The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Karma Menghampiri Keluarga Fang


Di rumah Jun tua, Tuan Jun dan Nyonya Jun langsung terbangun karena rumah yang bergoyang. Mereka panik dan keluar kamar masing-masing. Tapi Tuan Jun tidak melihat ayahnya keluar jadi segera pergi ke kamarnya.


Saat membuka pintu, Pak Tua Jun hanya merenggangkan tubuhnya sedikit dan bersiap untuk tidur lagi.


"Ayah, cepat bangun! Ada gempa bumi!" Tuan Jun menghampirinya.


Sudut mulut Pak Tua Jun berkedut. "Tidak ada gempa bumi atau apapun itu. Ini bukan bencana alam. Kembalilah tidur."


"Ayah ...?" Tuan Jun tidak berdaya.


Apanya yang bahkan gempa bumi? Jelas semua isi rumah bergoyang sebelumnya. Bahkan saat ini masih terasa meski tidak besar.


"Tidak ada apa-apa. Ini bukan gempa. Jangan keluar rumah dan kembali ke kamar. Terlalu bahaya. Mari kita bicarakan ini besok."


Tuan Jun bingung untuk sementara waktu dan akhirnya menangkap sesuatu yang mungkin terjadi. Ini disebabkan oleh aktivitas supernatural. Tapi siapa yang berhasil mengguncang rumah ini?


Namun karena Pak Tua Jun berkata akan membahasnya besok, Tuan Jun tidak memiliki pendapat sama sekali.


Dia segera membawa istrinya kembali untuk tidur. Sedangkan Jun Ye sudah lama berkeringat dingin di kamar. Aktivitas supernatural ini sangat luar biasa dan mampu mengguncang tanah keluarga keluarga Jun.


Dia tak bisa membayangkan seberapa hebatnya Shen Yin dan Jun Haobei saat ini.


......................


Di halaman belakang, iblis bencana yang dikalahkan oleh Shin Mose merasa sangat menyesal dan tidak rela untuk dilenyapkan. Tubuhnya langsung terbakar api dan menghilang sedikit demi sedikit.


Tapi aura iblis bencana langsung diserap oleh Shin Mose. Awan gelap di atas rumah keluarga Jun serta aura kegelapan yang menyelimuti rumah juga dibersihkan oleh Shin Mose.


Shen Yin terlihat seperti orang tidur biasa saat ini. Namun Jun Haobei jelas tidak merasakan ada detak jantung di tubuhnya.


"Apakah semuanya selesai?" tanya Jun Haobei.


"Ya, selesai. Ini hanya iblis rendahan yang bahkan tak bisa mengangkat gunung." Shin Mose meremehkannya. "Lain kali, buatlah array yang lebih kuat. Aku merasa menyentuh kapas saat menembus array pelindung yang kamu buat," imbuhnya sedikit mengejek.


Lalu Shin Mose tidak menunggu Jun Haobei menimpalinya dan segera berubah menjadi bayangan bunga teratai merah. Kemudian kembali ke tubuh Shen Yin.


Pada saat itulah, Shen Yin sadarkan diri.


Jun Haobei mengelus kepalanya. "Mari kita pulang dan lanjutkan tidur," katanya.


Keluarga Fang terlihat baik-baik saja malam itu. Tapi pada pagi harinya, Fang Ergang dan istrinya berteriak histeris hingga membangunkan yang lain.


Para pelayan yang sibuk juga terkejut dan ketakutan. Sebagai mereka ingin tahu jadi pergi ke lantai dua untuk mengetahui apa yang terjadi.


Baru saja mendekati pintu kamar pasangan itu, para pelayan mencium bau busuk yang sangat menyengat hingga ingin muntah. Fang Sichun juga keluar kamar dan memegang kruknya.


"Apa yang terjadi? Kenapa begitu berisik di pagi hari?" tanyanya sedikit tidak senang.


"Tuan Tua ..." Butler melihat Fang Sichun datang, akhirnya menghela napas. Tapi dia masih menahan mual karena mencium bau busuk.


Bahkan Fang Sichun yang awalnya tidak mengetahui ada yang aneh segera mengubah ekspresinya.


"Cepat buka pintunya dan cari tahu apa yang terjadi? Apakah kalian semua ingin dipecat?!" Fang Sichun sudah terlalu tua untuk menanggung aroma busuk seperti itu. Dan mungkin akan pingsan kapan saja.


"Ya, ya ...."


Para pelayan menutupi hidung mereka dan membuka pintu kamar Fang Ergang beserta istrinya. Untungnya pintu kamar tidak dikunci saat ini. Ketika dibuka, aroma busuk bahkan lebih menyengat hidung dan beberapa pelayan tak kuat lagi dan akhirnya pergi untuk muntah.


Fang Sichun melihat kondisi di dalam, tubuhnya menegang. "Ergang! Apa yang terjadi dengan kalian berdua? Kenapa menjadi seperti ini?"


Kondisi Fang Ergang dan Nyonya Fang sangat buruk saat ini. Tubuh dipenuhi oleh daging yang membusuk, wajah hancur. Beberapa belatung bahkan jatuh ke lantai serta mengandung darah dan nanah.


Intinya, keduanya seperti tidak bisa dikenali lagi.


Fang Ergang yang merasa tidak mengerti kenapa semua ini terjadi akhirnya menatap sang ayah. "Ayah, Ayah ... Tolong aku. Tolong! Aku tidak mau mati!"


Nyonya Fang bahkan lebih tidak berdaya. Dia berteriak beberapa kali dan ingin menggaruk wajahnya yang gatal. Lalu berguling-guling kepanasan. Fang Ergang tak terkecuali. Keduanya terus berkata tidak ingin mati.


Fang Sichun yang kebingungan tidak lagi berpikir lebih jauh. Dia menghubungi pendeta Tao sebelumnya untuk datang dan memastikan apa yang terjadi.


Sayangnya pihak lain tidak mau datang. Fang Ergang dan istrinya menandatangi perjanjian dengan iblis bencana sebelumnya. Jika apa yang diperintahkan pada iblis berhasil, keduanya akan baik-baik saja. Tapi jika iblis bencana gagal, maka keduanya aman menjadi tumbal.


Mengetahui kebenaran ini, Fang Sichun terhuyung hingga Kepala Pelayan langsung menopangnya.


"Tuan Tua!" Kepala Pelayan khawatir.


"Karma! Ini karma! Sungguh dosa!" Fang Sichun berteriak serak.