
Publik heboh saat mendengar desas desus bahwa Hailey mati bunuh diri. Seluruh stasiun tv ramai saat ini memberitakan kabar bunuh dirinya Hailey, namun mereka belum mendapatkan konfirmasi baik dari pihak kepolisian, atau Daniel pribadi.
Sierra datang ke sebuah rumah duka, dan melihat Daniel disana. Sebagai wali dari Hailey, Daniel tentu saja dihubungi pihak kepolisian. Tobiaz menghampiri Sierra, dan meminta maaf karena ia lalai hingga Hailey bisa bunuh diri.
" Maaf nona Sierra, saya telah lalai." Ucap Tobiaz.
" Bukan salah anda kapten, dia memilih jalannya sendiri." Ucap Sierra.
Sierra menghampiri peti mati Hailey, walaupun ia mati dalam status tahanan, tetapi masih banyak yang datang kesana untuk mengucapkan belasungkawa kepada Daniel. Bagaimanapun Daniel adalah pengusaha terkenal, jadi mereka datang dengan berbagai niatan lain.
Kabar bahwa Sierra adalah putri kandung Daniel tentu saja masih kuat beredar diluaran sana, tetapi tidak menepis kenyataan bahwa selama ini Hailey dan Carine yang selalu muncul di hadapan publik. Jadi publik masih mengira bahwa Daniel masih menyayangi dua putri tirinya itu.
' Kau licik Hailey.. kau memilih mati bunuh diri, saat hukumanmu sudah didepan mata. Sedangkan aku tidak bisa lupa bagaimana rasanya tertembak dan mati dengan tiga peluru menembus tubuhku. Aku hanya ingin kau mendapatkan hukuman yang setimpal, tapi kau memilih jalanmu sendiri. Aku tidak bisa memaafkan semua kesalahanmu dan perbuatanmu padaku, aku tidak akan pernah lupa bagaimana kalian selalu memperlakukan aku tidak manusiawi. ' Batin Sierra bermonolog, dengan tatapan lurus kearah foto Hailey.
' Tapi Tuhan melarang membenci orang yang sudah mati.. Kebencianku padamu hanya sebatas di dunia, kau sudah mati.. Beristirahatlah dengan tenang Hailey, walau aku membencimu, tapi.. aku sudah memaafkanmu hari ini setelah aku melihat peti matimu.' Batin Sierra lagi.
Wartawan yang melihat pemandangan itu tak henti hentinya memotret Sierra yang berdiri bagai patung. Setelah Sierra meletakkan bunga diatas peti mati Hailey, Sierra pun berbalik dan berjalan meninggalkan peti mati Hailey tanpa melirik sedikitpun kearah Daniel yang berdiri tak jauh dari sana.
Daniel sendiri mencoba memanggil Sierra namun ia mengurungkan niatnya, ia takut tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Daniel malu saat menatap Sierra, malu karena dulu dirinya selalu berlaku kasar pada putri kandungnya itu.
Wartawan yang melihat itu pun langsung membuat berbagai asumsi, ada yang bilang bahwa Sierra tidak mengakui Daniel lagi sebagai ayah, ada juga yang bilang Daniel masih belum mau mengakui Sierra sebagai putri kandungnya. Ada lagi yang bilang bahwa Karena terlalu lama tidak dianggap, akhirnya Sierra menyerah dan pergi.
Daniel berjalan meninggalkan ruangan itu dan mencari Sierra, ia memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Sierra sekali lagi. Daniel melihat Sierra hendak masuk kedalam mobil Daniel pun langsung bergegas menghampiri Sierra.
" Sierra.." Panggil Daniel.
Sierra menghentikan tangannya yang hendak membuka pintu mobil, dan berbalik menghadap Daniel.
" Sierra.. bisakah kita bicara.?" Ucap Daniel.
" Silahkan bicara tuan." Ucap Sierra.
Daniel merasakan sakit dihatinya, kini ia tahu, rupanya begitulah rasanya ketika kita tidak dianggap oleh orang yang kita sayangi. Selama ini ia selalu berlaku kasar dan tidak peduli sama sekali dengan Sierra. Mungkin dulu begitulah yang Sierra rasakan, bahkan mungkin lebih sakit karena Sierra mengalaminya selama bertahun tahun ia hidup setelah kematian Sophia.
" Apakah bisa kita bicara di tempat lain.?" Tanya Sierra.
Sierra menimbang nimbang, ia ingin tahu apa yang ingin Daniel bicarakan.. tetapi ia tidak ingin hatinya kembali sakit lagi.
" Dimana.?" Ucap Sierra.
Daniel tersenyum cerah, ia pun langsung mengutarakan niatnya.
" Bisakah kamu pulang kerumah besok malam ? Ada banyak hal yang ingin ayah bicarakan denganmu." Ucap Daniel.
' Kau menyebut dirimu ayah lagi..' Batin Sierra.
" Baik, besok malam saya akan datang." Ucap Sierra.
Seumur hidup semenjak kematian ibunya, Sierra tidak pernah melihat Daniel tersenyum kepadanya sama sekali. Bahkan tidak pernah memanggilnya dengan suara lembut seperti saat ini. Jika Daniel berbicara kepada Sierra itu hanya ketika Daniel hendak memarahi Sierra, dan selalu dengan kata kasar.
" Saya bukan lagi putrimu tuan, harap ingat itu." Ucap Sierra, lalu masuk kedalam mobil yang rupanya ada Arthur di dalamnya.
" Jalan." Ucap Arthur.
Dan mobil itu pun pergi meninggalkan Daniel yang masih berdiri dengan wajah sendunya. Lagi lagi Sierra mengingatkan bahwa ia sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Sierra.
' Apakah kau tidak bisa memaafkan ayah nak.. Ayah tahu ayah terlalu banyak berbuat salah dan dosa kepadamu, ayah sungguh sangat menyesalinya.' Batin Daniel.
' Ayah ingin menebus kesalahan ayah kepadamu nak.' Batin Daniel lagi.
Hailey dimakamkan di pemakaman umum, Daniel tidak menempatkan Hailey dimakam yang elit seperti orang kaya lainnya, publik pun kembali heboh dengan hal itu. Pasalnya Daniel selalu terkenal memanjakan kedua putrinya , lalu apa arti dari kejadian hari ini.
" Tuan Daniel, mengapa anda memakamkan nona Hailey di pemakaman umum dan bukan di pemakaman elit? Apakah anda tidak khawatir publik akan membicarakan anda.? " ucap salah satu wartawan.
" Saya akan menggelar konferensi pers, untuk mengonfirmasikan desas desus yang beredar diluaran sana. Agar kalian tidak membuat asumsi sembarangan. Datanglah kegedung perusahaanku besok, jam 10 pagi." Ucap Daniel.
Daniel dikawal oleh pengawalnya dan pergi dari pemakaman itu setelah Hailey selesai dikebumikan. Bahkan setelah Daniel pergi, semua orang pun ikut peri dari makam Hailey, tertinggal hanya foto Hailey yang bahkan jatuh ditanah.
JDER..!
Suara petir menggelegar, hujan deras pun turun mengguyur bumi. Foto Hailey perlahan lahan kotor karena tetesan air hujan dan terciprat oleh tanah yang basah.
Sungguh miris, ia mati bunuh diri.. bahkan setelah dimakamkanpun tidak ada satupun orang lagi yang peduli pada makamnya.
Di tempat lain..
Sierra sedang memandang kearah luar jendelanya. Ia berada dikediamannya sendiri saat ini. Sierra meminta Arthur agar mengantarnya ke kediamannya untuk mengambil sesuatu yang penting.
Sierra hanya sendiri di rumahnya, sejujurnya tidak sendiri.. Arthur memerintahkan empat pengawal untuk menjaga Sierra, diantaranya ada Zen disana. Dan itu.. tanpa sepengetahuan Sierra, sementara Arthur sendiri pergi mengurus kesibukannya.
Sierra menatap jendela itu, karena hujan.. hujan mengingatkannya pada masa kecilnya dimana ia berlari mengejar Daniel saat di pemakaman Sophia.
" Ibu.. " Gumamnya.
Tak mau berlama lama tenggelam dalam kenangan pahit, ia memutuskan untuk menyeduh segelas cokelat panas dan duduk di sofa hangatnya. Ia mencari posisi ternyaman lalu ia membuka laptopnya. Laptop yang sudah sangat lama tidak ia buka lagi.
" Oh Sierra, kau lupa bahwa kau sudah bekerja menjadi Hacker, matilah kamu.." Gumamnya pada diri sendiri setelah melihat begitu banyak Email yang masuk dari Lucifer.
TO BE CONTINUED...