The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Dalam Krisis


Shen Yin memperhatikan sekitar. Dia merasakan perasaan yang familiar seolah-olah menemukan dirinya sendiri. Dia berjalan ke sisi lain yang terlihat sepi dan tersembunyi. Ada banyak sulur berdaun hitam menggantung di sekitar rantai jiwa lain.


Ketika dia menyingkirkan sulur itu, pemandangan di depannya membuat Shen Yin terdiam. Dia terpaku pada sosok jiwa yang dirantai di depannya.


"Ini—" Shin Mose juga sedikit terkejut. "Akhirnya kita menemukan jiwamu," katanya lega.


"Ya." Shen Yin mendekati jiwanya sendiri dan getaran di hatinya semakin kuat. Tangannya yang terulur untuk menyentuh jiwanya sedikit gemetar.


"Wajar bagimu untuk merasakan perasaan aneh. Jiwa dan tubuh terhubung."


"Bagaimana cara membebaskan jiwa?"


"Selama kamu mematahkan rantai, semuanya beres."


Masalahnya, rantai yang membelenggu jiwa ini terhubung ke langit gelap tak berujung. Tidak tahu di mana ujungnya. Shen Yin ragu-ragu untuk mulai memutuskan rantai.


"Kamu yakin?" tanyanya curiga.


"Tentu saja aku yakin. Tapi mungkin hal ini akan membawa bahaya untuk dirimu sendiri. Jadi berhati-hatilah," jelas Shin Mose serius.


Shen Yin mengerutkan kening. Ini yang dia khawatirkan. Terlebih lagi makhluk neraka yang melemparkan kutukan padanya di masa lalu, pasti akan segera mengetahuinya. Shen Yin memikirkan rencana lebih dulu. Tapi tidak ada cara lain selain memutuskan rantai saat ini.


Dia menyentuh rantai yang membelenggu jiwanya saat ini. Ada sedikit getaran energi pada rantai yang terhubung dengan jiwanya. Shen Yin merasa tidak nyaman pada awalnya. Tapi tak lama setelah itu, dia memiliki keinginan untuk bersatu dengan jiwanya.


Pada akhirnya, Shen Yin mencoba untuk menarik rantai yang membelenggu jiwanya. Rantai yang saling berdentingan membuat suara nyaring. Shen yin menggunakan jimat peledak untuk menghancurkan rantai.


Dalam satu kali ledakan, semua rantai yang membelenggu jiwa langsung pecah. Tak lama setelah itu, suasana di sekitarnya menjadi dingin dan suram lalu terdengar suara nyaring seperti lolongan anjing.


Shen Yin menyipitkan mata. Dia melihat ke arah di mana lolongan anjing terdengar. Lalu membelalakkan matanya. Seekor anjing raksasa bertaring panjang dengan mata merah menatap Shen Yin dari satu tempat.


Anjing neraka itu tampaknya muncul berkelompok. Mereka mirip serigala tapi sesungguhnya hanya seekor anjing neraka.


Rantai yang baru saja dipecahkan masih dipegang Shen Yin. “Anjing-anjing itu, dari mana datangnya?” gumamnya pada Shin Mose.


“Mereka adalah anjing penjaga. Di saat ada sesuatu yang mencurigakan, mereka akan muncul untuk memeriksanya. Jangan anggap enteng, mereka lebih merepotkan daripada sekelompok anjing jalanan di duniamu,” jelas Shin Mose.


Sudut mulut Shen Yin berkedut.


“Mereka masih memiliki kemampuan untuk melakukan itu?”


“Tentu saja.”


Benar saja, anjing-anjing neraka itu langsung melompat ke arah Shen Yin dan mencoba untuk merebut rantai jiwa. Mereka mengelilingi Shen Yin dan bersiap untuk menyerang lagi.


Shen Yin waspada. Shin Mose yang ada di sampingnya sepanjang waktu sama sekali tidak dihiraukan oleh anjing-anjing itu. Di mata mereka, sosok Shin Mose tampak tidak nyata.


“Cepat pergi dari sini dan cari tempat yang aman untuk menyatukan jiwamu lebih dulu. Anjing-anjing ini sungguh merepotkan!” Shin Mose hanya bisa menyarankannya saat ini.


Mau tidak mau Shen Yin menggunakan jimat teleportasi untuk melarikan diri dari kepungan anjing neraka. Bukan hanya itu saja, gerbang raksasa tempat tersebut tiba-tiba saja terbuka dan sosok makhluk neraka muncul dengan tatapan mengerikan.


Shen Yin mau tidak mau menahan tubuhnya agar tidak lemas di tempat. Makhluk neraka ini lebih mengerikan daripada yang terakhir kali. Shin Mose juga tidak bisa berbuat apa-apa.


“Yakinlah, setelah kamu menyatukan jiwamu, kutukan mata unik itu bukan hanya hilang, kamu juga akan dilempar kembali ke dunia.” Shin mencoba untuk menyemangatinya diam-diam.


Kali ini Shen Yin berteleportasi sejauh mungkin demi menghindari kejaran anjing neraka dan makhluk neraka.


“Ha ha ha … manusia, akhirnya kamu datang!” Makhluk neraka mencium hawa panas keberadaan Shen Yin. “Di mana kamu berada sekarang? Beraninya mencuri jiwa yang kurantai!”


Makhluk neraka secara alami marah dan mencoba mencocokkan lokasi akurat Shen Yin. Sayangnya aura Shen Yin telah menyebar dan berpindah-pindah. Makhluk neraka berteriak nyaring hingga menggema di tempat tersebut.


Wilayah tergelap langsung bergetar saat suara teriakan makhluk neraka menggema. Shen Yin tidak peduli sama sekali dan terus menyebarkan auranya sendiri sebelum akhirnya menemukan lokasi yang cocok untuk menyatukan jiwa.


Sementara itu di Alam Neraka paling tak tersentuh saat ini ….


Seorang pria berjubah brokat merah api duduk di singgasananya dengan menopang kepala dan memejamkan mata. Rambut merah dan tanduk kecil di antara dahinya tidak menjadikan sosoknya jelek. Justru dia terlihat tampan, rahang tegas, alis seperti pedang, bibir tipisnya terlihat sehat serta bulu matanya tampak agak lebat dan panjang.


Tiba-tiba saja dia membuka matanya dengan tatapan tajam lalu menyeringai. “Sepertinya aku terlalu longgar akhir-akhir ini,” gumamnya.


...****************...


NB: Siapa kira-kira pria berjubah brokat merah itu? Ada yang bisa menebak?