
"KAMI BAIK-BAIK saja. Mereka ada di dalam. Bantu untuk membawa mereka kembali ke perkemahan," jawab Shen Yin.
Total murid yang hilang ada sepuluh. Polisi yang tiba ke lokasi lebih dari itu sehingga memudahkan perjalanan. Mereka menggendong para murid dengan hati-hati sebelum akhirnya meninggalkan gua tersebut.
Li Yugang menceritakan apa saja yang terjadi di perkemahan dan para murid yang selamat dari kejadian tadi langsung bersembunyi di tenda. Mereka ketakutan dan berulang kali ingin pulang.
Jika kondisinya tidak membaik, perkemahan akhir musim gugur mungkin kan dibatalkan dan harus kembali ke ibu kota lebih awal.
"Benar, ada satu murid yang hilang. Dia tidak ada di tenda. Aku pikir dia ada di antara para murid yang diculik, ternyata tidak ada." Li Yugang menepuk jidatnya dan hampir melupakan masalah tersebut.
"Siapa?" Jun Haobei juga bersikap serius.
"Seorang murid laki-laki. Kalau tidak salah seharusnya sepupumu ... Jun Ye?" Li Yugang mencoba untuk mengingat-ingat dan memang Jun Ye yang tidak terlihat di tendanya.
"Jun Ye tidak ada?" Shen Yin terkejut. Dia menatap Jun Haobei. "Bukankah dia bersamamu saat kembali ke perkemahan?"
Jun Haobei juga kebingungan dan mengangguk. "Dia jelas bersamaku saat di perkemahan. Tidak mungkin bepergian." Dia menyipitkan mata.
Jika Jun Ye tidak ada, maka dia harus mencarinya sampai ketemu. Kalau tidak, pamannya munngkin akan khawatir.
"Oke, mari kita lihat dulu. Jika tidak ada, maka cari dia lagi," kata Shen Yin menenangkan.
Setibanya di perkemahan, para pembina melihat murid-murid yang hilang itu pingsan dan dibawa polisi, segera mengucapkan syukur. Mereka berterima kasih pada mereka karena telah menemukan para murid yang hilang.
Salah satu polisi berkata jika Shen Yin dan Jun Haobei lah yang menemukan mereka. Para polisi hanya bergegas ke lokasi untuk proses penyelamatan. Akhirnya, para pembina mengucapkan rasa terima kasih pada Shen Yin dan Jun Haobei.
Gadis itu sama sekali tidak peduli tentang ucapan terima kasih. Baginya, ini merupakan hal biasa yang sering dilakukan saat tak sengaja menyelamatkan orang.
Dia dan Jun Haobei tidak menganggur. Setelah memastikan jika Jun Ye tidak ada, beberapa teman setendanya juga ditanyai. Mereka berkata jika Jun Ye ingin pergi sebentar ke suatu tempat untuk buang air kecil. Namun sampai sekarang belum kembali.
Mereka ingin mencari tapi rasa takut lebih besar dari keberaniannya sendiri.
"Ke arah mana dia pergi?" tanya Jun Haobei.
"Dia ... Dia pergi ke arah sana," jawab salah satu dari murid laki-laki itu sambil menunjuk ke sisi utara
"Utara?" gumam Shen Yin.
Lokasi hutan yang lebih dalam berada di selatan. Jun Ye pergi ke arah yang berlawanan. Shen Yin tidak tahu apa yang ada di sana namun tampaknya saat siang tadi dia lihat ke arah utara, pepohonannya lebih rimbun.
Namun dia sudah memutuskan untuk mencarinya ke sana.
"Aku ikut denganmu," kata Jun Haobei. Khawatir gadis itu menolak dan melakukan teleportasi, dia menegaskan lagi. "Jun Ye adalah sepupuku."
"Baiklah, ayo ..." Shen Yin tidak keberatan membawa satu orang lagi. Tapi sebelum dia pergi, Li Yugang mengejarnya.
"Tunggu, kalian mau pergi ke mana lagi?" tanya pria itu.
"Cari Jun Ye," jawab Shen Yin.
Ekspresi Li Yugang berubah tidak setuju dan menggelengkan kepala. "Ini sudah tengah malam. Tidak aman pergi ke arah sana. Tunggu fajar, kita cari sama-sama," jelasnya.
Jun Haobei langsung berwajah dingin. "Kamu ingin menunggu mayatnya?"
"Justru karena dia mampu melihat makhluk-makhluk itu, situasinya tidak baik. Aku harus menemukannya sebelum fajar atau semuanya akan terlambat." Shen Yin sama sekali tidak peduli dengannya dan pergi ke arah utara.
Jun Haobei mengikutinya.
Li Yugang bingung dan ingin menghentikannya tapi rasanya tidak mungkin menghentikan Jun Haobei yang keputusannya sudah bulat. Jadi dia segera mengikuti mereka untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
Ketiganya memasuki hutan lagi dan berulang kali mengambil jalan yang lebih mudah dilalui. Shen Yin tidak membawa senter. Matanya melihat dengan jelas di kegelapan.
Tapi Li Yugang dan Jun Haobei sedikit khawatir ada bahaya di depan. Entah itu lubang perangkap, lumpur isap atau binatang berbisa seperti ular. Jadi keduanya menggunakan senter untuk menyoroti jalan.
Sambil meneriakkan nama Jun Ye, ketiganya hampir berpencar. Shen Yin tidak khawatir lagi dengan adanya vampir di hutan ini. Dia khawatir dengan adanya makhluk tak kasat mata yang lebih kuat. Misalnya penghuni asli hutan atau iblis yang bersemayam di kegelapan.
Di saat mereka berteriak memanggil nama Jun Ye berulang kali, salah seorang pria vampir berjubah hitam muncul tak jauh dari keberadaan Shen Yin.
"Gadis manusia, siapa lagi yang kamu cari? Bukankah orang-orang itu sudah aman?" tanya vampir itu.
Mendengar suara itu, ketiganya menoleh.
"Ah, kamu ini hantu atau manusia?!!" Li Yugang terkejut dan hampir saja memeluk Jun Haobei.
"..." Aku vampir, batin si vampir rapi tidak bisa mengungkapkan identitasnya pada manusia biasa seperti Li Yugang.
Jadi, pria vampir berjubah hitam itu mengubah kata-kata yang sempat terucap di hatinya. "Aku hanya orang yang lewat," jawabnya. "... Aku sedang berburu binatang malam," imbuhnya mencari alasan yang cocok.
"Kenapa muncul tiba-tiba dengan pakaian seperti itu? Kamu terlihat seperti penyihir." Li Yugang protes dan menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.
"..."
Pria vampir berjubah hitam hanya tersenyum apa adanya. Dia mencoba untuk mengurangi rasa keberadaan di depan mereka. Terutama saat tersorot senter yang diarahkan Li Yugang, dia semakin tidak nyaman.
"Kami mencari seorang murid laki-laki bernama Jun Ye. Dia memiliki kemampuan mata batin seperti ku. Temannya melihat Jun Ye pergi ke arah Utara sehingga kami mencarinya saat ini." Shen Yin menjelaskan situasinya.
"Oh, tapi ..." Pria vampir itu sedikit tidak yakin. "Di depan sana hanyalah lembah yang cukup dalam. Tidak mungkin ada manusia yang tiba-tiba datang ke arah ini. Lagi pula ..." Ekspresi pria vampir itu menjadi lebih aneh. Dia berbisik pada Shen Yin sepelan mungkin. "Di lembah itu merupakan sarang makhluk entitas."
Shen Yin mengerutkan kening. Sarang makhluk entitas? Kenapa Jun Ye pergi ke arah sini? Pikirnya.
Di sisi lain, Li Yugang yang berada di samping Jun Haobei merasa aneh dengan pria berjubah hitam yang tampak pucat di mana-mana. Seperti mayat.
"Haobei, kenapa ada orang di tengah hutan seperti ini?" bisiknya.
"Hanya orang lewat," jawab pria itu datar.
"..." Kamu tidak serius, pikirnya.
Sedangkan Shen Yin yang sedang berbisik dengan pria vampir itu pun berkata akan menghabisi semua makhluk entitas di sana. Tapi pria vampir itu tidak setuju dan memintanya untuk mengusir mereka saja. Lagi pula, para makhluk entitas itu dibesarkan oleh para vampir di sini. Sayang jika harus dibunuh.
Mau tidak mau, Shen Yin menjanjikannya. Tergantung pada kondisi di sana. Dia akan membunuh makhluk entitas tertentu jika seandainya Jun Ye mengalami kecelakaan oleh makhluk tersebut.
Setelah kesepakatan dibuat, Shen Yin mengajak Jun Haobei dan Li Yugang untuk melanjutkan perjalanan. Pria vampir itu sudah menghilang entah ke mana.