
SHEN YIN melirik Pak Tua Jun dan tersenyum misterius. Dia meletakkan jimat yang mengurung makhluk gelap tadi ke mangkuk perak berisi air suci tersebut. Terlihat jika tulisan pada jimat langsung mengeluarkan cahaya dan air suci berubah menjadi hitam pekat.
Terdengar sedikit raungan dari jimat dan akhirnya benar-benar sunyi. Jimat pengikat makhluk itu benar-benar berubah menjadi bubuk dan menyatu dengan air suci yang telah menghitam.
"Itu karena ... Kandungan spiritual dari air suci yang kubuat lebih kuat dan mengandung aura paling suci. Cocok untuk pengusiran makhluk kegelapan, hantu, menakuti iblis, menenangkan pecahan jiwa orang mati, bahkan ... Membersihkan sumber esensi kegelapan dalam tubuh manusia," jelas Shen Yin.
Intinya, air suci yang dia buat lebih kuat dan sulit untuk dipatahkan. Dia bahkan pernah menendang kembali bawahan raja iblis ke alam abadi. Semua itu berkat air suci yang dibuatnya. Oleh karena itu, dia tak ragu-ragu untuk menghabiskan waktu demi membuat air suci itu.
Pak Tua Jun tidak tahu harus berkata apa tapi dirinya sendiri terkejut bisa berdiri dan berjalan dengan baik tanpa adanya rasa lelah atau sakit. Bagaimana kondisinya saat ini? Apakah ini keajaiban.
"Tubuhmu baik-baik saja sekarang," kata Shen Yin setelah merapikan poni sebelah kanannya. Dia kembali ke penampilannya yang sunyi dan merapikan sisanya lalu keluar dari kamar tanpa mengucapkan apapun.
"..." Pak Tua Jun yang masih terpana pun butuh waktu lama untuk kembali sadar dan pergi keluar kamar juga.
Di ruang tamu, Shen Yang yang tengah minum teh dengan Jun Haobei dan lainnya pun mengetahui jika Shen Yin sudah keluar. Meraka buru-buru bangkit dan pergi ke ruang utama. Di sana, gadis itu mengabaikan mereka dan berjalan keluar rumah.
Nyonya Shen ingin mengatakan sesuatu namun terhalang oleh kemunculan Pak Tua Jun di tangga.
"Ayah ... Apakah, kamu baik-baik saja?" tanyanya penuh kekhawatiran.
"Aku baik-baik saja." Pak Tua Jun melambai ringan. "Di mana dia?" Yang dia maksud adalah Shen Yin.
"Oh, gadis itu ... Dia di sana. Pergi?" Nyonya Shen juga bingung. Tidak tahu harus berkata apa.
"Pergi begitu saja?" tanya pria tua itu kaget.
"Ya."
"..." Gadis tanpa hati nurani, batin Pak Tua Jun seraya menghela napas tidak berdaya.
Shen Yang terbatuk ringan dan mengucapkan selamat pada Pak Tua Jun karena telah putih dari penyakit lama. Dia juga tak bisa tinggal lama di sini. Lagi pula, dia hanya ingin memastikan jika adiknya baik-baik saja tanpa adanya kecelakaan lain. Karena ... dia khawatir, jika kegilaan Shen Yin ... kambuh. Inilah yang selalu menjadi keraguan Shen Yang.
"Tuan Shen, gadis itu ..." Pak Tua Jun melihat Shen Yang untuk pertam kalinya dan nada bicaranya menjadi sedikit malu. "Terima kasih sudah menyelematkan yang tua ini," katanya.
"Tidak apa-apa, tidak masalah. Lagi pula jika bukan karena token itu, kami mungkin tidak akan muncul begitu saja. Kalau begitu, aku akan kembali dulu. Semoga hari kalian menyenangkan," kata Shen Yang dengan senyum lembut.
"Apakah dia baik-baik saja setelah ini?" tanya Pak Tua Jun ragu.
Setelah aura jahat di tubuhnya musnah, kemampuan supernaturalnya kembali sedikit sehingga mampu merasakan aura orang lain di dekatnya. Dan dia merasa bahwa aura di tubuh Shen Yin sedikit kacau.
Shen Yang menyipitkan matanya dan menggelengkan kepala. "Jangan khawatir, ini bukan kali pertama bagi adikku."
Setelah berkata demikian, Shen Yang buru-buru keluar dan melihat adiknya sudah berada di dalam mobil sambil bersandar di kepala kursi, memejamkan mata. Wajahnya pucat.
Shen Yang masuk mobil dan segera meninggalkan halaman keluarga Jun seolah-olah hanya tamu biasa. Dia memandangi adiknya yang terlihat telah banyak kehilangan banyak energi.
"Apakah kamu memaksakan dirimu lagi?" tanyanya agak dingin, jelas tidak suka dengan apa yang dilakukannya hari ini.
Shen Yin membuka matanya sebentar dan menatap kakaknya dari kaca spion depan. "Bukankah ini hanya masalah biasa?" tanyanya datar.
"Kamu hanya pergi menyegel makhluk itu dan membakarnya dengan mudah, kenapa memaksakan diri untuk menyegel semuanya untuk mengembalikan aura jahat yang tidak berguna itu pada si pengirim?"
Yang dibicarakan Shen Yang tentu saja tentang makhluk kiriman yang telah menjadi sumber kutukan bagi Pak Tua Jun. Shen Yin telah menggunakan banyak jimat kali ini, belum lagi darah yang dijadikan media untuk penyegelan juga menghabiskan banyak energi.
Lihatlah wajah gadis itu yang pucat seolah-olah kekurangan darah, Shen Yang secara alami khawatir dan tidak mau. Dia menyesal karena mengajari adiknya cara membuat jimat, ini mengerikan.
Namun alih-alih patuh, Shen Yin justru mengabaikan kakaknya dan menatap pemandangan luar dari jendela pintu mobil. Gedung-gedung tinggi dan juga tempat hiburan, sepertinya sangat menyenangkan. Namun Shen Yin tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang.
Dunia ini tidak sedamai di permukaan.
"Cepat atau lambat, para keluarga rahasia akan saling berhadapan. Ini hanya langkah awal. Lagi pula, keluarga Jun akan menempati posisi penting di masa depan," jelasnya pelan.
"..." Apakah kamu meramal lagi? Haruskah aku memberimu beberapa yuan sebagai penghargaan? Pikir Shen Yang dengan tiga garis hitam di kepala. Dia tidak terlalu peduli dengan keluarga-keluarga itu.