
JUN HAOBEI tentu saja khawatir dengan gadis itu jadi menyusulnya tepat waktu. Untungnya Jun Haobei tidak mengalami masalah saat di perjalanan.
Tapi Shen Yin tidak fokus padanya saja. Dia melepaskan diri dari pelukan Jun Haobei dan melihat ke pepohonan yang ada di sekitar.
"Huh! Apakah kalian sudah cukup untuk mengikuti? Turun dan tunjukkan diri kalian!" katanya pada mereka yang ada di kegelapan.
Jun Haobei terkejut dan dia tidak menyadari ada orang lain yang mengikuti.
Segera, beberapa pria berjubah hitam muncul tak jauh dari keberadaan Shen Yin dan menyeringai. Tapi mereka tak berani mendekat. Termasuk pria misterius yang mengendalikan makhluk entitas tadi—kini wajah pria itu pucat seperti kelaparan.
"Ternyata kamu mampu merasakan kehadiran kami," kata salah satu mereka.
"Bukan masalah besar bagiku." Shen Yin segera mengubah iris mata kanannya menjadi merah darah.
Ia mencoba untuk mencari tahu siapa para vampir tersebut dan apa tujuannya mengikuti Jun Haobei. Melalui mata kanannya tersebut, Shen Yin akhirnya mengetahui jika para vampir di hutan ini telah mengambil banyak manusia berdarah manis sebagai makanan.
Kebanyakan dari mereka adalah wanita. Vampir pria lebih cenderung menyukai wanita berdarah manis alih-alih seorang pria berdarah manis. Mungkin karena jenis kelamin menentukan segalanya bagi mereka.
Shen Yin dan Jun Haobei memiliki darah manis di mata mereka tapi sama sekali tidak bisa disentuh.
"Ah, gadis kecil, karena kamu telah menghabisi semua makhluk entitas itu, aku akan memenuhi persyaratanmu. Pergilah ke hutan lebih dalam lagi dan kamu akan menemukan mereka yang disandera oleh para makhluk entitas." Salah satu pria vampir yang tadi bersumpah pada Shen Yin ingin menempati janjinya dan tidak mau berbasa-basi.
"Oh, kalau begitu terima kasih," kata Shen Yin. Dia segera meninggalkan tempat tersebut bersama Jun Haobei.
Para vampir lain menatap rekannya dengan keheranan dan segera terkejut.
"Kamu ingin menyerahkan para manusia yang baru saja kita tangkap itu pada mereka berdua?" tanya salah satu dari mereka.
"Tentu saja. Aku sudah berjanji padanya. Pria harus menempati janji bukan?"
"..." Apakah kamu sangat baik hati? Pikir mereka ingin muntah darah karena amarah.
"Lalu kita akan makan apa minggu depan?" Yang lain juga tidak setuju.
"Berburu saja. Aku tidak mau mencari masalah dengan gadis itu. Tidakkah kamu lihat jika gadis itu memegang gulungan segel?"
"Gulungan segel?" Mereka bergumam dan suasana menjadi hening.
Tak ada makhluk entitas di sekitar mereka. Beberapa vampir pria mulai bergosip tentang Shen Yin yang begitu kuat. Gadis itu mungkin juga bisa menyegel jiwa mereka.
Inilah alasan kenapa pria yang bersumpah tadi menempati janjinya. Dia mengizinkan Shen Yin membawa mereka kembali.
"Tidakkah kamu khawatir gadis itu membocorkan tentang keberadaan kita di sini?"
"Tidak!" Pria yang tadi bersumpah menggelengkan kepala. "Dia tak akan melakukan itu. Sebagai seorang ahli supernatural, dia tak akan melakukannya. Lebih baik jangan provokasi dia. Besok, kita akan menyamar menjadi manusia biasa dan membantu keamanan para murid perkemahan."
"..." Sejak kapan kamu memiliki hati manusia? Pikir mereka.
Hingga salah satu dari rekannya yang lebih muda pun langsung tersadar dengan maksud perkataan pria yang telah bersumpah.
"Tunggu? Membantu manusia? Apakah kamu ingin menjadi pelayan?!" teriaknya sedikit marah.
Kini, mereka sibuk untuk memikirkan cara menghilangkan bau amis dan bau air mayat di tubuh masing-masing. Serta menghilangkan jejak lingkaran merah di sekitar mata. Kulit mereka yang putih pucat sedikit kebiruan juga harus ditutupi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shen Yin dan Jun Haobei pergi ke bagian hutan yang lebih dalam lagi. Tapi mereka tak menemukan jalan setapak. Semuanya rerumputan yang cukup tinggi serta beberapa pohon kecil dipenuhi tumbuhan merambat.
Jun Haobei memegang senter dan menerangi sekitar. Dia berada di belakang gadis itu. "Apakah mereka tidak akan menipumu?" tanyanya dengan wajah menggelap.
Mereka telah berjalan lebih jauh dan Jun Haobei melihat jam tangannya lagi. Ini hampir tengah malam.
Dia tidak takut atau hantu yang mungkin akan menampakkan diri. Dia hanya khawatir akan ada b*bi hutan yang tiba-tiba muncul dan menyerang mereka. Ini lebih berbahaya dari pada hantu.
Sayang sekali Shen Yin tidak tahu pikirannya dan segera menggelengkan kepala. "Mereka tak akan berani menipuku. Lokasinya semakin dekat," jawabnya.
Keduanya berjalan cukup jauh lagi hingga akhirnya tiba di sebuah gua yang cukup besar. Mulut gua tertutupi tanaman dan akar merambat. Shen Yin masuk tanpa perlu memeriksanya lagi dan benar saja, dia melihat para murid perkemahan yang pingsan.
Jun Haobei mengikutinya. Wajahnya tiba-tiba saja menggelap.
"Haruskah kita membunuh para vampir itu?" tanyanya sedikit marah.
Para vampir menculik manusia dan mengisap darahnya. Lalu memberikan mayat mereka pada para makhluk entitas. Ini tidak bermoral. Namun lagi-lagi Shen Yin menggelengkan kepala.
"Mereka merupakan ras immortal yang berdampingan dengan dunia manusia. Seperti layaknya manusia serigala, mereka dapat beradaptasi dengan manusia lainnya. Sayangnya, ras immortal berbeda dengan manusia sehingga tidak mungkin dimusnahkan. Itu akan menjadi peperangan dua dunia yang cukup fatal terhadap keseimbangan alam," jelas gadis itu serius.
Dia sedang memeriksa kondisi beberapa murid dan untungnya tidak ada masalah. Mereka hanya trauma kulit dan pingsan akibat obat tertentu yang diberikan para vampir.
Jun Haobei tidak berkata apa-apa lagi dan setuju dengan penjelasan gadis itu. Meski para vampir menyebalkan, mereka juga makhluk yang tak bisa lepas dari minum darah dan makan daging segar.
Hanya saja, bayangan Jun Haobei terhadap vampir berbeda dengan di film-film fantasi. Tidak semua vampir itu tampan dan luar biasa seperti di film. Jadi film-film itu menyesatkan imajinasi semua orang terhadap vampir.
"Apakah kamu membawa ponsel? Hubungi yang lain dan biarkan mereka menjemput para murid di sini. Kita tak bisa memindahnya sendiri," kata Shen Yin.
"Tidak banyak sinyal di kedalaman hutan. Tapi masih bisa mengirim pesan." Jun Haobei melihat smartphone nya hanya memiliki satu sinyal, tapi sudah lebih dari cukup.
Pesan segera dikirim pada Li Yugang dan langsung dijawab. Tuhan tahu betapa paniknya para pembina di perkemahan saat mengetahui beberapa murid menghilang.
Apa yang harus mereka lakukan saat kembali ke ibu kota dan menjelaskan para orang tua murid. Katakanlah mereka hilang dan sedang dalam tahap pencarian. Atau katakanlah mereka mati oleh makhluk aneh di hutan?
Untungnya Li Yugang menenangkan mereka dan meminta tim polisi terdekat segera mengikutinya ke tempat di mana Jun Haobei berada.
Kurang dari satu jam, mereka akhirnya tiba dengan napas terengah-engah.
Shen Yin melihat kedatangan mereka dan menaikkan sebelah alisnya. Sepertinya para vampir di luar sana cukup berbalik hati membuat perjalanan Li Yugang lancar hingga tujuan.
"Haobei, Nona Shen, apakah kalian baik-baik saja?" tanya Li Yugang smabil memegang senter.
Beberapa polisi juga memiliki helm bersenter di kepala mereka dan memeriksa sekitar.