The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Apakah Kamu Kedinginan?


DI SAAT Li Yugang sadarkan diri, hari sudah mulai sore. Dia bangun seperti biasanya dan hanya merasa jika kepalanya agak berdenyut. Ketika mencoba untuk duduk, Li Yugang menyadari jika dirinya berada di sofa sebuah hotel mewah. Sepertinya tak jauh dari gedung perusahaan perfilman dan siaran  televisi.


Orang pertama yang dilihatnya adalah Shen Yin. Gadis itu sedikit mencondongkan tubuh ke arahnya hingga dia terkejut. Wajah gadis itu sedikit dekat dengan dirinya sendiri sehingga membuatnya malu.


"Jangan terlalu dekat ...," katanya agak canggung. Wajahnya memerah sedikit.


Ternyata Shen Yin memang terlihat lebih cantik dari dekat. Hanya saja, wajah acuh tak acuh Shen Yin membuatnya sedikit lega.


Adegan tersebut tak sengaja dilihat oleh Jun Haobei yang baru saja kembali sambil membawa tiga botol air mineral. Pria itu terbatuk kecil untuk memecahkan suasana yang agak salah di matanya. Terutama Li Yugang yang memerah ketika melihat Shen Yin. Jelas, gadis itu adalah tunangannya.


Shen Yin tidak peduli dengan pikiran para pria saat ini dan memperhatikan Li Yugang dengan serius. Jiwa gelap Li Nuo belum pergi namun tingkah laku Li Yugang saat berada di tempat tadi membuatnya curiga.


"Apakah kamu melihat sesuatu sebelum pingsan?" tanyanya langsung ke inti.


"Hah? Apa?" Li Yugang tertegun sebentar dan mencoba mencerna pikirannya kembali. Lalu teringat dengan sosok Li Nuo yang menghilang oleh cahaya putih yang menyilaukan.


"Aku melihat Nuo Nuo. Dia memakai gaun putih dan dipenuhi oleh cahaya. Dia memintaku untuk mengucapkan rasa terima kasih padamu karena telah membantunya membalas dendam," jelas Li Yugang tanpa berpikir lagi.


Dia hanya ingat apa yang dikatakan jiwa Li Nuo dan akhirnya mengerti satu hal. Ternyata, dunia gaib itu ada dan keberadaan makhluk tak kasat mata juga hanya sekadar dongeng. Dengan kata lain, Shen Yin tidak gila dan bukan tersangka utama dari kasus kematian Nuo Nuo. Semua ini dibebankan kepada Lan Miao yang mati di depan semua orang.


"Kamu melihat jiwa Li Nuo?" tanya gadis itu seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Ya. Itu pasti bukan ilusi."


"..." Tentu saja bukan ilusi, pikir Shen Yin. Tapi dia tak mengatakan kebenarannya.


"Lalu, kenapa Nuo Nuo tidak datang padamu saja?" Li Yugang menatap gadis itu yang kini di sampingnya ada Jun Haobei.


Shen Yin tidak menjawab dan dia hanya menunduk sedikit. Tentu saja jiwa putih Li Nuo tidak mungkin muncul di depannya. Dia tak ada hubungannya dengan nasib atau takdir wanita itu.


Apa yang dilihat Shen Yin sebelum hanyalah jiwa gelap Li Nuo yang dipenuhi dendam serta memiliki sesuatu yang belum selesai di dunia. Sehingga jiwa gelapnya berkeliaran untuk menyelesaikannya.


"Kamu tidak perlu. Kamu hanya perlu tahu bahwa dia hanya datang padamu." Shen Yin hanya mengatakan beberapa patah kata yang sebenarnya membosankan.


Li Yugang tidak menuntut penjelasan dan berpikir jika jiwa Li Nuo kini telah damai di sisi Tuhan bukan?


"Minumlah dulu dan kembali ke kantorku untuk mengurus masalah ini. Wanita itu mati tiba-tiba setelah kesurupan dan banyak orang mengira jika jiwa adik angkatmu membunuhnya. Sekarang orang-orang di internet heboh tentang ini. Pergi dan tangani sendiri sisanya," kata Jun Haobei seraya menyerahkan sebotol air mineral.


Ah, memikirkan pekerjaannya sebagai ketua detektif, Li Yugang mengeluh lagi. Dia memang harus pergi untuk menuntaskan kasus ini. Hanya saja,dia teringat dengan satu hal.


"Tentang jubah hitam yang ditemukan di apartemen Nuo Nuo, tahukah kamu?" tanyanya pada gadis itu.


Shen Yin menerima botol air mineral dari Jun Haobei dan berniat membawanya untuk bekal ke lokasi perkemahan nanti. Mendengar apa yang ditanyakan Li Yugang, dia tak terlalu terkejut.


"Aku tahu, tapi jangan mencari tahu." Gadis itu menggigit bibir bawahan sedikit dan menyesuaikan suasana hatinya.


Pikirannya kembali melayang ke tahun di mana adegan berdarah di keluarga Shen terjadi. Ada seorang pria yang mencoba untuk menyegel kutukannya tapi gagal. Pada waktu itu, Shen Yin lepas kendali dan melukai aura supernatural nya.


"Bakar saja jubah itu untuk menghindari sesuatu yang tidak penting," imbuh Shen Yin lagi.


Tak lama setelah percakapan itu, smartphone Shen Yin berdering. Gadis itu merogoh saku roknya dan melihat nama Yi Er tertera di layar. Gadis itu memanggilnya.


Melihat waktu sudah sore, sepertinya bus akan segera tiba. Shen Yin menerima panggilan telepon tersebut dan suara Yi Er yang sedikit cerewet terdengar. Bus sudah datang dan kepala sekolah memintanya untuk segera kembali.


Setelah itu, Shen Yin menutup panggilan lebih dulu.


"Aku akan mengantarmu kembali," kata Jun Haobei.


"Aku bisa kembali sendiri—"


"Tidak! Kamu tidak bisa menggunakan jimat," tukas Jun Haobei tegas.


"..." Shen Yin tertegun dan menatap Jun Haobei. Bagaimana pria itu menebaknya? Apakah karena dia pernah membawanya berteleportasi ke rumah sakit waktu itu?


"Jimat apa? Teleportasi apa yang kalian maksud?" Li Yugang juga mendengarnya dengan jelas.


"Bukan apa-apa," jawab Shen Yin. "Kalau begitu aku pergi dulu."


"Baiklah. Hati-hati di jalan. Tapi ... Haobei, di mana adikmu?" tanya Li Yugang sedikit bingung.


Wanita itu datang bersamanya tadi tapi kini tidak melihatnya. Mungkinkah karena takut, jadi wanita itu kembali?


Jun Haobei mengerutkan kening dan memikirkan adiknya yang saat ini berada dia sebuah toko pakaian. Ada diskon hingga 70% di sana sehingga Jun Haoran langsung pergi untuk memborong setumpuk pakaian.


Bagaimana mungkin Jun Haoran akan peduli dengan Li Yugang yang pingsan?


Sebagai seorang kakak laki-laki, Jun Haobei tidak terlalu mengerti wanita. Kenapa suka sekali berbelanja? Dia sendiri tidak memedulikan pakaian seperti apa yang dikenakannya saat ini.  Semua pakaian tertentu dipilih oleh asisten dan kepala pelayan kepercayaannya. Kualitasnya tentu saja tidak buruk.


"Adikmu berbelanja dengan gembira? Sebelumnya dia sangat marah dengan Lan Miao dan kini pergi dengan bahagia? Melupakan masalah ini? Apakah adikmu masih memiliki hati nurani?"


Li Yugang ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Tapi masih sedikit takut dengan Jun Haobei yang melindungi adiknya seperti anak sapi.


"Dia belanja adalah keinginannya sendiri. Jika kamu ingin dia datang, telepon dan katakanlah bahwa kamu sekarat hingga ingin gantung diri. Dia pasti akan datang," kata Jun Haobei tidak peduli dengan ekspresi sedihnya yang pura-pura.


"..." Jangan bercanda denganku! Dia akan datang, tapi dengan polisi dan petugas ruang sakit! Li Yugang ingin berteriak padanya.


Sayangnya Jun Haobei sudah mengejar Shen Yin yang kini keluar ruangan. Li Yugang menghela napas dan akhirnya meminum air dengan pikiran yang berkelana.


Sepertinya ... mulai sekarang, dia harus menyelidiki beberapa kasus yang tak masuk akal. Mungkin ada hubungannya dengan hal-hal gaib bukan?


Di luar, Shen Yin sudah berjalan di halaman dan angin sore mulai menerpa tubuhnya. Musim gugur membawa cuaca yang agak dingin hingga dia membenarkan syal yang dipakainya. Tapi, hawa dingin ini bukan karena cuaca, melainkan ....


Shen Yin ingin memperhatikan sekitar dengan mata batinnya. Tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya.


"Apakah kamu kedinginan?" tanya Jun Haobei yang sudah ada di belakangnya.