The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 85. Menculik Sierra 2.


Arthur tiba di kediamannya selang 5 menit setelah kedatangan Tobias. Ia melihat Zan dan Zen di naikkan keatas ambulance karena mengalami luka tembak.


" Dimana Sierra?" Ucap Arthur.


" Dia sudah dibawa pergi." Ucap Tobias.


" Baj*ngan itu, jika sampai Sierra terluka.. Maka tidak akan ada lagi nama Daniel Leon di muka bumi ini!" Ucap Arthur.


"Malvin, Cek cctv dan lacak keberadaan mereka." Ucap Arthur.


" Baik, tuan." Sahut Malvin.


Sementara itu disisi lain, Sierra kini berada didalam mobil mewah milik Daniel. Tentu saja ada Daniel di dalamnya yang kini menopangkan kepala Sierra di pangkuannya.


" Maafkan ayah nak, ayah dulu selalu menyakitimu. Tapi percayalah, rasa bersalah di hati ayah tidak pernah berkurang sedikitpun. Ayah masih terus menyesali semua perbuatan ayah di masalalu padamu." Ucap Daniel sembari mengusap kepala Sierra.


Jika saat ini Sierra sadar, kemungkinan ia akan sangat marah dan semakin membenci Daniel. Sierra sudah melepaskan apapun yang berkaitan dengan ayahnya dengan suka rela, tapi Daniel yang justru kini ingin menarik Sierra kembali.


" Kita ke kota K, lebih baik menyembunyikan Sierra disana, agar tidak mudah di temukan oleh Arthur." Ucap Daniel.


Mobil pun melaju pergi memasuki tol, sementara mobil yang digunakan oleh anak buah Daniel untuk menculik Sierra melaju kearah lain untuk mengecoh cctv lalu lintas. Daniel tentu tahu Arthur memiliki koneksi dalam, jadi ia merencanakan semua itu dengan matang.


Daniel melapor ke kantor polisi tentang penyekapan Sierra, dan meminta pihak polisi untuk membantu untuk membawa Sierra keluar dari kediaman Arthur. Awalnya polisi juga tidak berani mengingat mereka akan bersinggungan dengan Arthur Edward. Tetapi Daniel menyogok mereka dengan sejumlah uang bernominal sangat banyak, para polisi itu pun setuju.


Awalnya memang para polisi itu yang akan membawa Sierra, tetapi saat di tengah jalan mobil polisi itu di hadang oleh anak buah Daniel. Para polisi itu dibunuh dan semua jejak tentang permohonan Daniel dihapuskan. Dan anak buah Daniel lah yang akhirnya masuk membawa Sierra dengan surat izin dari kepolisian, sehingga anak buah Arthur tidak bisa berkutik.


Di kediaman Arthur, Arthur sangat marah ketika melihat salah satu pria berpakaian polisi itu menampar Sierra hingga sudut bibir Sierra berdarah. Semua itu terekam jelas oleh cctv yang berada di sana.


" Dia menampar Sierra! Beraninya mereka menyakiti Sierraku. Malvin, kerahkan semua anak buah kita, tangkap mereka yang menyakiti Sierra, dan hilangkan jasadnya. " Ucap Arthur.


" Baik tuan." Sahut Malvin.


" Ar, kita bisa menggunakan jalur hukum, mengapa harus mengotori tanganmu." Ucap Tobias.


" Hukum Negara tidak akan bisa menyentuh mereka, hukumku yang akan menentukan." Ucap Arthur.


Tobias tentu tahu watak Arthur, keras kepala dan tidak mudah di luluhkan. Satu satunya yang bisa mengendalikan Arthur hanya satu, yaitu Sierra. Tobias tahu sahabat karibnya itu seperti apa, jadi ia hanya bisa diam saja.


" Terserah oadamu saja, aku hanya bisa berpura pura buta dan tuli tentangmu. Kalau begitu aku pergi dulu, kasus Sierra ini biar menjadi urusanmu pribadi." Ucap Tobias.


" Ya." Sahut Arthur.


Tobias pun pergi meninggalkan kediaman Arthur. Setelah Tobias pergi Malvin memberikan sebuah rekaman cctv lalu lintas yang memperlihatkan mobil yang membawa Sierra melewati jalur tol menuju ke arah dermaga.


" Tuan mereka kearah dermaga." Ucap Malvin.


" Dermaga? cepat kirim anak buah kesana, lalu ayo kita kesana sekarang juga." Ucap Arthur.


Malvin mengangguk, lalu ia dan Arthur langsung memasuki mobil dan melaju menuju dermaga. Sepanjang perjalanan, Arthur menjadi memikirkan yang tidak tidak. Ia jadi teringat dengan mendiang kakak perempuannya yang maninggal diperkosa.


' Jika sampai mereka menyakitimu, maka aku akan menjungkir balikan dunia ini Sierra. Mereka yang menyakitimu akan membayar mahal atas apa yang mereka perbuat.' Batin Arthur.


Entah mengapa sudut mata Arthur mengeluarkan air mata, ia sangat ketakutan saat ini. Ia takut tidak bisa menyelamatkan atau menemukan Sierranya lagi.


" Lebih cepat Malvin." Ucap Arthur.


" Baik." Ucap Malvin, lalu menaikan kecepatan mobilnya walau sebenarnya mereka sudah diatas rata rata .


Hingga tak lama, tibalah Arthur dan Malvin di dermaga. Terlihatvdisana ada beberapa anak buah Arthur yang sudah membekuk para pria yang sebelumnya membawa Sierra pergi.


" Dimana Sierra?" Tanya Arthur.


Arthur mengeratkan rahangnya, dan mengepalkan tinjunya lalu melayangkannya kepada pria yang sebelumnya menampar Sierra.


" Kau!! Kau adalah pria yang menampar Sierra ku bukan? Potong tangannya, dan berikan pada anjing. Biarkan dia melihat tangannya dimakan anjing." Ucap Arthur.


Pria itu langsung pias, ia tentu tahu Arthur sangat berkuasa, tetapi titahnya itu.. Sungguh tidak manusiawi sebagai seorang pengusaha biasa. Pria itu yakin, Arthur bukan hanya seorang pengusaha biasa.


" Baik tuan!" Ucap anak buah Arthur.


" Dan untuk mereka berdua, bawa mereka ke markas, dan siksa sampai mereka mengakui kemana Sierra dibawa pergi." Ucap Arthur.


" Baik." Ucap anak buah Arthur lagi.


Tiga pria itu dibawa perhi oleh anak buah Arthur, dan kini hanya ada Arthur dan Malvin yang menatap senja.


" Ar, ayo kembali. Aku yakin Sierra pasti sudsh bersama Daniel saat ini. Kita tingga cari dimana Daniel saja. " Ucap Malvin tidak formal.


" Dia pasti di kota K, kota K tidak kalah luas dengan kota ini, mungkin akan membutuhkan waktu berhari hari untuk menemukan Sierra. Dan selama itu, Sierra pasti menderita sendirian." Ucap Arthur.


" Kita pasti bisa menemukan Sierra dalam waktu dekat." Ucap Malvin.


Sementara itu Daniel dan Sierra telah sampai di sebuah rumah mewah, itu adalah rumah Daniel. Daniel menggendong Sierra yang tak sadarkan diri menuju ke sebuah kamar, setelah Sierra di rebahkan, Daniel mengikat kedua tangan Sierra di ujung ranjang kamar itu.


" Maafkan ayah, nak." Gumam Daniel.


Daniel pun pergi setelah mengikat kedua tangan Sierra. Setelah selang 20 menit, Sierra menunnukan tanda tanda kesadaran. Bius yang di gunakan pada Sierra rupanya memiliki efek lama hingva Sierra baru tersadar.


" Ughh." Lenguh Sierra ketika meradakan pusing dikepalanya.


Sierra membuka mata dan melihat kesekelilingnya, ia tidak mengenali tempat itu. Kamar bernuansa serba putih itu begitu asing bagi Sierra. Saat Sierra hendak bangun, tiba tiba ia tersentak karena kedua tangannya terikat.


" Aku lupa, aku diculik. Dimana ini?" Gumam Sierra.


CKLEK.!


Suara pintu dibuka dari luar, dan masuklah sosok yang sangat Sierra kenali, Daniel.


" Apa apaan anda menculikku dan mengikatku begini?" Tanya Sierra.


" Jika tidak, pasti kamu akan kabur dan pergi mencari Arthur. Sierra lupakan Arthur dan menikahlah dengan pria yang ibumu pilihkan untukmu." Ucap Daniel.


" Ck..ck..ck.. Anda benar benar sudah tidak waras tuan Daniel. Kenapa kau selalu mengganggu hidupku huh? Dulu aku menginginkan kasih sayangmu tapi kau mendorongku sangat jauh. Dan sekarang ketika aku sudah menjauhimu, kenapa kau menggangguku?! Aku ini manusia!! Aku punya perasaan!!" Teriak Sierra di depan Daniel.


" Kau mau memperlakukan aku seperti boneka hidup seperti apa yang Julia dan kedua putrinya lakukan kepadaku huh?!! Punya hak apa kau mengaturku!! Hah!! Punya hak apa kau!! Kau bukan ayahku lagi Daniel Leon, aku sangat membencimu, hingga ketulang tulangmu!" Teriak Sierra.


Daniel melihat dan mendengarnya secara langsung, entah mengapa hatinya begitu teriris. Tali ia bisa apa, kata maaf todak akan pernah ia dapatkan.


" Matipun aku tidak akan menikah dengan pria yang kau pilih itu. Coba saja, pernikahanku dengan pria asing itu atau kematianku yang lebih dulu tiba. Mungkin dengan aku mati, kau tidak akan mengganggu diriku lagi." Ucap Sierra dengan nafas tak beraturan.


" SIERRA!!!" Teriak Daniel, sembari mengangkat tangannya reflek hendak memukul Sierra.


" Aku benci kau Daniel Leon, aku sangat membencimu!!!" Ucap Sierra lagi.


BRAK.!!


Suara pintu di banting. Daniel keluar meninggalakan Sierra sendirian.


" Arthur, cepat datang dan selamatkan aku, aku disini." Gumam Sierra.


TO BE CONTONUED..