
SHEN YIN TIDAK menyangka jika Jun Haobei juga memiliki rahasia. Semua orang pasti memiliki rahasianya tersendiri. Tapi orang-orang bangsawan mungkin hanya memiliki rahasia tentang sesuatu yang tabu di masyarakat.
Tidak menyangka jika Jun Haobei ingin memberitahukan rahasianya pada gadis itu.
Setelah Shen Yin memakai bajunya kembali, Jun Haobei juga melepaskan kemejanya. Shen Yin tidak mengerti kenapa Jun Haobei melepaskan bajunya. Dia yakin pria itu tidak bermaksud untuk menggodanya.
"Apa yang ingin kamu tunjukkan?" Shen Yin sama sekali tidak melihat apa-apa di tubuh pria itu.
"Perhatikan," kata Jun Haobei seraya menyentuh dadanya sendiri.
Shen Yin dengan serius memperhatikan dada pria itu. Tiba-tiba saja, sesuatu muncul. Sebuah tato ungu pucat. Tato itu perlahan muncul di dada pria itu secara perlahan hingga akhirnya benar-benar terlihat jelas.
Tato naga ungu yang sama seperti yang dilihat Shen Yin di atas tubuh Jun Haobei. Tato itu juga memiliki aura yang sama persis.
"Kamu ... Kamu ..." Shen Yin terkejut. Kali ini dia tidak tahu apa-apa sebelumnya. Tentang Jun Haobei, Shen Yin tak bisa membaca apa-apa mengenai kehidupannya.
Karena itulah dia terkejut saat Jun Haobei memperlihatkan tanda tersebut.
Jun Haobei tampaknya sudah terbiasa dengan tato naga ungu itu dan sosoknya menjadi sedikit lebih heroik. Shen Yin memerah dan berusaha untuk tidak menunjukkan rasa malunya.
"Sejak kapan ini muncul?" tanyanya.
"Tanda ini sudah ada sejak aku lahir. Ibuku berkata aku terlahir sebagai tubuh naga (pemimpin) yang diberkahi para dewa. Oleh karena itu, urusan keluarga Jun akan jatuh padaku di masa depan. Mungkin ini juga alasan kenapa bayangan naga ungu muncul dari tubuhku," jelasnya tenang dan berkharisma. Jun Haobei sepertinya sudah terbiasa dengan tato naga ungu di dadanya sendiri.
"..." Shen Yin masih jatuh dalam pikiran yang dalam. Dia melihat sosok bayangan naga ungu kecil berputar-putar di sekitar tubuh Jun Haobei. Terlihat sangat sombong.
Tiba-tiba saja tato naga ungu di dada pria itu bersinar keunguan. Keduanya secara tidak sadar melihat dengan mata telanjang. Sebuah cahaya ungu langsung keluar dari tato naga tersebut dan melesat ke arah Shen Yin.
Gadis itu membelalakkan mata dan tanpa sadar ingin menghindarinya. Namun cahaya ungu itu menembus tubuhnya. Tato bunga peoni di punggung Shen Yin segera bereaksi.
Shen Yin segera berwajah pucat.
"Xiao Yin, ada apa denganmu?" Jun Haobei akhirnya terkejut. Dia khawatir jika aura naga di tubuhnya memengaruhi gadis itu.
"Punggungku panas!" Gadis itu menggertakkan gigi. Pada akhirnya dia jatuh pingsan setelah cahaya merah keluar dari punggung gadis itu.
"Xiao Yin!" Jun Haobei segera menangkap tubuhnya.
Dia langsung melihat sebuah bayangan bunga peoni tak jauh dari keberadaan Shen Yin. Bayangan bunga peoni itu semakin jelas, awalnya menguncup, tiba-tiba saja mekar secara alami.
Di dalam bunga itu terdapat sosok pria berjubah brokat merah berpola bunga peoni, wajah tampan tapi juga cantik serta rambut hitam panjang. Ekspresinya jelas kurang senang.
Shin Mose segera melontarkan cambuk api hitam untuk menyerang Jun Haobei. Tapi bayangan naga ungu muncul, melindungi Jun Haobei. Sehingga cambuk api hanya mengenai dinding aura ungu yang muncul di sekeliling Jun Haobei.
"Layak menjadi manusia yang diberkahi para dewa." Shin Mose awalnya tak senang dengan aura naga ungu di tubuh Jun Haobei. Baginya, aura itu mengancam kehadirannya di dunia manusia.
Tapi sangat aneh, aura naga ungu tidak menyerangnya ketika berada di alam bawah sadar Shen Yin. Selama ini, Shen Yin justru diuntungkan. Aura naga ungu pria itu mampu menyembuhkan tubuh Shen Yin yang kehilangan sebagian aura supernaturalnya di waktu-waktu tertentu.
Bukan hanya itu, semua makhluk tak kasat mata hingga iblis penjaga pintu neraka saja enggan berurusan dengan pria ini.
Padahal Shen Yin adalah manusia yang dikutuk surga tapi justru terkena berkah para dewa jika dekat dengan Jun Haobei.
Jun Haobei menatap tajam ke arah pria berpakaian serba merah yang muncul di udara begitu saja. Ketika sosok Shin Mose terbentuk jelas dari bayangan bunga peoni, Jun Haobei tidak merasakan kehadirannya. Seolah-olah Shin Mose bukanlah dari dunia ini.
"Siapa kamu?"
Shin Mose menapakkan kakinya di lantai dan memperhatikan sekitar. Aura dunia manusia sangat buruk.
Mendengar pertanyaan Jun Haobei, dia tersenyum dan membuka kipas lipat nya. Dia terlihat seperti pemeran utama pria jahat dalam drama kekaisaran zaman kuno.
"Namaku Shin Mose, Raja Dunia Bawah." Dia memperkenalkan dirinya dengan percaya diri.
"..." Jun Haobei tidak memiliki reaksi apa-apa.
Shin Mose yang memperhatikannya sejak awal pun merasa heran. "Apakah identitasku tidak membuatmu terkejut?"
"Tidak. Bukankah itu hanya raja yang tidak ada di dunia ini?" Jun Haobei memang sombong.
"..." Shin Mose ingin tersedak sesuatu saat melihat aura naga ungu di sekitar tubuh pria itu menatapnya dengan sombong.
Sombong dan sombong! Pria itu begitu sombong seperti naga itu sendiri. Pikir Shin Mose tidak berdaya.
"Identitasku jelas sangat mulia. Aku dipuja oleh rakyat dunia bawah ...," gumam Shin Mose.
"Apa yang terjadi pada Xiao Yin?" Jun Haobei lebih mementingkan tentang gadis Fu yang kini tak sadarkan diri.
"Ah, dia ..."
Shin Mose kembali melirik gadis yang pingsan itu dan menghela napas. Dia duduk di sofa dengan penuh aura mendominasi sebagai raja dunia bawah.
"Jangan khawatir, dia secara alami akan bangun ketika aku kembali ke alam bawah sadarnya." Dia berkata dengan nada enteng.
"Apa maksudmu? Kamu tinggal di alam bawah sadarnya?"
"Manusia, kamu sangat khawatir dengannya alih-alih ingin cari tahu siapa aku?" Shin Mose merasa kesal karena aura naga ungu di tubuh dia itu menyerangnya agar keluar.
Jika tidak, dia tak akan mau menunjukkan diri di depan pria itu.
Jun Haobei tidak membalasnya. Dia lebih memperhatikan Shen Yin, jelas bukan?
"Tahukah kamu, dia tak akan bangun selamanya jika aku tidak ada di alam bawah sadarnya?" Shin Mose juga tidak mau berbasa-basi. Kemunculannya di dunia manusia tidak bisa bertahan lama.
"Apa maksudmu?"
"Gadis ini terlahir sebagai kutukan surga dan tak seharusnya berada di dunia manusia. Dia milik dunia bawah kami. Tapi karena dia terikat erat dengan takdirnya yang tidak bisa kuketahui, dia hanya bisa berada di dua dunia. Jika kutukan di tubuhnya pecah, keseimbangan dua dunia akan hancur," jelasnya.
Shin Mose tidak bercanda tentang hidup manusia. Shen Yin memang dilahirkan untuk menjadi terkutuk seumur hidupnya.
"Bicaralah lebih jelas. Apakah maksudmu, jika kamu pergi dari tubuh Xiao Yin ... Xiao Yin tidak akan pernah bangun lagi?" tanya Jun Haobei langsung ke intinya. Awalnya dia ingin pria itu menghilang dari tubuh Shen Yin, siapa yang menyangka justru akan berkaitan dengan hidupnya?