The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Mimpi Buruk Berdarah


JUN HAOBEI berwajah gelap saat memikirkan Ye Zhuan mulai menggoda saudara perempuannya lagi. Sebelum matahari terbit, Ye Zhuan sudah meninggalkan apartemen. Li Yugang dan Jun Ye masih tidur sebelumnya.


Karena itu, ketika keduanya tidur, Ye Zhuan membicarakan banyak hal dengan Jun Haobei. Lalu meminta maaf jika penglihatan masa depan keluarga Jun sebelumnya memang benar. Dirinya akan menyebabkan bencana berdarah bagi keluarga Jun jika menikah dengan Jun Haoran.


Tapi sekarang berbeda. Dia mengenali tuannya, raja dunia bawah—Shin Mose. Belum lagi Shen Yin yang diincarnya untuk dibawa ke dunia bawah juga dibatalkan.


Ye Zhuan telah memikirkan semuanya dengan sangat baik. Dia tidak akan menyebabkan bencana berdarah lagi bagi keluarga Jun. Bahkan mengambil sumpah. Seiring berjalannya waktu, dia benar-benar menyukai Jun Haoran.


Tapi Jun Haobei tidak serta-merta langsung setuju. Dia membutuhkan kata-kata Shen Yin terlebih dahulu.


Jadi sekarang ini, Ye Zhuan kembali ke Organisasi Pandora untuk mengurus orang-orangnya. Di sisi lain juga sedang menghindari Shin Mose yang masih marah karena terlambat datang.


Sementara saat ini, Shen Yin yang berusaha untuk bangun sedang mengalami mimpi buruk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dalam mimpi, Shen Yin berada di sebuah ruang utama yang luas bernuansa bangunan antik. Dia melihat seluruh anggota keluarga Shen bersimbah darah. Shen Yin kebingungan. Tubuhnya bau darah.


Ketika melihat kedua tangannya yang penuh darah, dia mundur beberapa langkah. Bukan hanya tangannya saja yang penuh darah, tapi pakaian dan wajahnya juga terciprat darah segar.


Di depannya, ada mayat seorang wanita tergeletak tak bernyawa dengan lubang di bagian dadanya. Wanita itu juga bersimbah darah, matanya menatap Shen Yin seperti merekam adegan untuk terakhir kalinya. Namun wanita itu masih memiliki senyum seolah-olah tidak menyesal meninggal di tangan anaknya sendiri.


Shen Yin tertegun. Matanya memerah. Dia ingin menangis tapi tidak bisa mengeluarkan suara. Dia juga tak bisa mendekati mereka. Kakinya kaku di tempat.


"Bu, ibu ...," panggilnya serak.


Kenapa dia kembali ke adegan yang menyakitimu ini. Ingatan yang selalu ingin dibuang, kenapa selalu menjadi mimpi buruknya.


Dari kejauhan, suara seseorang memanggil dirinya dengan khawatir segera mengalihkan perhatian.


"Xiao Yin ... Xiao Yin, di mana kamu?" Suara seorang laki-laki menggema di ruangan tersebut. "Xiao Yin!" teriaknya lagi.


Shen Yin yang tak bisa bergerak bebas di dalam mimpinya menoleh ke belakang. Dia melihat seorang pria berpakaian putih masuk ruangan. Laki-laki itu tak lain adalah saudaranya sendiri, Shen Yang.


"Kakak, Kakak!!" Shen Yin berteriak memanggilnya.


Shen Yang akhirnya melihat gadis itu. Tubuh adiknya penuh dengan darah, membuatnya semakin tertekan. Dia segera menghampirinya. Namun sebelum Shen Yang mencapai adiknya, embusan angin panas menyapu ruangan berdarah tersebut.


Dari embusan angin panas tersebut, asap merah mulai muncul tidak tahu dari mana. Lalu apa merah tersebut membentuk sosok besar yang menyeramkan. Shen Yin melihatnya samar-samar. Bukankah itu makhluk neraka yang dilihatnya saat membuka gerbang samping neraka?


Kenapa muncul di sini?


Makhluk neraka yang muncul itu langsung membuat penghalang di sekitar Shen Yin sehingga Shen Yang yang mendekat langsung terpental menghantam daun pintu.


"Kakak!" Shen Yin melihat kakaknya menghantam pintu, ingin menghampirinya. Tapi dia terkurung oleh pagar spiritual.


Makhluk neraka itu sepertinya ingin mengambil Shen Yin untuk ikut bersamanya.


"Waktunya sudah tiba. Ini adalah hari kematianmu, anakku," kata makhluk neraka itu pada Shen Yin yang berusaha untuk keluar dari dinding spiritual.


Shen Yin menoleh ke arah makhluk itu. Kali ini dia melihat jika makhluk tersebut sangat jelas di matanya. Ini makhluk neraka yang sama seperti malam itu. Makhluk itu mencoba untuk meraih Shen Yin dengan tangan besar berkuku tajamnya.


Jantung gadis itu berdetak kencang. Shen Yin melihat tangan besar tersebut mulai mendekatinya, dia hanya bisa berdiam diri di tempat. Dia mengabaikan teriakan kakaknya yang penuh kekhawatiran.


Shen Yin hanya bisa menangis. Entah itu nalurinya saat ini atau memang kejadiannya di masa lalu. Shen Yin tidak ingat dengan benar. Makhluk tersebut datang untuk membawanya ke neraka.


Namun entah apa yang terjadi, makhluk neraka itu langsung kaku di tempat. Semua darah yang menggenang di lantai seperti memiliki kehidupan, bergerak dan menguap ke udara.


Semua anggota keluarga Shen yang meninggal bersimbah darah mengeluarkan cahaya.


Shen Yin pada saat ini kondisinya masih kebingungan. Dia melihat adegan itu dengan matanya sendiri.


Apa yang terjadi saat ini?


Makhluk neraka melihat semua ini, lalu menggeram marah. Dia berteriak nyaring, suaranya menggema di ruangaan itu hingga Shen Yin merasa gendang telinganya akan pecah.


"Tidak mungkin! Manusia yang sungguh berani melawan dunia neraka!" Makhluk neraka itu sangat marah.


Makhluk itu menatap Shen Yin dengan deretan gigi runcingnya yang lebat. Sungguh disayangkan tidak bisa membawanya ke neraka kali ini. Padahal kutukan itu sudah pecah di tubuhnya. Seharusnya Shen Yin mati ketika kutukan itu pecah.


Pantas saja dia melihat Shen Yin masih memiliki kesadaran meski kutukan di tubuhnya pecah. Bahkan jika gadis itu mengambil banyak nyawa dan menumpahkan darah orang lain sebagai syarat, tapi siapa yang tahu dia selangkah lebih lambat di belakang manusia.


"Anakku, kamu beruntung kali ini karena keluarga yang terikat darah denganmu berkorban untuk membuatmu tetap hidup." Makhluk neraka itu menyeringai semakin lebar padanya. "Meskipun kamu hidup, hari ini akan selalu menjadi mimpi burukmu. Cepat atau lambat, aku akan datang padamu lagi untuk membawamu ke neraka. Kamu tidak akan pernah diterima oleh bumi atau bahkan dunia lain. Kamu hanya menjadi milik kami, bangsa neraka," jelasnya santai dan penuh horor.


Semua darah dari anggota keluarga Shen yang meninggal itu sepertinya terisap ke tubuh makhluk neraka sebagai pengorbanan. Meskipun makhluk neraka itu tidak senang, perjanjian darah dari mereka yang berkorban ada di sini.


Semuanya mayat itu juga perlahan berubah menjadi pecahan cahaya merah dan ikut menguap hingga tak berbekas.


Shen Yin tidak mengatakan apa-apa. Dia melihat makhluk itu mulai menjadi asap merah dan menghilang begitu saja. Hawa panas tidak lagi dirasakan. Dia masih mendengar suara Shen Yang yang berteriak padanya.


Akhirnya, Shen Yin menoleh lagi ke arah Shen Yang. Mata merahnya berangsur-angsur memudar. Pada saat yang bersamaan, dia merasa ada sesuatu yang memasuki tubuhnya, sangat tidak nyaman.


Hingga, Shen Yin akhirnya mendengar suara seorang pria di pikirannya. "Gadis manusia, kali ini, aku yang akan menopang jiwamu agar tetap berada di tubuh ini ...."


Pada saat itu lah, Shen Yin merasa penglihatannya mulai gelap. Dia jatuh koma.


Tak lama kemudian, gadis itu terbangun dari mimpi buruknya.