan membuat Sophia selalu memberikan apapun kepadanya.


Tapi apa hubungan nya Julia dengan kematian Sophia.?" Ucap Sunny.


" Julia yang menyuruh orang untuk menabrak nyonya Sophia. Sesungguhnya Sierra lah yang menjadi sasaran nya, tetapi nyonya Sophia menyelamatkan Sierra dan berakhir nyonya Sophia yang meninggal dunia." Ucap Arthur.


Sunny menutup mulutnya tidak percaya.


" Astaga wanita itu benar benar keji." Ucap Sunny.


" Apa yang bisa saya lakukan.??" Ucap Sunny.


" Anda cukup ikut bersama saya, untuk membenarkan apa yang akan saya bongkar dihadapan tuan Daniel besok" Ucap Arthur.


" Baik.." Ucap Sunny antusias.


TO BE CONTINUED..