The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Seharusnya Mati Sejak Lama


BANYAK kawanan serigala bermata merah di kegelapan. Mereka sepertinya muncul setelah merasakan pusat magnet aura spiritual di bukit tersebut. Namun saat ini, semua kawanan serigala itu jelas tidak normal.


Mata merah mereka menandakan jika saat ini pikirannya telah dikuasai oleh kegelapan. Shen Yin tahu itu. Jun Ye juga merasakannya.


Tapi kawanan serigala bermata merah tidak berani mendekat ke arah mereka. Aura yang terpancar dari tubuh Jun Haobei membuat mereka ketakutan.


Setiap kali bermain melangkah untuk menerkam, bayangan seekor naga muncul di atas tubuh Jun Haobei. Aura ungu keemasan dari pria itu membuat sekawanan serigala mundur beberapa langkah.


"Mereka takut pada sepupu?" gumam Jun Ye. Dia tahu sepupunya memiliki aura yang baik. Bahkan aura seorang pemimpin. Jadi terkadang Jun Ye lebih senang tinggal di rumah sepupunya.


Saat ini, Shen Yin yang berada di tengah-tengah merasa jika jantungnya berdegup kencang. Dia bangkit dari duduknya. Tak lama setelah itu, air suci di dalam cawan perak sekitar menimbulkan riak.


Embusan angin sedikit lebih kencang. Dedaunan kering beterbangan. Bahkan kawanan serigala bermata merah langsung menggulung ekor ke bawah tubuhnya. Mereka takut pada sesuatu yang sepertinya akan muncul di depan Shen Yin.


Tak lama, sebuah gerbang raksasa muncul di udara, tak jauh dari keberadaan Shen Yin. Gerbang tua berdaun dua itu terbuat dari bahan yang kokoh dan tebal.


Rantai supernatural yang membelenggu gerbang itu langsung terputus begitu saja, menimbulkan bunyi nyaring.


Kali ini, baik Jun Haobei, Jun Ye serta Li Yugang mampu melihat gerbang tersebut. Selain Jun Haobei yang mengerutkan kening, keduanya terpana dengan sesuatu yang muncul begitu saja.


Benar-benar ada gerbang neraka di dunia ini? Muncul begitu saja?


"Ini ... Ini bukan ilusiku saja 'kan?" gumam Jun Ye sedikit pucat. Hawa panas itu berasal dari gerbang berdaun dua yang memiliki lambang Yin dan Yang.


"Kurasa ini nyata," timpal Li Yugang.


Rantai pada gerbang raksasa berdaun dua di hadapan mereka telah putus seutuhnya. Tak lama kemudian, bunyi derit terdengar dari gerbang itu.


Semakin lebar gerbang itu terbuka, hawa panas semakin kuat. Ada asap merah yang menyelinap keluat gerbang serta sayup-sayup suara teriakan rasa sakit, penderitaan dan kepedihan menggelitik telinga mereka.


Jun Ye dan Li Yugang berkeringat dingin. Suara-suara itu, apakah suara orang-orang yang dihukum oleh makhluk neraka? Apakah kehidupan di neraka sangat buruk?


Bukan hanya mereka, bahkan Jun Haobei yang terlihat tenang pun mengerutkan kening. Jika neraka begitu mengerikan, maka seandainya Shen Yin terlempar ke sana, pasti akan menderita juga.


Bahkan jika dirinya harus melanggar hukum surga, dia akan menyelamatkan Shen Yin. Apapun yang terjadi. Di mana pun gadis itu berada, dia akan selalu ada di sisinya.


"Sepupu ..." Jun Ye benar-benar ingin lari ke sisi Jun Haobei.


"Diam!" Jun Haobei meliriknya dengan dingin.


"..." Apakah sepupunya tidak takut sama sekali?


Pada saat ini, gerbang neraka terbuka semakin lebar. Di saat yang bersamaan, sebuah tangan besar berkuku tajam muncul. Tangan besar itu seperti terbentuk dari lava yang menyala-nyala.


Jika diperhatikan, tangan besar itu setidaknya puluhan kali lebih besar dari gajah biasa. Betapa besarnya itu, seperti gerbangnya yang menjulang tinggi ke langit.


Shen Yin masih diam di tempatnya. Tidak tahu apa yang dipikirkan, dia merasakan sedikit ikatan dengan sosok tangan yang keluar dari gerbang neraka.


Awalnya tangan yang terbentuk dari lava itu hanya diam saja di udara. Tapi lama kelamaan, bagian tubuhnya yang lain muncul ketika gerbang neraka terbuka sepenuhnya.


Sayang sekali, mereka mengira jika sosok yang keluar itu hanya akan menatap sekitar dengan kebingungan. Tanpa diduga, justru si pemilik tangan besar itu langsung melesat ke arah Shen Yin berada.


Wujud makhluk neraka raksasa akhirnya menampakkan diri. Tubuhnya mirip manusia, sedikit bungkuk, berekor runcing, bergigi tajam yang penuh darah serta bau busuk. Kepalanya botak tapi memiliki sedikit rambut panjang berwarna merah.


Mata makhluk neraka itu bulat, berwarna merah menyala. Dengan mulut lebar dan hidung agak mancung, makhluk neraka itu bisa digambarkan sebagai wujud yang aneh.


Bahkan jika saat ini makhluk neraka itu melesat ke arah Shen Yin, badannya masih belum keluar seutuhnya. Itu hanya mencapai pinggang. Jika makhluk itu berdiri di bumi, mungkin bisa melebihi tinggi pohon kepala.


Makhluk neraka itu mengeluarkan suara nyaring yang memekakkan telinga, mengerikan serta membuat siapapun yang mendengarnya akan bermimpi buruk sepanjang malam.


Shen Yin melebarkan mata. Dia ingin menghindar tapi tubuhnya kaku. Ada sesuatu yang menahan dirinya tetap berada di tempat. Bahkan punggungnya terasa panas gara-gara tato bunga peoni yang kini mengeluarkan cahaya merah yang tajam.


Gadis itu juga berkeringat dingin. Siapa yang menduga jika makhluk neraka itu tiba-tiba akan menyerangnya.


"Beraninya memanggilku. Kamu seharusnya sudah mati sejak lama!" Suara makhluk neraka itu menggema, tangannya ingin mencengkeram tubuh mungil Shen Yin.