The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Hentikan Mobilnya Sekarang!


"PULANGLAH ke rumah," jawab Jun Haobei tanpa basa-basi. "Kamu urus sisanya, aku akan kembali. Para karyawan tidak perlu kerja lembut malam ini," imbuhnya seraya meninggalkan ruangan.


Sang asisten yang masih kebingungan dan curiga pun pada akhirnya masih tidak bisa menahan pria besar itu untuk tinggal di perusahaan. Dia ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata.


Sungguh menyedihkan. Dia lagi yang harus diomel oleh beberapa direktur karena bos melewatkan rapat lagi. Bukan hanya itu, justru konferensi video juga dibatalkan. Padahal kerja sama ini bernilai banyak uang.


Tapi siapa yang menjadikan Jun Enterprise memiliki banyak uang?


Di mata Jun Haobei, uang bukanlah hal utama saat ini.


Sang asisten menghela napas dan mengeluarkan smartphone, menelepon beberapa orang di bawah untuk menjelaskan sesuatu lagi mengatur jadwalnya lagi. Sekretaris Jun Haobei juga kewalahan. Dan dia berdebat konyol dengan asisten Jun Haobei tentang kepergiannya yang tiba-tiba.


Sementara para karyawan bersorak diam-diam. Tidak perlu bekerja lembur, jadi pulang lebih awal. Mereka memiliki kencan dan makan malam bersama keluarga. Momen ini sangat langka.


Tanpa sadar, ketidaksengajaan Jun Haobei memberikan jam pulang lebih awal justru membuat para karyawan itu bersyukur dan lebih menghormati Jun Haobei dari dalam hati mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jun Haobei tiba di rumah tua Jun, di saat yang bersamaan, Shen Yin juga hendak meninggalkan rumah tersebut.


Gadis itu hanya memiliki beberapa pembicaraan dengan Jun Haoran mengenai Ye Zhuan, menjelaskan hubungan mereka dan bahaya apa saja yang mungkin akan terjadi di masa depan.


Karena Jun Haoran dan Ye Zhuan gagal menikah, Shen Yin merasa tidak nyaman setelah mengenal jika Ye Zhuan tidak berniat buruk lagi pada keluarga Jun.


Mungkin Shin Mose yang mengubah nasib keluarga Jun secara tidak sengaja. Lagi pula, Ye Zhuan ini juga datang padanya untuk membawanya ke dunia bawah hanya karena tato bunga peoni merah di punggungnya.


Meski begitu, Ye Zhuan adalah sosok yang harus diwaspadai. Untuk saat ini, biarkan dulu mereda.


"Saudaraku, kamu pulang begitu cepat?" Jun Haoran merasa heran saat melihat saudaranya kembali lebih awal dari pada biasanya.


Jun Haobei selalu kerja lembur jika tidak ada sesuatu yang mendesak di luar sana. Jarang pulang ke rumah lama Jun atau mengirim pesan rindu lainnya. Intinya, pria itu pelit perhatian.


Siapa yang menduga jika malam ini dia akan kembali lebih awal?


Jun Haoran melirik jam tangannya. Ini baru pukul sembilan malam?


Jun Haobei tidak menanggapi. Dia tertuju pada Shen Yin yang memakai jaket musim dingin.


"Aku akan mengantarmu pulang," katanya.


"..." Jun Haoran yang diabaikan akhirnya pulih dari keterkejutannya.


Oh, ternyata ini merindukan tunangan nya yang khawatir meniup angin dingin?


Shen Yin hanya mengikuti Jun Haobei memasuki mobil.


Sementara itu, Jun Ye yang telah bersembunyi di sudut sejak awal, segera menghela napas lega. Untung saja tidak ada pertengkaran antar saudara. Jika terjadi, dia akan menjadi kambing hitam sepupunya.


Dia juga pergi menyusul Jun Haoran untuk meminta makanan yang dibawa Shen Yin. Aroma yang harum itu membuat perutnya keroncongan lagi.


Di perjalanan ....


Shen Yin membahas masalah hubungan Jun Haoran dengan Ye Zhuan. Ternyata selama ini, Jun Haobei juga sudah tahu tentang keberadaan Shin Mose serta seluk beluk masalah Ye Zhuan.


Awalnya Jun Haobei tidak ingin memberi tahu Shen Yin terlalu dini. Tapi karena Shin Mose sudah memperkenalkan diri pada gadis itu, dia juga akhirnya bersikap jujur.


Ternyata alasan kenapa Jun Haobei membawa Shen Yin ke kuil tua hari itu karena saran Shin Mose.


Di saat keduanya mengobrol di mobil, aura kegelapan yang penuh dengan membunuh mendekat ke arah mobil yang dikendarai Jun Haobei.


Awalnya Shen Yin tidak menyadari hal ini karena selama di dekat Jun Haobei, dia merasa lebih nyaman.


Jalanan yang mereka lalui sedikit sepi. Sejak adanya serangan beruntun setiap malam oleh makhluk entitas, banyak orang yang enggan berkeliaran sendirian di malam hari.


Tanpa diduga, mereka akan mengalami kejadian serupa malam ini.


Aura kegelapan yang penuh niat membunuh itu segera membuat Shen Yin waspada. Wajahnya segera pucat.


"Haobei, hentikan mobilnya sekarang!" teriaknya tiba-tiba.


Jun Haobei tidak sempat bertanya kenapa Shen ingin ingin dia menghentikan mob. Sebelum Shen Yin menjelaskan, terdengar suara cakatan di badan mobil yang pria itu kemudikan.


Tak lama setelah itu, gumpalan asap hitam melesat di depan kaca mobil depan, menyenggol secara sengaja hingga membuat Jun Haobei hampir kehilangan kendali atas kendaraannya sendiri.


Sayangnya gerakan yang disebabkan gumpalan asap hitam itu lebih kuat sehingga mobil berbelok secara paksa dsn berguling dua kali sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.


Shen Yin telah menyiapkan diri untuk benturan. Dia juga mengeluarkan jimat pelindung dan langsung melemparkan ke badan mobil.


Saat mobil berguling, arus hangat menyelimuti mobil.


Kejadian itu begitu cepat. Anehnya, tidak ada orang lain yang menyadari hal ini. Suasana di sekitar lokasi kejadian sebenarnya sepi.


Shen Yin sedikit pusing. Karena mobil terbalik, dia merasa jika darah mulai berkumpul di otaknya.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Jun Haobei sambil melepaskan sabuk pengaman.