
SOSOK yang tiba tiba muncul di samping Jun Ye adakah Ye Zhuan. Dia juga terkejut saat mendengar teriakan Jun Ye hingga gendang telinganya hampir pecah.
Bahkan sosok hantu nenek yang duduk di dahan pohon sambil memegang buah mangga yang tumbuh liar sebelumnya—juga terkejut.
Hantu nenek berambut putih itu duduk di dahan kokoh sebuah pohon besar yang sedang dilewati Shen Yin saat ini. Dia mungkin sudah mati di bukit ini karena terjatuh saat mencari kayu bakar. Tapi jangan salah, jiwanya berada di gunung.
Hantu nenek yang satu ini menyukai buah mangga jadi petik mangga liar yang sudah matang.
Namun ketika mendengar teriakan Jun Ye yang sedikit mengerikan, hantu nenek itu hampir mengalami serangan jantung. Dia menjatuhkan mangga yang dipegang lalu gigi palsunya langsung keluar mulutnya.
Hantu nenek itu marah pada lima manusia yang ada di bawah pohonnya.
"Kalian pasti ingin membunuh nenek tua ini! Sungguh tidak punya etika! Dasar manusia!" Suara serak hantu nenek terdengar, seperti sedang mengeluarkan berbagai kata kutukan.
Shen Yin tidak terkejut, begitu pula Jun Haobei. Namun Li Yugang dan Jun Ye tidak tenang. Mereka mencari sosok yang bicara tadi.
"Jelas sekali suaranya dari belakang kita, tidak jauh harusnya. Lalu mana wujudnya?" Li Yugang menyoroti sekitar dengan tangan agak gemetar. Dia melupakan teriakan Jun Ye sebelumnya.
Mereka juga mencari. Tapi Shen Yin sudah menengadah ke pohon mangga besar di atasnya. Pohon mangga berdaun lebat dan berbuah banyak itu tampak tumbuh liar selama ini. Tidak ada yang datang untuk memetiknya.
Memang, kadang di hutan ada beberapa pohon buah liar yang tumbuh sejak puluhan tahun lamanya. Entah itu ditanam secara tidak sengaja oleh tim perlindungan hutan atau biji mangga yang dijatuhkan oleh hewan lain di masa lalu.
Ada buah mangga yang jatuh tak jauh dari mereka. Ternyata sosok hantu nenek yang duduk di dahan pohon mangga adalah pelakunya.
Hantu nenek itu tampaknya sedikit galak, berwajah pucat, keriput serta kurus. Namun setelah menjadi hantu, energinya lebih banyak hingga tidak akan merasakan sakita tau lelah lagi.
Jun Haobei mengikuti arah pandang Shen Yin, tapi dia tidak bisa melihat apa pun selain gumpalan asap hitam keunguan yang sedikit kabur di matanya. Dia lalu memegang tangan Shen Yin agar bisa melihat sosok itu. Benar saja, tak lama setelah memegang tangan gadis itu, Jun Haobei mampu melihat wujud hantu nenek.
"Hei, manusia, kalian dengar atau tidak saat nenek ini bicara?!" Hantu nenek itu masih kesal saat Shen Yin hanya melihatnya dengan tatapan kosong.
Jun Ye dan Li Yugang mendengar suara itu lagi, merasa lebih merinding. Keduanya saling merapatkan diri, tidak peduli dengan jenis kelamin lagi.
Dengan keringat dingin di dahi dan hawa dingin di punggung, keduanya terlihat lemas di tempat.
"Shen Yin, sepupu, di mana suara nenek itu berasal? Di hutan seperti ini, tidak mungkin ada nenek-nenek yang sedang mencari kayu bakar 'kan?" tanya Jun Ye sedikit pucat. Dia mengabaikan sosok Ye Zhuan yang masih berdiri tenang di sampingnya.
Ye Zhuan tahu di mana sosok hantu nenek berada tapi tidak berniat untuk menatapnya. Terlalu membosankan untuk menatap hantu kecil seperti itu. Namun dia masih bertanya dengan sopan pada Shen Yin.
"Nona Shen, apa yang harus kulakukan dengan hantu itu? Kirim dia ke dunia bawah?" tawarnya.
Shen Yin tidak lagi mendongak dan melirik Ye Zhuan dengan cibiran. "Sepertinya dia harus pergi ke dunia hantu dulu untuk diadili, kemudian menyeberangi sungai kehidupan baru. Biarkan raja neraka dan raja surga yang menentukan apakah hantu nenek itu akan bereinkarnasi atau menetap di dunia bawah," jelas Shen Yin yang tampak telah memikirkan semua persiapan.
"..." Hantu nenek yang ingin berteriak kembali kini terdiam. Shen Yin, Jun Haobei dan Ye Zhuan mampu melihat wujudnya. Tapi tidak dengan dua orang yang berpelukan konyol itu.
Hantu nenek hanya samar-samar bisa melihat aura ungu di tubuh Jun Ye. Laki-laki itu harusnya juga bisa melihatnya. Hanya saja kemampuannya cukup lemah, bisa mendengar suara namun tidak mampu menemukan keberadaannya.
Hanya saja mendengarkan percakapan kedua orang itu, hantu nenek sedikit takut.
Setelah meninggal, dia juga mengenal beberapa hantu yang menjadi pengembara lebih lama darinya. Ada dunia bawah yang terkenal, lalu dunia hantu untuk menjadi jembatan pertama orang yang telah meninggal.
Tapi hantu nenek enggan pergi, jadi dia tinggal di hutan sebagai hantu malang yang kesepian. Siapa tahu dia akan bertemu dengan beberapa iblis kecil (pengganggu) yang licik ini.
"Siapa yang mau pergi ke sana?! Jangan berharap!" Hantu nenek itu mengambil kembali gigi palsunya, kemudian melayang ke bawah. Dia berdiri tak jauh dari keberadaan Shen Yin.
Lagi pula, Jun Haobei memiliki aura aneh di tubuhnya, membuat hantu nenek tidak berani mendekat.
"Nak, kamu tidak bisa kasar pada nenek tua ini. Oh, tulang lamaku patah!" Hantu nenek itu berakting dengan baik, tapi niatnya tidak jahat. Dia hanya ingin makan mangga sebelumnya.