The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Nasib Buruk Chen Kai


KELUARGA Chen juga termasuk dalam salah satu daftar keluarga supernatural yang sudah lama tidak menunjukkan diri. Zaman semakin modern sehingga kemampuan supernatural tidak membantu banyak dalam pekerjaan sehari-hari.


Jadi Nyonya Chen sendiri tidak terkejut saat Shen Yin berkata dirinya berasal dari perguruan keabadian. Dia tahu tempat itu karena suaminya juga pernah menjadi murid di sana meskipun tidak lama.


"Jun Ye bilang temannya selalu mendapat nasib buruk. Jadi aku menyarankanku untuk datang ke sini. Meski aku terlihat masih muda, aku harap Nyonya Chen percaya padaku." Shen Yin tersenyum padanya.


"Ya, tentu saja. Jangan ragukan itu. Perguruan keabadian adalah tempat yang cocok untuk belajar. Jika Chen Kai bukan anak satu-satunya, aku akan mengirim dia ke sana untuk belajar."


"Bu!" Chen Kai tidak suka dengan kemampuan supernatural apapun. Dia rasa itu agak konyol.


Jun Ye terbatuk malu. Dia memiliki kemampuan supernatural meski tidak besar. Sepupu ipar dan sepupunya adalah seorang supernatural sejati. Keluarga Chen bagus sebenarnya tapi Chen Kai sangat tidak suka dengan hal-hal mistis.


Nyonya Chen tidak mengungkit masalah ini lagi dan meminta keduanya untuk duduk di ruang tamu lebih dulu. Pelayan menyajikan teh untuk mereka dan perlahan-lahan menjelaskan sebab dan akibat dari semua yang menimpa Chen Kai selama ini.


"Apakah ada masalah lain di waktu-waktu tertentu yang sering berulang?" tanya Shen Yin.


"Ya. Aku sering bermimpi buruk dikejar bintang buas." Chen Kai mengingat-ingat. "Beberapa kali setiap bulannya."


Nyonya Chen sendiri bahkan terkejut. "Kenapa kamu tidak pernah mengatakannya pada Ibu?"


"Bu, aku pikir itu hanya mimpi buruk biasa karena aku selalu bermimpi buruk." Chen Kai juga tidak mau disalahkan.


"Kamu— Nak!" Nyonya Chen tidak berdaya.


"Binatang apa itu?" Shen Yin tidak terganggu oleh suasana.


"Ini ular."


Ada keheningan untuk sementara waktu dan Shen Yin sebenarnya sudah melihat tentang kehidupan masa lalu Chen Kai saat ini. Hanya saja dia masih membutuhkan beberapa detail yang tak bisa dilihatnya.


"Sepupu ipar, apakah ada masalah dengan ini?" tanya Jun Ye.


"Ular dalam mimpimu, apakah itu bersisik merah?" tebak Shen Yin.


"Benar, itu benar!" Chen Kai mengangguk berulang kali.


Shen Yin tiba-tiba saja mengambil salah satu gulungan dari dalam tas yang dibawa Jun Ye. Gulungan kertas itu dibentangkan di atas meja. Lalu munculah sebuah buku bersampul kuno yang tiba tiba saja terlihat oleh mata telanjang padahal permukaan gulungan kertas hanya dipenuhi dengan tulisan bahasa kuno.


"Apakah itu sihir? Bagaimana bisa buku muncul tiba-tiba seperti itu?" Chen Kai penuh dengan tanda tanya di tubuhnya.


Jun Ye akhirnya pamer. "Tentu saja karena sepupu iparku adalah ahli supernatural. Hebat bukan?"


"..." Chen Kai terdiam. Ahli supernatural? Seperti ayahnya? Apakah memiliki kemampuan yang begitu hebat?


Shen Yin melirik Jun Ye yang senyumnya mungkin bisa menerbangkan anak ayam hingga ke surga. "Kamu sendiri harus lebih banyak belajar menjadi seorang pengusir setan. Bukan bermain game horor."


"..." Jun Ye tersipu. Kenapa sepupu iparnya tidak mau menyelamatkan wajahnya di depan ibu dan anak itu.


Jun Haobei tidak mau menunda waktu. "Untuk apa buku itu?" tanyanya.


"Ini adalah buku tentang para binatang sihir yang biasanya mengganggu seseorang melalui mimpi." Shen Yin membuka beberapa halaman dari buku usang tersebut.


Ada beberapa gambar bintang yang berbeda di setiap lembarnya. Lalu dia berhenti di tengah-tengah halaman. Ada gambar seekor ular merah dengan tanduk di kepalanya. Mata ular itu berwarna emas serta memiliki taring ganda yang tajam di rahang atasnya.


Semakin Chen Kai melihat, dia pun mengangguk berulang kali. Ular ini yang selalu muncul di mimpinya. Nyonya Chen merasa bersalah karena tidak memperhatikan putranya sepanjang waktu.


"Nak, kamu harusnya hilang sejak awal. Kita mungkin bisa mencari seseorang untuk memecahkan masalah ini sejak lama." Nyonya Chen mencubit lengan Chen Kai cukup keras hingga pria itu meringis.


"Bu, kamu tidak menyayangiku lagi!" Chen Kai bernada genit.


Nyonya Chen memelototinya. Putranya ini tidak berbeda jauh dengan suaminya ketika muda dulu. Lalu Nyonya Chen melihat Shen Yin.


"Kalau begitu Nona Shen, apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Tentu saja mengusir nasib sial yang mengikuti putramu. Ular merah bertanduk ini merupakan binatang supernatural pengganggu mimpi buruk. Dia hanya akan datang ketika diminta seseorang. Aku ingin tahu, apakah keluarga Chen pernah menyinggung orang lain sebelumnya?"


"Menyinggung orang?" Nyonya Chen sepertinya sedang mengingat-ingat sesuatu. Tapi kemudian menggelengkan kepala.


"Mungkin tuan Chen sendiri?" Shen Yin menebak.


"Aku tidak tahu tentang ini. Bisakah aku menghubungi suamiku dulu untuk memanggilnya pulang?" Nyonya Chen khawatir masalah ini akan menjadi besar di masa depan. Lebih baik mengatasi nya lebih awal.