The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Long Time No See


MUSIM semi tiga tahun kemudian.


Seorang wanita berusia dua puluh tahunan berdiri di sisi jalan sepi tak jauh dari pegunungan. Pepohonan bunga persik yang berada di sekitarnya sudah mekar sempurna. Dan aromanya sangat memabukkan.


Wanita itu memakai kacamata hitam, rambut hitam sepunggung yang diikat ekor kuda serta sebagian poni menghalangi mata kanannya.


Dia berperawakan tinggi, langsing dan berkulit putih bersih. Dengan sepatu pantofel hitam dan gaun hitam selutut nya yang terlihat misterius, dia menarik beberapa perhatian orang yang lewat.


Ada koper di sampingnya. Dia seperti sedang menunggu seseorang.


Tak lama, sebuah mobil hitam perlahan berhenti di depannya. Kaca jendela pintu mobil pengemudi terbuka.


"Butuh tumpangan?" tanya seorang pria berjas rapi. Tangan yang memegang setir sedikit mengencang.


Wanita itu yang tak lain adalah Shen Yin, me jika kacamata hitamnya dan tersenyum pada pria tampan yang mengemudi.


"Tentu saja. Terima kasih atas kebaikanmu, Tuan," jawabnya.


Shen Yin memasukkan koper ke bagasi dan duduk di samping pria yang sedang mengemudi. Mobil melaju di jalanan besar yang cukup sepi. Tidak ada percakapan apapun selama di perjalanan hingga saat Shen Yin hendak memejamkan mata, mobil tiba-tiba saja menepi di pinggir jalan yang sepi.


Wanita itu terkejut saat menyadari jika mobil berhenti begitu saja. Dia menatap pria yang sedang mengemudi dengan tatapan aneh.


"Tuan, kenapa berhenti tiba-tiba? Kamu tidak berniat untuk merampok wanita biasa sepertiku kan?" tanyanya sedikit tidak berdaya.


Pria jangkung berjas rapi itu segera melepaskan sabuk pengaman, menatap Shen Yin dengan mata agak memerah. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah Shen Yin dan mencium bibirnya tanpa berkata apa-apa.


Suasana di dalam mobil sedikit aneh dan canggung. Shen Yin bahkan tertegun. Dia ingin melepaskan diri namun pria itu menekan belakang kepalanya hingga ciuman mereka sedikit lebih lama.


Sampai Shen Yin hampir lupa caranya bernapas, tautan bibir keduanya terlepas.


Pria itu menatap ke mata Shen Yin tanpa berkedip seakan-akan ada jurang dalam yang akan menariknya.


"Tiga tahun ... Ini bukan waktu yang singkat bagiku, Xiao Yin. Aku tidak pernah bisa tidur nyenyak. Adikku sudah menikah dan memiliki anak tapi aku masih kesepian. Katakan padaku, bagaimana kamu akan bertanggung jawab?" jelasnya dengan nada pelan tapi setiap kata yang diucapkannya tegas.


Shen Yin terkekeh, sama sekali tidak terpengaruh dengan keadaan tersebut. "Haobei, nada bicaramu semakin buruk," ejeknya tidak bersungguh-sungguh.


Keduanya memiliki pemahaman masing-masing saat ini. Jun Haobei, pria yang menyetir mobil itu mendapatkan telepon dari Shen Yang jika Shen Yin akan turun pegunungan. Dia senang. Ini adalah hari-hari yang dinantikannya.


Namun Jun Haobei juga mengerti betapa pentingnya keselamatan Shen Yin. Jadi dia hanya bisa menahan diri. Dia sama sekali tidak pernah berpikir untuk mencari pengganti atau berpaling dari wanita itu. Dia sudah menjadikannya sebagai miliknya sendiri.


Shen Yin berubah dari gadis SMA yang pendiam menjadi wanita cantik yang lebih dewasa dan sedikit menggoda. Jun Haobei sedikit panik di hatinya. Dengan kecantikan wanita ini, pria mana pun pasti akan mengantre di belakang.


"Kamu semakin cantik dan dewasa. Tidak sia-sia dibesarkan di pegunungan," celetuk Jun Haobei agak terpesona.


Sebagai pria normal, dia juga memiliki kecanduan terhadap wanita ini. Saat masih sekolah saja cantik, apalagi ketika beranjak dewasa, auranya semakin terlihat.


Shen Yin memiliki banyak aura di tubuhnya dan kini memiliki identitas lain di dunia luar sebagai seorang ahli metafisika. Dia siap terjun ke masyarakat suntuk menunjukkan keahliannya.


"Yah, kamu juga menjadi sapi tua." Shen Yin tidak mau kalah, mengejeknya, bahkan lebih parah.


"..."


Jun Haobei tanpa sadar menyentuh wajahnya. Dia sering kelelahan akhir-akhir ini karena sibuk dengan pekerjaan perusahaan. Sepertinya dia harus rajin berolahraga serta melakukan perawatan wajah agar terlihat lebih awet muda.


Tapi Jun Haobei lupa, sekarang dirinya seorang ahli supernatural. Awet muda merupakan salah satu aset orang-orang seperti ini. Dia juga belum berusia tua, hanya 29 tahun. Yah ... Ini agak tua jika berpasangan dengan Shen Yin yang kini baru berusia dua puluh tahun.


Perbedaan usia ini, Jun Haobei yakin orang-orang akan mengira keduanya adalah paman dan keponakan atau kakak beradik. Dia tidak mau dipandang seperti itu.


"Xiao Yin, senang kamu kembali." Dia berkata serius.


Shen Yin juga mengangguk, "Ya, aku juga senang bisa kembali."


Keduanya saling menatap untuk sementara waktu, agak canggung. Tiga tahun tidak bertemu, memang tidak terbiasa lagi.


"Mungkin kamu harus mengubah nama panggilanku?" Shen Yin bukan lagi seorang gadis SMA yang masih memakai seragam sekolah.


"Yin'er ... Aku akan memanggilmu seperti itu mulai sekarang," jawab Jun Haobei.


"Tidak apa-apa. Ini lebih baik."


Keduanya tidak banyak bicara. Jun Haobei segera melanjutkan perjalanannya.