
Ketika naga ungu memasuki tubuh Shen Yin, wanita itu sendiri tengah bermimpi panjang. Dari awal hingga akhir semuanya sangat jelas. Dia berada di alam bawah sadar saat ini.
Lalu Shen Yin melihat dirinya sendiri yang saat itu masih berusia lima belas tahun, meraih tangannya. Dia berada di suatu tempat remang-remang, lembap dan tampak kosong di segala sisi.
"Shen Yin, ayo pergi bersama. Ayah dan ibu sudah menunggu kita di sana," kata jiwa Shen Yin yang baru berusia lima belas tahun. Dia sedikit lebih pendek daripada Shen Yin dewasa saat ini.
"Ayah dan ibu? Pergi ke mana?" Shen Yin terkejut saat melihat dirinya sendiri yang ceria.
"Ke sana, tempat yang indah dan penuh cahaya. Kita akan berkumpul kembali," jawabnya. Shen Yin muda itu langsung menunjuk ke depan.
Lalu ada sebuah cahaya yang hangat terbuka tak jauh di depan Shen Yin. Benar saja, anggota keluarga Shen yang telah meninggal di masa lalu berkumpul dan tersenyum padanya. Mereka melambai.
Terutama sama Shen Yin melihat sosok ibunya yang memakai gaun putih, tidak ada noda darah di tubuhnya. Ibunya baik-baik saja. Mau tidak mau, Shen Yin menitikkan air mata.
"Ibu," gumamnya sedikit tercekat.
Shen Yin yang berusia lima belas tahun tersenyum penuh arti pada sosok dewasanya. Dia menarik tangannya lagi.
"Ayo pergi," ajaknya.
"Tapi ... di mana kakak?" tanya Shen Yin.
"Kakak? Dia punya hidupnya sendiri. Dia pasti akan menyusul kita ke sana."
Shen Yin melihat dirinya sendiri yang terlihat jauh lebih muda. Mau tidak mau mengingat masa-masa yang indah di keluarga Shen. Cinta dan kasih sayang keluarganya, dia masih ingat.
Tanpa sadar, Shen Yin melangkah ke arah cahaya dan sosok dirinya yang remaja tampak terkekeh aneh. Tapi sebelum Shen Yin berjalan lebih jauh, tubuhnya tiba-tiba saja kaku. Sebuah bola cahaya keemasan melesat ke dalam dirinya.
Sosok Shen Yin yang masih remaja sepertinya menyadari ada yang salah saat ini dan senyumnya langsung hilang. Dia menatap Shen Yin dengan tajam.
"Ini bukan urusanmu!" Suaranya menjadi galak dan serak.
Shen Yin dewasa memejamkan matanya sebentar. Ketika membuka matanya lagi, iris matanya sudah berubah menjadi keemasan. Ekspresinya tidak sedih lagi seperti sebelumnya.
Dia menatap Shen Yin yang masih remaja dengan cibiran. "Kamu hanya jiwa yang telah lama dirantai! Beraninya kamu mengkhianati tubuhmu sendiri. Sudah waktunya untuk kembali, jiwa yang hilang," katanya.
Shen Yin dewasa dirasuki oleh jiwa naga ungu. Seketika, dia mencengkeram tangan Shen Yin remaja dan menariknya untuk menyatu dengan tubuh Shen Yin dewasa saat ini.
Shen Yin yang masih remaja tidak mau dan wajahnya langsung pucat. "Tidak! Aku tidak mau kembali! Aku mau bersama ayah dan ibuku! Aku tidak ingin kembali!" pekiknya serak dan penuh kesedihan.
"Ini bukan waktunya kamu untuk pergi. Ingatlah, kakakmu masih menunggumu di luar. Jika kamu kamu pergi, dia akan sangat sedih dan depresi. Tidakkah kamu merasa kasihan padanya?" Naga ungu yang merasuki Shen Yin dewasa berkata dengan penuh kesedihan.
Shen Yin remaja terdiam. Dia juga sangat menyayangi kakaknya saat ini. Hanya saja dia sudah lama dipenjara di alam neraka ini. Tapi ....
Sebelum Shen Yin remaja setuju, jiwanya perlahan berubah menjadi butiran cahaya mirip kunang-kunang, melayang di udara dan terserap ke tubuh Shen Yin dewasa.
Gerbang cahaya di mana keluarga Shen berkumpul langsung hilang. Semuanya tampak seperti ilusi.
Ketika jiwa Shen Yin menyatu kembali ke tubuhnya, jiwa naga ungu keluar dan meninggalkan alam bawah sadar wanita itu. Wanita itu kembali mendapatkan kesadarannya dan sedikit bingung. Arus hangat di hatinya sedikit menenangkan.
Tempat yang dipijaki Shen Yin langsung retak dan hancur menjadi kepingan yang tak terhitung jumlahnya. Tubuhnya langsung terjatuh ke lubang gelap tak berdasar.
"Ayah, ibu ...," gumamnya.
Alam bawah sadar yang remang-remang kemudian dipenuhi oleh cahaya putih menyilaukan dari langit-langit. Shen Yin menyipitkan matanya karena saat cahaya menyilaukan itu menusuk penglihatannya.
Pada akhirnya, dia memejamkan mata bersamaan dengan embusan angin membelai tubuhnya. Fragmen ingatan alam bawah sadarnya perlahan pecah dan hilang.
Shen Yin seperti merasakan pelukan hangat untuk sementara waktu.
"Putriku, hiduplah dengan baik bersama saudara mu. Jangan terjerat lagi dengan masa lalu," kata seorang wanita sangat lembut di telinganya. Bersamaan dengan itu, pelukan hangat di tubuhnya hilang.
Setelah itu, Shen Yin tidak ingat apa-apa lagi ....
......................
Di alam neraka, makhluk neraka yang ada di dalam gerbang jiwa yang terbelenggu telah dimusnahkan oleh aura berkah naga ungu. Tapi di saat yang bersamaan, gerbang jiwa di wilayah terdalam juga hancur dan semua jiwa yang ada di sana langsung lepas dari rantai neraka dan pergi ke alam reinkarnasi.
Bo Yu yang melihat ini merasa sakit hati tapi juga lega. Setidaknya jiwa-jiwa yang tidak bersalah dan menjadi korban alam neraka telah kembali ke tempat yang seharusnya.
Melihat Jun Haobei dan Shen Yin yang pingsan, Bo Yu menghela napas tidak berdaya.
"Kenapa manusia begitu merepotkan?" gumamnya.
Bo Yu sudah menarik kembali kutukan mata unik yang dimiliki Shen Yin. Dan dia ragu-ragu.
Kemudian Bo Yu bergumam lagi. "Mungkin kali ini, aku harus berbaik hati?"