
SHEN YIN sama sekali tidak takut. Meski mereka lebih dari lima orang, di matanya hanyalah sekelompok orang kecil yang baru melihat dunia untuk kali pertama. Para pria yang diperkirakan berusia dua puluh tahunan itu tentu saja merupakan orang-orang yang tidak sekolah dan menjadi penjahat masyarakat sejak kecil.
Mereka hidup tidak baik dan banyak melakukan tindakan ilegal secara diam-diam. Bahkan mencuri dan memperkosa. Ada aura gelap di sekitar mereka yang menandakan jika tubuh mereka ternoda oleh hawa jahat.
Orang-orang ini tidak baik. Dengan begitu, geng vampir dunia bawah juga bukan hal yang baik.
Di saat mereka beramai-ramai ingin menangkapnya, Shen Yin sudah memberikan beberapa gerakan membela diri, menghajar mereka satu persatu tanpa rasa takut, ayunkan tangan, angkat kaki dan jatuhkan dalam satu kali gerakan. Mereka mengalami luka di dada, bahu, wajah dan juga di antara kedua kakinya.
Pria yang ditendang Shen Yin sebelumnya belum pulih dari rasa terkejut. Melihat semua saudaranya jatuh ke tanah dengan erangan menyakitkan, dia tahu ini tidak baik. Gadis itu masih berdiri dengan baik, tanpa rasa lelah ataupun takut.
"Kamu ... Kamu—" Pria itu tidak tahu harus berkata apa.
Shen Yin tidak peduli dan melewati mereka semua dengan lancar. "Beri tahu tuanmu itu, berhentilah untuk menculik dan meminum darah orang. Kehidupan dunia manusia bukan tempat mereka."
Setelah berkata demikian, sosoknya semakin menjauh.
"..." Para gangster itu kebingungan dan merasa jika Shen Yin jelas aneh. Minum darah? Apakah tuan mereka benar-benar seorang vampir? Lagi pula, mereka tidak pernah melihat tuannya, hanya rumor dunia bawah.
Apakah benar ada yang seperti itu? Bukankah gadis itu hanya membual?
"Saudaraku, apakah gadis itu tahu sesuatu?" tanya salah satu dari mereka yang dipukul wajahnya.
Jejak biru keunguan terlihat mengerikan, sangat sakit. Pukulan Shen Yin tidak kecil. Belum lagi menggunakan jejak supernatural di setiap pukulan sehingga rasa sakitnya tetap terasa bahkan jika lukanya hanya tergores dan merah saja.
"Aku tidak tahu! Kita bahkan tidak tahu, bukankah gadis itu hanya berbohong!? Ini bukan film!"
Pada akhirnya mereka tidak berani muncul lagi di gang tersebut dan melarikan diri seolah-olah baru saja melihat iblis.
Adapun Shen Yin yang tidak tahu apa yang mereka pikirkan, kini telah tiba di sebuah bangunan kecil di sudut terpencil gang. Ada beberapa perumahan dan rumah susun setelah melewatinya gang. Tapi kondisi di sana lembap dan cukup kumuh.
Gadis itu tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan. Dia melihat-lihat sekitar, ada beberapa potongan jiwa lemah yang kemungkinan besar pernah meninggal di sini dan tidak bisa pergi ke dunia hantu untuk melewati lautan reinkarnasi.
Dia mengalihkan perhatian pada sebuah toko kecil tanpa papan nama. Dia menyentuh rumbai lonceng yang terpasang di palang kayu di langit-langit teras depan sehingga suara nyaring renyah pun terdengar.
Setiap tamu yang datang harus membunyikan bel tersebut sehingga pemilik toko tahu bahwa orang yang datang merupakan pelanggan tetap.
Seorang wanita paruh baya yang mengenakan celemek pun muncul dan tersenyum ramah saat Shen Yin datang. "Ah, Nona Shen, masuk, masuk."
"Terima kasih." Gadis itu tersenyum dan masuk mengikutinya.
Suasana di dalam toko lebih hangat. Pencahayaan dari lampu yang cukup redup membuat seisi toko terlihat unik dan antik. Tak ada barang yang istimewa di mata orang biasa. Barang-barang yang dijual tentu saja untuk kebutuhan orang-orang metafisika ataupun orang dengan kemampuan unik lainnya.
Ada kertas jimat, pena berukir naga, kartu berlogo Yin Yang, tinta merah, kertas rune, botol kaca transparan dengan tutup kayu mahoni, pedang mahoni kecil, kalung liontin batu giok berukir Yin Yang dan masih banyak lagi. Bahkan guci penyegel juga ada dan merupakan barang paling mahal di toko tersebut.
Di saat Shen Yin memperhatikan beberapa barang yang dijual, wanita paruh baya yang memakai celemek itu berteriak memanggil seorang pria tua.
"Pak Tua! Pelanggan cantikmu sudah datang!" Wanita paruh baya itu merupakan pengurus di toko serta kepercayaan dari pemiliknya. Setiap kali Shen Yin datang, wanita ini pasti menyambutnya.
"Apakah kakek Liao sibuk akhir-akhir ini?" tanya Shen Yin seraya mengambil banyak kertas jimat kuning. Harga perlembar seharga seribu yuan. Tentu saja harga yang mahal hanya untuk satu lembar kertas jimat kuning yang tampak biasa saja.
Wanita paruh baya itu menghela napas dan memasang ekspresi tidak berdaya. "Ah, penyakit lamanya kambuh lagi akhir-akhir ini jadi istirahat di kamar. Tapi jangan khawatir, beliau sudah minum obat dan kondisinya membaik," jelasnya.
Shen Yin mengangguk ringan. Dia tahu bahwa pemilik toko ini merupakan seorang pria tua yang cukup aneh. Pria tua itu memiliki penyakit lama usia tua yang merupakan umum di masyarakat. Shen Yin juga tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.
Tak lama kemudian, seorang pria tua muncul dari ruangan lain dan tertawa senang ketika melihat Shen Yin datang. Dia menggunakan kruk untuk membantu tubuh tuanya berdiri lebih tegak.
"Gadis bau (nakal)! Akhirnya kamu datang juga. Sudah cukup lama tidak melihatmu. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Kakek Liao dengan nada marah palsu.