The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Teriakan Dari Kedalaman Hutan


SETELAH MENANGKAP banyak ikan, Shen Yin kembali ke tenda. Jun Haobei membawa ember berisi air untuk gadis itu dan memiliki alasan untuk membantu karena telah menangkap ikan untuk para pembina.


Setelah itu, Jun Haobei kembali ke tendanya sendiri sambil membawa beberapa ikan. Sementara untuk dirinya, Shen Yin akan memasaknya secara pribadi.


Yi Er dan Tong Yue melihat banyak ikan yang telah dibersihkan, tiba-tiba saja ngiler. Siang ini mereka bisa makan ikan bakar bukan?


"Mari kita bakar ikan!" Yi Er telah menyiapkan cabai rawit, jeruk nipis, mentimun, kecap manis serta bumbu lainnya. "Aku ingin ikan bakar pedas asam manis!"


"Aku juga!" Tong Yue mengangguk patuh seperti anak ayam yang mengikuti induknya.


Shen Yin menghela napas dan mengikuti keinginan mereka.


Ikan yang telah dibersihkan segera dilumuri bumbu. Api unggun sudah menyala sejak tadi dan menunggu arangnya terkumpul. Tong Yue sudah menunggu di dekat api unggun untuk bertugas membolak-balik ikan agar tidak gosong.


Sedangkan Shen Yin mencuci beras dan menanak nasi di tungku yang telah disiapkan. Semua orang juga sibuk memasak untuk makan siang. Dan di antara mereka bahkan tak bisa memasak sehingga kadang beberapa keributan konyol terdengar jelas.


Shen Yin menanak nasi yang dicampur dengan rempah-rempah agar terasa lebih harum dan gurih. Tong Yue sangat mengagumi cara memasak gadis itu. Yi Er juga pandai memasak sehingga Tong Yue tak akan merasa kelaparan saat tidak akan makanan di masa depan.


"Xiao Yin ... Kenapa ikan yang dibakar cukup banyak? Bukankah kita hanya bertiga?" tanya Yi Er.


"Itu ... Untuk pembina." Shen Yin menghela napas.


"Apakah Jun Haobei?"


"... Ya," jawabnya.


"..." Tong Yue dan Yi Er mengerti. Iri sekali. Ada total enam ikan yang dibakar.


Masing-masing memiliki satu dan Jun Haobei tiga ekor. Tong Yue dan Yi Er merasa tidak adil. Kenapa pria besar itu memiliki tiga ekor sedangkan mereka yang memanggangnya hanya satu saja?


Tapi siapa yang berani mengacaukan Jun Haobei? Mereka hanya mengeluh diam-diam. Tapi untungnya ikan di ember masih banyak. Mereka bisa memanggangnya lagi lain waktu.


Nasi juga sudah matang dan aromanya yang harum bahkan sampai ke tenda sebelah. Sayangnya mereka tak bisa berbagi makanan karena merupakan salah satu aturan yang ditetapkan oleh para pembina. Kecuali jika pihak lain benar-benar tak memiliki makanan sama sekali.


"Kalau begitu aku akan mengantarkan makanan dulu. Kalian makan duluan saja," kata Shen Yin.


"Oh, oke. Kami tahu." Yi Er sudah mengambil nasi dan mencomot daging ikan bakar yang harum.


"..." Tong Yue melihat ***** makannya yang tinggi pun sedikit tercengang.


Shen Yin pergi ke tenda para pembina dan mencari Jun Haobei. Untungnya Guru Ling sudah menunggu gadis itu datang dan mengantarnya ke tempat di mana Jun Haobei berada. Dengan adanya Guru Ling, para pembina lain tidak akan curiga.


Tenda Jun Haobei sedikit jauh dari para pembina lainnya namun tempatnya sangat nyaman dan terlindungi dari sinar matahari. Hanya saja cuaca musim gugur agak dingin sehingga kemungkinan besar malam ini harus menyalakan api unggun hingga pagi.


"Tuan Jun ... Siswi Shen Yin ada di sini," kata Guru Ling.


"Biarkan dia masuk." Suara yang membuat pipi wanita manapun memerah terdengar dari dalam tenda.


Guru Ling meminta Shen Yin masuk dan mengingatkannya untuk tidak berlama-lama di dalam. Dia khawatir akan menimbulkan kecurigaan dan gosip yang tidak menyenangkan.


Shen Yin hanya mengiyakan dan segera masuk.


Di dalam tenda yang cukup luas, Jun Haobei berbaring malas dengan menopang kepala. Li Yugang tidak ada di sana. Pria itu sudah membantu para pembina lain untuk memanggang ikan.


Jun Haobei tersenyum saat melihat gadis itu datang dengan membawa ikan bakar dan semangkuk nasi hangat yang harum. Dia segera bangun saat gadis itu meletakkan makanan di depannya.


"Hanya tiga ekor?" tanyanya.


Jun Haobei terkekeh dan merasa agak disayangkan. "Lain kali buat lebih banyak agar kamu makan lebih banyak."


"Aku tidak serakus kamu."


"Yah, kamu benar. Makanan yang kamu buat memang selalu enak." Jun Haobei sudah mengambil mangkuk nasi dan menggunakan sumpit untuk mengambil daging ikan.


"Kalau begitu akan kembali dulu. Tidak nyaman bagiku berlama-lama di sini."


"Ya. Aku juga tahu itu. Omong-omong, apa kamu melihat sesuatu yang aneh saat perjalanan?"


Sesuatu yang aneh di mulut Jun Haobei tentu saja para makhluk tak kasat mata.


Shen Yin bisa memahaminya dan mengangguk kecil seolah-olah bukan hal yang luar biasa. "Aku sudah terbiasa. Bukan hal yang besar."


"Kudengar jika bus yang kamu naiki semalam hampir menabrak kaki bukit?"


"Ada vampir yang tiba-tiba berguling dari atas bukit. Kemungkinan besar tempat tersebut dijadikan sarang mereka. Berhati-hatilah saat malam hari," jawab Shen Yin. "Apakah kamu tidak menemukan apa-apa saat datang ke sini?"


"Tidak. Perjalananku sangat lancar."


"..." Para vampir juga sama takutnya pada Jun Haobei? Pria ini seperti penangkal semua virus saja, pikir Shen Yin.


Shen Yin bangkit dan hendak meninggalkan tenda Jun Haobei sebelum akhirnya dia teringat sesuatu. "Jun Ye ... sepupumu?" tanyanya.


Jun Haobei mengerutkan kening. "Ya. Dia berkata membeli jimat darimu."


Shen Yin mengangguk.


"Dia bisa melihat makhluk tak kasat mata sama sepertimu. Dia juga sering terkena sial. Jimat itu akan melindunginya bukan?"


"Jangan khawatir, jimatnya ampuh."


Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Shen Yin kembali ke tendanya. Yi Er dan Tong Yue sedang makan tapi jelas juga menunggu Shen Yin. Gadis itu kembali sedikit terlambat tapi tidak masalah. Tidak mungkin mengantarkan makanan tanpa mengucapkan beberapa patah kata.


"Xiao Yin, ikan bakar ini sangat enak. Aku akan meminta ibuku untuk membuatkannya lagi setelah kembali," kata Yi Er.


"Terserah." Shen Yin hanya menghela napas.


Rasa ikannya mungkin akan berbeda karena Shen Yin memberikan sedikit air suci pada ikan tersebut sehingga aroma dan rasanya lebih kaya. Dia juga mulai makan.


Hari ini, para murid yang ikut perkemahan tidak memiliki tugas berat. Mereka hanya dimintai untuk mengenal alam sekitar. Besok pagi, mereka akan pergi untuk berkeliling hutan wisata tersebut.


Ada rute yang telah disiapkan oleh petugas yang selalu memelihara hutan agar tetap terjaga sehingga mereka tak akan tersesat.


Hingga saat makan siang berlangsung, para murid dan pembina yang ada di sana mendengar suara teriakan seorang wanita menggema di dalam hutan.


"Ah, apakah kalian mendengar itu? Kenapa aku tiba-tiba merinding?" tanya Tong Yue mulai takut.


"Arahnya dari kedalaman hutan," jawab Yi Er jauh lebih tenang. "Itu teriakan seorang wanita. Jelas sekali."


Tiba-tiba saja suasana di perkemahan menjadi hening dan para pembina juga kebingungan. Yi Er melihat Shen Yin sepertinya melihat ke satu arah di mana teriakan wanita itu terdengar.


"Xiao Yin ... Bagaimana menurutmu?"