
Setelah Shin Mose tersingkir dari alam bawah sadar Shen Yin sebelumnya, dia pikir akan kembali ke dunia bawah. Lalu menjadi raja dunia bawah seperti sebelumnya. Tapi mungkin dia terlalu banyak berpikir.
Siapa yang tahu bahwa dirinya juga memiliki cahaya jasa yang diperoleh dari berbuat baik pada orang lain.
Akibatnya, sebelum dia masuk ke dunia bawah, sebuah cahaya menariknya pergi ke tubuh seorang pria yang mirip dengannya. Tapi sayangnya pria itu miskin dan bisa dianggap sebagai pengemis bau.
Biksu Tua yang menjemputnya untuk menjadi penjaga kuil dan mengetahui identitas nya. Dia sangat tidak terima pada awalnya lalu perlahan menjadi tenang.
Sialnya lagi, dia tak bisa pergi dari kuil. Ada penghalang aneh yang membatasinya. Ternyata Biksu Tua itu yang membuatnya.
"Kekuatanku hilang. Kecuali kemampuan mata batinku yang masih utuh, semuanya tersapu saat masuk ke tubuh manusia ini. Katakan padaku, bagaimana keadaan Ye Zhuan sekarang?" tanya Shin Mose dengan sudut mulut berkedut.
"Dia baik-baik saja. Tapi ..." Shen Yin mau tidak mau menoleh ke gerbang kuil dan melihat sosok Ye Zhuan. "Kapan dia datang?" tanyanya.
"Huh?" Shin Mose melihat ke arah gerbang.
Dia melihat Ye Zhuan mondar-mandir di luar dan tak berani masuk. Sebagai makhluk dunia bawah yang memimpin Organisasi Pandora, Ye Zhuan juga tidak bisa masuk kuil.
"Ternyata dia sudah lama datang." Shin Mose tidak berdaya. Dia menatap Biksu Tua dengan ketidakpuasan. "Kenapa kamu tidak membiarkannya masuk?"
"Biksu Tua ini tidak berani menentukan baik dan buruknya seseorang. Semuanya kehendak dewa."
"..." Bisakah berhenti menjadi lebih spiritual di depanku? (눈‸눈)
Shin Mose hampir gila saat ini. Dia malas berdebat dengan Biksu Tua itu.
Shen Yin dan Jun Haobei tidak mau ikut campur dan keduanya langsung meninggalkan kuil. Shin Mose tidak ingin keduanya pergi tanpa membawanya. Tapi Shen Yin hanya menjanjikan jika dirinya akan datang lagi di masa depan.
Adapun Ye Zhuan yang melihat rajanya terkurung di halaman kuil, hanya bisa menatapnya dengan sedih. Tuan dan bawahan itu merasa agak konyol untuk sementara, layaknya terpisah dari pasangan hidup.
Biksu Tua menatap kepergian Shen Yin dan Jun Haobei, lalu tersenyum misterius. "Rahasia surga memang tidak ada tandingannya," gumamnya.
Kemudian tatapannya beralih ada Shin Mose dan Ye Zhuan yang saling berbicara di pintu kuil. Senyumnya tidak hilang sama sekali. Karena surga memberi kesempatan pada Shin Mose, kenapa dia tidak memanfaatkan nya dengan baik?
Lagi pula, hidup sebagai manusia tidak lama di dunia ini ....
Angin berembus perlahan. Biksu Tua itu berbalik dan kembali ke kuil untuk menyembah dewa. Dia juga menyalakan tiga batang dupa sebagai persembahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sembilan bulan lamanya Shen Yin mengandung, akhirnya anak pertama pasangan itu lahir ke dunia. Masih bayi laki-laki gemuk yang langsung menangis keras ketika lahir.
Shen Yin yang hampir melewati gerbang kematian saat melahirkan anak itu, membuat Jun Haobei tidak senang dengan putranya. Saat lahir, bayi itu langsung jatuh ke pelukan Nyonya Jun. Sementara Jun Haobei menemani istrinya dalam masa pemulihan.
Ketika kondisi Shen Yin mulai stabil, bayi laki-laki itu akhirnya digendong olehnya. Nyonya Jun berkata jika hidung dan bibir bayi itu mirip dengan Jun Haobei sewaktu masih bayi dulu. Dan tentu saja pasti akan mirip dengannya di masa depan.
"Apakah kamu sudah memikirkan nama anak kita?" tanya Shen Yin seraya menggendong bayinya.
"Yah, ide ini tidak buruk. Iya 'kan sayang?" Shen Yin ingin menggoda bayinya yang masih merah. Tapi anak itu masih belum mengerti apa yang dikatakan orangtuanya.
Jun Haobei mencium kening Shen Yin berdiri di samping ranjang rumah sakit. "Terima kasih sudah memberi kebahagiaan. Bertemu denganmu adalah sebuah berkah bagiku."
"Aku juga. Tanpa kamu, aku tidak hidup sampai sekarang."
Keluarga kecil tiga orang itu tampak harmonis dan penuh cinta. Shen Yang yang ingin masuk dan menggendong keponakannya langsung mengurungkan niat. Dia datang bersama gurunya untuk melihat keponakan kecil.
"Muridku, sudah waktunya untuk mencari pacar." Guru Zhinghu menepuk pundak Shen Yang.
Shen Yang menghela napas frustasi. "Aku belum mau jatuh cinta. Pernikahan adalah peristiwa satu kali seumur hidup!"
Akhirnya Guru Zhinghu tidak lagi membujuknya. Semakin dibujuk, muridnya ini akan menjadi pemarah.
Tak lama, seorang wanita datang dengan tergesa-gesa sambil membawa sekeranjang buah segar. Dia berhenti tak jauh dari Guru Zhinghu dan Shen Yang.
"Ah, Tuan Shen?" Yi Er terkejut saat melihat Shen Yang saat ini.
Shen Yang mengenali Yi Er sebagai teman dekat adiknya selama masa sekolah hingga sekarang. Dia mungkin datang untuk berkunjung juga. Tapi yang membuatnya terkejut, mata wanita itu sedikit membuat hatinya tidak nyaman. Tidak tahu kenapa.
Pada akhirnya mereka berdua hanya berdiri berdampingan dan menunggu Jun Haobei keluar. Yi Er juga agak canggung saat bertemu Shen Yang.
Tak lama Jun Haobei menbuka pintu dan membiarkan mereka masuk untuk melihat Shen Yin. Yi Er memberikan sekeranjang buah-buahan padanya.
"Kakak Ipar!" panggil Yi Er. Dia mengenali Shen Yin sebagai saudari, tentu saja harus memanggil Jun Haobei sebagai kakak iparnya juga.
"Ya." Jun Haobei tidak menolak.
Yi Er dan Shen Yang hampir masuk bersamaan.
Di belakang keduanya, Guru Zhinghu memiliki pemahaman kecil. Keduanya mungkin ... bisa bersama di masa depan.
Tapi itu hanya mungkin ....
Guru Zhinghu tiba-tiba saja tersenyum misterius. Dia harus membuat muridnya ini jatuh cinta cepat atau lambat! Jika tidak, dia akan mencukur botak rambutnya dan pergi ke kuil untuk menjadi biksu.
Segera, suasana hangat di ruangan meningkat dari waktu ke waktu. Dan berharap kebahagiaan tersebut tidak akan berhenti untuk jangka waktu yang lama.
...TAMAT...
...----------------...
NB: Nantikan novel baru yang akan segera dipublikasikan. Bisa follow untuk mendapat notifikasi atau pantau terus perkembangannya.