The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
"Siapa Kamu?"


KEESOKAN HARINYA, Yi Er membereskan barang-barangnya dan pulang. Kejadian tadi malam sudah lama dilupakan. Gadis itu tak pernah mengingatnya lagi dengan serius.


Shen Yin baru masuk sekolah setelah satu minggu izin sakit. Dia sudah sembuh pada awalnya tapi masih ada yang harus dilakukan tentang penulis novel Deep Story yang ditulis oleh Little Rabbit.


Pada malam harinya, gadis itu duduk di meja belajar, mengeluarkan beberapa kertas kuning untuk menulis jimat, kuas serta tinta merah khusus.


Shen Yin menggambar berbagai jimat malam itu. Berkat ajaran kakaknya, secara ajaib dia bisa meniru. Ternyata membuat jimat membutuhkan banyak aura. Baru menggambar lima jimat saja, dia agak kelelahan.


Jika kakaknya tahu bahwa jimat yang digambar olehnya lebih baik berkali-kali lipat, mungkin akan muntah darah di tempat.


Setelah menggambar jimat, dia memilih untuk beristirahat. Tak lama setelah itu, smartphone nya berdering. Sebuah nomor tidak dikenal tiba-tiba saja muncul di layar smartphone, meneleponnya.


Shen Yin tidak tahu siapa pihak lain. Namun dia masih berbaik hati untuk menggeser ikon hijau.


"Siapa?"


"Ini aku, Li Nuo!"


Suara agak menyeramkan di seberang telepon membuat Shen Yin mengerut kening. Gadis itu menatap layar smartphone nya dengan perasaan heran lalu menghela napas.


"Kamu hanya potongan jiwa gelap yang tak bisa menyentuh barang nyata terlalu lama. Dari mana kamu mendapatkan telepon?" tanya Shen Yin curiga.


"Aku mengikuti sahabat baikku ke apartemen di mana aku tinggal. Barang-barang ku masih ada di sana termasuk ponsel. Jadi aku memakainya hari ini," jawab Li Nuo di sana dengan nada yang lebih menyenangkan.


"..." Shen Yin mengerang kecil. Apakah potongan jiwa zaman sekarang begitu mudah bermain gadget? Pikirnya.


Namun ketika Li Nuo mengatakan 'sahabat baik', ini mengacu pada Lan Miao, wanita yang telah menjadi sahabat Li Nuo sekaligus pembunuh utama yang belum terungkap.


Shen Yin menatap lima jimat di atas meja yang tinta merahnya baru saja kering. "Kenapa kamu meneleponku kali ini? Mungkinkah mereka menemukanmu?"


"Aku belum ketahuan. Tapi kali ini aku sudah lelah bermain. Bisakah kamu bertindak?" Li Nuo tampak memohon.


Dirinya hanyalah potongan jiwa saat ini dan tidak bisa pergi ke mana pun. Hari ini Lan Miao pergi ke apartemen nya untuk berpura-pura sedih atas kematian dirinya. Menipu pihak penyelidikan bahkan membuat pengumuman di Weibo bahwa dia akan berusaha keras untuk melanjutkan keinginan Little Rabbit sebagai novelis.


Hal ini membuat Li Nuo marah. Lan Miao bukan hanya menipu, tapi juga mengejeknya diam-diam.


Setelah memikirkannya sepanjang waktu, dia sudah memutuskan untuk menghentikan semua drama Lan Miao. Dia ingin bebas dan membawa Lan Miao ke dunia hantu untuk memasuki neraka delapan belas tingkat.


"Apakah kamu yakin ingin berhenti?" Shen Yin memastikan.


"Ya. Aku—"


Sebelum Li Nuo melanjutkan ucapannya, Shen Yin sudah menutup telepon. Dia membereskan jimat dan bangkit dari duduknya, mematikan semua lampu di ruangan dan menghilang dalam kegelapan.


Di lain tempat, jiwa gelap Li Nuo melayang di ruang apartemen nya, menatap panggilan telepon yang baru saja terputus. Karena terlalu lama menggunakan aura untuk menyentuh benda padat, jiwa gelap Li Nuo merasa lemas.


Smartphone yang dipegangnya langsung jatuh ke lantai dan mati total.


"Sungguh tidak menyenangkan menjadi hantu," gumamnya.


Ruang apartemen nya sudah gelap. Barang-barangnya masih ada begitu pula dengan garis polisi. Jiwa gelap Li Nuo mengingat semua kenangan yang ada di sini, termasuk saat menjadi saudara angkat Li Yugang.


Tiba-tiba saja Li Nuo dikejutkan dengan keberadaan Shen Yin yang muncul di sampingnya seperti hantu jahil.


"Ahh! Hantu!!" Jiwa gelap Li Nuo langsung menjauh, melayang ke langit-langit.


Shen Yin menatapnya tidak puas. "Kamu adalah hantunya."


Shen Yin tidak memperhatikannya lagi dan mengambil smartphone yang sudah mati total di lantai.


"Ponselmu tidak disita polisi untuk penyelidikan?" tanyanya.


"Itu diambil. Tapi aku punya dua smartphone. Salah satunya selalu aku simpan di tempat yang cukup sulit ditemukan." Jiwa gelap Li Nuo menjawab dengan jujur.


"Mungkinkah kamu menyimpan video terlarang?"


"... Tidak!"


Jiwa gelap Li Nuo segera menjelaskan sebelum Shen Yin salah paham akan sesuatu. Setelah menyelesaikan kesalahpahaman, keduanya mulai berbicara serius tentang masalah itu.


"Aku dengar orang-orang yang menonton film horor dari novel yang buat langsung bermimpi buruk. Aku tidak tahu apakah karena mereka takut atau sesuatu yang lain, tapi aku merasa tidak nyaman," jelas jiwa gelap Li Nuo.


Kegelapan di apartemen tidak membuat Shen Yin merasa takut. Dia dengan santai duduk di salah satu sofa dan mendengarkan penjelasannya.


"Sebelum aku membalaskan dendam, aku ingin orang-orang tidak bermimpi buruk lagi setelah menonton film Deep Story. Aku juga berharap novel yang kubuat bisa bermanfaat bagi semua pembaca," imbuhnya.


"Shen Yin, bisakah kamu ... melakukan ini untukku?" Jiwa gelap Li Nuo memohon padanya.


Shen Yin tidak langsung menjawab  tapi mengerutkan kening. Orang-orang yang menonton filmnya akan bermimpi buruk. Mungkin ini merupakan efek dari ketidakbahagiaan penulis aslinya yang merasa tidak bisa berdamai sebelum dikenal banyak orang.


"Tidak masalah ... hanya saja—"


"Apapun persyaratannya, aku pasti akan memenuhi persyaratan tersebut."


Gadis itu mencibir. "Ini bukan masalah persyaratan. Hanya saja jika kamu ingin membawa Lan Miao ke neraka delapan belas tingkat, tentu saja tidak mudah."


Berurusan dengan dunia tak kasat mata sungguh merepotkan. Tidak semudah yang mereka lihat di permukaan. Untuk membantu orang lain dalam memecahkan masalah dan membuat jiwanya damai, Shen Yin harus menggunakan jimat khusus agar mereka tidak menyentuh manusia ketika lapar.


Oleh karena itu, Shen Yin jarang berurusan dengan mereka. Belum lagi ... dia juga tak setenang itu di hatinya.


Kejadian berdarah di keluarga Shen tahun itu membuat Shen Yin tidak mau berurusan dengan dunia tak kasat mata.


"Di mana kamu menyimpan Lan Miao?" tanya gadis itu.


Jiwa gelap Li Nuo tak akan bisa berkeliaran ke mana-mana tanpa Lan Miao sebagai perantara di tempat tersebut. Intinya, di mana Lan Miao berada, jiwa gelap Li Nuo juga hanya bisa ada di sana.


"Di bawah sana." Dia menunjuk ke tempat tidur. Lebih tepatnya, dia menyimpan tubuh Lan Miao di bawah sana.


Shen Yin bangkit dan melihat ke bawah, memang benar, Lan Miao pingsan di sana.


"Bagaimana kamu bisa menyimpannya di sana?" tanyanya.


"Aku kesal dengannya dan biarkan dia di sana."


"..." Shen Yin menatapnya curiga. Lupakan saja, pikirnya.


Shen Yin hendak meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke apartemennya. Namun di saat dia berniat menggunakan jimat teleportasi, angin yang kencang tiba-tiba berputar di ruangan dan sosok jangkung berjubah hitam muncul, mengulurkan tangan padanya—hendak menangkapnya.


Gadis itu tidak merasa ada ancaman sama sekali dan dengan mudah menghindar.


"Siapa kamu?" tanya pihak lain terdengar marah.