
ORANG-ORANG berjubah hitam di ruangan tersebut saling melirik satu sama lain. Siapa yang dimaksud oleh Sovereign sebenarnya?
Penguasa Organisasi Pandora, atau lebih dikenal sebagai Lord Zhuan ini masih tergolong muda. Tidak ada yang tahu seperti apa wajah aslinya karena selalu memakai topeng setengah wajah. Ditambah terhalangi tudung jubah yang besar, sosok yang menjadi semakin misterius.
Lord Zhuan memperhatikan bola jiwa Cheng An yang masih utuh, kemudian mengusir orang-orangnya untuk meninggalkan ruangan.
Mereka membungkuk hormat dan segera pergi.
Di ruangan yang besar dan cukup remang-remang, Lord Zhuan memegang bola jiwa dan segera menyuntikkan energi supernatural ke dalamnya.
Tapi tiba-tiba saja retakan pada permukaan bola jiwa terlihat. Lord Zhuan tidak lagi menyuntikkan aura tersebut. Namun yang mengejutkan, bola jiwa milik Cheng An pecah.
Asap putih susu yang sedikit mengandung cahaya menguap di udara kosong.
Lord Zhuan menyipitkan matanya lagi, masih sangat tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Dia mengambil selembar kertas yang berisi gambar bunga peoni merah. Dia baru saja menggambar ini setelah mengingat-ingat masa lalu.
"Pemilik tubuh kutukan bermata unik, di mana kamu berada sebenarnya?" gumam Lord Zhuan.
Bayangan seorang gadis yang tubuhnya berlumuran darah terlintas di benaknya. Dia ingat, mata kanan gadis itu memiliki iris mata berbeda-beda dalam waktu yang singkat hingga mampu menghancurkan segel jiwa yang dia bentuk saat itu.
Sekarang dia akhirnya mulai menemukan jejak gadis itu lagi.
Lord Zhuan mengembuskan napas panjang dan berjalan ke arah jendela besar. Selembar kertas bergambar bunga peoni merah di tangannya sedikit diremas.
Dia pasti akan menemukan gadis itu dan membawanya kembali ke dunia bawah.
"Tunggu aku," gumamnya.
Sementara di sisi lain.
Shen Yin yang menyadari jika bola jiwa dari pria berjubah hitam malam itu telah pecah, matanya segera menyipit. Dia menguap dengan rasa kantuk yang cukup dalam. Saat melihat jam dinding, ternyata masih menunjukkan pukul tiga pagi.
Gadis itu kembali tertidur setelah merasa jika lingkungannya aman. Beberapa potongan jiwa gelap ternyata berdatangan satu pertama sisi nya namun segera menghilang d saat menyentuh array Supernatural.
Beberapa hari setelah itu, hari untuk pergi melakukan perkemahan akhir musim gugur telah dimulai.
Shen menghitung kembali berapa banyak barang yang dibutuhkan. Ternyata lebih banyak dari yang dia perkirakan sebelumnya.
"Apakah tidak ada lagi yang tertinggal?" tanya Jun Haobei yang datang untuk membantunya pagi ini. Dia mengantar Shen Yin ke sekolah dan menunggu bus pariwisata untuk datang.
Shen Yin menggelengkan kepala. Dia tidak tahu, apakah Jun Haobei datang untuk menunjukkan cintanya hari atau hanya sekarang membantu saja, Shen Yin merasa lega dan berterima kasih.
"Semuanya ... sudah siap," jawabnya pelan.
"Oh, itu bagus." Jun Haobei menepuk kepalanya untuk menenangkan emosi gadis itu yang kemungkinan besar tidak dalam suasana hati yang baik.
Lagi-lagi, Jun Haobei mungkin harus salah paham dengan penampilan Shen Yin yang kadang bisa menipu orang biasa.
"Jangan menepuk kepalaku," kata gadis itu. Dia melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya.
Ini masih siang hari dan bus pariwisata yang disewa akan tiba nanti sore, Shen Yin memiliki waktu untuk pergi ke acara jumpa penggemar film dan Novel Deep Story. Ketika Jun Haobei mengantar Shen Yin ke sekolah dan menemui beberapa guru di sana, para murid sangat penasaran. Terutama para gadis yang ingin tahu siapa pria yang datang bersama Shen Yin.
Atau … kemungkinan besar seorang kekasih?
Ah! Tapi pria itu sedikit lebih tua dan tidak mungkin suka dengan rumput muda (remaja).
Shen Yin sedikit tidak nyaman dengan perhatian mereka namun untungnya ruang guru tidak terlalu jauh. Shen Yin tidak ikut masuk dan menunggu di luar. Tak lama setelah Jun Haobei masuk, suara percakapan samar terdengar. Kemudian Jun Haobei keluar dengan ekspresi yang sama seperti sebelumnya.
“Biarkan teman sekelas menjaga tas dan peralatan berkemahmu. Kita bisa pergi sekarang,” kata pria itu.
“...” Begitu mudah? Pikir Shen Yin agak tidak berdaya.
Shen Yin menemui Yi Er yang sudah menunggunya. Antusiasme gadis itu tidak masuk ke mata Shen Yin. Dia menyerahkan barang-barangnya pada table mate tersebut dan pergi mengikuti Jun Haobei.
“...” Yi Er yang dipenuhi barang di tangannya pun merasa sedih dan tidak berdaya. Namun pria yang bersama Shen Yin sungguh tampan hingga dia hampir terpesona.
Segera, beberapa teman sekelas datang padanya dan mendesak untuk memberi tahu siapa pria yang datang bersama Shen Yin. Sayangnya Yi Er juga tidak tahu karena ini pertama kali baginya untuk melihat pria itu secara langsung.
Hanya saja ….
“Kenapa aku merasa jika pria itu agak mirip dengan seseorang dari salah satu keluarga teratas di ibu kota?” gumam Yi Er.
Meski sudah memikirkannya berulang kali, Yi Er tidak ingat di mana dia pernah melihatnya. Lebih baik lupakan dan tanyakan pada gadis itu nanti.
Sementara itu .…
Shen Yin dan Jun Haobei berkendara ke tempat di mana acara jumpa penggemar film dan novel Deep Story dilakukan. Seharusnya sudah mulai. Meski keduanya terlambat, beberapa media dan penggemar setia sangat antusias.
Gedung perusahaan perfilman dan televisi mensponsori acara jumpa penggemar. Tanpa diduga, ternyata cukup banyak yang langsung datang dan rela berdiri di kejauhan hanya untuk melihat para pemain.
Ketika Shen Yin tiba di sana, Domian membawanya ke satu sisi yang nyaman untuk menunggu.
“Apakah kamu perlu beraksi?” tanya pria itu.
“Tidak, ini bukan urusanku. Tapi … wanita itu sudah menunggu untuk hari ini. Aku hanya akan melepaskan belenggu jiwa gelapnya dari segel yang kutanam sebelumnya.” Shen Yin menggelengkan kepala dan mengeluarkan sebuah jimat khusus yang berfungsi untuk melepaskan roh jahat.
Shen Yin melihat jika jiwa gelap Li Nuo berada di belakang Lan Miao yang memakai gaun indah nan elegan. Wanita itu sudah keluar dari rumah sakit dan sebelumnya cukup tertekan. Terutama saat dia pingsan di apartemen Li Nuo dan ditemukan oleh polisi.
Meskipun Lan Miao merasa bingung dan takut jika roh Li Nuo tidak tenang dan ingin balas dendam, Lan Miao masih memiliki orang hebat yang bekerja sama untuknya.
Hanya saja, selama beberapa hari terakhir, Lan Miao tidak bisa menghubungi orang itu.
Selama acara jumpa penggemar ini, Lan Miao berdiri anggun sambil mengatakan pidato nya tentang penulis novel Deep Story. Bukan hanya itu, Lan Miao juga mengungkapkan kesedihannya di depan awak media jika Little Rabbit selaku penulis novel horor itu, selalu datang dalam mimpinya untuk mengobrol.
Meski Lan Miao berbohong, ini murni hanya untuk membangunkan minat orang-orang jika dialah yang dipercayakan oleh Li Nuo agar mengambil alih semua usahanya.
Jiwa gelap Li Nuo yang ada di samping Lan Miao sangat marah dan ingin segera membawanya ke neraka.
Di sisi lain, Shen Yin yang duduk tak jauh dari acara jumpa fans itu pun mengambil segelas air yang telah disiapkan oleh pihak restoran yang ada perusahaan tersebut.
“Ini sudah waktunya bagiku untuk bermain.” Shen Yin memegang jimat penyegel dan memandang Jun Haobei. “Omong-omong, di mana Li Yugang dan juga adikmu?”