
PRIA YANG diikat di kursi itu jelas tidak lagi memiliki kewarasan, taring vampir nya terlihat tajam, matanya merah dan kulitnya telah menjadi pucat. Pria yang terkena virus vampir liar itu jelas harus segera dibunuh untuk menghindari sesuatu yang tidak perlu.
Xu Ming mengangguk. Jejak kesedihan melintas di wajahnya. Rekan-rekannya juga sama. Setiap hari, jumlah mereka semakin berkurang karena telah mati dalam perjalanan.
“Dia memang harus segera dibunuh.” Salah satu vampir hutan itu membelai dagunya.
Karena mereka keluar hutan pariwisata untuk menekan kesombongan vampir kota, penampilannya tentu saja telah disamarkan. Telinga runcing mereka kini terlihat seperti manusia biasa. Kulitnya tidak lagi pucat, wajahnya segar seperti manusia hidup. Pakaiannya sederhana serta berpura-pura lapar dan mengantuk.
Tidak ada bau air mayat di tubuh mereka. Itu lah alasan kenapa Shen Yin memanggil mereka untuk mengurus masalah tersebut.
“Tidak ada cara lain?” Xu Ming awalnya masih berharap jika temannya selamat, namun sepertinya masih sama seperti sebelumnya. Mereka masih harus membunuh.
Salah satu dari vampir hutan itu tidak menunjukkan ekspresi apapun seolah-olah hal tersebut sudah biasa. Dia menatap para pemburu vampir yang kini merasa bersedih. Karena vampir tidak memiliki perasaan seperti itu, jadi tidak tahu harus menghibur mereka dengan cara seperti apa.
“Sebenarnya ada satu cara jika dia tidak ingin mati. Hanya saja, apakah kalian yakin masih bisa berdampingan dengannya di masa depan?”
“Cara apa itu?” Salah satu rekan Xu Ming segera bertanya dengan nada yang agak khawatir.
Sempat ada keheningan untuk beberapa detik sebelum akhirnya vampir hutan yang memberinya kesempatan pun menghela napas tidak berdaya.
“Biarkan dia hidup sebagai vampir. Dia hanya bisa minum darah dan makan daging, tubuhnya akan selalu dingin dan tidak bisa berada di bawah sinar matahari terlalu lama. Itu saja,”jelasnya. “Kalian hanya tinggal pilih antara membunuhnya untuk menghilangkan gen vampir menular atau membiarkannya hidup sebagai salah satu jenis dari kami,” imbuhnya.
“...” Ini pilihan yang sulit.
Xu Ming dan yang lainnya mulai berpikir lagi. Jika rekannya dibunuh, bukankah itu mengorbankan temannya lagi? Jika dibiarkan hidup, bisakah temannya menerima kenyataan tersebut?
Pria yang telah menjadi vampir liar kini terus meronta di kursi. Ikat talinya cukup kencang sehingga tidak mudah untuk melepaskan diri. Hanya saja melihat taring dan mata merahnya yang tampak mengerikan, mereka sedikit takut.
Salah satu dari rekannya tidak bisa tidak bertanya tentang masalah tersebut.
Para vampir hutan itu hanya menjelaskan jika kehidupannya akan normal. Hanya saja harus menghindari darah manusia. Sekali mengisap darah manis, maka akan kecanduan untuk kesekian kalinya.
Vampir memiliki indera penciuman yang tajam. Mereka bisa melihat manusia mana yang memiliki darah manis dan tidak. Vampir pria hanya bereaksi pada darah lawan jenisnya, begitu juga sebaliknya.
Diskusi tersebut pada akhirnya menghabiskan waktu hingga setengah hari. Hal ini membuat para vampir hutan merasa bosan dan bersumpah untuk tidak berdiskusi lagi dengan manusia. Mereka terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bukankah itu kuil yang sudah terbengkalai sejak lama?
“Kenapa datang ke sini?” tanyanya.
“Ada sesuatu yang harus kulakukan. Kamu tunggu di sini, aku tidak akan pergi lama,” jawab Jun Haobei.
Dia tidak ingin membuat gadis itu merasa tidak nyaman. Namun Shen Yin masih keluar mobil dan melihat gapura halaman kuil yang sudah dimakan usia. Tapi tetap berdiri kokoh. Dia bisa merasakan ada aura kuat dari tempat tersebut.
Meski telah terbengkalai cukup lama, namun aura suci masih bisa dirasakan. Mungkin memang benar kebaikan dan cahaya dewa selalu menyinari tempat yang bersih.
Shen Yin tidak mengikuti Jun Haobei yang telah masuk kuil. Dia menghormati privasinya. Sekilas, Shen Yin berpikir untuk mencoba melangkah ke dalam gerbang. Tapi ragu. Di depan gerbang kuil, ada dinding emas yang menyelimuti, seolah-olah makhluk jahat tak bisa menembusnya.
Shen Yin menghela napas. Dia khawatir akan ditolak oleh pintu kuil dan penjaga misterius tempat tersebut akan muncul dan memarahinya untuk segera pergi.
Dia masih ingat betapa menyeramkannya penjaga kuil. Yang Shen Yin maksud tentu saja bukan manusia, melainkan sosok makhluk tak kasat mata yang selalu menjaga kuil agar aman dan tetap bersih dari orang-orang yang memiliki niat buruk.
Alasan kenapa dia selalu enggan untuk datang ke kuil, salah satu alasannya juga itu.
Sekarang Shen Yin melihat gerbang kuil terbengkalai yang masih diselimuti aura keemasan, dia melangkah mendekat dan mengulurkan tangan.
Tanpa diduga, tangannya bisa melewati dinding suara keemasan tersebut.
Shen Yin menegang untuk sementara waktu. Dia mencoba untuk mencerna apa yang terjadi. Mungkinkah karena dia telah dilatih di perguruan keabadian selama kurang lebih satu bulan, jadi penjaga kuil mulai menerimanya secara terbuka?
Namun setelah Shen Yin memasuki gerbang kuil terbengkalai tersebut, punggungnya sedikit panas. Dia sudah menebak jika tato bunga peoni merah bereaksi lagi. Meski agak tidak nyaman, Shen Yin tetap menjaga ekspresinya agar tetap tenang.
Gadis itu tidak tahu jika saat ini di alam bawah sadarnya sendiri, Shin Mose sudah agak panik. Hawa panas mulai menyebar di alam bawah sadar Shen Yin, secara alami membuat Shin Mose hampir berpikir jika saat ini dirinya ada di dalam oven!
Manusia tanpa hati nurani ini sungguh tidak tahu balas budi kehidupan! Pikir Shin Mose yang terus mencoba menggunakan auranya untuk membuat pelindung sendiri.
Shen Yin yang tidak tahu apa pun tiba-tiba saja mengerutkan kening.
"Kenapa aku merasa sedikit mengantuk?" gumamnya.