
ENTAH mengapa, Jun Ye merasa jika ajakan Shen Yin sedikit mengandung misteri yang tidak nyaman. Mungkin dia akan menjadi penjaga keamanan juga? Meski tidak tahu apa maksudnya, Jun Ye memilih untuk ikut dari pada berdiam diri di rumah seperti orang bodoh.
Seperti biasa, Jun Haobei menjemput Shen Yin dan tahu jadwal pulang sekolah. Jun Ye khas jika sepupunya berpikir yang tidak-tidak jadi segera melarikan diri lebih dulu.
"Jangan lupa kirimkan waktu kapan kalian pergi!" Suara Jun Ye di kejauhan terdengar.
Shen Yin menggelengkan kepala. Dia melihat kaca mobil pintu penumpang dibuka. Sosok Jun Haobei duduk dengan tenang sambil memegang Ipad-nya.
"Masuk," kata pria itu.
Shen Yin menghela napas. Pria itu masih memiliki kain kasa di dahinya. Shen Yin tidak mau repot-repot memiliki kain kasa di luka lecetnya. Terlihat tidak nyaman, jadi tadi pagi dia sudah melepasnya.
Setelah masuk mobil, Jun Haobei meminta supirnya untuk melaju ke apartemen Shen Yin.
"Apa yang kamu bicarakan dengannya?" tanya Jun Haobei.
Raja cuka tetaplah raja cuka. Jun Haobei tidak akan tenang sebelum Shen Yin menjelaskannya.
"Aku mengajaknya malam ini. Biarkan dia menjadi penjaga juga," jawab gadis itu datar.
Jun Haobei menaikkan sebelah alisnya. Gadis itu bukan hanya mengajak Li Yugang tapi juga sepupunya? Sepertinya malam nanti akan sedikit lebih menarik?
Pria itu menyunggingkan senyum. Selama gadis itu senang, dia rela mengorbankan beberapa orangnya sebagai penjaga lingkaran nanti.
Jika mereka tahu apa yang dipikirkan Jun Haobei, mungkin akan meminta cuti lebih awal dan tidak peduli dengan gaji tinggi bulan ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di malam hari, Shen Yin telah menyiapkan enam lilin merah besar, garam kasar, uang kertas, dupa kematian, serta air suci. Dia mengemasnya ke dalam tas.
Note: Uang kertas di sini biasanya dibakar untuk seseorang yang sudah meninggal agar jiwanya tenang di alam lain? Author kurang paham tentang ini, maaf bila salah.
Jun Haobei sudah menunggu di luar. Li Yugang dan Jun Ye ada di mobil lain.
Waktu hampir menunjukkan tenang malam. Mereka segera bergegas ke sebuah tempat kosong yang tak berpenghuni. Secara alami, Jun Haobei yang mencarikan tempat agar Shen Yin tidak terlalu kepikiran tentang masalah ketahuan oleh orang lain.
Setelah melakukan perjalanan menggunakan mobil selama setengah jam, mereka memasuki hutan yang sedikit rimbun.
Pada malam hari, suasana di tempat sepi selalu mencekam. Jun Ye sedikit merinding, meengusap belakang lehernya dan mengencangkan jaket hangat.
Namun Shen Yin tidak menjawabnya karena dia juga belum tahu. Jadi Jun Haobei cukup murah hati untuk memberi tahu sepupu bodohnya tentang tempat itu.
"Kita juga harus menyeberangi sungai dangkal nanti. Tidak terlalu jauh. Tapi tempatnya terpencil dan tidak pernah didatangi orang. Aku sudah meminta seseorang untuk membersihkan area di sana agar mudah melakukan ritual," jelasnya.
"Kamu memeriksanya? Kapan?" Li Yugang tidak tahu jika Jun Haobei bahkan turun tangan sendiri.
"Tadi pagi."
Tiba-tiba saja terdengar suara lolongan anjing hutan di kejauhan. Shen Yin selalu melihat berbagai hal mistis sejak memasuki hutan tapi berkat kalung berliontin pedang mahoni merah kecil pemberian Yi Er, mereka tidak berniat untuk mengganggu Shen Yin.
Belum lagi, Shin Mose yang ada di Al bawah sadar Shen Yin juga sesekali akan berbicara dengannya. Tapi dia tidak berani menguatkan aura raja dunia bawah karena keberadaan Jun Haobei sudah membuatnya sesak napas.
Di alam bawah sadar, Shin Mose menghela napas panjang. "Aku lebih suka datang ke hutan dari pada ke kuil seperti terakhir kali," katanya datar.
Shen Yin menaikkan sebelah alisnya saat suara itu menggema di pikiran. "Kenapa?" tanyanya dalam hati.
"Terakhir kali tubuhku terbakar dan langsung pergi ke kamar mandi untuk menghilangkan panas!" Ada nada ketidaksenangan bercampur rasa tak berdaya.
"..." Aku pikir kamu tidak akan terpengaruh oleh aura kuil, batin Shen Yin.
"Aku bisa mendengar apa yang kamu batinkan!" Shin Mose di alam bawah sadar mendengus tidak senang.
Sebagai seorang raja dunia bawah yang penuh pesona dan kelicikan, dia pada dasarnya tak bisa menipu Shen Yin. Setelah keluar dari dunia paralel dan berbincang cukup lama dengan kuda merah menyala, Shin Mose hampir kehilangan semua alasan untuk berbohong.
Sekarang gadis itu sudah tahu dirinya hidup hingga hari ini karena Shin Mose mendiami alam bawah sadar. Shin Mose kesal pada waktu itu. Setelah mencegah kuda merah menyala mengatakan semuanya tentang kutukan mata unik, Shen Yin justru menebaknya sendiri dengan arogan.
Jadi kali ini, Shin Mose tidak memiliki tenaga untuk berurusan dengan Shen Yin. Jika tidak, dia mungkin akan kembali ke dunia bawah sebelum masalahnya selesai.
Shin Mose juga korban. Dia juga ingin kembali ke dunia bawah untuk mengurus rakyatnya yang tidak pernah mau bertobat.
Tanpa diduga, saat Shen Yin dan ketiganya menaiki beberapa tanjakan bebatuan yang cukup curam, sosok hitam tiba-tiba muncul di samping Jun Ye.
"Aahhh!! Hantu!!!" Jun Ye berteriak dengan wajah pucat. Dia tanpa sadar ingin membuang senter yang dipegang.
Mendengarkan teriakan itu, ketiganya langsung menoleh. Namun keduanya relatif tenang.