The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Siapa yang Menghamilimu?


SHEN YIN dan Tong Yue memperhatikan irisan daging sapi yang ditunjukkan oleh Yi Er. Namun keduanya menggelengkan kepala. Tidak ada yang aneh. Teksturnya hanya sedikit tak biasa. Tidak seperti daging sapi biasanya.


Shen Yin juga mengambil irisan daging sapi mentah dan mencelupkannya pada sup hot pot. Menunggu daging matang, dia mencoba sup yang telah dicampur berbagai sayuran tertentu.


Rasanya enak. Tapi tiba-tiba saja Shen Yin meletakkan sendok meminum segelas air.


"Ada apa?" Tong Yue melihatnya sedikit mengerutkan kening pun, hatinya merasa tidak nyaman. "Apakah hot pot nya tidak sesuai dengan lidahmu? Mungkin bisa memesan makanan lain di sini. Sayangnya di sini dominan dengan olahan daging, jadi sulit untuk memesan hidangan vegetarian," jelasnya.


"Ini enak. Tapi aku ingin memesan yang lain. Jangan khawatir, aku bayar sendiri nanti," kata Shen Yin.


Dia segera memesan hidangan lain dengan ketenangan pikiran. Segera, jenis hidangan lain di bawa dan pelayan tersenyum ramah pada mereka. Tapi pada saat melirik ke arah Shen Yin, ekspresi pelayan itu sedikit berubah.


Meski begitu, si pelayan wanita tetap bersikap biasanya dan meninggalkan ruangan tersebut.


Shen Yin tidak mempedulikannya dan segera mencicipi semua hidangan yang baru saja diantarkan.


"Rasanya tidak buruk. Kini aku tahu rasanya," komentar Shen Yin datar.


"Sudah kubilang, hidangan di sini sangat enak!" Tong Yue makan hot pot dengan lahap. Begitu pula Yi Er.


Ketiganya maka di restoran hingga waktu cukup larut malam. Setelah makan, mereka meninggalkan restoran dengan tenang. Shen Yin sempat menatap restoran itu cukup lama sebelum akhirnya pergi tanpa menoleh lagi.


Di satu sisi, pemilik restoran yang melihat kepergian Shen Yin pun sedikit gugup. Punggungnya berkeringat dingin. Wanita pelayan yang melaporkan masalah di meja makan salah satu pengunjung pun kini gemetar dan menunduk ketakutan.


Siapa yang tahu saat wanita pelayan itu melaporkan penemuannya, bos akan sangat marah.


"Kita tidak bisa buka restoran di sini lagi. Besok, pindah secepat mungkin dan sejauh mungkin!" ujar si pemilik restoran, pria setengah baya yang tubuhnya tampak terawat. Meski begitu, kati matanya berwarna merah darah.


"Bos, gadis itu ... Apakah berbahaya?" tanya wanita pelayan memberanikan diri.


"Bukan hanya berbahaya, tapi juga mampu menghancurkan bisnis kita. Dia pasti sudah tahu tentang apa yang ada di restoran ini. Berkemas malam ini dan berangkat lebih awal besok. Aku tidak menyangka bahwa Tong Yue membawa gadis yang berbahaya itu ke sini!" Si bos tampak sangat marah dan mau tidak mau menyalahkan Tong Yue.


Dari nada bicaranya, bos tersebut mengenal Tong Yue. Mungkin karena Tong Yue merupakan pelanggan lama di restoran hot pot miliknya. Si pemilik hampir mengenal nama orang-orang yang sering berkunjung ke restorannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah meninggalkan restoran, Shen Yin mengantar Yi Er hingga ke rumahnya. Gadis itu memberikan sebotol air biasa padanya. Lalu mengingatkannya untuk meminum air tersebut.


Untuk Tong Yue, karena rumahnya tdisk jauh dari sisi jalan raya besar, maka pulang sendiri tidak masalah. Shen Yin juga tidak memaksanya untuk diantar.


"Ah, Shen Yin. Kenapa tidak mampir sebentar?" Ibunya Yi Er membuka pintu untuk Yi Er.


Gadis itu menggelengkan kepala. "Kakakku masih menunggu di rumah. Aku harus pulang lebih awal," katanya.


"Kalau begitu, terima kasih sudah mengantar Yi Yi pulang. Lain kali, berkunjunglah ke rumah, Bibi akan menyiapkan makanan yang enak untukmu."


"Tidak masalah. Kalau begitu, aku pamit dulu." Shen Yin berpamitan dan meninggalkan kawasan rumah Yi Er yang cukup terpencil dari kawasan permukiman padat penduduk.


Ibunya Yi Er menggelengkan kepala dan merasa sangat disayangkan. Gadis secantik Shen Yin harus menanggung beban yang berat. Dia melihat putrinya menaiki anak tangga sambil memegang sebotol air mineral.


"Tunggu, Yi Yi." Ibunya segera memanggil.


Ibunya sedikit bingung. "Yang kamu pegang itu ...."


"Oh, ini? Xiao Yin yang memberikannya padaku. Dia menyuruhku untuk meminumnya malam ini. Ada apa?" tanya Yi Er sedikit heran dengan ekspresi ibunya yang sedikit berubah seolah-olah tak percaya.


"Memangnya kamu makan di mana malam ini?"


"Aku, Yue Yue dan Xiao Yin makan hot pot di restoran yang agak terpencil. Tapi rasanya sangat enak. Sayangnya aku belum pernah mendengar nama restoran tersebut. Yue Yue yang mengajak kami makan di sana. Bu, bukankah aku sudah berkata akan makan hot pot sebelumnya?" Yi Er mengerucutkan bibirnya.


"Hot pot? Oh, ah ... Iya. Ibu hampir saja lupa. Tidak apa-apa. Kalau begitu jangan lupa untuk diminum airnya. Jangan sampai tumpah sedikit pun. Ingat?"


Meski Yi Er tidak tahu kenapa ibunya tiba-tiba saja tertawa ringan, ia masih mengiyakan dengan baik. Dari hari ke hari, ibunya mulai mirip dengan neneknya di masa lalu. Suka sekali bermain misteri.


Yi Er pergi ke lantai dua dan emmasuki kamar. Sedangkan ibu Yi Er yang melihat putrinya masuk kamar pun langsung menghela napas. Wajahnya agak pucat.


"Apa yang dimakan putriku hingga harus minum air suci pencuci tubuh?" gumamnya.


Ibunya Yi Er bukan wanita biasa. Mata batinnya cukup kuat untuk membedakan sesuatu. Apa yang dipegang anak perempuannya jelas air suci tingkat tinggi yang pasti dibuat dengan waktu tidak sedikit.


Shen Yin memberikan air suci pencuci tubuh itu pada Yi Er pasti karena tahu sesuatu. Meskipun air suci asli sangat mahal di pasar gelap, ibunya Yi Er tahu jika air suci yang dimiliki putrinya saat ini asli.


"Bukankah Yi Yi pernah berkata jika gadis itu ingin kalung penangkal roh jahat? Sepertinya aku masih memilikinya," gumamnya lagi.


Wanita itu segera pergi ke kamarnya dan mengeluarkan sesuatu dari lemari. Sebuah kotak kecil. Saat dibuka, isinya merupakan sebuah kalung berliontin pedang mahoni merah.


Meskipun tidak mampu membayar kebaikan Shen Yin pada putrinya, kalung ini mungkin akan berguna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Shen Yin pulang sebelum pukul sebelas malam dan Shen Yang telah menunggunya. Dia khawatir adiknya mengalami kecelakaan. Tapi saat melihat gadis itu kembali, dia lega.


Sayangnya, sebelum Shen Yang menyapanya di depan pintu, Shen Yin sudah berlari kecil ke kamar mandi.


Mendengar suara adiknya yang muntah-muntah, Shen Yang khawatir dan menghampirinya.


"Kenapa kamu tiba-tiba muntah? Siapa yang menghamilimu? Apakah pria itu?" tanyanya panik dan segala jenis pikiran buruk menghampirinya.


Tidak mungkin Jun Haobei memiliki kebiasaan ini 'kan? Pikirnya.


Shen Yin menggelengkan kepala. Setelah memuntahkan apa yang dimakannya hari ini, wajahnya pucat. Shen Yang membantunya berdiri dan membiarkannya duduk di ranjang.


"Kalau begitu katakan, apa yang terjadi padamu?" tanya laki-laki itu.


"Bagaimana rasanya daging manusia?" Shen Yin bertanya balik.


"Hah? Daging manusia? Apa maksudmu?" Laki-laki itu mengerutkan kening. "Jangan bilang kamu—" Dia terkejut.


Tak ada yang berbicara lagi setelah keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Shen Yang tidak bodoh. Mungkin adiknya baru ssja memakan daging manusia?


"Bukanlah kamu pergi makan hot pot dengan temanmu? Kenapa bisa menyangkut daging manusia? Restoran ilegal mana yang berani bermain di bawah mata pemerintah?" Shen Yang tampak kesal saat berpikir jika adiknya baru saja muntah karena jijik dengan daging manusia.