
SHEN YIN tidak curiga tentang Jun Haobei yang membawanya ke tempat lain. Dia sedikit lelah. Melihat kembali keindahan ibu kota yang sedikit berubah, dia bisa melihat aura di tubuh orang-orang.
Setelah berlatih di perguruan keabadian, Shen Yin tidak hanya belajar caranya mengatasi kutukan tapi juga menaklukkan kemampuannya sendiri yang selama ini ada di tubuhnya tapi tidak saling terhubung.
Kini, setelah kemampuannya diasah selama tiga tahun, Shen Yin tidak tahu untuk mengungkapkan dirinya sebagai ahli metafisika.
Jun Haobei pastinya akan menjadi asisten, seperti biasanya. Tapi Jun Haobei juga tidak lupa. Jika saat Shen Yin kembali, dirinya tidak akan lagi menjadi asisten melainkan suami.
Jadi, Jun Haobei membawanya ke suatu tempat untuk memperjelas status keduanya.
"Kita sudah sampai," kata pria itu.
Shen Yin yang awalnya memejamkan mata untuk beristirahat mendadak kebingungan. Dia melihat sekitarnya yang agak asing. Ini bukan halaman apartemen.
"Kenapa kamu membawaku ke sini?"
"Ayo ambil akta nikah kita lebih dulu," jawab Jun Haobei tidak sabar.
"Akta ... Akta nikah? Haobei, kamu ingin ... menikahiku sekarang?" Shen Yin merasa tidak terduga jika Jun Haobei begitu nekat untuk melakukan ini.
"Apakah kamu tidak mau?" Pria itu menatapnya, agak sedih.
Shen Yin merasa tercekik sesuatu. "Bukannya tidak mau, tapi rasanya ini terlalu tiba-tiba. Haobei, kakakku harus tahu tentang ini, begitu pula keluargamu."
"Jangan khawatir, aku siap dipukuli kakakmu nanti dan diceramahi kakekku. Ini bukan masalah besar. Lagi pula mereka tidak akan membunuhku jika mereka tidak ingin kamu menjadi janda muda."
Jun Haobei sangat percaya diri.
"..." Omongan pria itu semakin buruk.
Keduanya keluar dari mobil dan memasuki gedung biro urusan sipil. Jun Haobei sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk membuat akta nikah. Setelah jangka waktu yang cukup lama, keduanya terdaftar sebagai pasangan suami dan istri.
Dua buku pernikahan menjadi saksinya. Nama keduanya tercatat di buku daftar.
Kabar pernikahan diam-diam ini juga langsung sampai ke telinga Pak Tua Jun. Kebetulan, Pak Tua Jun ini memiliki teman yang bekerja di biro urusan sipil dan memberi tahu jika Jun Haobei membawa seorang wanita dan mengamb akta nikah.
Mendengar ini, Pak Tua Jun hampir pingsan. Pihak lain tidak memberi tahu siapa nama wanita itu karena Pak Tua Jun sudah menutup telepon dengan marah.
Ketika Jun Haobei kembali ke rumah tua, ada seorang wanita di sampingnya. Pak Tua Jun marah. Dia tidak mengenali wanita itu. Siapapun itu, tidak sebaik Shen Yin yang memiliki hubungan dengan keluarga Jun di masa lalu.
Sekarang Jun Haobei membawa wanita lain dan menggandeng tangannya tanpa rasa bersalah, Pak Tua Jun hampir terkena serangan jantung. Nyonya Jun dan Tuan Jun agak canggung. Putranya ini sering berubah-ubah.
Baru saja berpisah dari Shen Yin selama tiga tahun ditinggal ke perguruan keabadian, anaknya tidak tahan dan mencari wanita lain.
"Tidak berbakti! Beraninya kamu membawa wanita lain selain Xiao Yin ke sini! Apakah kamu ingin dikeluarkan dari keluarga Jun?!" Pak Tua Jun memegang kruk dan ingin memukul cucunya yang tidak berperasaan.
"Haobei, kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu bilang akan menunggu Shen Yin dan menikahinya ketika kembali? Ibu awalnya kurang setuju karena karena gadis itu masih muda. Tapi ibu juga tidak kejam. Jika kamu mau, kamu bisa menikahinya." Nyonya Jun mulai menitikkan air mata.
Shen Yin telah membantu keluarga mereka dari bahaya besar di masa lalu. Ini hanya berselang tiga tahun, gadis itu pasti tumbuh menjadi seorang wanita.
Saat turun pegunungan dan menyadari jika Jun Haobei menikahi wanita lain, pasti akan sangat kecewa.
Jun Haobei tidak mengatakan apa-apa, dia mencoba menghindari kruk kakeknya yang ingin memukul kedua kaki.
"Kakek ..." Jun Haobei awalnya ingin memberikan kejutan atas kepulangan Shen Yin. Tapi justru membuat keluarganya marah.
Shen Yin yang berdiri di samping pria itu agak kebingungan dan canggung. Mereka tidak mengenalinya. Ini wajar. Shen Yin memanjangkan rambut dan wajah kekanak-kanakannya sudah tidak ada lagi.
Dia melihat Pak Tua Jun mencibir padanya. "Kamu, siapapun kamu ... Kamu tidak diterima di keluarga ini! Keluar dan jangan ganggu kenyamanan rumah ini. Haobei bisa membesarkanmu di luar tapi cucu menantu ku hanya satu, yaitu Xiao Yin!"
Shen Yin sedikit tidak berdaya. "Kakek, ini aku. Bagaimana bisa menjadi wanita lain." Suaranya sedikit berbeda tapi dia yakin keluarga Jun akan mengenalinya.
Jun Ye yang mendapatkan kabar jika sepupunya menikahi wanita lain pun segera datang. Dia bediri di pintu dan mendengar wanita di samping Jun Haobei berkata. Dia kejutan yang dalam.
Jun Ye segera berjalan cepat dan melihat sosok wanita berambut panjang itu dari depan. Sebagian poni wanita itu menghalangi mata kanannya.
"Shen Yin? Apakah kamu adalah Shen Yin?" tebaknya.
"Kamu masih mengenaliku rupanya," jawab Shen Yin tersenyum datar.
"Ternyata kamu!" Jun Ye juga terkejut.
"..." Pak Tua Jun, Nyonya Jun serta Tuan Jun memperhatikan perubahan suasana saat ini. Apakah mereka salah paham?