
"DIA DIPANGGIL Ye Zhuan." Jun Haobei tidak memiliki kesan tentang nama ini.
Keluarga Ye di ibu kota memang ada tapi Ye Zhuan bukan berasal dari keluarga besar tersebut. Dia hanya berkata jika orang tuanya sudah meninggal dan tidak memiliki kerabat lain. Tapi usahanya sangat lancar.
Jun Haobei sudah memeriksa di mana pria itu tinggal dan pekerjaannya. Tidak ada yang salah sama sekali. Namanya memang Ye Zhuan.
"Ye Zhuan?" gumam Shen Yin tampaknya tidak asing dengan nama ini. "Di mana kira-kira nya aku mendengar nama ini?"
"Apakah kamu tahu?" Jun Haobei tersenyum masam.
Shen Yin menggelengkan kepala dantampak berpikir lebih keras. "Tidak, tapi namanya tampak tidak asing. Sepertinya aku pernah mendengar ini beberapa tahun lalu."
Ye Zhuan?
Shen Yin jelas merasa familiar. Tapi kapan dia mendengar nama ini. Entah kenapa, hatinya tidak nyaman. Pria itu mengenalnya? Bagaimana bisa? Kecuali jika di masa lalu keduanya pernah bertemu.
Tapi wajah Ye Zhuan dalam pandangan mata kanannya jelas asing. Ye Zhuan memiliki wajah yang tidak dikenalnya.
"Oke, jangan bicarakan ini. Kamu akan bertemu dengannya di masa depan. Meskipun pernikahan adikku batal, keduanya masih memiliki hubungan. Jun Haoran mengundangmu ke rumah untuk makan malam. Pria itu juga akan datang. Kamu bisa melihatnya nanti," jelas Jun Haobei.
"Kapan?"
"Tiga hari lagi."
"Kalau begitu, tidak masalah."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiga hari kemudian, Shen Yin yang telah sembuh dari sakitnya pun kembali beraktivitas seperti biasanya. Shen Yang baru pulang tadi malam setelah mengurus tentang restoran tertutup di balik gang sempit itu.
Kakaknya berkata jika pemilik restoran hampir saja melarikan diri. Ada sekelompok vampir hutan yang juga menyelidiki kasus ini. Tapi mereka segera melarikan diri saat melihat Shen Yang.
Meski begitu, tujuan para vampir hutan itu baik. Mereka mencoba untuk menekan para vampir kota yang telah merajalela akhir-akhir ini. Terbukti, para vampir yang ada di kota masih enggan untuk berurusan dengan vampir hutan.
Dua jenis vampir berbeda, tentu saja kemampuannya juga berbeda. Vampir hutan bisa dikatakan sebagai vampir sungguhan yang asal mulanya merupakan tubuh tanpa nyawa. Mereka pucat seperti mayat dan memiliki bau air mayat di tubuh.
Sementara vampir di kota lebih cenderung campuran dan telah terkontaminasi dengan kehidupan. Mereka manusia yang diubah menjadi vampir. Tentu saja levelnya juga jauh beda.
Karena masalah ini, Shen Yang pulang lebih awal dan menyerahkan sisanya pada murid di pegunungan rahasia.
"Kamu mau pergi ke mana lagi? Bukankah untuk menambah penyakit?" Shen Yang hampir membenci besi dan baja saat tahu adiknya sakit hari itu.
Jika bukan karena Jun Haobei yang merawatnya, mungkin dia akan membawa adiknya bersama ke pegunungan rahasia untuk dijaga sepanjang waktu.
"Jun Haoran mengundangku makan malam bersama hari ini." Shen Yin sudah bersiap dengan tas dan memakai sepatu yang nyaman dikenakan.
"Bukankah adik pria itu akan menikah hari ini?"
"Tidak jadi."
"Apakah karena calon suami nya itu bermasalah?"
"Ya. Kakak, apakah kamu tahu tentang Ye Zhuan?" tanya Shen Yin hampir saja lupa.
"Ye Zhuan? Tampaknya ini bukan nama yang asing di pegunungan rahasia. Guru juga pernah menyebutkannya ..." Shen Yang mengerutkan kening dan berpikir keras.
"Aku juga merasa pernah mendengar namanya tapi tidak tahu di mana. Hanya saja wajah pria itu sangat asing. Jun Haobei juga telah menyelidiki pria itu, tapi tidak ada yang aneh sama sekali," jelasnya.
"Tentu saja. Ye Zhuan ini memiliki dendam terhadap keluarga Jun dan hendak membunuh Jun Haoran lalu menjatuhkan semua kerja keras keluarga Jun dalam semalam." Shen Yin merasa tidak nyaman saat berpikir siapa Ye Zhuan ini.
Entah kenapa, Shen Yin selalu merasa jika Ye Zhuan mengenali dirinya sendiri dengan baik.
"Dia mengenalmu?" Shen Yang menaikkan sebelah alisnya.
"Seharusnya begitu."
"Kalau begitu aku akan pergi menemui guru dan bertanya tentang masalah ini. Kamu berhati-hati saat di luar," kata Shen Yang.
"Ya, aku tahu. Kalau begitu aku pergi dulu. Jun Haobei sudah menunggu di bawah."
Shen Yin segera meninggalkan apartemen dan pergi ke halaman. Mobil Jun Haobei sudah ada di sana dan menunggunya cukup lama. Tapi pria itu tidak mengeluh.
Malam ini, mereka mengadakan acara makan malam keluarga. Jun Haobei menjemputnya atas perintah sang kakek.
Pukul tujuh malam, akhirnya Shen Yin dan Jun Haobei tiba di rumah tua keluarga Jun.
Keluarga Jun menyapa Shen Yin dengan hangat. Sama sekali tidak ada tatapan meremehkan karena tidak memiliki orang tua atau karena tinggal di tempat kecil seperti apartemen.
Bagi mereka, kasta supernatural lebih diutamakan. Jelas Shen Yin berada di atas mereka karena menyandang dua status sekaligus. Yaitu sebagai anggota keluarga rahasia dan anggota keluarga misterius berdarah murni.
"Nah, Xiao Yin sudah datang. Ayo, Bibi dan Haoran memasak banyak hidangan hari ini. Jangan sungkan dan terima kasih sudah datang," sambut Yun Xinya, ibu Jun Haobei dan Jun Haoran. Wanita paruh baya itu sendiri yang menyambutnya di pintu.
Shen Yin tersenyum datar seperti biasanya dan menanggapinya dengan beberapa kata. Dia memakai gaun selutut kali ini, sedikit lebih formal dari pada hari-hari biasanya sebagai seorang murid.
Mereka pergi ke ruang makan. Di sana, anggota keluarga lain sudah berkumpul. Termasuk Ye Zhuan yang duduk di samping Jun Haoran.
Di saat Shen Yin melihatnya secara langsung, jantungnya tiba-tiba saja berdegup. Perasaan tidak nyaman membuatnya harus waspada.
"Apakah kamu baik-baik saja?" bisik Jun Haobei seraya menggenggam tangan kirinya.
"Aku baik-baik saja. Kita bicarakan nanti." Gadis itu menunduk sebentar sebelum akhirnya menghilangkan kegelapan di matanya.
Sebagai tamu di rumah orang lain, Shen Yin tentu saja menyapa semua orang dengan murah hati. Lalu Jun Haoran memperkenalkan Ye Zhuan pada gadis itu dengan nada dan ekspresi alami seperti biasnya.
Jun Haoran mampu mengontrol emosinya dengan baik dan bertingkah layaknya pacar di samping pria itu.
Ye Zhuan juga berjabat tangan dengan Shen Yin dan tatapan matanya yang dalam tidak mampu dilihat orang lain. Tapi saat melihat Shen Yin, kegilaan di matanya terlihat sedikit.
Akhirnya, setelah dua tahun berlalu, dia melihat gadis ini lagi.
Namun Ye Zhuan berperilaku seperti tidak mengenal Shen Yin sebelumnya dan memperkenalkan diri secara formal.
Setelah itu, Shen Yin duduk di samping Jun Haobei.
Makan malam secara remsi pun dimulai.
Jun Haobei nenbantu gadis itu mengambilkan beberapa lauk pauk yang tidak bisa dijangkaunya. Anggota keluarga Jun tampaknya heran dan juga merasa aneh. Jun Haobei tidak pernah memperlakukan wanita mana pun seperti ini.
Tapi yang pasti, Pak Tua Jun sangat senang.
"Sayangnya masih terlalu muda. Kapan aku memeluk cucu?" gumam Pak Tua Jun saat memegang paha ayam goreng.