
Saat Shen Yin melangkah masuk ke dalam gedung, kepalanya sedikit pusing untuk sementara waktu. Gerbang neraka sudah tidak terlihat lagi ketika dia menoleh ke belakang. Situasi di sekitarnya tampak agak mengerikan.
Tidak ada udara sejuk di neraka. Langit berwarna merah kejinggaan, tanah merah, hitam dan keunguan. Semua pepohonan tanpa daun. Ada banyak makhluk neraka dari berbagai jenis dan ukuran. Semuanya jelek dan mengerikan.
Shen Yin berjalan di sepanjang tanah yang agak lembek. Dia melihat beberapa bangunan aneh yang dihuni oleh makhluk neraka raksasa yang memegang rantai. Rantai itu ternyata membelenggu jiwa orang-orang yang memiliki banyak dosa.
Ada gunung api yang meletus berulang kali, kolam magma serta lautan api di sisi lain.
Meski ini hanya alam neraka replika dari yang asli, Shen Yin akui semuanya seperti nyata. Jiwa-jiwa manusia yang ada di sini merupakan jiwa dari orang yang bersekutu dengan iblis dan makhluk neraka.
Saat Shen Yin jalan-jalan, bayangan Shin Mose terbentuk di sampingnya. Walaupun tidak terlalu jelas, Shen Yin masih bisa melihatnya dengan mata telanjang.
"Kamu keluar, apakah tidak apa-apa?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Alam neraka ini cukup mengandung aura supernatural yang cukup bagiku untuk membentuk tubuh tanpa mengeluarkan jiwa."
"Ke mana aku harus pergi sekarang?"
"Jiwa yang diambil oleh makhluk neraka biasanya dirantai di suatu tempat yang tidak mudah disentuh. Kita masih berada di permukaan neraka, ini belum apa-apa." Shin Mose tampak mencibir.
"..." Shen Yin yang baru saja melihat neraka untuk pertama kalinya tampak tidak nyaman.
Pada akhirnya dia berjalan lebih jauh. Sesekali, makhluk neraka yang melihatnya lewat hanya memperhatikan. Karena ada Shin Mose di samping wanita itu, mereka tidak berani berjalan lebih dekat.
Hingga pada akhirnya, keduanya tiba di sebuah tempat yang agak gelap. Ada makhluk neraka berkepala banteng yang menjaga tempat itu. Ternyata, sebuh gerbang baja dengan pola yang aneh menjulang tinggi di depan Shen Yin.
"Tempat apa di dalamnya?" tanya wanita itu.
Shin Mose melihat gerbang raksasa tersebut tanpa ekspresi apapun. "Tentu saja lapisan neraka paling dalam. Jiwamu ada dalam sana. Pergilah dan minta izin pada penjaganya," jawabnya datar.
"Tidakkah kamu khawatir saat aku berkata ingin masuk, dia akan langsung membunuhku di tempat?" Sudut mulut Shen Yin berkedut.
"Kamu memiliki aura kutukan neraka. Dia akan mengira kamu dibawa ke sini oleh si pelempar kutukan. Jangan khawatir."
Shen Yin akhirnya menghampiri makhluk neraka raksasa yang berdiri di samping gerbang baja besar. Makhluk itu menurunkan pandangannya. Makhluk neraka berkepala banteng akhirnya mendengus.
"Apa yang kamu inginkan?" tanyanya serak dan sedikit menakutkan.
Makhluk neraka berkepala banteng menatap Shen Yin lekat lekat dan aura neraka terpancar dari mata kanan gadis itu.
"Ternyata manusia yang diberi kutukan oleh bangsa kami. Kamu boleh masuk."
Makhluk itu langsung membukakan gerbang baja raksasa itu untuk Shen Yin.
Saat Shen Yin memasuki gerbang, pemandangan di dalamnya berbeda lagi. Kali ini terlihat suram dan dingin. Ada banyak rantai spiritual menggantung ke langit tak berujung. Lalu terhubung pada ribuan jiwa yang terkunci.
"Sangat banyak." Shen Yin terkejut saat melihatnya. "Kenapa penjaga gerbang tempat ini mengizinkan kita masuk begitu mudah? Apakah dia tidak takut kita membuat kekacauan?"
"Tentu saja karena dia sudah tahu, siapa pun yang masuk ke sini pasti tidak mudah untuk mengambil jiwa. Dia tidak tahu bahwa kamu adalah seorang ahli supernatural dengan bakat yang langka. Lupakan saja dan cari jiwamu. Kita hanya memiliki waktu tiga hari di dalam sini."
"Apa yang akan terjadi jika lewat tiga hari?"
"Tentu saja kamu akan ikut dirantai di sini. Aku tidak mau menjadi kurungan makhluk neraka. Dunia bawahku masih nyaman untuk ditinggali." Shin Mose mencibir lagi.
"Kalau begitu kita harus cepat!" Shen Yin segera turun untuk mencari rantai yang terhubung dengan jiwanya. "Bisakah aku mencari jiwa keluarga Shen juga?"
Shin Mose menghela napas tidak berdaya. "Lupakan tentang itu. Keluarga mu melakukan pengorbanan sukarela. Tentu saja kamu tidak bisa membebaskan mereka. Nak, takdir telah ditulis, jangan melawan dewa."
"Bukankah kamu tidak percaya dewa?"
"..." Shin Mose seperti menembak di kaki sendiri. Lupakan saja. Awalnya dia khawatir Shen Yin akan bersedih karena tidak bisa menyelamatkan jiwa kerabatnya. Sepertinya dia terlalu khawatir.
Ada banyak jiwa yang terantai di sekitar keduanya saat ini. Shen Yin tidak bisa menyentuh mereka. Karena tempat tersebut sangat luas, dia sedikit lelah untuk memeriksanya satu persatu.
Hingga akhirnya, waktu telah berlalu lagi ....
Di hari ketiga menurut perkiraan Shin Mose, Shen Yin masih berjuang untuk mencari jiwanya. Dia sudah hampir menjelajahi tempat tersebut dan tiba di lokasi paling gelap.
Wajahnya sedikit pucat. Dia terlalu lama berada di alam neraka saat ini. Hingga tak lama kemudian, jantungnya berdebar.
"Ada apa?" Shin Mose melihatnya sedikit tertegun, mau tidak mau menaikkan sebelah alisnya.