The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Apapun Syaratnya


JUN HAOBEI MENATAP gadis yang sedikit tidak sabaran di matanya. Dia tersenyum ringan dan makan sarapannya dengan baik. Baru saja dia hendak menjawab, Shen Yang sudah mengembalikan suasana meja makan yang memiliki aroma bubuk mesiu (suasana hampir pecah/ketegangan karena marah, cemburu dan lain sebagainya).


Setelah sarapan, ketiganya menuju sofa dan meminum secangkir teh hangat. Jun Haobei tumpang kaki dengan anggun dan melihat beberapa furnitur di ruangan tersebut. Sebagai seorang pengusaha yang juga berada di bidang barang-barang rumah tangga, jelas dia bisa menilai kualitas.


Ternyata gadis itu bukan orang yang miskin. Beberapa barang masih antik dan juga bernilai kelas tinggi. Bahkan keluarga Jun tidak memilikinya. Mungkin karena keluarga Shen di masa lalu merupakan keluar supernatural, beberapa barang antik sudah dikumpulkan dari tahun ke tahun.


"Katakan, kenapa datang ke sini?" tanya Shen Yin tidak sabar. Lalu dia menatap kakaknya. "Apakah ini ada hubungannya denganmu?!" imbuhnya curiga.


"..." Shen Yang sedikit tidak berdaya. Adiknya yang selalu acuh tak acuh benar-benar tidak menganggap ketampanan Jun Haobei dengan serius. Ini juga baik. Adikku tidak akan tertipu di masa depan, pikirnya.


Jun Haobei secara alami tidak menunda bisnis di pagi hari dan mengeluarkan sebuah kotak cendana merah. Dia meletakkannya di atas meja.


Shen Yin mengerutkan kening. Dia merasa akrab dengan kotak tersebut namun belum bisa menangkap di mana dia pernah melihatnya. Jun Haobei datang dengan tujuan, Shen Yin secara alami tidak akan membuang-buang tenaga untuk menuduhnya.


"Kamu lihat itu dan akan tahu nanti," kata Shen Yang setelah menghela napas.


Shen Yin merasa jika kakaknya berdiskusi dengan Jun Haobei semalam, mungkin masih terkait dengan dirinya. Dia mengambil kotak cendana merah kecil tersebut dan membuka tutupnya tanpa kesulitan. Tiba-tiba saja matanya sedikit terkejut dan tubuhnya mendadak kaku.


Dia mengambil token giok merah yang memiliki pola bunga peoni di permukaannya. Dia memperhatikan dengan saksama dan diam-diam mengingat token giok miliknya sendiri yang kini tersimpan di kamarnya.


Token giok merah ini familiar. Tidak, lebih tepatnya Shen Yin mengenalinya dengan mudah. Wajahnya tiba-tiba menjadi sedikit sulit untuk diekspresikan. Bagaimana mungkin keluarga Jun memiliki token giok salinan miliknya? Ini .... Dia secara alami tidak mau mengakuinya.


Gadis itu menatap Jun Haobei dengan curiga dan mengikuti matanya dengan hati-hati. "Dari mana kamu mendapatkan token ini?" tanyanya sedikit dingin.


"Kakekku," jawab Jun Haobei tenang.


"..." Shen Yin tidak mengingat semuanya dengan baik.


Ketika dia kecil, ayahnya pernah berkata jika satu token giok merah miliknya ada di salah satu keluarga bangsawan lain. Sebagai bentuk hubungan yang baik di masa lalu, keluarga Shen tidak pernah mengingkari janji. Namun Shen Yin dan Shen Yang sendiri tidak menduga jika token giok merah tersebut ada di keluarga Jun.


Jun Haobei tidak terlalu mempertanyakan kenapa ekspresi keduanya sedikit tidak wajar. Namun mungkin karena ada hubungannya dengan keluarga Jun, keduanya enggan. Akhirnya dia mengatakan maksud dan tujuannya datang menemui Shen Yin.


Apakah pria itu tidak tahu jika tokek giok merah tersebut adalah simbol pertunangan? Pikirnya.


"Ya. Dia berkata hanya orang supernatural murni yang mampu memiliki bakat tersebut. Aku tidak tahu jika itu adalah kamu," jawab Jun Haobei datar, menyesap tehnya lagi.


Gadis itu mengembuskan napas panjang dan berpikir dua kali sebelum akhirnya terdiam. Dia tidak tahu apakah harus mengekspos diri atau tidak. Dia tidak mau dan secara alami enggan. Meski Jun Haobei berkata dia akan menyembunyikan masalah ini dan tidak membiarkan siapapun tahu, Shen Yin masih tidak mau.


Namun dia teringat dengan wanita bernama Jun Haoran, saudara perempuan pria ini. Mungkin dia bisa bertemu tanpa repot-repot menemukannya secara pribadi bukan?


Sebenarnya bukan masalah besar. Tapi ..."


"Apapun syaratnya, aku akan penuhi," tukas Jun Haobei seolah-olah tahu pikirannya.


"..." Shen Yin menatapnya curiga.


Shen Yang sendiri menggelengkan kepala. "Jangan terlalu berlebihan," katanya pada gadis itu.


Shen Yin mencibir. "Bukan tidak mungkin. Bukan hal sulit juga. Aku hanya ingin bertemu saudarimu, Jun Haoran," katanya.


"Kenapa ingin bertemu saudariku?" Jun Haobei sedikit terkejut dan tangan yang memegang cangkir teh sedikit kaku.


"Bukan urusanmu. Aku hanya ingin bertemu dengannya."


"Baik. Tidak masalah. Ketika aku kembali, aku akan mengatakan ini pada adikku. Lagi pula dia juga tidak akan keberatan." Jun Haobei tidak tahu apa yang ingin dilakukan gadis itu dengan saudara perempuannya. Namun dua percaya bukan sesuatu yang jahat.


Setelah kesepakatan dibuat, Jun Haobei tidak tinggal lama. Dia segera membawa gadis itu ke kediaman keluarga Jun lama. Untungnya tidak banyak anggota keluarga yang berkumpul setelah Pak Tua Jun mengusir mereka. Lagi pula dia tidak sedang sekarat jadi tidak mau dikerumuni seperti semut menemukan gula.


Ketika pelayan rumah tua melihat tuan muda mereka kembali, tentu saja jejak keterkejutan pun terlihat.


"Tu-tuan Muda? Tuan muda kembali ..." Bukankah tuan muda mereka baru saja pergi kemarin dan berniat mencari seseorang untuk menyembuhkan penyakit pria tua itu?